
Setelah itu Lou Han segera menemui Zhang Xiao Long di rumah makan di seberang penginapan untuk memberitahukan bahwa ia telah berhasil menyewa tiga buah kamar penginapan untuk Zhang Xiao Long di rumah penginapan yang bertuliskan'Penginapan kecil kota kecil Tu An Selatan'.
"Tuan muda, saya telah berhasil menyewa tiga buah kamar penginapan untuk anda di rumah penginapan yang anda inginkan. " Lapor Lou Han dengan nada hormat kepada Zhang Xiao Long.
"Ya, terimakasih Lou Han. Mari kau duduklah di kursi samping ku dan minumlah secangkir teh hangat ini dengan tenang. " Kata Zhang Xiao Long ramah menawarkan secangkir teh hangat kepada Lou Han yang berdiri di depannya.
"Ah, ya Tuan muda. " Kata Lou Han patuh kepada Zhang Xiao Long, lalu pemuda ini duduk di kursi di samping kursi yang di duduki oleh Zhang Xiao Long dan menikmati secangkir teh hangat yang di tawarkan oleh Zhang Xiao Long kepadanya.
Zhang Xiao Long memperhatikan setiap gerak- gerik orang-orang di sekitar jalanan di kota kecil tu an selatan sambil makan siang di rumah makan itu. Ia mengambil sepasang sumpit untuk mengambil makanan di mangkuk di meja makan di depannya itu lalu menyuap nasi dan sayur ke mulutnya dengan sikap tenang sekali.
" Kak Long, lihatlah kami membeli beberapa barang khas kota kecil tu an selatan untuk mu juga selain untuk diri kami sendiri. " Kata Liu Lu Sian dan ketiga orang gadis yang telah datang ke rumah makan dengan membawa sejumlah barang khas kota kecil tu an selatan kepada Zhang Xiao Long yang mengangguk pelan untuk menjawab keempat orang gadis di depannya itu.
"Kak Long, kau makan siang menu apa? " Tanya Tilana mengangkat alis indahnya menatap menu makan siang Zhang Xiao Long yang terlihat aneh bagi gadis cantik jelita itu.
"Menu sayur sawi putih tumis. " Jawab Zhang Xiao Long apa adanya.
" Astaga, menu makan siang mu itu sama sekali tidak sehat untuk mu. " Kata Tilana yang cepat memesan makanan baru kepada salah seorang pelayan di rumah makan. Gadis cantik jelita itu memesan sejumlah makanan menu daging yang terlihat lezat di depan mata Zhang Xiao Long tapi Zhang Xiao Long mencium aroma daging yang membuat Zhang Xiao Long mual dan ingin muntah sehingga Zhang Xiao Long menolak untuk makan makanan yang di pesan oleh Tilana untuknya dari pihak rumah makan itu.
"Hmmm, kalian sajalah yang makan semua menu makanan di depan mata kalian.Aku sudah kenyang dengan makan nasi putih dan sayur tumis sawi putih. " Kata Zhang Xiao Long yang memilih untuk menikmati secangkir teh hangat daripada makan siang dengan menu daging yang bau baginya.
" Kak Long, daging tumis ini adalah daging sapi pilihan yang mengandung protein yang baik untuk kesehatan mu. " Kata Tilana menawarkan sepotong daging sapi dengan sumpit kepada Zhang Xiao Long yang terpaksa harus menerima sepotong daging sapi itu dan memakannya untuk menghargai perasaan gadisnya yang satu ini.
"Ah, Kak Lian Shing kau terlalu berlebihan dalam memuji ku. Aku cuma berusaha untuk menjadi calon istri keempat dari Kak Long bukan seperti Kakak yang telah resmi menjadi istri ketiga Kak Long. " Kata Tilana dengan sikap sopan dan hormat kepada calon kakak madunya itu yang sangat baik terhadapnya.
"Hahaha, kau bisa saja Adik Lana. Aku lihat Kak Long menyukai pelayanan makan siang darimu yang menyuapi Kak Long makan daging sapi yang lezat ini dengan sangat terampil sekali yang layak untuk di puji oleh Kak Long sebagai calon suami mu dan juga pria mu. " Kata Yu Lian Shing dengan sikap menyayangi calon adik madunya yang sangat cantik jelita dan manis itu.
Zhang Xiao Long merapikan poninya dengan jari tangannya tanpa mempedulikan percakapan di antara keempat orang gadis cantik jelita yang mengelilinginya karena Zhang Xiao Long sedang tertarik dengan seorang pria muda yang baru masuk ke rumah makan dengan membawa sebilah pedang yang terlihat tajam dari bentuk sarungnya saja yang bertaburan batu safir yang berkilauan terkena cahaya matahari.
"Wahh, Kakak Yang akhirnya kamu mau juga datang sendiri ke rumah makan ini untuk jumpa dengan kami para adik seperguruan mu.. " Kata tiga orang pria muda lainnya yang menyambut hari pria muda yang membawa pedang yang telah menarik perhatian dari Zhang Xiao Long.
"Ya, Aku harus melihat situasi dan kondisi ku di rumah walikota kota kecil tu an selatan untuk calon istri ku bisa mempercayai aku sebagai lelaki yang dapat membantu walikota kota kecil tu an selatan untuk mempertahankan jabatannya di kota ini, maka aku pun bisa menikmati hidup nyaman sebagai menantu pilihan walikota kota kecil tu an selatan. " Kata pria muda yang di panggil sebagai Kakak Yang oleh tiga orang pria muda yang duduk di kursi depan meja makan di seberang meja makan dan kursi yang di tempati oleh Zhang Xiao Long dan keempat orang gadis cantik jelita juga Lou Han.
"Kak Yang, kau pasti sudah bekerja sekeras baja untuk memposisikan dirimu di tempat tertinggi di kota kecil tu an selatan untuk guru kita dapat bangga denganmu. "Kata salah seorang dari tiga orang pria muda yang menjadi adik- adik junior dari pria muda yang membawa pedang yang telah menarik perhatian dari Zhang Xiao Long.
" Iya, tentu saja adik -adik junior ku yang baik. Aku mau mereka di rumah walikota kota kecil tu an selatan bisa mengenal aku dengan baik. Itu saja. " Kata pria muda itu dengan sikap angkuh dan membanggakan dirinya sendiri di hadapan tiga orang pria muda junior nya.
" Kak Yang, sekte rusa hitam sepertinya mereka akan datang ke acara peresmian gedung baru walikota kota kecil tu an selatan yang akan di adakan pada esok hari yang bertepatan dengan hari ulang tahun calon istri mu yaitu Nona Muda Tu Ling Ling. " Kata salah dia dari ketiga orang pria muda itu menberikan laporannya kepada pria muda yang bernama Yang Kun.
" Hmm, mereka sungguh memandang rendah kita sekte musang tu an selatan yang menjadi salah satu dari tiga sekte penguasa kota ini. " Kata Yang Kun dengan nada geram mendengar laporan tersebut dari tiga orang adik junior nya atau adik-adik seperguruannya.
Bersambung!