
Zhang Xiao Long mengobati luka pundak kiri Luo Guo Xiang dengan penuh ketelitian sehingga Luo Guo Xiang dapat sembuh dengan cepat dalam waktu tiga hari dua malam saja.
"Besok pagi kita sudah bisa melanjutkan misi ke gunung Naga hitam." kata Zhang Xiao Long yang menemui Amira Ming di tepi danau depan rumah kosong yang menjadi tempat istirahat mereka.
"Iya, Kak Long." jawab Amira Ming yang tatapan matanya terfokus pada air danau itu.
"Ming Ming apa yang sedang kamu pikirkan soal danau di depan sepasang mata kita? " tanya Zhang Xiao Long merangkul istrinya.
"Bunga di dasar danau tampak hidup." jawab Amira Ming bersandar pada bahu Zhang Xiao Long.
"Bunga yang Anda lihat di dasar danau ini adalah bunga mawar air mata naga tidur."Kata Tuan Ying menerima semangkuk sup jamur dari Nona Ying Ying putrinya yang duduk di atas batang pohon di depan Zhang Xiao Long dan Amira Ming.
" Hmm, bukankah bunga mawar air mata Naga tidur seharusnya berada di puncak gunung naga emas di pulau naga emas di daerah perairan laut barat laut Kekaisaran Naga Merah kita? "tanya Zhang Xiao Long menatap ragu kepada bunga di dasar danau desa kecil sungai Le.
" Iya,namun bunga mawar air mata Naga tidur di danau ini adalah kelopaknya saja dan memiliki manfaat bagi kesehatan organ dalam dan luar tubuh manusia terutama jika Anda masih ada keinginan untuk memiliki keturunan yang sesuai dengan syarat ketentuan menjadi penguasa di seluruh dunia ini."jawab Tuan Ying memberikan senyuman penuh arti kepada Zhang Xiao Long dan Amira Ming di depannya.
"Wah, sangat layak untuk dipetik olehku sebagai usahaku untuk membahagiakan seluruh negeri ini." kata Zhang Xiao Long melirik ke arah Amira Ming yang menundukkan wajah dengan senyum malu-malu.
"Yang Mulia, jika Anda ingin memetiknya maka Anda harus mengeluarkan keahlian yang Anda miliki." kata Nona Ying Ying tertawa renyah di depan Zhang Xiao Long.
"Hmm..Baiklah." jawab Zhang Xiao Long sambil memberikan kecupan manis di kedua pipi halus Amira Ming sebelum melompat ke dasar danau.
Byurrrr!
Namun pada saat Zhang Xiao Long ingin meraih bunga mawar air mata Naga tidur sudah dipetik lebih dahulu oleh Guan Xiao Tong sebelum diri nya.Ia mengerutkan keningnya sejenak lalu ia pun kembali ke tepi danau dengan gerakan yang amat cepat sekali.
Wushhh!
Teppp!
"Kak Long, bunganya? " tanya Amira Ming yang tak melihat bunga mawar air mata Naga tidur di tangan Zhang Xiao Long.
"Sudah diambil oleh orang lain sebelum Aku tiba di dasar danau itu." jawab Zhang Xiao Long nada cemburu dengan Guan Xiao Tong yang melirik ke arahnya dengan lirikan mata menantangnya.
"Hmm, Guan Xiao Tong kah yang sudah memetik bunga itu sebelum kamu? " tanya Amira Ming di depan Zhang Xiao Long nada lembut.
"Ya,"
"Oh, mungkinkah dia ingin memberikan ramuan bunga mawar air mata Naga tidur kepada Luo Guo Xiang gadis yang selama ini dekat dengan dia? "tanya Amira Ming tanpa menyadari bahwa Guan Xiao Tong telah membuat suaminya resah.
" Tidak. "jawab Zhang Xiao Long nada masam.
" Yang Mulia, tolong Anda jangan salah menilai Aku yang takkan pernah menganggu ketenangan hidup Anda."kata Guan Xiao Tong nada biasa saja.
