Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Kembali Ke Kuil Kosong Di Sudut Kota Lu an Timur.


Di depan pintu gerbang masuk ke dalam markas besar sekte burung murai Lu terdapat Li Yun Shiang yang menatap marah dan gelisah pintu masuk ke dalam markas besar sekte burung murai Lu. Pemuda ini marah kepada Zhang Xiao Long yang melempar dirinya keluar dari markas besar sekte burung murai Lu secara tidak terhormat dan gelisah kepada Yanmi yang masih berada di dalam markas besar sekte burung murai Lu.


" Zhang Xiao Long kau sungguh kurang ajar berani melempar aku keluar dari markas besar sekte burung murai Lu secara tidak terhormat. Aku sungguh marah kepadamu. " Kata Li Yun Shiang yang menendang pintu masuk ke dalam markas besar sekte burung murai Lu untuk ia bisa melampiaskan kemarahannya terhadap Zhang Xiao Long, namun kakinya lemas dan Ia pun jatuh duduk di tanah dengan tangannya itu memukul -mukul tanah dengan tinjunya.


" Aduh, Yanmi kau juga membuat aku gelisah memikirkan mu yang masih berada di dalam markas besar sekte burung murai Lu bersama dengan Zhang Xiao Long si bocah berengsek. " Kata Li Yun Shiang menghembuskan napasnya dengan keras.


Pintu masuk ke dalam markas besar sekte burung murai Lu terbuka lalu Zhang Xiao Long, Yanmi dan Ketua sekte pengemis baju bersih keluar dari sana dan menemukan Li Yun Shiang di tanah dengan wajah merah padam kepada Zhang Xiao Long namun sepasang matanya lembut kepada Yanmi.


"Li Yun Shiang, kamu sedang apa duduk di tanah di depan pintu masuk ke dalam markas besar sekte burung murai Lu? " Tanya Yanmi yang menggeleng kepala dengan sikap orang dewasa yang menegur seorang anak kecil saja kepada Li Yun Shiang.


" Bukan mauku untuk duduk di sini, Yanmi. Aku sedang terluka pada kedua kakiku yang lemas. " Jawab Li Yun Shiang dengan wajah memelas kepada Yanmi.


" Ah, salah mu sendiri Li Yun Shiang. Kenapa kamu bisa semudah itu di tipu oleh anak buah mu sendiri sehingga sekte elang emas yang kau bawa dari rumahmu untuk melaksanakan misi mu yang belum kamu selesaikan telah habis semuanya di tangan msuhmu sendiri? " Kata Yanmi yang masih berdiri di depan Li Yun Shiang dengan sikapnya tak mau membantu pemuda putra dari Kaisar Li.


" Kakak Li, mari kau akan aku bantu untuk obati kedua kakimu yang lemas karena terluka oleh percikan air racun Lu di kolam air racun Lu di markas besar sekte burung murai Lu. " Kata Zhang Xiao Long dengan ramah ingin menolong Li Yun Shiang dengan berjongkok di depan Li Yun Shiang.


" Aku tak mau di tolong oleh bocah yang tidak tahu balas budi dengan merampas gadis yang aku cintai seperti mu. " Kata Li Yun Shiang yang menolak untuk di tolong oleh Zhang Xiao Long.


"Ya, sudah, Kakak Long. Kau jangan perdulikan orang yang tak mau di tolong olehmu itu. " Kata Yanmi yang menarik tangan Zhang Xiao Long untuk meninggalkan Li Yun Shiang di depan pintu masuk ke dalam markas besar sekte burung murai Lu.


" Tak bisa, Yanmi. Biar bagaimanapun dia adalah Kakak angkat ku dan jika aku tak menolongnya? Kakinya akan mengeluarkan nanah yang akan melubangi kakinya dan ia akan kehilangan kedua kakinya apabila tidak secepatnya di obati olehku yang memahami cara untuk menyembuhkan kedua kakinya itu. " Kata Zhang Xiao Long yang masih ingin mencoba untuk menolong Li Yun Shiang.


Li Yun Shiang yang mendengar bahwa dirinya akan kehilangan kedua kakinya apabila kedua kakinya tidak segera di obati oleh Zhang Xiao Long seketika itu jatuh pingsan karena takut kehilangan kedua kakinya.


" Astaga, pengecut sekali dia. " Kata Yanmi yang semakin sebal kepada Li Yun Shiang.


" Ahhh, kau memang seorang yang baik hati dan memiliki jiwa persaudaraan dan persahabatan yang mulia, Kakak Long. " Kata Yanmi yang kini semakin besar rasa sayangnya kepada Zhang Xiao Long.


" Locianpwe, kondisi mu pun cukup parah jika kamu juga tak segera di obati pada luka pada sekujur tubuhmu itu. Aku khawatir nyawamu tak bisa di selamatkan lagi. " Kata Zhang Xiao Long kepada Ketua sekte pengemis baju bersih yang mengagumi kebersihan hati Zhang Xiao Long.


" Terimakasih atas kebaikan hatimu, Anak muda. Aku tidak masalah apabila Aku harus kehilangan nyawaku yang penting masalah ku dengan salah satu temanmu bisa terselesaikan sebelum Aku meninggal dunia. "Kata Ketua sekte pengemis baju bersih yang merasa bersyukur bisa bertemu dengan seorang pemuda remaja sebaik dan juga sehebat Zhang Xiao Long.


" Ya, baiklah. Mari, kau ikuti Aku bersama dengan Yanmi ke Kuil kosong di sudut kota lu an timur. " " Kata Zhang Xiao Long yang menggendong Li Yun Shiang di panggungnya sebelum memandu jalan untuk Yanmi dan Ketua sekte pengemis baju bersih ke Kuil kosong di sudut kota lu an timur.


Di pintu Kuil kosong di sudut kota lu an timur, para teman-teman Zhang Xiao Long sudah menunggu kepulangannya ke Kuil kosong di sudut kota lu an timur dengan raut wajah mereka semua mencemaskan keselamatan Zhang Xiao Long yang telah menghilang selama tiga hari tiga malam dalam misi mencari dan menemukan Ketua sekte pengemis baju bersih.


" Kita harus bisa menemukan Kakak Afung di seluruh kota ini. " Kata Song Tian Erl yang mulai gelisah hatinya memikirkan Zhang Xiao Long.


" Bagaimana kalau kita berpencar ke seluruh kota lu an timur untuk mencari dan menemukan Kakak Afung? " Tanya Han Lin Lin dengan wajah pucat memikirkan Zhang Xiao Long.


" Ya, mari kita mulai mencari dan menemukan kakak Afung.. Ah,Aku makin mencemaskannya. " Jawab yang lainnya yang semakin gusar dan takut kehilangan Zhang Xiao Long yang menjadi kesayangan mereka semua.


" Kalian tak perlu mencemaskan aku karena aku bisa menjaga diriku dengan baik. " Kata Zhang Xiao Long dengan nada halus kepada mereka semua melalui ilmu khikang atau ilmu mengirim suara jarak jauh dari jalan yang ia tempuh untuk tiba di Kuil kosong di sudut kota lu an timur.


Suaranya mencerahkan wajah para sahabatnya dan memberikan ketenangan batin bagi semua orang yang menyayanginya. Zhang Xiao Long merasa bersyukur memiliki sahabat -sahabat yang baik dan menyayanginya seperti para saudaranya sendiri.


" Mereka semua mengkhawatirkan dirimu, Kak Long. " Kata Yanmi terharu melihat teman -teman Zhang Xiao Long yang segera berlari menyambut kedatangan Zhang Xiao Long dengan wajah penuh persahabatan yang tulus.


Bersambung!