Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Benang Merah Yang Takkan Pernah Putus..


Zhang Xiao Long mengangkat tangannya yang ia salurkan ilmu sinkang bunga xia ke arah gadis yang mengalami gangguan jiwa akibat racun perampas ingatan yang bersemayam di dalam tubuh gadis yang mengaku sebagai seorang seorang dayang istana Kekaisaran Ming kepada Zhang Xiao Long.


"Siapa nama aslimu? Berapa usiamu dan kapan kau mengalami hal buruk yang telah terjadi pada diri mu? " tanya Zhang Xiao Long mengobati gadis itu yang kini telentang di lantai dengan sinar matanya begitu menyedihkan sekali.


"Lu Shi Huan, usiaku dua puluh tahun dan aku mengalami penyiksaan yang telah dilakukan oleh para pasukan Raja muda Sheng Ki yang ingin mencari tahu keberadaan Putri Ming Ming yang telah hilang dari pintu perbatasan antara wilayah selatan dan utara daratan besar di pinggiran kota Zhou selatan beberapa waktu lalu.Aku tak boleh membocorkan keberadaan Tuan Putri kepada siapapun atas perintah dari Yang Mulia Raja Muda Hao Chennai yang dahulu adalah calon tunangan Tuan Putri Ming Ming yang telah di pilihkan oleh Biksuni Wan pemimpin sekte Gobi cabang kota kayu manis dan Raja tua Hao yang bertempat tinggal di kota kayu jati namun aku tidak kuat menahan siksaan batin dan fisik ku dari orang-orang sadis itu yang membuatku membocorkan keberadaan Tuan Putri Ming Ming dan sekarang ini hatiku di dera rasa bersalah yang amat besar terhadap Putri Ming Ming yang menjadi majikanku yang sangat baik hati. " jawab gadis itu yang melolong karena rasa sakit hati dan bersalah terhadap Putri Ming Ming kepada Zhang Xiao Long.


"Kota kayu jati itu berada di mana? " tanya Zhang Xiao Long bergetar menahan gejolak hatinya yang merindukan kekasihnya itu kepada gadis yang bernama Lu Shi Huan.


"Di belakang pegunungan bunga teratai Merah muda.. " jawab gadis itu yang akhirnya memilih untuk bunuh diri dengan menggigit lidahnya hingga putus di hadapan Zhang Xiao Long.


"Heii.. "


Zhang Xiao Long mengguncangkan gadis yang telah meninggal dunia di hadapannya dengan hati miris melihat kesengsaraan gadis malang itu.


"Ming Ming.. Aku akan segera datang untuk menolong mu.. " kata Zhang Xiao Long melesat cepat keluar dari bangunan itu dengan sangat cepat sekali seakan-akan ia adalah kilatan cahaya petir di siang hari menembus hutan -hutan di sekitar pulau ini.


Brrrr!


"Yang Mulia....! " teriak Liu Tong mengejarnya.


"Hei, jangan tinggalkan kamiii..!!! " teriak Nona Shiu Chiu dan Pendekar Zhao juga Putri Ci Xian Xian yang segera menyusul mereka berdua.


Kecepatan gerak kilat Zhang Xiao Long sungguh mengagumkan sekali sehingga ia telah tiba di pintu masuk ke kota kayu jati yang telah terbuka lebar oleh terjangan pasukan Sheng Ki yang ingin mencari keberadaan Putri Ming Ming di istana Raja Muda Hao Chennai.


Istana Raja muda Hao Chennai sedang dalam suasana bahagia pasalnya Raja muda Hao Chennai berhasil meluluhkan hati Putri Ming Ming yang akan dinikahinya pada hari itu di dalam istananya yang megah.


"Raja muda Hao Chennai dan Putri Ming Ming silakan anda berdua saling memberikan hormat kepada langit dan bumi lebih dahulu sebanyak tiiga kali..! " suara makcomblang terdengar jelas di telinga Zhang Xiao Long dari pintu gerbang istana Raja muda Hao Chennai.


Brrrr!


"Tidakk..! Jangan menikah dengannya..! " teriak Zhang Xiao Long yang mengejutkan seluruh tamu di istana Raja muda Hao Chennai dengan tangannya meraih jemari Putri Ming Ming yang terkejut dengan kedatangannya.


