
Sepasang kakek dan nenek ahli sihir hitam yang sangat terkenal dan berpengaruh kuat di seluruh wilayah Kerajaan Nepal menyambut kedatangan Zhang Xiao Long dan Amira Ming di depan pintu rumah mereka yang berada di bukit paling curam di seluruh pegunungan Himalaya.
"Kaisar Naga Merah, ada urusan apakah kau dan istrimu mencampuri urusan pribadi kami dengan keluarga Raja Nepal dengan kalian mendatangi kami di wilayah kekuasaan kami sendiri??! " seru Kakek wajah belang-belang dengan sinar mata yang memancarkan kekejamannya itu kepada Zhang Xiao Long dan Amira Ming.
"Urusan kami adalah membunuh kalian berdua di depan rumah kalian sendiri untuk membalas dendam atas perbuatan kalian terhadap rakyat ku di perbatasan antara Kekaisaran Naga Merah dengan Kerajaan Nepal dan kebetulan Raja Nepal mengundang kami berdua untuk bertemu dengan kalian dengan satu tujuan yang sama yakni membunuh kalian berdua untuk kedamaian dan kebahagiaan rakyat Kerajaan Nepal sendiri." jawab Zhang Xiao Long nada dingin sekali pada sepasang kakek dan nenek tua renta di hadapan nya dan Amira Ming.
"Ouh,kalian berdua pikir kami akan mudah untuk dibunuh oleh kalian berdua?? Hahaha, bocah- bocah tak tahu diri...! Lihat serangan-serangan kami..! " hardik Nenek Durganana yang melesat ke arah Amira Ming dengan gelang-gelang di kedua pergelangan tangannya yang menyerang ke segala titik penting dari Amira Ming.
Wuttzz!
Amira Ming berkelebat dengan cepat sekali ke arah samping kanan dan telapak tangannya itu telah melontarkan ilmu pukulan gurun gobi dan ilmu sinkang ular piton yang membuat serangan gelang -gelang milik Nenek Durganana dapat di halau dengan baik oleh istri dari Zhang Xiao Long itu.
Plakk!
Plakkk!
Klang!
Klangg!
Nenek Durganana menarik gelangnya untuk cari cara lain dalam menghadapi istri dari Kaisar Naga Merah yang terkenal dengan kesaktiannya dan juga kesadisannya dalam mengatasi musuh yang dihadapi oleh istri dari Kaisar Naga Merah.
Nenek Durganana menatap langit yang berubah menjadi sejumlah pedang yang meluncur ke arah Amira Ming yang segera menggunakan pedang menangkis sejumlah pedang ciptaan Nenek Durganana.
Wuuttzzz!
"Laknat... Jangan bermain curang kau...! " hardik Zhang Xiao Long dengan mengerahkan ilmu kebatinan yang mengubah sejumlah pedang dari ciptaan nenek Durganana yang menyerang istri nya itu berubah kembali menjadi awan kosong belaka.
Blasss!
Amira Ming yang melihat sejumlah pedang telah menghilang menjadi awan kosong di langit telah menggunakan ilmu pedang iblis racun cantik di sertai ilmu sinkang ular piton yang disalurkan melalui pedangnya yang menyerang langsung ke arah nenek Durganana.
Wuttzz!!
Nenek Durganana yang melihat serangannya itu telah digagalkan oleh Zhang Xiao Long segera membalas dendam dengan melontarkan ilmu sinkang bumi dan langit hitam melalui kedua telapak tangannya yang mengarah langsung ke arah Amira Ming yang terkejut dengan uap hitam yang membalikkan keadaan yang membuatnya terdesak ke arah tepi jurang di sampingnya.
Wuttzz!.
Zhang Xiao Long bergerak dengan cepat sekali ke arah belakang Amira Ming dengan ilmu ginkang naga menembus awan mendung yang membuat dirinya melayang dengan bebas dan ringan di sekitar jurang dan telapak tangannya itu mengarahkan pedang di tangan Amira Ming ke arag sepasang mata Nenek Durganana yang langsung tertutup rapat dan nenek Durganana telah bergerak mundur ke belakang.
Betzz!
Tetapi pedang milik Amira Ming bagaikan seekor ular piton yang terus menerus menyerangnya dan mematuk ke sepasang matanya hingga dua bola matanya terlepas dari kelopak matanya dan telapak tangannya Zhang Xiao Long yang luar biasa cepatnya telah memukul remuk tubuhnya hingga terjungkal ke dalam jurang.
