
Pada awal musim panas tahun kedua di masa pemerintahan Kaisar Naga Merah memimpin di seluruh wilayah daratan besar merupakan awal tahun yang cukup baik untuk perkembangan di seluruh beberapa wilayah di sekitar Ibukota Kekaisaran Naga Merah dan sekiranya, juga di dalam istana Kekaisaran Naga Merah pun telah lahir seorang putri cantik yang lahir dari seorang Permaisuri Agung yang bernama Tan Tan Ling Ming dan putri itu bernama Li Yun Erl dengan gelarnya adalah Puteri Li Yun Zhu.
Di istana juga telah ada seorang bayi laki-laki yang dibawa pulang ke istana oleh Permaisuri Kekaisaran Naga Merah yang bernama Nalan Yan Ran yang mengejutkan hati Beng Loan Ki dan Wen Bao Ning yang sedang bermesraan di sebuah ruangan rahasia di dalam salah satu dari sekian banyak istana di seluruh kawasan istana Kekaisaran Naga Merah.
"Apa? Nalan Yan Ran pulang dari perantauannya di dunia persilatan membawa pulang seorang bayi laki-laki yang sehat? Apakah diam-diam telah mengandung dan melahirkan anak di luar istana Kekaisaran Naga Merah? Ahh, pantas saja Kaisar Naga Merah membawanya pergi ke luar istana Kekaisaran Naga Merah dengan alasan untuk menemani Sang Kaisar menjalankan misi di dunia persilatan daratan besar? " Wen Bao Ning tampak gusar mendengar kabar tersebut dari dayang istananya sendiri yang mendatangi nya di luar ruangan pribadinya dengan Beng Loan Ki paman kaisar Naga Merah sendiri.
"Tenanglah dan sabarlah, mari kita lihat dahulu sebelum kita memiliki pemikiran yang membuat kita resah gelisah dengan kehadiran bayi laki-laki itu. " kata Beng Loan Ki menghibur kekasihnya yang juga merupakan Ratu Kekaisaran Naga Merah.
"Paman Beng, kau tidak tahu betapa aku sangat membenci setiap wanita yang mencari perhatian terhadap Kaisar Naga Merah dengan wajahnya yang pura-pura polos bak giok bening tanpa celah. " kata Wen Bao Ning bangkit dari ranjang dan merapikan pakaiannya dengan marah pada nasib buruknya.
"Hmm, kau membenci mereka yang menjadi bagian dari hidup suamimu sendiri hanya karena mereka telah lebih dulu mendapatkan anugerah dari suamimu. " kata Beng Loan Ki yang menjilati rahang wanita cantik yang setiap hari dan setiap waktu melayaninya.
"Iya.. Aku sangat membenci mereka sampai aku ingin membunuh mereka semua agar cuma aku seorang yang berada di samping suamiku agar aku bisa melahirkan anak untuk suamiku dan istana Kekaisaran Naga Merah menjadi milik ku di masa depan jika aku menjadi Permaisuri Agung Kekaisaran Naga Merah lalu menjadi Ibu Suri Agung Kekaisaran Naga Merah di masa depan anakku kelak. " kata Wen Bao Ning yang mencicit lembut ketika Beng Loan Ki kembali menyelusuri tubuhnya yang indah bak batu giok bening saja.
"Ya, kau lahirkan saja anak dari ku, maka aku akan membantumu untuk menyingkirkan mereka semua yang menjadi batu kerikil dan pasir yang mengganggu orang kita dan jalan kita menuju keberhasilan hidup kita. " Kata Beng Loan Ki yang menumpahkan seluruh benih unggulnya ke dalam rahim Wen Bao Ning untuk kali ini.
"Heii.. Kau jangan membuahkan rahimku.. " kata Wen Bao Ning panik karena Beng Loan Ki ingin dia mengandung anak dari pria paman Kaisar Naga Merah itu.
Di bagian istana Kekaisaran Naga Merah lainnya terlihatlah Kim Hwee Li yang menghampiri Nalan Yan Ran di paviliun dalam istana Permaisuri Kekaisaran Naga Merah dengan membawakan senampan buah-buahan segar di kedua tangan nya yang mungil.