"Ahh?! Siapakah kamu? " tanya Putri Ming Ming di balik kerudung pengantinnya dengan sinar matanya begitu bingung kepada Zhang Xiao Long.


"Ming Ming.. Aku ini Zhang Xiao Long.. " jawab Zhang Xiao Long membuka kerudung pengantin Putri Ming Ming dan terpana dengan sinar mata gadis yang begitu sayu dan kebingungan.


"Hei.. Siapa kamu yang telah begitu lancang telah mengganggu pernikahan kami? " tanya Raja muda Hao Chennai menatap garang Zhang Xiao Long seraya tangannya ingin meraih jemari Putri Ming Ming.


Zhang Xiao Long dengan marah menepis tangan Raja muda Hao Chennai dari Putri Ming Ming dengan menarik Tuan Putri Ming Ming ke arah belakang punggungnya.


"Jangan pernah menyentuhnya untuk sekian kalinya..?! Dia milikku..! Apa yang sudah kamu lakukan terhadapnya sampai dia seperti boneka mainan kalian semua?!!" hardik Zhang Xiao Long yang menuding telunjuk ke arah Raja muda Hao Chennai dan keluarga Raja muda Hao Chennai termasuk guru dari Putri Ming Ming sendiri yang tercengang melihat kemarahan di wajahnya.


"Apakah kamu Kaisar Naga Merah Zhang Xiao Long atau Li Xiao Long yang telah aku dengar tentang dirimu sebelum Ming Ming mengalami hilang ingatannya akibat racun perampas ingatan yang di berikan salah seorang wanitamu yang telah menyebabkan dirinya nyaris menjadi korban keganasan Ketua sekte Gunung Yue? " tanya Ketua sekte Gobi cabang kayu manis kepada Zhang Xiao Long yang melindungi Putri Ming Ming dari Raja muda Hao Chennai.


"Iya, Aku Zhang Xiao Long namun aku tidak tahu kapan dan bagaimana Ming Ming bisa seperti ini? Aku justru mencarinya untuk menanyakan soal pusaka pil bunga es milik sepasang hantu malam di gunung Himalaya yang dikabarkan telah dicuri oleh Ming Ming sehingga ia menjadi incaran seluruh orang-orang di dunia persilatan daratan besar.. " jawab Zhang Xiao Long nada tegas.


"Pil bunga es? Darimana kamu tahu tentang pusaka itu? " tanya Raja muda Hao Chennai nada bengis kepada Zhang Xiao Long.


"Dari ku.. " jawab Pendekar Zhao yang telah tiba di istana Raja muda Hao Chennai bersama Liu Tong, Nona Shiu Chiu dan Putri Ci Xian Xian nada tegas kepada Raja muda Hao Chennai dan guru besar Gobi cabang kayu manis.


"Kau Zhao Yu Thing..? " tanya Raja muda Hao Chennai terperanjat melihat Pendekar Zhao bersahabat dengan Zhang Xiao Long dan kini menentangnya.


"Iya, aku Zhao Yu Thing! Raja muda Hao Chennai sebaiknya kamu berhenti melakukan kelicikan untuk mengacaukan kehidupan orang lain yaitu wanita yang kau cintai dan aku cintai juga.. " jawab Pendekar Zhao yang menengok ke arah Putri Ming Ming yang menatap kosong semua orang di sana sampai hati Zhang Xiao Long ikut merasakan sakit luar biasa.


"Pendekar Zhao, ingat janji mu untuk melupakan perasaan mu kepada Putri Ming Ming sesudah kau menjadi kasim ku.. " kata Zhang Xiao Long mengingatkan Pendekar Zhao tentang jati diri barunya sejak ia mengetahui bahwa Zhang Xiao Long adalah pemimpin negeri ini dan Ia pun bersedia untuk menjadi kasim Zhao dengan pria itu memotong alat kelamin Pendekar Zhao yang di kebiri secara resmi oleh Zhang Xiao Long di kediaman resmi dari Adipati Ci beberapa hari lalu.


"Tentu saja, Yang Mulia.Hamba masih ingat apa yang telah hamba janjikan kepada Anda. " kata Kasim Zhao dengan sikap hormat kepada Zhang Xiao Long.


"Kau keterlaluan Zhao Yu Thing?! Aku Raja muda Hao Chennai akan membunuhmu atas sifat picik dan kelancanganmu itu..! " hardik Raja muda Hao Chennai yang meloloskan pedang tipisnya di pinggangnya lalu menyerang Zhao Yu Thing dengan ganas.


