Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Wisma Luo.


Selagi Zhang Xiao Long memikirkan orang yang di tawan di dalam penjara bawah tanah di wisma Luo. Pintu ruangan yang di masukinnya terbuka untuk seorang wanita muda berpakaian indah yang mendatanginya karena mengira dirinya sebagai Tuan besar Lai.


" Ayah.. Aku ingin mempertemukanmu dengan Bibi di wisma Luo sekarang juga..! " Kata wanita itu yang meraih jemari Tuan besar Lai.


" Bibi? "


" Iya, Bibi dari Perguruan bulan merah di gunung Yue. " Jawab wanita itu kepada Tuan besar Lai.


" Apakah dia Wi Chiu? " Tanya Zhang Xiao Long yang berusaha untuk menenteramkan hatinya ketika ia mendengar nama Bibi dari Perguruan bulan merah di gunung Yue dari putri Tuan besar Lai yang saat ini jati dirinya sedang di gunakan oleh Zhang Xiao Long untuk mencari informasi mengenai surat yang menjadi bahan perebutan sekte Elang Emas dan sekte Beruang Lai serta sekte lainnya.


" Ya, Ayah. Bibi Wi Chiu dari Perguruan bulan merah di gunung Yue telah datang ke wisma Luo untuk mengunjungi mu. " Kata Nona Lai kepada Tuan besar Lai.


Mereka naik ke atas kereta kuda yang akan mengantarkan mereka ke wisma Luo yang jaraknya sekitar tujuh ratus meter dari rumah Tuan besar Lai.


Di perjalanan menuju ke wisma Luo. Zhang Xiao Long mendengarkan suara derap sepasang sepatu yang jumlahnya cukup banyak yang bergerak ke arah yang sama dengan kereta kuda yang di tumpangi olehnya dan Nona Lai.


" Ada sekitar seratus orang menuju ke wisma Luo sama seperti ku. " Batin Zhang Xiao Long.


Zhang Xiao Long membuka pintu jendela kereta kuda untuk melihat seekor kuda putih yang juga melesat ke arah yang sama yaitu Wisma Luo yang membuatnya semakin ingin tahu.


" Hmmm, siapakah pemuda yang menunggangi kuda putih itu? " Batin Zhang Xiao Long.


" Ayah, kita sudah sampai di wisma Luo. " Kata Nona Lai kepada Zhang Xiao Long.


"Ya.. " Zhang Xiao Long mengikuti Nona Lai turun dari kereta kuda lalu di pintu masuk ke wisma Luo. Mereka di sambut oleh sejumlah orang berpakaian ala bangsawan dari Ibukota dan Nona Lai mengganggukkan kepalanya untuk membalas sapaan dari orang-orang itu.


" Nona Lai, senang sekali kita bisa berjumpa kembali dengan keadaan sehat seperti sekarang ini. " Sapa seorang pemuda yang baru saja turun dari kuda putih kepada Nona Lai.


" Pangeran Kedua rupanya Anda juga berkunjung ke wisma Luo kami di kota kecil Lu? " Tanya Nona Lai menjura hormat kepada bangsawan itu.


" Oh, Anda juga tak ingin ketinggalan untuk raih prestasi untuk Anda perlihatkan kepada Baginda di Istana Kekaisaran Li, Yang Mulia Pangeran Kedua Li Shimin..! " Kata Nona Lai dengan nada hormat kepada Pangeran kedua Li Shimin.


" Ya, tentu saja karena aku juga putra dari ayah ku yaitu Kaisar Li..! " Kata Pangeran kedua Li Shimin dengan nada sinis.


" Hmm, aku dengar bahwa Yang Mulia tetap mencari tahu keberadaan putra ketiganya yang berasal dari Perguruan bulan merah di gunung Yue yang hilang dari desa Xia yaitu tempat tinggal wanita simpanan Kaisar Li. " Kata Nona Lai dengan sikapnya ingin mendengar kabar terbaru dari Istana Kekaisaran Li dari Pangeran kedua Li Shimin.


