Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Gucheng Kelabu.


Zhang Xiao Long mengikuti arahan alunan musik yang dimainkan oleh seseorang yang memetik senar gucheng dengan suara yang sangat indah dan merdu sekali yang berasal dari arah barat daya markas besar Naga merah di kota bunga Li.


Musik terdengar begitu mendayu-dayu lembut di telinga Zhang Xiao Long yang merasakan sakit hati yang sama dengan suara alunan musik itu dan musik terhenti di sebuah paviliun di tepi sungai Li.


Seorang gadis remaja berusia empat belas tahun duduk anggun di bangku batu menghadap meja batu yang diatasnya tergeletak alat musik gucheng yang di petik oleh jari -jari indah dan lentik dari gadis baju hijau yang sangat cantik luar biasa. Gadis itu memiliki daya tarik yang bukan main dan bisa menaklukkan hati setiap pria yang melihat kecantikan wajahnya dan juga keindahan tubuhnya yang berbalut pakaian yang sangat indah dan sesuai dengan kecantikannya.


Zhang Xiao Long memutar sepasang bola mata nya lalu duduk di pinggiran paviliun tepi sungai Li seraya lebih tertarik dengan cahaya rembulan di malam hari itu yang jauh lebih cantik daripada gadis baju hijau itu.


"Tuan muda kenapa kamu datang ke paviliun di tepi sungai Li namun kamu mengabaikan diriku yang telah memainkan alunan musik yang merdu untuk mu? " Tanya gadis baju hijau nada halus kepada Zhang Xiao Long.


"Aku datang bukan untuk menemuimu, Nona. Aku datang untuk memandangi rembulan di atas langit malam hari ini sangat indah sekali sampai aku ingin sekali menggapaimu dan memeluknya dengan erat. " Jawab Zhang Xiao Long menatap langit malam hari itu dengan tatapan matanya merindukan kasih sayang ibunya.


"Begitukah? Hmm, apakah diriku tidak secantik rembulan di atas langit bagimu? " Tanya Liu Yi Fei istri ke-enam Zhang Xiao Long yang berjalan ke arahnya lalu memeluknya dengan lembut.


"Kau memang tak secantik rembulan di atas langit tetapi kamu semenarik awan malam hari ini bagiku. " Jawab Zhang Xiao Long merengkuh wajah Liu Yi Fei lalu menciumnya dengan penuh kelembutan.


"Kak Long, ada yang ingin ku beritahukan kepada mu. " Kata Liu Yi Fei yang duduk di samping kiri Zhang Xiao Long seraya menikmati kecupan hangat bibir Zhang Xiao Long.


"Apa yang ingin kamu beritahukan kepada ku? " Tanya Zhang Xiao Long mengecup leher putih Liu Yi Fei.


Liu Yi Fei mengambil jemarinya yang kemudian di taruh di bawah perut gadis baju hijau itu yang berdenyut-denyut di rasakan oleh jemarinya. Ia pun terperangah menatap wajah jelita Liu Yi Fei yang memberinya ciuman semanis bunga persik musim semi yang lembut.


"Adik Fei.. " Panggil Zhang Xiao Long nada halus dan menatap bahagia kepada Liu Yi Fei.


"Iya, di dalam perutku sudah ada calon putramu yang sedang tumbuh sebutir biji jeruk. Aku saat ini sedang mengandung calon bayi laki-laki mu yang tumbuh berusia sekitar dua bulan lebih dihitung dari waktu itu di puncak gunung Lun." Jawab Liu Yi Fei menangis bahagia untuk Zhang Xiao Long.


"Wah, tak ku sangka bahwa aku akan segera jadi seorang ayah di usiaku sebelum dua puluh tahun dan aku sangat bahagia dengan hadiah di awal tahun ini darimu, Adik Fei." Kata Zhang Xiao Long menghapus air mata Liu Yi Fei dengan kecupan manis di bibir isti keenamnya itu.


"Ya, Kak Long. Aku bersumpah untuk menjaga janin ini dengan sangat hati-hati untukmu karena dia adalah calon keturunan pertama mu. " Kata Liu Yi Fei merasakan kebahagiaan yang datang kepadanya melalui kehamilan pertama kali di dalam hidupnya.