Crash!
Plakkk!
Bruakk!
"Bajingan cilik, lawan mu adalah aku Kakek sakti Halimin...! " hardik kakek Halimin yang melempar bola-bola uap hitam ke arah Zhang Xiao Long dan Amira Ming yang disusul dengan jarum tipis yang memanjang ke arah tenggorokan Zhang Xiao Long yang bergerak mundur untuk lindungi istrinya dari serangan-serangan maut yang telah dilontarkan oleh kakek Halimin itu.
Wuuutttzz!
Zhang Xiao Long menggerakkan telapak tangan dengan ilmu sinkang arak sakti yang memukul jarum tipis senjata milik Kakek Halimin dengan kecepatan yang mengagumkan sekali sehingga Amira Ming menggunakan kesempatan yang sangat baik itu untuk melontarkan ilmu sinkang ular piton ke arah bola -bola uap hitam kakek Halimin.
Klang!
Klang!
Plak!
Plakk!
Blaaaar!
Blaaaar!
Kakek Halimin yang merasakan getaran hebat di kedua telapak tangannya yang memegang jarum tipis miliknya yang memanjang untuk menusuk ke tenggorokan Zhang Xiao Long itu telah remuk oleh ilmu sinkang arak sakti milik Zhang Xiao Long.
Kakek Halimin juga terbelalak kaget karena bola -bola uap hitam miliknya telah di buyarkan oleh Ilmu sinkang ular piton milik Amira Ming yang tidak kalah hebatnya dengan ilmu sinkang arak sakti milik Zhang Xiao Long.
"Lancang.. Lihat serangan-serangan sepuluh ribu mega raksasa api yang mengurung kalian..! " suara kakek Halimin bergema di seluruh bukit di bagian lain di pegunungan Himalaya, lalu muncul sepuluh ribu mega raksasa api yang benar-benar mengurung Zhang Xiao Long dan Amira Ming di pinggir jurang.
Zhang Xiao Long dan Amira Ming terdesak hebat ke arah pinggir jurang oleh sepuluh ribu mega raksasa api yang semakin besar dan gelap gulita menerjang mereka berdua. Lalu, kakek Halimin diam-diam menggunakan kedua jarinya di taruh di depan keningnya yang tiba-tiba sebuah api hitam keluar dari kedua jari tangan kakek kejam itu yang meluncur dengan dashyat ke sisi lain Zhang Xiao Long dan Amira Ming.
Wushhh!
Wettzzz
Brushh!
"Arghhhhh!!!!! Tidakkkkkk....! " jeritan histeris dari kakek Halimin.
Lalu Zhang Xiao Long melontarkan pedang Naga Merah yang langsung meluncur ke dada kakek Halimin hingga menembus tubuh kakek Halimin yang langsung ambruk ke jurang dengan tubuh hancur berkeping-keping oleh pedang Naga Merah milik Zhang Xiao Long.
Wuttzz!
Jlebbbb!!
"Kak Long.. Tolong akuuu..!" jerit Amira Ming yang mengejutkan Zhang Xiao Long yang cepat menoleh ke sampingnya untuk melihat istrinya namun istrinya tidak ada di sampingnya. Lalu, ia membalikkan badannya dan menemukan Amira Ming di kurung sejumlah pedang tajam warna hitam oleh seorang nenek tua renta yang duduk di bersila di jembatan yang menghubungkan dua tepi jurang paling ganas dan buas di seluruh wilayah pegunungan Himalaya.
"Nenek laknat berani kau menyandera istriku..! " hardik Zhang Xiao Long yang memutar-mutar pedang Naga Merah di sepuluh jari telapak tangan kirinya sambil menatap bengis kepada nenek kembaran nenek Durganana.
"Kaisar Naga Merah, kau sudah membunuh dua orang saudara ku, maka kau jangan salahkan aku jika aku membunuh istrimu sebagai balasan atas perbuatanmu.. Aku nenek Durganani yang akan membuatmu menangis darah..! " balas nenek Durganani yang telah melontarkan lima puluh butiran-butiran es yang berubah menjadi butiran-butiran api hitam dan putih ke arah Amira Ming yang terkurung oleh pedang-pedang jeruji api hitam dan putih ciptaannya.
Wuzzzz!
Zhang Xiao Long yang telah melihat serangan nenek Durganani mengarah kepada istrinya itu untuk mengancamnya itu mengeluarkan suara melengking yang menghancurkan butiran- butiran api hitam dan putih dalam waktu singkat.