"Ouh, baiklah selama dia tak pernah memcoba untuk merusak suasana hatiku maka ku takkan pernah meragukan kejujuran dan kesetiaannya terhadap Kekaisaran Naga Merah kita."kata Zhang Xiao Long nada serius yang ditujukannya kepada Guan Xiao Tong sebagai ancaman dari nya.
Luo Guo Xiang terbangun dari tidurnya dan gadis itu mendengar percakapan antara Zhang Xiao Long, Amira Ming dan teman-temannya di luar rumah kosong itu segera turun dari tempat tidur lalu menemui yang lainnya dengan senyuman di bibirnya.
" Guo Xiang, kau sudah merasa baik kah? "tanya Amira Ming nada ramah kepada Luo Guo Xiang di pintu.
" Iya,Paduka Ratu saya sudah merasa baik." Luo Guo Xiang menjawab Amira Ming dengan sikap hormat.
"Syukurlah, mari kita segera mempersiapkan diri untuk meneruskan perjalanan kita ke arah utara dari wilayah desa kecil ini dan semoga kita bisa segera berjumpa dengan Liu Tong di desa kecil bawah gunung Naga hitam." kata Zhang Xiao Long yang langsung membuat keputusan untuk misi mereka segera terselesaikan dengan baik.
"Iya, mari kita segera berangkat saja." kata Amira Ming meraih jemari tangan Zhang Xiao Long di sebelahnya.
Tuan Ying dan putrinya juga Guan Xiao Tong dan Luo Guo Xiang segera mengikuti mereka berlari ke arah selatan dengan kecepatan tinggi agar tak tertinggal jauh oleh mereka berdua yang kini telah berada di depan jembatan air danau yang menjadi penghubung jalan menuju ke desa lain di seberang danau.
"Airnya jernih sekali dan tenang." kata Luo Guo Xiang melihat jembatan itu terendam air danau yang warnanya kebiruan jernih sekali.
"Ya, dasarnya pun bisa kita lihat ada hewan air yang menatap kita dengan keinginan untuk melahap kita secara hidup-hidup." jawab Guan Xiao Tong nada sinis sambil menunjukkan ada buaya raksasa berenang di dasar danau di dekat jembatan itu.
"Hmm,buaya air tak menakutkan bagiku tetapi buaya darat lebih menyebalkan." kata Amira Ming melirik ke arah Zhang Xiao Long suaminya di sampingnya.
"Ehhh, kau menyindir ku kah? " tanya Zhang Xiao Long nada muram.
"Tidak,tapi mungkin kamu tersinggung dengan ucapanku." jawab Amira Ming nada tajam sekali kepada Zhang Xiao Long yang segera berdiri di dekat Amira Ming dengan menjauh dari Luo Guo Xiang.
"Aku sudah tobat dengan para buaya betina yang manapun juga di dunia ini." kata Zhang Xiao Long menggenggam tangan Amira Ming sambil menatap serius kepada istrinya.
"Ohya? " tanya Amira Ming membalas tatapan mata Zhang Xiao Long.
"Iya.. " jawab Zhang Xiao Long yang memberikan ciuman lembut dibibir Amira Ming sampai bibir Amira Ming basah dan berdarah sedikit karena di gigit lembut oleh Zhang Xiao Long.
"Ishh.. "
"Ayolah, jangan bersikap galak kepadaku,istriku. Aku bersumpah bahwa di dalam hidupku tak ada wanita lain yang menjadi singsana di hatiku yang kecil dan sempit di dalam dadaku." kata Zhang Xiao Long merapatkan Amira Ming di dadanya.
"Eiiiii...Apa maksudmu bersikap seperti anak kecil saja? " tanya Amira Ming mengangkat alis indahnya kepada Zhang Xiao Long yang malah terkekeh senang.
"Laki-laki juga bisa seperti anak kecil apabila ia tak di perhatikan oleh pasangannya."jawab Zhang Xiao Long lembut kepada Amira Ming lalu membawa istrinya melewati jembatan dengan kecepatan yang luar biasa sehingga mereka tiba di depan desa perbatasan.
Wushhh!
Bersambung!!