"Kakak Nalan Yan Ran, kau sungguh mulia dan terpuji memelihara anak orang lain seperti anak mu sendiri. " kata Kim Hwee Li nada ramah dan memperlihatkan perutnya yang mulai buncit kepada Nalan Yan Ran yang menelan rasa getir melihat madunya yang telah mengandung bayi Kaisar Naga Merah.
"Iya, Adik Hwee Li. Mari kau duduklah di bangku di depan ku dan jangan berdiri terlalu lama untuk kesehatan mu dan bayi di dalam perutmu itu. " kata Nalan Yan Ran menggunakan dagunya yang halus menyuruh Kim Hwee Li duduk di bangku di depannya.
"Iya, Kakak Nalan Yan Ran terimakasih banyak karena kamu begitu memperhatikan aku madu mu yang saat ini sedang mengandung bayi dari suami kita tercinta yakni Kaisar Naga Merah. " kata Kim Hwee Li yang mengelus-elus perutnya di hadapan Nalan Yan Ran yang tetap tersenyum ramah dan baik hati meskipun hati Nalan Yan Ran di dera rasa getir.
"Adik-adik kalian sedang apa di sana..? " sapa Tan Tan Ling Ming yang mendatangi mereka di paviliun itu dengan menggendong putri pertama Kaisar Naga Merah dengan senyuman ramah di bibirnya yang manis.
"Ah, selamat pagi kak Tan Tan Ling Ming.. Mari, kau duduklah di bangun di samping kanan ku. " kata Nalan Yan Ran cepat melambaikan tangan dengan ramah kepada Tan Tan Ling Ming yang bergelar Permaisuri Agung Kekaisaran Naga Merah dan pemimpin Harem Kekaisaran Naga Merah.
"Kakak, mari sini aku bawakan buah-buahan segar dan manis untuk camilan kita di paviliun bunga mawar istana Kakak Nalan Yan Ran. " kata Kim Hwee Li memberikan hormat dengan sopan begitu Tan Tan Ling Ming sudah datang ke dekat mereka.
"Iya, terimakasih Adik Hwee Li dan Adik Nalan Yan Ran. " jawab Tan Tan Ling Ming ramah dan penuh kasih sayang terhadap adik -adik madu nya.
"Ohya, bagaimana kabar kesehatan Adik Tilana belakangan ini ku dengar kesehatannya amat meresahkan kita semua di sini? " tanya Nalan Yan Ran dengan raut wajahnya mencemaskan kesehatan madunya yang lain kepada Tan Tan Ling Ming dan Kim Hwee Li.
"Entahlah, aku barusan mengunjunginya di ruang kamar pribadinya di istananya sendiri dan aku lihat wajahnya semakin tirus saja sampai aku memanggil tabib istana Kekaisaran Naga Merah untuk memberikan vitamin untuk daya tahan tubuhnya. " jawab Tan Tan Ling Ming yang amat memikirkan setiap orang di sekitarnya dengan tulus.
"Hmm, apakah sebaiknya kita mengabarkan hal ini kepada Kaisar Naga Merah di luar sana?" tanya Kim Hwee Li nada khawatir.
"Hmm, ya kita harus mengabarkan tentang Adik Tilana kepada Kaisar Naga Merah agar kita tidak mendapatkan masalah dari Beliau yang tentu akan memarahi kita yang tak bisa menjaga adik Tilana dengan baik, apalagi Kaisar Naga Merah telah kehilangan Adik Xiao Feng, Liu Yi Fei dan Yu Lian Shing pada akhir tahun kemarin.Dan, hal ini mengguncang sanubari nya dengan dalam. Maka, aku yakin bahwa Beliau juga tak ingin kehilangan orang tersayang nya lagi. " jawab Tan Tan Ling Ming nada tegas.
"Lalu siapakah yang akan mengirimkan pesan kepada Kaisar Naga Merah? " tanya Kim Hwee Li memandang mereka silih berganti.
"Aku.. " jawab Wen Bao Ning yang mendatangi mereka dengan langkah anggun menaiki tangga ke arah paviliun bunga mawar lalu duduk di bangku di samping lain Nalan Yan Ran dengan anggun juga.
