Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Wilayah Kekaisaran Zhou.


Kekaisaran Zhou terbagi menjadi dua bagian yaitu Kekaisaran Zhou Utara dan Kekaisaran Zhou selatan dengan pemimpinnya memiliki batas wilayah kekuasaan yang di batasi tembok sungai besar yang terdapat banyak sekali hewan - hewan air langka, ganas dan mematikan.


Saat ini Zhang Xiao Long dan keempat orang yang mengikutinya tengah berdiri di tebing sungai besar untuk mencari cara menyeberangi sungai besar di depannya.


"Andai di sini ada perahu atau kapal, kita tidak akan kesulitan untuk melewati sungai besar ini.. " Kata kekasih Beng Loan Ki menghela napas.


"Sungai besar berbahaya ini tak mungkin bisa di arungi dengan perahu atau kapal biasa.. Lihatlah airnya begitu ganas dengan adanya pusaran maut di dalamnya.. " kata Beng Loan Ki yang menunjuk ke arah air sungai besar yang terlihat berputar-putar begitu kencang di tengah-tengah sungai besar.


"Tak pernah ada aral rintangan yang tidak pernah bisa ku taklukkan. " kata Zhang Xiao Long nada penuh percaya diri.


"Yang Mulia, ilmu ginkang anda mungkin bisa melewati dan menyeberangi sungai besar tanpa kesulitan, tapi kami? " ucap Fan Hong.


"Kalian tak perlu ikut bersama ku jika kalian tak bisa menyeberangi sungai besar. " kata Zhang Xiao Long tanpa mengalihkan perhatiannya dari sungai besar.


"Umm, kami mau ikut bersama anda.. " kata Yang Hui tegas.


"Kalau begitu kalian diam saja dan tunggu aku memikirkan cara untuk kita semua bisa sampai ke seberang sungai besar. " kata Zhang Xiao Long lebih tegas lagi.


"Astaga.. " kata Yang Hui menepuk-nepuk kening nya sendiri karena gadis itu merasakan pusing menghadapi Kaisar Naga Merah yang super aneh itu.


"Kak Beng, bagaimana kalau kita telusuri tepian sungai besar untuk mencapai pintu air sungai besar untuk menemukan jalan yang paling aman untuk masuk ke wilayah Kekaisaran Zhou selatan? " tanya Kekasih Beng Loan Ki yang memberikan usul kepada kekasihnya.


"Kau sungguh gadis yang cerdas, Adik Ning. " Kata Beng Loan Ki menyetujui usul kekasihnya itu. Ia lantas memberitahu usul kekasihnya kepada Zhang Xiao Long yang berdiri di atas batu tebing di tepi sungai besar.


"Yang Mulia, bagaimana menurut anda tentang usul dari Liang Ning kekasihku? " tanya Beng Loan Ki sopan kepada Zhang Xiao Long.


"Aku lebih memilih untuk masuk ke lubang air sungai besar untuk masuk ke dalam wilayah Kekaisaran Zhou selatan. " Jawab Zhang Xiao Long yang membuat keempat orang itu menelan air ludah mereka.


"Astaga.. Jangan memilih jalan berbahaya.. " kata Fan Hong cepat menolak usul Zhang Xiao Long.


"Fan Hong, di lubang air sungai besar terdapat tangga batu gunung Zhou Utara yang terhubung dengan pintu masuk jalur bawah tanah ke wilayah Kekaisaran Zhou selatan. Lihatlah aku masih bisa melihat adanya tanah di dalam air sungai besar. " kata Zhang Xiao Long gunakan ujung sarung pedang Naga Merah menunjukkan lubang air sungai besar kepada Fan Hong.


Fan Hong dan yang lainnya bisa melihat tanah di sekitar aliran sungai besar yang mengurung tanah itu yang ada tangga yang dimaksud oleh Zhang Xiao Long.


"Lalu bagaimana cara kita masuk ke lubang air sungai besar tanpa tenggelam atau terseret arus sungai besar yang tentunya akan menjebloskan kita ke pusaran maut di sisi lain lubang air sungai besar yang anda tunjukkan itu? " tanya Fan Hong menatap Zhang Xiao Long.


"Terjun dengan posisi yang benar. " Jawab Zhang Xiao Long ringan.


"Bagaimana cara terjun dengan posisi benar? " tanya Yang Hui penasaran.


"Luruskan kedua tangan kalian ke depan lalu fokus pada lubang air sungai besar dan lompat saja dengan posisi kepala kalian ke bawah sana. " Jawab Zhang Xiao Long yang mencontohkan cara memasuk ke lubang air sungai besar tanpa kesulitan sama sekali untuk keempat orang itu.


Brrrrr!


Beng Loan Ki menyuruh kekasihnya mengikuti cara Zhang Xiao Long sebelum dirinya yang menyusul yang lainnya sudah mengikuti langkah Zhang Xiao Long.


Dan, benar saja yang diucapkan oleh Zhang Xiao Long tadi di atas tebing tepi sungai besar. Di dalam lubang air sungai besar terdapat tanah batu gunung yang memiliki tangga dengan dua sisi berlawanan arah. Zhang Xiao Long memilih untuk turun dari tangga di sebelah kanannya dan di ikuti oleh keempat orang itu.


Mereka muncul di sebuah hutan yang pohonnya miring pada daun-daun pada pohon-pohon di hutan tersebut. Mereka memperhatikan cahaya matahari yang menembus gelapnya hutan itu untuk menyelusuri hutan lebih mudah sebelum matahari terbenam dan menghilang dari kedua mata mereka.