"Adik Fei, kau memang harus menjaga janin ini untuk masa depan Kekaisaran Naga Merah kita. Aku memang telah menanam benih unggul ku di rahim mu di waktu itu. Karenanya aku pernah memperingatkan mu untuk menjaga kondisi fisik mu agar benih unggul ku bisa tumbuh mekar di dalam tubuh mu dan sekarang dia telah hadir di dalam hidup kita. " Kata Zhang Xiao Long yang bersujud untuk mengecup bawah perut Liu Yi Fei yang telah hadir calon buah hatinya.


"Ah, Kak Long. Apa rencana mu untuk esok hari? " Tanya Liu Yi Fei dengan nada lembut kepada Zhang Xiao Long yang menggendongnya untuk kembali ke markas besar Naga Merah.


"Hmm, di daerah itu ada lima markas besar sekte beruang emas yang di pimpin salah satu dari tiga selir Perdana Menteri Chin yang harus di gulung dahulu sebelum kita mengantarkan Putri Ching Ching kepada Kaisar Li. " Kata Liu Yi Fei yang berbaring di pelukan hangat Zhang Xiao Long.


"Iya, Adik Fei. Sekarang kamu tidurlah untuk jaga kesehatan mu dan buah hati kita. " Kata Zhang Xiao Long menyelimuti gadis kesayangannya itu.


Liu Yi Fei pun tertidur pulas di pelukan Zhang Xiao Long yang mengecup keningnya untuk doa yang tulus untuk kebahagiaan mereka berdua di masa sekarang ini.


"Gunung Lun menciptakan sesuatu yang indah untuk ku dan Liu Yi Fei sehingga tumbuh calon buah hati kami yang pertama. " Batin Zhang Xiao Long yang mengenang masa bahagianya di hari itu bersama dengan Liu Yi Fei atau waktu itu bernama Xiu Xiu kembaran Puteri Ching Ching.


Zhang Xiao Long tersentak kaget teringat pada Puteri Ching Ching calon selir ayah kandung nya sendiri yaitu saudari kembar istri Ke-enamnya sendiri. Ia langsung berdiri dan melesat cepat ke arah bangunan lain dari markas besar Naga merah di kota bunga Li. Ia jumpa dengan Bi Lian yang menjaga kamar tidur Putri Ching Ching.


"Paduka... Ada apa anda tengah malam datang ke kamar tidur Putri Ching Ching? " Tanya Bi Lian menatapnya lembut.


"Aku ingin tahu apakah dia baik-baik saja di dalam kamarnya. " Jawab Zhang Xiao Long yang di bukakan pintu oleh Puteri Ching Ching sendiri.


"Yang Mulia, lihatlah sendiri bahwa Aku baik-baik saja di kamarku." Kata Puteri Ching Ching nada lugas kepada Zhang Xiao Long.


"Baiklah, jagalah kesehatan mu untuk Aku bisa mengirim mu kepada Kaisar Li dalam keadaan sehat. " Kata Zhang Xiao Long berbalikan badan untuk kembali ke arah lainnya tetapi tangannya di raih oleh Puteri Ching Ching yang menariknya masuk ke kamar gadis itu.


"Hei.. Kenapa kamu menarik ku masuk ke kamar mu? " Tanya Zhang Xiao Long yang melihat gadis itu menguncinya di dalam kamar gadis itu sendiri.


Bi Lian mengangkat tangan untuk mendobrak pintu kamar Puteri Ching Ching ketika ia melihat Puteri Ching Ching menarik tangan Zhang Xiao Long untuk meminta pemuda ini masuk ke kamar gadis itu.


Tetapi, pintu kamar telah terbuka kembali untuk Zhang Xiao Long yang telah mengikat Puteri Ching Ching di tempat tidur tanpa menoleh kembali kepada gadis yang menangis karena di tolak mentah-mentah oleh pemuda penguasa Kekaisaran Naga Merah itu.


"Paduka.. Anda sungguh mengagumkan hatiku. Kata Bi Lian memandang terpesona dengan sikap angkuh Zhang Xiao Long dari belakang punggung tegap pemuda itu.


Bersambung!


NB: Coming Soon