
Zhang Xiao Long membuka kipas lipat kertas di tangannya dan mengamati gambar atau lukisan yang terdapat di kertas kipas lipat yang bagian ujungnya terdapat noda darah yang menutupi tepian gambar atau lukisan di kipas lipat itu.
"Noda darah menutupi gambarnya yang tidak bisa ku lihat arti gambar itu." kata Zhang Xiao Long penasaran sambil membolak-balikkan kipas lipat untuk mencari tahu gambar apakah di kertas kipas lipat tersebut.
"Lambang sekte lain yang mereka sembunyikan jika kamu mengetahui keberadaan mereka tentu akan membasmi mereka semua, dan apabila ada satu sekte yang tidak kamu ketahui akan mereka jadikan sebagai sekte cadangan untuk membalas dendam kepadamu di kemudian hari. " jawab Amira Ming nada serius kepada Zhang Xiao Long.
"Emm,begitukah cara mereka untuk mengelabui Ayah dan Kakekku di era pemerintahan yang sebelumnya? " tanya Zhang Xiao Long sambil meneruskan perjalanan menuju ke daerah lain di wilayah pegunungan Luo bersama dengan Amira Ming.
"Ya." jawab Amira Ming nada halus.
Tengah malam hari mereka tiba di sebuah desa yang dikelilingi lembah-lembah yang tertutupi oleh pepohonan yang lebat dan lebar sehingga tidak terlihat adanya pedesaan di daerah yang sangat terpencil di pegunungan Luo.
"Kita harus segera mencari tempat untuk tidur untuk malam ini, Ming Ming. " kata Zhang Xiao Long melihat langit pada malam hari itu sangat berkabut sehingga tidak ada cahaya sedikitpun untuk membantu penglihatan mereka.
"Iya, Kak Long.Ku rasa di bagian selatan desa ini terdapat beberapa rumah penduduk yang dapat membantu kita untuk menemukan tempat untuk kita bisa tidur malam hari ini. " kata Amira Ming mengikuti langkah Zhang Xiao Long ke selatan desa tersebut.
Dan, mereka bisa melihat papan nama di kedua sisi pintu gerbang utama ke desa yang berada di daerah terpencil di pegunungan Luo. Zhang Xiao Long dan Amira Ming tidak sengaja menemukan jejak darah di depan pintu desa yang bernama ' Desa Kenari Luo kecil'.
"Darah yang belum kering sepenuhnya tercecer di sepanjang jalan di depan pintu gerbang utama ke desa ini. " kata Zhang Xiao Long yang berjalan dengan sikap tenang melewati pintu gerbang utama ke desa Kenari Luo kecil.
Setelah mereka berada di dalam desa Kenari Luo kecil terlihatlah jasad manusia yang berserakan di jalanan dan seorang gadis muda bersimpuh di depan sepasang jasad pria dan wanita paruh baya yang kepalanya terbelah sehingga otak dari kepala dua jasad itu berceceran di dekat kepala dua jasad tersebut.
"Lu Xuerui apa yang sedang kamu lakukan di sini dan siapa mereka? " tanya seorang pria muda yang datang dari arah salah satu rumah di desa Kenari Luo kecil dengan membawa lampion di pergelangan tangannya.
"Bai Luo Zi, aku tidak sengaja menemukan jasad- jasad ini ketika aku sedang mencari Yan Yan- ku di antara semak belukar di sekitar tempat ini dan mereka tidak aku kenal sama sekali. " jawab Lu Xuerui nama gadis desa Kenari Luo kecil yang di sapa oleh pria muda yang bernama Bai Luo Zi di belakangnya.
"Kalau begitu kamu jangan mendekati jasad- jasad itu nanti kamu akan mendapatkan bahaya besar untukmu sendiri."kata Bai Luo Zi yang kini melihat kehadiran Zhang Xiao Long dan Amira Ming di dekat jasad-jasad lainnya
Bai Luo Zi menghampiri Zhang Xiao Long dan Amira Ming dengan tatapan matanya ingin tahu mengenai kedua orang asing yang mendatangi desa mereka.
" Kalian berdua siapakah dan apakah kalian yang telah membunuh mereka di depan pintu gerbang utama ke desa Kenari Luo kecil kami? "tanya Bai Luo Zi nada curiga kepada Zhang Xiao Long dan Amira Ming di depannya.
" Oh, baiklah, silakan kalian pergi dari desa kami karena didesa kami tidak terdapat tempat untuk kalian istrahat. "kata Bai Luo Zi nada kasar sekali mengusir mereka.
" Baik, kami akan segera pergi dari desa kalian, terimakasih banyak. "kata Zhang Xiao Long yang mengajak istrinya meninggalkan desa tersebut.
Bai Luo Zi menarik lengan Lu Xuerui yang kaget karena lengannya di tarik oleh pemuda sahabat baiknya itu yang kemudian mengajaknya pergi dari jalan raya dengan penuh jasad-jasad.
Dan,tak lama setelah itu muncullah sepasang kakek tua renta bertubuh tambun dan berwajah garang dengan membawa gunting raksasa di depan jasad-jasad tersebut dan seorang wanita usia muda di seret ke dekat jasad-jasad itu oleh seorang pria muda berwajah tampan sekali tapi sepasang mata dari pemuda itu sangatlah keji.
" Wanita busuk,cepat kamu berikan barang yang aku inginkan darimu atau aku akan memotong tubuhmu dengan gunting mereka di depanmu itu seperti yang sudah aku lakukan terhadap setiap orang di keluargamu dan sahabatmu di sekte Lu San Pai yang tinggal di desa ini..! "hardik pria muda itu dengan seringai kejam kepada wanita malang itu.
"Wu Yi Bang, kau pikir aku akan takut untuk mati! Ugh, aku jauh lebih memilih untuk mati daripada aku menyerahkan barang itu kepadamu dan dua orang pengikutmu..! " balas wanita itu dengan sikap gagah sekali.
"Hmm,baik, aku akan menyiksamu sampai kamu mengharapkan kematian untuk datang lebih cepat untukmu dariku."desis Wu Yi Bang nama pria muda tampan namun keji kepada wanita di bawah sepasang sepatunya itu.
Wu Yi Bang yang melihat wanita itu menantang dirinya dengan marah telah mengambil gunting dari salah seorang dari kedua orang pengikutnya dan bersiap untuk memotong kedua tangan dan kaki wanita itu.
Namun sebuah batu kerikil telah menghancurkan gunting raksasa di tangannya sampai ia terkejut sekali karena lemparan batu kerikil dari arah kiri memiliki ilmu sinkang yang sangat tinggi sekali.
Trang!
Blaaar!
"Lancang siapakah yang sudah bermain-main dengan ku Raja Harimau Gunung Luo??! " hardik Wu Yi Bang yang mengeluarkan pedangnya dari sarung pedang kepada sepasang pemuda dan pemudi yang telah berdiri di belakang wanita tawanannya dengan cara yang mengejutkannya.
"Aku Pendekar Naga Merah dan dia adalah istri ku yang berjuluk Pendekar Phoenix Merah. " jawab Zhang Xiao Long nada berwibawa dengan tatapannya begitu mengiris hati tiga orang lawan di depannya dan istrinya itu.
Bersambung!!