"Hyaaaaaa.. ! "
Blaaaar!
"Akhh! Kurang ajar kauuuuu....! " hardik nenek Durganani yang meluncur ke arah Zhang Xiao Long dengan posisinya tetap bersila di udara. Ia menyerang dengan sejumlah pedang yang telah meluncur dari kedua sisi tubuhnya bagaikan dua barisan pengawalnya saja.
Wuuuzzzzzzz!
Zhang Xiao Long pun mengerahkan ilmu sinkang arak sakti yang membuat pedang Naga Merah meluncur cepat dan mengeluarkan cahayanya yang mengurung sejumlah pedang ciptaan nenek Durganani.
Wuuunggg!
Amira Ming yang melihat suaminya dalam posisi berbahaya bagi keselamatan suaminya itu telah mengerahkan ilmu sinkang gadis suci tingkat tinggi yang membuat dirinya meluncur bebas ke udara dengan sejumlah pedang-pedang hitam dan putih yang mengurungnya itu melesat ke arah nenek Durganani yang kaget luarbiasa dan melompat mundur ke arah belakang untuk nenek Durganani dapat menghindari bahaya maut dari serangan Amira Ming.
Wushhhh!
Zhang Xiao Long melakukan gerakan ilmu silat Naga Merah di udara dengan pedang Naga Merah di tangannya meluncur dengan kecepatan tinggi ke arah nenek Durganani yang langsung memekik kaget karena pedang Naga Merah dan telapak tangan Zhang Xiao Long telah datang ke arahnya lalu pedang Naga Merah menembus tubuhnya dan telapak tangan Zhang Xiao Long telah meremukkan kepalanya.
Wuuuzzzz!
Jlebbbbb!
Plakkk!
Prakkk!
Blaaaar!
Kemudian Zhang Xiao Long menggunakan satu gerakan meluncur dengan kecepatan lebih tinggi lagi telah melontarkan sinar pedang Naga Merah yang menebas habis sejumlah pedang-pedang hitam dan putih di sekitar Amira Ming sehingga ia dapat menyelamatkan istrinya yang langsung jatuh pingsan di pelukannya.
Wuungg!
Crash!
Tepppp!
Wushhh!
Zhang Xiao Long telah tiba di depan pintu rumah kakek Halimin dengan menggendong istrinya di pelukannya lalu telapak tangan kanannya yang memegang pedang Naga Merah mendobrak pintu hingga jebol.
Brakkkk!
Zhang Xiao Long membaringkan istrinya di atas tempat tidur di rumah itu lalu menyalurkan ilmu sinkang bunga Xia putih melalui kedua telapak tangannya di taruh di punggung dan dada istri nya.
"Ming Ming..Terimalah ilmu sinkang bunga Xia putih dariku untuk membuyarkan hawa sesat dari ilmu hitam milik nenek Durganani sialan itu yang mencoba untuk masuk ke organ tubuhmu untuk dihancurkan secara perlahan-lahan oleh ilmu sinkang racun uap hitam dan putih yang berasal dari bangkai kalajengking hitam dan putih di bawah dasar jurang ini. " kata Zhang Xiao Long yang memusatkan pikirannya untuk menyelamatkan nyawa istrinya.
"Celaka, ilmu sinkang dan ilmu silat yang dimiliki oleh Ming Ming akan lenyap jika aku teruskan dalam mengobatinya dengan caraku ini." batin Zhang Xiao Long.
"Kakak Long, aku tak apa-apa apabila aku harus kehilangan seluruh kepandaian ilmu sinkang dan ilmu silatku asalkan aku bisa hidup bersamamu dan anak-anak kita untuk waktu yang lama yaitu sama kita tua renta dan memutih rambut kita. " kata Amira Ming dengan suaranya yang lemah di atas tempat tidur kepada Zhang Xiao Long.
"Ming Ming, pengorbananmu itu akan selalu aku ingat seumur hidupku. Aku bersumpah untuk selalu setia menjagamu dan membahagiakanmu untuk seumur hidupku. " kata Zhang Xiao Long yang harus melakukan yang terbaik untuk Amira Ming yaitu meneruskan pengobatan yang harus berdampak pada lenyapnya ilmu sinkang dan ilmu silat Amira Ming untuk selamanya yaitu Ia tetap gunakan ilmu sinkang bunga Xia putih yang menerobos masuk ke setiap sel darah dan daging juga organ tubuh Amira Ming.
Bersambung!!