Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Desiran Angin Malam Di Pintu Perbatasan Antara Wilayah Barat Dan Utara.


Pada suatu malam yang berkabut tak berbintang di sebuah hamparan rumput yang bergoyang di terpa desiran angin malam di pintu perbatasan antara wilayah barat dan utara daratan besar tampaklah seorang pemuda berjalan bersama menuju empat orang gadis cantik jelita dan manis di samping pemuda itu.


Pemuda ini terlihat masih muda sekali dengan wajah tampan sekali , berkulit putih dan bersih, hidungnya mancung, sepasang matanya tajam sekali dengan bola matanya berwarna kebiruan seperti batu oval biru yang indah, sepasang alis hitam bak sepasang golok tajam dan rambut panjang hitam dengan Kunciran rambutnya itu berwarna merah yang di sesuaikan dengan baju yang dipakainya saat ini, bibirnya merah basah dengan mulut yang bentuk indah dan tegas. Pemuda itu juga memiliki tubuh yang tinggi, tegap, atletis sekali menambah daya tarik yang memikat hati setiap gadis yang di temui di mana pun ia berada.


Bagaimana dengan keempat orang gadis yang berjalan dengan santai di kedua sisi-Nya? Gadis pertama memiliki wajah yang manis dengan sepasang alis indah bak lukisan saja, sepasang matanya indah dengan bentuk lebar di hiasi bulu mata yang lentik bak tirai sutra, bola matanya pun berwarna kecoklatan, hidungnya mancung, kedua pipinya merona, mulut kecil yang di apit bibir merah yang menambah kemanisan gadis itu, kulit putih, rambutnya panjang, berwarna hitam legam bak sutra halus yang di rias dengan pita warna putih yang di sesuaikan dengan baju yang di pakainya. Gadis itu bak seperti sekuntum bunga anggrek putih yang suci dan indah bukan main.


Gadis kedua memiliki tubuh yang indah sekali, dengan baju berwarna hijau muda, selain itu ia juga memiliki wajah yang tidak kalah cantiknya dengan gadis pertama, mulutnya mungil dengan bibir yang indah bentuknya, hidungnya mancung, kulitnya putih, sepasang matanya memancar sinar yang terang sekali. Pokoknya gadis kedua betul-betul cantik menawan seperti sekuntum bunga lili kuning yang cantik luar biasa.


Gadis ketiga juga memiliki wajah yang cantik jelita dan manis dengan bentuk wajahnya yang bulat bak bulan purnama dengan sepasang matanya yang indah, alisnya yang elok, sinar matanya yang lembut, tubuh indah bak lukisan paling indah di dunia. Gadis berpakaian warna biru muda ini memakai pita rambut warna biru langit bagaikan sekuntum bunga lotus biru yang tumbuh di taman bunga yang wangi semerbak.


Dan, Gadis keempat memiliki wajah mungil yang bentuknya manis sekali dengan lirikan matanya yang lincah, tubuh indah bak sekuntum bunga tulip ungu yang sangat menarik untuk di pandang setiap saat.


Mereka adalah Zhang Xiao Long, Liu Lu Sian, Yu Lian Shing, Tilana dan Xiao Feng. Mereka berlima mendaki gunung yang berada di bawah kota yang bernama kota rumput bunga ungu yang terletak di antara wilayah Barat dan Utara.


"Wahh, harum sekali rumput bunga ungu di sekitar daerah ini yang membuat hatiku ingin melantunkan puisi yang memuji keindahan alam kota ini. " Kata Zhang Xiao Long tersenyum dan sepasang matanya begitu bersinar-bersinar untuk mengagumi keindahan di depan matanya itu.


"Kak Long, kota yang kita datangi adalah kota yang terletak di pintu perbatasan antara wilayah Barat dan Utara yang berdekatan dengan aliran danau ungu. " Kata Xiao Feng yang memahami lokasi di wilayah ini dengan baik karena gadis itu tumbuh besar di wilayah barat pinggiran wilayah utara.