Wutttzz!


Trangg!


Zhao Yu Thing menangkis serangan-serangan pedang tipis Raja muda Hao Chennai dengan pedangnya yang tajam sehingga mengeluarkan percikan api di antara keduanya.


Guru besar Gobi cabang kayu manis mendelik tajam ke arah Putri Ming Ming yang mengkeret di belakang punggung Zhang Xiao Long lalu ia menghadapi Zhang Xiao Long yang berdiri di depannya.


"Locianpwe (Senior) kau adalah Guru besar nya tetapi kenapa kamu menyakitinya sampai dia seperti itu? " tanya Zhang Xiao Long marah kepada guru besar Gobi cabang kayu manis yang menyerangnya dengan senjata halus namun berbahaya bagi keselamatannya karena senjata biksuni itu adalah tongkat berbulu angsa putih yang amat halus dan ringan.


Wutttzz!


Nona Shiu Chiu maju dengan telapak tangannya mengeluarkan hawa sakti yang membuat kebutan di tangan guru besar Gobi cabang kayu manis melenceng dari Zhang Xiao Long.


Betzzz!


Plakk!


Disaat bersamaan muncul sepasukan dari Raja muda Sheng Ki yang meluncur masuk ke dalam ruangan istana Raja muda Hao Chennai yang langsung menyerang mereka semua di dalam ruangan itu.


Wushh!


Trangg!!


Zhang Xiao Long menyambut serangan pedang di tangan Sheng Ki dengan pedang naga Merah yang langsung menghancurkan pedang di tangan Sheng Ki.


Crangg!


Puteri Ci Xian Xian menyerang pasukan Sheng Ki dengan ilmu sinkang bunga Ci di tangan kanan dan ilmu pedang bunga Ci di tangan kiri yang membuat pasukan Sheng Ki harus bergerak mundur untuk menghindari serangan-serangan mautnya.


Wutttzz!


Trangg!!!


Bresss!


"Arghhh...!! " pekik kematian pasukan Sheng Ki di belakang punggung Zhang Xiao Long yang telah dibunuh oleh Putri Ming Ming.


"Ming Ming, kau berhati-hatilah.. " kata Zhang Xiao Long yang menghadapi Sheng Ki dengan ilmu pedang naga Merah yang membuat ilmu pedang Sheng Ki yang melakukan gerakan ilmu pedang dengan pedang rampasan milik salah seorang dari anak buahnya sendiri terdesak hebat lalu Sheng Ki telah terpotong tubuhnya oleh tebasan pedang naga Merah di tangan kiri Zhang Xiao Long.


Crakkk!!


Putri Ming Ming menendang batang leher pria yang ingin melakukan serangan-serangan gelap terhadap Zhang Xiao Long di saat Zhang Xiao Long menebas habis Sheng Ki.


Dukkk!


Zhang Xiao Long melihat gadisnya menendang batang leher musuh hingga rembuk menggeleng kepalanya melihat kesadisan yang dimiliki oleh Putri Ming Ming terhadap musuh.


"Kau sama sekali tidak pernah berubah meski kau saat ini tidak ingat padaku.. " kata Zhang Xiao Long halus meraih jemari Putri Ming Ming seraya pedang naga Merah diputar cepat ke arah samping Putri Ming Ming sehingga biksuni Wan yang dihadapi oleh Nona Shiu Chiu telah di tebas habis oleh pedang naga Merah di tangannya.


Crakkk!


"Nona Shiu Chiu... "


Zhang Xiao Long menahan tubuh Nona Shiu Chiu yang berlumuran darah akibat serangan maut dari keluarga Raja muda Hao Chennai dari arah belakang punggung gadis itu.


"Yang Mulia, aku sangat senang bertemu dengan mu.. Akhh... "


"Nona Shiu Chiu... "


Zhang Xiao Long menutup sepasang mata Nona Shiu Chiu setelah ia melihat gadis manis dan baik hati ini menghembuskan napas terakhir di pelukan Zhang Xiao Long.


Puteri Ci Xian Xian telah mengalami kekalahan telak dari keluarga Raja muda Hao Chennai yang menghantam hancur kepala gadis itu yang ingin melindungi Putri Ming Ming.


