Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Kekaisaran Wu bagian Tiga.


Zhang Xiao Long mengalihkan perhatian kepada pria yang merintih kesakitan pada alat vitalnya telah hilang akibat di potong secara sadis oleh sepasang kakek nenek sadis yang telah tewas di tangan Zhang Xiao Long.


" Bawa dia ke rumah penginapan tak terpakai di dekat rumah kepala desa ini. "Kata Zhang Xiao Long dengan nada serius kepada Fu Haifeng dan yang lainnya.


"Siap, Paduka. " Jawab Fu Haifeng dan yang lainnya serentak.


Zhang Xiao Long meraih jemari Tan Tan Ling Ming yang meraih jemari Kim Hwee Li dengan cepat lalu mereka bertiga melesat cepat ke arah rumah penginapan yang bertuliskan penginapan Tuan Ci.


Brrrr!!


Di penginapan tersebut, Zhang Xiao Long mulai mengobati luka pada tubuh pria itu yang masih merintih kesakitan di atas tempat tidur yang di lapisi selimut hangat warna biru dikamar bagian utara penginapan itu.


"Nama mu siapa? Darimana asalmu? " Tanya Zhang Xiao Long membungkus luka pada tubuh pria itu.


"Chen Yu Luo, asalku dari desa Chen di puncak gunung Chen. " Jawab Chen Yu Luo nama pria itu.


"Apa penyebab utama kamu di serang dan ingin di bunuh oleh sepasang kakek nenek sadis itu di dalam ruangan bangunan bentuk limas di seberang danau bunga teratai di dekat kedai makan itu? " Tanya Zhang Xiao Long nada serius kepada Chen Yu Luo seraya memberikan makan malam berupa semangkuk sup bunga teratai karya Tang Yin kepada pria itu.


"Aku menyimpan rahasia gua peninggalan Dewa Naga Barat di lembah naga siluman di gunung Himalaya sehingga mereka ingin membunuh ku. "Jawab Chen Yu Luo jujur kepada Zhang Xiao Long.


" Rahasia apakah yang terdapat di gua tersebut yang membuat sepasang kakek nenek sadis itu begitu menginginkannya? " Tanya Zhang Xiao Long nada serius kepada Chen Yu Luo seraya mengambil mangkuk kosong dari Chen Yu Luo dan di berikan kepada Fu Haifeng di sebelahnya.


"Batu mukjizat sakti yang dapat meningkatkan kemampuan ilmu sinkang yang ada di dunia ini sehingga pemiliknya bisa mencapai tingkat tertinggi di seluruh dunia persilatan daratan besar. " Jawab Chen Yu Luo yang menangisi nasibnya yang sekarang menjadi seorang yang dikebiri untuk selamanya.


"Jangan menangis sesuatu yang sudah terjadi pada dirimu. Pokoknya sekarang kamu bisa ku berikan pangkat menjadi Kasim Chen Yu Luo untuk istri ku yang cantik itu. " Kata Zhang Xiao Long menghibur Chen Yu Luo.


"Yang Mulia, ada surat dari kepala desa besar awan kenari Wu untuk Anda melalui pelayannya yang mendatangi rumah penginapan kita." Kata Tuan Muda Liu Kang mendatangi kamar tempat Chen Yu Luo di rawat.


"Ya, terimakasih Liu Kang. " Kata Zhang Xiao Long menerima surat itu lalu meninggalkan Chen Yu Luo yang ditemani oleh Fu Haifeng di kamar itu.


"Ayo, kau ikut aku pergi ke rumah kepala desa besar awan kenari Wu. " Kata Zhang Xiao Long meraih jemari Tan Tan Ling Ming lalu melesat cepat ke rumah kepala desa besar awan kenari Wu.


Brrrr!!


