Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Daerah Pegunungan Bai Bagian Dua.


"Baik, Yang Mulia Kaisa. Hamba akan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku di era Anda." Kata Tang Yin dengan sikap hormat kepada Zhang Xiao Long.


Fu Haifeng tersenyum mendengar kekasihnya itu bisa mengerti mengenai hukum harem atau poligami di era pemerintahan Kekaisaran Naga Merah yang dipimpin oleh Zhang Xiao Long yang menjadi Kaisar Naga Merah.


"Kalau Anda sebagai Kaisar berapa harem yang Anda inginkan untuk menjadi bagian hidup anda di istana Kekaisaran Naga Merah Anda? " Tanya Tan Tan Ling Ming halus namun tegas kepada Zhang Xiao Long.


"Dua puluh lima harem jika di antara kalian tak ada yang bisa memberikanku keturunan laki-laki pertama dan aku menginginkan jumlah anak laki-laki ku sekitar sepuluh atau lima belas orang sedangkan keturunan anak perempuan ku? Aku ingin jumlahnya sepuluh orang anak perempuan untuk kebesaran ku sebagai pemimpin negeri ini. " Jawab Zhang Xiao Long menatap lembut dan tajam kepada Tan Tan Ling Ming yang menelan air liurnya di tatap tajam oleh Zhang Xiao Long.


"Kira-kira siapakah wanita yang beruntung untuk memberikan Anda keturunan baik anak laki-laki maupun anak perempuan? " Ucap Kim Hwee Li tanpa melihat kepada Zhang Xiao Long.


"Ya, tergantung dari kemurnian dan kebersihan diri dan jiwa wanita itu sendiri terhadap Aku dan Kekaisaran Naga Merah ku." Jawab Zhang Xiao Long nada tegas kepada Kim Hwee Li.


"Hmmmm, baiklah. Semoga Aku bisa menjadi salah satu dari wanita paling beruntung untuk menberikan keturunan untuk Anda dan semoga Anda jatuh cinta kepada wanita itu sehingga Anda dapat menilai wanita sebagai bagian hidup Anda yang paling berharga di dunia ini." Kata Kim Hwee Li membalas tatapan mata tajam dan tegas Zhang Xiao Long.


"Ku rasa tak pernah ada seorang wanita yang bisa menaklukkan benteng pertahanan hatiku selamanya. Aku hanya milik rakyatku selamanya sampai ke generasiku selanjutnya. " Kata Zhang Xiao Long lebih tegas lagi sampai Kim Hwee Li dan Tan Tan Ling Ming menundukkan wajah cantik jelita mereka dengan hormat kepada pria berkuasa itu.


Hutan pohon bakau yang mereka arungi memiliki air yang cukup dalam dan terdapat seekor buaya raksasa yang mempunyai sarangnya di sisi lain dari hutan pohon bakau itu yang sepasang mata mereka mencorong ke arah mereka di atas rakit yang meluncur ke arah timur hutan pohon bakau.


"Buaya air payau sungguh ganas dan berbahaya bagi keselamatan orang yang menyeberangi hutan pohon bakau ini. " Kata Fu Haifeng yang siaga satu di atas rakit.


"Mereka memang ganas dan berbahaya tetapi tidak seganas para manusia yang memiliki sifat buruk terhadap sesamanya sendiri seperti yang dilakukan oleh mereka di seberang sana." Kata Zhang Xiao Long yang diam-diam menggunakan ilmu sinkang awan naga merah membuat rakit meluncur dengan lebih cepat sehingga rakit tiba di tepi pesisir timur hutan pohon bakau.


Mereka melompat turun dari rakit lalu berjalan ke arah sebuah desa kecil yang sangat damai dan tenteram dengan pemandangan alam yang indah mesikpun hari itu sudah larut malam.


"Ada seseorang yang sudah menanti kita di desa kecil Bai timur. Mari kita temui dia dengan sikap bersahabat. " Kata Zhang Xiao Long memimpin yang lain memasuki desa kecil itu.