"Sungai Han juga mengalir ke teluk Ling yaitu di kecamatan bunga ungu. " Kata Yu Lian Shing yang ternyata mengenal kota yang mereka datangi.


"Mmm, kalau kita berada di dekat sungai Han berarti markas besar sekte naga sungai Han berada di dekat kita saat ini. " Kata Zhang Xiao Long yang mengamati lokasi tersebut dengan tajam.


"Benar sekali, Kak Long. Kau bisa mengunjungi mereka jika kamu mau menemui Ketua mereka di markas mereka sendiri. " Kata Yu Lian Shing tersenyum manis kepada Zhang Xiao Long.


Zhang Xiao Long memetik rumput bunga ungu di dekatnya lalu bunganya di tiup sehingga bunga ungu beterbangan ke arah timur dari posisinya saat ini secara perlahan-lahan namun akibatnya terjadi pada sekelompok orang yang sedang berlayar di sungai Han mengalami luka melepuh pada kulit mereka.


Puh!


"Aduh, panas! Siapa yang telah mengirim bunga ungu kepada kita di perahu kita di tengah sungai Han ?" Tanya sekelompok orang yang menjerit kesakitan dan kepanasan pada kulit mereka.


"Hmm, kita harus mencari tahu siapa orang yang telah lancang melakukan hal ini kepada kita. " Kata seorang pria tua yang duduk di bangku di tengah lantai perahu yang bentuknya panjang seperti perahu naga.


"Yang Mulia, kita tak perlu mencarinya dengan susah payah karena orang itu berada di bukit rumput bunga ungu di sebrang kita. " Kata seorang gadis berpakaian warna kuning yang menunjukkan adanya seorang pemuda tampan dan keempat orang gadis cantik jelita dan manis berdiri di atas bukit bunga ungu kepada pria tua yang di panggil Yang Mulia oleh gadis itu.


Zhang Xiao Long menyeringai mengetahui gadis baju kuning di perahu naga telah mengetahui bahwa ia yang telah mengirimkan bunga ungu yang di sertai ilmu sinkang racun panas ke arah perahu naga yang berlayar di sungai Han.


"Bajingan cilik siapa kau yang begitu kurang ajar mengirim bunga ungu dan melukai orang-orang ku?! " Hardik pemuda tampan berpenampilan seperti seorang pemuda bangsawan kepada Zhang Xiao Long dengan suara bergema di seluruh bantaran sungai Han.


"Aku Giam Lo Ong yang menagih nyawa rendah kalian semua..! " Balas Zhang Xiao Long yang telah meluncur dengan cepat ke arah perahu naga seraya mengerahkan ilmu sinkang bunga harum sakti yang di arahkan secara langsung ke arah Raja Naga Sungai Han.


Swooosh!


Whushhh!


Pemuda tampan yang berpenampilan seperti seorang pemuda bangsawan itu melompat cepat untuk menangkis serangan Zhang Xiao Long yang ingin membunuh Raja Naga Sungai Han atau Ketua Sekte naga Sungai Han dengan telapak tangannya terarah kepada Zhang Xiao Long yang meluncur dengan kecepatan kilat.


Plakkk!


"Heiii....! " Pekik pemuda tampan itu yang tangan kanannya yang menangkis serangan pemuda tampan yang ingin membunuh Raja Naga Sungai Han itu remuk dan tahu-tahu sebuah lengan baju telah menghantam lehernya hingga bengkok dan Ia pun terjungkal ke dalam air sungai Han dalam keadaan tak bernyawa lagi.


Desss!


Byurrr!


" Kakak pertama..! " Teriakan histeris dari gadis putri dari Raja Naga Sungai Han yang melihat salah seorang dari putra dari Raja Naga Sungai Han telah terbunuh dalam satu serangan saja oleh pemuda tampan yang telah berdiri di atas kepala perahu naga milik keluarganya.


Bersambung!