" Iya.. Aku sungguh merasa sebal dan kecewa terhadap Huang Ama yang tetap menginginkan anak haramnya daripada aku putra sahnya dan juga Kakak pertamaku Li Yun Shiang yang di jadikan anak keduanya , dan sementara aku di singkirkan menjadi urutan ketiga dari keturunan nya sendiri. " Kata Pangeran kedua Li Shimin yang mencibir sinis bicara tentang kakaknya yang lain di luar Istana Kekaisaran Li.


Zhang Xiao Long tetap bersikap tenang sebagai Tuan besar Lai meskipun ia mendengarkan percakapan yang membicarakan tentang dirinya dari orang-orang yang salah satunya adalah adik tirinya sendiri.


" Rupanya dia adik tiriku yang berasal dari Selir Liu Shui Lian yang dahulunya adalah murid dari sekte pengemis bunga teratai putih.. Hmm... Sombong sekali anak itu mengatakan aku anak haram dari Kaisar Li..? Huh, aku putra sah dari pernikahan antara Kaisar Li dengan ibuku Luo Song Yi. " Batin Zhang Xiao Long.


Di ruangan dalam wisma Luo sudah ada Wi Chiu yang menunggu kedatangan Tuan besar Lai dengan tenang sambil menikmati minuman arak Lu Yuan yang di tuangkan dari guci nya ke cawan nya oleh pelayan wisma Luo yang berdiri di samping meja kecil yang membatasi dua buah kursi kayu yang berada di kedua sisi ruangan itu.


" Tuan besar Lai, aku sudah menunggumu datang ke wisma Luo untuk membahas tentang tawanan kita di penjara bawah tanah wisma Luo ini. " Kata Wi Chiu yang segera mengutarakan kedatangannya di wisma Luo kepada Tuan besar Lai.


" Oh, sebelum kamu membahas tentang tawanan kita, sebaiknya kamu memberitahu aku mengenai Ketua Yue di perguruan bulan merah di gunung Yue. Bagaimana kabarnya sekarang ini setelah hampir enam belas tahun tidak aku dengar kabarnya itu?" Zhang Xiao Long berkata kepada Wi Chiu dari tempat duduknya di tengah ruangan dalam wisma Luo.


" Bukannya Anda sudah tahu kalau Guru ku telah meninggal dunia sekitar dua tahun lalu karena mengalami gangguan jiwa akibat salah dalam latihan ilmu silat terbarunya yang di rahasiakan olehnya dari kami murid-murid nya sendiri? " Tanya Wi Chiu dengan nada heran mendengar pertanyaan dari Tuan besar Lai sahabatnya itu.


" Ouh, aku sungguh banyak pikiran membuat aku lupa tentang wafatnya Biksuni Yue yang telah terjadi sekitar dua tahun lalu. " Jawab Zhang Xiao Long yang sudah mengambil cawan nya untuk minum arak Lu Yuan tetapi masih di pegangi olehnya.


"Ayahku benar sekali, Bibi Wi Chiu. Beliau banyak permasalahan yang harus di tangani nya yang membuatnya lupa dengan masa lalu di gunung Yue yang menyebabkan sejumlah besar murid sekte bulan merah di gunung Yue tewas dalam kebakaran di gunung Yue, dan peristiwa itu juga melibatkan Anda dan Tuan Sheng Kun sahabat baik Anda. " Kata Nona Lai yang cepat membela ayahnya karena ia melihat kecurigaan di kedua bola mata Wi Chiu terhadap ayahnya.


"Ouh, begitukah? Ahh, hampir saja aku menilai ayahmu itu seperti orang lain yang sama sekali tidak pernah ingat kesetiaan yang pernah terjalin antara dirinya dan aku serta Sheng Kun dan Nenek Sun di Istana Kekaisaran Li. " Kata Wi Chiu dengan senyuman sinisnya kepada Nona Lai.


Bersambung!