Setibanya mereka di rumah kepala desa besar awan kenari Wu. Mereka di sambut baik dari kepala desa tersebut yang bernama Yan Bun Jin dan keluarga di ruang tamu yang dihadiri pula oleh menantu kepala desa itu sendiri yakni Pangeran Mahkota Adipati Wu.


"Pendekar Naga Merah kami sungguh senang hati menyambut kedatangan tamu istimewa yang hebat seperti mu di rumah kami. " Kata pria tua yang duduk di kursi yang menghadap ke arah pintu kepada Zhang Xiao Long dan Tan Tan Ling Ming yang telah duduk di kursi tamu di bagian kanan yang berhadapan dengan putra mahkota Adipati Wu dan istrinya yang duduk di kursi di bagian kiri.


"Tuan kepala desa Yan, aku Zhang Xiao Long dan istriku ini mengucapkan terimakasih atas waktu mu yang berkenan kami datang ke rumah mu untuk mengucapkan selamat atas hari yang membahagiakan bagi putrimu dan Yang Mulia pangeran mahkota Adipati Wu yang terhormat." Kata Zhang Xiao Long menjura hormat untuk sopan santun kepada pihak rumah.


"Baik, terimakasih juga untuk mu dan Istrimu, Pendekar Naga Merah. Aku juga menginginkan kamu untuk datang ke rumah ku dengan satu alasan yang harus ku ungkapkan di hadapanmu secara langsung yaitu aku ingin meminta tolong kepadamu untuk mencarikan dan temukan pil jamur emas yang berada di dasar lembah sungai gunung Wu bagian selatan untuk mengobati penyakit langka yang diderita istriku selama tiga belas tahun ini. Aku janji akan membalas budi kebaikan mu dengan aku mau membantumu bisa jumpa dengan Adipati Wu di istananya yang berada di Ibukota Kekaisaran Wu. " Kata Kepala desa Yan Bun Jin dengan sikap hormat kepada Zhang Xiao Long dan Tan Tan Ling Ming.


"Baik, aku setuju untuk mencarikan dan temukan pil jamur emas yang kau inginkan di lembah sungai gunung Wu bagian selatan untuk obati penyakit langka istrimu itu. " Kata Zhang Xiao Long menerima kesepakatan tersebut dengan serius.


"Terimakasih banyak ku ucapkan untuk mu, Pendekar Naga Merah. Mari silakan kamu dan istrimu bersulang minum arak persahabatan yang telah kami siapkan untuk menyambutmu dan istrimu sebagai sahabat-sahabat kami. " Kata Kepala desa Yan Bun Jin mengambil cawan arak nya di meja sebelahnya lalu meminumnya bersama-sama dengan Zhang Xiao Long dan Tan Tan Ling Ming serta keluarganya sendiri.


"Sama-sama Tuan kepala desa Yan Bun Jin. Ohya bolehkah aku bertanya kepada menantimu tentang satu hal yang wajib di jawabnya? " Zhang Xiao Long menggunakan ilmu kemauan nya untuk membius kepala desa Yan Bun Jin dan keluarganya melalui suaranya yang berkarakter dan sinar matanya yang berkilat-kilat tak biasa.


"Ya, silakan Pendekar Naga Merah kau bebas untuk bertanya apa saja kepada menantuku." Jawab kepala desa Yan Bun Jin menganggukan kepalanya.


Zhang Xiao Long mengangguk pelan sebelum ia menghadapi Pangeran Mahkota Adipati Wu yang juga menatapnya dengan senyuman bersahabat di bibir merah pria muda berusia dua puluh lima tahun itu.


"Silakan apa yang ingin kamu tanyakan kepada ku, Thaihap? " Tanya Pangeran Mahkota Adipati Wu nada ramah kepada Zhang Xiao Long.


"Gantungan wewangian giok di sabuk pinggang mu itu darimana asalnya? " Tanya Zhang Xiao Long tanpa basa basi kepada menantu kepala desa Yan Bun Jin di hadapannya.


Bersambung!!