"Adik Bao Ning, aku menyerahkan tugas untuk mengirimkan pesan kepada Kaisar Naga Merah kepada mu jika kamu tak keberatan dengan tugas ini. " kata Tan Tan Ling Ming yang sangat memperhatikan setiap madunya dengan penuh kasih sayang seorang kakak perempuan yang baik kepada adiknya.
"Oh, tentu saja aku takkan pernah keberatan untuk melaksanakan tugas penting sekali untuk kebahagiaan Kaisar Naga Merah suami kita." jawab Wen Bao Ning yang segera memanggil salah seorang dayang istananya untuk bawakan peralatan tulis kepadanya.
Lalu Wen Bao Ning menulis surat dengan tulisan tangannya sendiri dan menggulung surat itu di kaki seekor burung merpati warna putih yang lalu di terbangkan ke angkasa olehnya.
Burung merpati putih itu terbang melintasi awan dan langit dengan indahnya menuju ke arah yang di tunjukkan oleh Wen Bao Ning untuknya namun burung merpati putih itu jatuh ke tanah dengan kepala pecah oleh seorang pria tampan yang telah memanah burung itu di atas gunung dekat pintu masuk utama ke Ibukota Kekaisaran Naga Merah.
Jlebb!
"Tidak ada seorangpun yang bisa mengabarkan apa yang telah terjadi di rumah bajingan sialan yang mengganggu urusanku.. " kata pemuda itu yang memanggang burung merpati putih dan memakannya sedangkan surat itu di hancurkan olehnya begitu saja.
"Pangeran muda Hu Er Kai, hamba sudah kirim orang ke istana Kekaisaran Naga Merah untuk membunuh selir Tilana sesuai dengan perintah dari Tuan besar Beng penasehat agung dari si bajingan itu sendiri. " kata seorang pria yang telah mendatangi pria yang dipanggil Pangeran Muda Hu Er Kai di bangunan kuno di puncak gunung Li bagian selatan.
"Bagus sekali cara kerja mu, A Li. Tapi, yang aku inginkan adalah mengambil pusaka Kekaisaran Naga Merah yang di simpan oleh bocah itu untuk menggulingkannya dan membunuh semua istri dan anak-anaknya selagi dia berada di luar istananya sendiri.. " kata Pangeran muda Hu Er Kai dengan sinar mata kebencian terhadap Sang Kaisar Naga Merah dengan menatap langit biru di atas kepalanya.
Sementara itu di sebuah daerah yang memiliki panorama alam yang menakjubkan dengan adanya sebuah pegunungan yang dilapisi oleh sepuluh ribu awan putih menjadi salah satu dari sekian tempat yang dikunjungi oleh seorang pria muda yang berkuda bersama seorang gadis muda dengan diikuti oleh dua orang pria lain yang menunggangi kuda di belakang ekor kuda yang ditunggangi oleh pria muda itu.
Seulas senyum cerah menghiasi bibir manisnya sehingga menambah daya tarik tersendiri pada raut wajahnya yang sangat tampan luar biasa dengan kulit putih bersih dan rahangnya yang menunjukkan ketegasan dan kegagahan yang di miliknya. Ia juga mempunyai tubuh yang tinggi besar yang membuatnya tampak begitu kekar dan gagah perkasa bukan main. Ia adalah Kaisar Naga Merah dengan nama aslinya adalah Zhang Xiao Long dengan gelarnya adalah Kaisar Li Xiao Long atau Li Hong Long.
Di depan pemuda ini ada seorang gadis muda yang sangat cantik jelita luar biasa dengan sinar matanya begitu bercahaya terang dan indah luar biasa dengan tubuh mungil dan indah bak giok di tengah salju yang halus bukan main. Gadis itu adalah Putri Ming Ming yang berjuluk Pendekar Racun Iblis Cantik yang juga dikenal sebagai Ratu Kekaisaran Ming bernama gelar Ratu Amira Ming.
Di kuda lain ada seorang pemuda tampan yang senyumannya begitu memikat siapapun yang melihatnya dengan sinar matanya begitu lincah dan penuh semangat bukan main. Ia adalah Liu Tong sahabat sejati Kaisar Naga Merah yang berjuluk Pendekar Rubah Emas Sakti yang juga Perdana Menteri Kekaisaran Naga Merah serta Ketua Sekte Pengemis Bunga Teratai Putih.