Di desa kecil Bai timur terdapat beberapa orang yang berdiri di depan seorang pria berkumis tebal yang tangannya membawa plakat tanda seorang penting dari Kekaisaran Bai.


"Selamat malam dan selamat datang kepada Tuan Muda Zhang di wilayah pegunungan Bai atau Kekaisaran Bai.. Mari perkenalkan saya Bai Yung Ming yang telah menyambut kedatangan Anda di desa kecil Bai timur. "Kata Bai Yung Ming memberikan plakat tanda pengenal dirinya sebagai perwira tinggi Kekaisaran Bai kepada Zhang Xiao Long.


" Plakat mu? " Tanya Zhang Xiao Long ragu.


"Baik.Aku akan menerima kebaikannya jika kamu menginginkan aku mau menerimanya sebagai orangku juga. " Kata Zhang Xiao Long menerima plakat dengan senyum kecil dibibirnya..


"Yang Mulia silakan Anda dan kedua Nyonya naik ke kereta kuda yang telah hamba siapkan untuk menjemput anda di pintu desa kecil Bai timur." Kata Bai Yung Ming dengan sikap hormat kepada Zhang Xiao Long.


Zhang Xiao Long bisa melihat adanya kereta kuda yang besar dan pastinya ruangan dalam di kereta kuda itu sangat luas dan nyaman untuk dirinya dan kedua orang istrinya beristirahat di sepanjang perjalanan ke Kekaisaran Bai dengan petunjuk dari Bai Yung Ming itu.


"Istri-istriku yang cantik jelita silakan naik ke kereta kuda bersama ku. " Kata Zhang Xiao Long mengajak kedua orang istrinya naik ke kereta kuda lalu duduk bersama dengannya.


"Untuk Nyonya Xiao Bai Lu silakan Anda naik dan masuk ke dalam tandu untuk kenyamanan Anda di dalam perjalanan menuju ke Kekaisaran Bai. "Kata Bai Yung Ming menuntun Xiao Bai Lu naik ke dalam tandu.


Tandu di angkat dengan kereta kuda yang diapit sejumlah kuda yang siap untuk berangkat ke arah paling timur dari desa kecil Bai timur yang di pandu oleh Bai Yung Ming yang berkuda di depan tandu yang didalamnya terdapat Xiao Bai Lu.


Di dalam kereta kuda. Zhang Xiao Long menoleh ke arah Tan Tan Ling Ming yang membantu Kim Hwee Li untuk makan malam berupa kue bunga mawar lezat dari bawah kerudung pengantin Kim Hwee Li.


" Terimakasih Kak Ling Ming. "Kata Kim Hwee Li ramah dan sopan kepada Tan Tan Ling Ming di sebelahnya.


" Sama-sama Adik Hwee Li. Kau harus banyak makan supaya tubuhmu selalu sehat dan kuat untuk menjalani kehidupan sebagai harem pria itu. "Kata Tan Tan Ling Ming yang melirik sinis kepada Zhang Xiao Long.


" Lagian kamu bertanya tentang berapa harem yang inginkan tanpa dipikirkan dahulu? "Ucap Zhang Xiao Long memainkan sudut bibirnya.


".. " Gumam Tan Tan Ling Ming mengacuhkan Zhang Xiao Long sepanjang malam hari itu.


"Celaka dia benar-benar marah kepadaku karena ucapanku yang mengatakan bahwa aku ingin mempunyai dua puluh lima istri untuk penghuni harem ku. " Batin Zhang Xiao Long.


"Aku tak sudi memberikan mu keturunan kalau kamu menginginkan istri begitu banyak dan anak seperti anak-anak babi saja.. " Balas Tan Tan Ling Ming melalui lirikan sengitnya kepada pria muda yang duduk di depannya dan Kim Hwee Li.


Bersambung!!