"Tenda milik siapa yang kita datangi? " tanya Fan Hong yang masuk ke dalam tenda dan melihat jepitan rambut seorang wanita ada di dalam sana.


"Yang Mulia, coba anda lihat jepitan rambut ini..," kata Fan Hong yang cepat memperlihatkan jepitan rambut penemuannya itu kepada Zhang Xiao Long yang baru saja masuk ke dalam tenda itu.


"Jepitan rambut milik Ming Ming? Apakah dia berada di sekitar hutan ini? " tanya Zhang Xiao Long mengenali jepitan rambut milik kekasihnya sendiri.


"Mungkin saja, Yang Mulia. " jawab Fan Hong dengan sepasang mata melebar melihat Zhang Xiao Long tersenyum bahagia menemukan jejak dari Putri Ming Ming yang sedang mereka cari di wilayah Kekaisaran Zhou selatan.


"Tunggu di sini.. Aku akan mencarinya di sekitar hutan ini.. " kata Zhang Xiao Long kepada para pengikutnya di tenda.


"Iya, Paduka.. " jawab keempatnya serentak.


Zhang Xiao Long melesat cepat ke arah barat daya dari hutan itu dari atas pohon bunga Zhou putih garis-garis merah. Ia tersenyum melihat seorang gadis muda yang amat cantik jelita dan manis sekali dengan pakaiannya yang indah dan mewah berdiri di atas batu karang sedang sibuk mencari cara untuk menangkap babi hutan di bawah batu karang.


"Ming Ming.. Kau sedang apa di sana? " tanya Zhang Xiao Long yang mengejutkan gadis itu yang terjungkal dari batu karang dan nyaris masuk mulut seekor harimau yang berdiri di sisi kanan babi hutan.


Putri Ming Ming dengan lincah membalikkan posisinya dengan berputar cepat di bawah dan meluncur kembali ke arah batu karang dan gadis itu berdiri tegak di depan Zhang Xiao Long.


"Kenapa kau mengejutkan ku dengan suaramu yang begitu keras? " tegur Putri Ming Ming yang mengernyitkan dahinya menatap Zhang Xiao Long.


"Hmmm, harusnya aku yang menegurmu yang melarikan diri dari ku dari kuil Shaolin yang ku kira kau akan bertarung dengan Pangeran Tua Zhou Bu di pintu gerbang utama kota Zheng an utara namun aku tak menemukanmu dan si tua Zhou Bu di sana. Lalu aku memutuskan untuk mencarimu di wilayah Kekaisaran Zhou selatan setelah aku menyelesaikan masalah di kuil Shaolin. " Kata Zhang Xiao Long dengan nada menegur balik Putri Ming Ming.


"Aduh, ramai sekali suaramu sampai telingaku panas mendengar omelan mu itu kepada ku... " kata Putri Ming Ming memutar bola matanya mendengar teguran Zhang Xiao Long kepada nya.


"Ahhh...Sudahlah, aku ingin tahu apa rencanamu untuk si tua Zhou Bu usai kau berada di wilayah Kekaisaran Zhou selatan? " Zhang Xiao Long meraih jemari kekasihnya.


"Pangeran tua Zhou Bu dan pasukannya awalnya datang ke pintu gerbang utama ke kota Zheng an utara untuk membantu Sheng Yu telah aku adu domba dengan Pangeran muda Zhou Chie sehingga ia dan pasukannya mundur dari kota Zheng an utara dan kembali ke Kekaisaran Zhou selatan. Aku di sini ingin menyelamatkan Kaisar Zhou Yi Ming dari kelicikan Sheng Guo yang kini menjadi menantunya dengan menikah dengan putri kesayangan Kaisar Zhou Yi Ming agar kita memiliki sahabat yang luas di seluruh wilayah daratan besar." Kata Putri Ming Ming yang telah menceritakan rencananya kepada Zhang Xiao Long.


"Hmm, aku minta maaf atas sikapku yang telah salah paham kepada mu mengenai liontin di tanganmu itu yang aku kira kau dapatkan dari pria lain yang ingin merebutmu dariku, namun sekarang aku sudah tahu bahwa liontin itu adalah pusaka sekte Gobi yang di turunkan dari Ketua sekte Gobi kepadamu sebagai murid utama Beliau. " kata Zhang Xiao Long yang telah memberikan penjelasan atas sikapnya waktu lalu kepada Putri Ming Ming.


"Aku sudah memaafkan sikapmu kepadaku, Kak Long. Kau jangan merasa bersalah lagi kepada ku. " Kata Putri Ming Ming memeluknya dengan erat.


"Adik Ming Ming... " Zhang Xiao Long membalas pelukan hangat dari Putri Ming Ming dengan lebih erat lagi dan membenamkan wajahnya di atas puncak rambut harum gadis kekasihnya itu.


Dibalik pelukan Zhang Xiao Long yang memeluk erat dirinya. Putri Ming Ming melihat adanya sekelompok capung warna belang-belang yang beterbangan ke arah mereka berdua sehingga ia cepat mengajak Zhang Xiao Long lari dari atas batu karang di hutan perbatasan Kekaisaran Zhou selatan dan Utara.


"Kita harus pergi dari tempat ini sebelum musuh -musuh licik mengetahui kedatangan kita di wilayah mereka.. " kata Putri Ming Ming nada tergesa-gesa kepada Zhang Xiao Long.


"Mereka ? "


"Iya, pasukan capung belang belang mereka itu adalah hewan-hewan serangga yang cerdas dan beracun mematikan. " jawab Putri Ming Ming yang melesat cepat kembali ke arah tenda nya bersama dengan Zhang Xiao Long di dekatnya.


Brrrr!


Bersambung!!