Dan,di kuda di belakang ada seorang pemuda yang wajahnya halus dan menawan hati dengan sikapnya yang kalem dan pendiam. Ia adalah Zhao Yu Thing Kasim Kaisar Naga Merah yang juga merupakan Ketua Sekte Ular Emas yang berjuluk Pendekar Ular Emas.
Mereka baru saja meninggalkan wilayah kota kayu jati sekitar lima atau enam hari yang lalu kini mereka memacu kuda mereka menuju ke arah pegunungan di depan mereka dengan hati riang gembira yang menunjukkan semangat yang tinggi di dalam diri mereka.
"Heii, lihat di depan jalan menuju ke gunung di depan kita ada seorang pemuda yang sedang bertarung menghadapi tujuh puluh orang yang bersenjata pedang bengkok.. " kata Putri Ming Ming yang meluncur dari kuda yang di tunggangi oleh Zhang Xiao Long bersamanya ke arah pria muda yang bertarung sengit menghadapi para pengeroyok yang terlihat sadis bukan main.
Wusshh!
"Ming Ming.. Heii... Kau jangan sembarangan ikut campur urusan orang lain...! " teriak Zhang Xiao Long yang mempercepat derap langkah kuda untuk menyusul larinya sang kekasih yang kini menyerang para pengeroyok pria muda itu dengan pedang payung.
Wuttzzz!
Trang!
Para pengeroyok pria muda itu terkejut dengan serangan pedang payung di tangan gadis muda yang sangat cantik jelita luar biasa itu hingga mereka terdesak hebat oleh sinar payung yang terbuka dan tertutup dengan cepatnya.
"Pendekar Iblis Racun Cantik rupanya kamu yang telah datang untuk menyelamatkan ku? " tanya pemuda ini dengan senyuman ramah kepada Putri Ming Ming sambil menebas beberapa orang musuh yang mengeroyok dirinya.
"Bukankah kau Raja Muda Huang Li Hung paman seperguruan ku? " tanya balik Putri Ming Ming nada ramah kepada pemuda ini sambil menebas habis seluruh pengeroyok itu dengan sinar ujung pedang payung di tangannya meskipun pedang payung itu bukanlah pedang payung yang dahulu di miliknya sebelum ia terjatuh ke jurang hitam dan di tawan Raja Muda Hao Chennai pemuda yang menyelamatkannya dari sekte gunung Yue dan sekte tengkorak emas sakti di hutan pohon kaktus bunga ungu lancip yang mengakibatkan dirinya mengalami keracunan perampas ingatan.
"Iya, tapi aku bukan paman seperguruanmu melainkan sahabat kakak seperguruanmu yang bernama Teng Xu Xu.. " kata Raja muda Huang Li Hung menggeleng kepala.
"Oh, Kakak seperguruanku bernama Teng Xu Xu itu berada di mana? " tanya Putri Ming Ming yang tangannya di raih Zhang Xiao Long begitu Zhang Xiao Long telah sampai di dekatnya.
"Ada di atas puncak gunung sepuluh ribu lapisan awan putih yang berada di sana ia bersama dengan Adik tiri ku yang bernama Song Wi Na. " jawab Raja muda Huang Li Hung menunjukkan arah gunung sepuluh ribu lapisan awan putih kepada Putri Ming Ming.
"Kakak tampan, mari kita pergi ke gunung itu.. " kata Putri Ming Ming melepaskan tangannya dari genggaman tangan Zhang Xiao Long untuk meraih tangan Huang Li Hung lalu berlari ke arah gunung sepuluh ribu lapisan awan.
"Astaga, dia melupakan ku... " kata Zhang Xiao Long melompat ke atas punggung kudanya lalu mengejar kekasihnya yang pergi besama pria lain yang tidak di kenalnya.
"Waduh.. Kita harus segera menyusul Kaisar Naga Merah kitaa...! " teriak Liu Tong mengajak Zhao Yu Thing memacu kuda mereka dengan cepat.
Bersambung!