Desss!!


Putri Ming Ming melontarkan balasan yang setimpal dengan mematikan terhadap keluarga Raja muda Hao Chennai yang telah dibunuhnya dengan ilmu sinkang badai tornado yang di sertai ilmu pedang gadis suci yang membuat gadis itu melayang dengan gerakan indah dan menebas habis seluruh keluarga Raja muda Hao Chennai.


Crakkk!


Raja muda Hao Chennai yang dihadapi oleh Zhao Yu Thing gemeteran ketakutan usai melihat seluruh keluarganya telah tewas dibunuh oleh Putri Ming Ming yang dibantu oleh Kaisar Naga Merah dan Pendekar Rubah Emas Sakti.


Kini Raja muda Hao Chennai mengeluarkan ilmu andalannya untuk memperoleh kemenangan atas petarungannya dengan Zhao Yu Thing hingga Zhao Yu Thing terdesak hebat oleh serangan-serangannya itu.


Trangg!!


Trangg!!


Zhang Xiao Long dengan gerakan indah telah masuk di antara mereka berdua sehingga ia telah menyelamatkan nyawa Zhao Yu Thing yang nyaris di tebas pedang di tangan Raja muda Hao Chennai.


Betzzz!


Crangggg!!


Desss!!


"Aughhh!! "


Raja muda Hao Chennai terjengkang dengan tubuhnya hancur berkeping-keping karena ilmu sinkang arak sakti yang dilakukan oleh Zhang Xiao Long dari jarak begitu dekat sekali sampai pedangnya hancur dan tubuhnya terhantam secara langsung oleh ilmu sinkang arak sakti yang dashyat.


Zhang Xiao Long tak mempedulikan jasad-jasad musuh -musuh yang berserakan di istana Raja muda Hao Chennai karena Zhang Xiao Long telah mengajak Putri Ming Ming,Liu Tong dan Zhao Yu Thing dari sana dengan cepat.


Brrrr!!


Di hutan pohon bunga kapas di pintu keluar dari kota kayu jati. Zhang Xiao Long melepaskan genggaman tangannya pada jemari Putri Ming Ming dan menghadapi gadisnya dengan senyum di bibirnya dan tatapannya begitu lembut dan sabar.


"Ming Ming, aku akan mencarikan obat penawar racun perampas ingatan untuk menyembuhkan mu. " Kata Zhang Xiao Long memeluk Putri Ming Ming dengan kerinduan yang mendalam.


"Adik, kau jangan bersedih karena aku baik-baik saja. " kata Putri Ming Ming membelai rambut panjang Zhang Xiao Long.


"Aku bukan adikmu.. " kata Zhang Xiao Long tak ingin di sebut adik oleh Putri Ming Ming.


"Kalau begitu kau adalah kakakku atau pamanku atau sahabat ku? " tanya Putri Ming Ming yang menatapnya dengan polos sekali.


"Aku tak mau menjadi kakakmu, pamanmu atau sahabat mu.. " jawab Zhang Xiao Long manyun.


"Lalu kamu menjadi apa? " tanya Putri Ming Ming merengkuh wajahnya dengan ekspresi lembut di wajah mungilnya yang menggemaskan hati Zhang Xiao Long.


"Kekasihmu, calon suamimu. " Jawab Zhang Xiao Long membalas merengkuh wajah gadis itu lalu menciumnya dengan penuh kerinduan yang mendalam.


"Yang Mulia.. " Panggil Liu Tong dan Zhao Yu Thing dari arah belakang pohon bunga kapas dan membuat Zhang Xiao Long menghentikan ciumannya terhadap bibir manis Putri Ming Ming di hadapannya.


"Iya, Kak Tong, ada apa? " tanya Zhang Xiao Long menoleh ke arah Liu Tong dan Zhao Yu Thing.


"Kami menemukan tiga ekor kuda terbaik untuk anda dan Tuan Putri Ming Ming gunakan untuk melanjutkan perjalanan kita semua di wilayah timur laut untuk misi menemukan pusaka yang Anda inginkan. " jawab Liu Tong menuntun seekor kuda warna hitam yang gagah perkasa ke depan Zhang Xiao Long.


Zhao Yu Thing memberikan seekor kuda lainnya kepada Liu Tong yang segera melompat naik ke atas punggung kuda warna hitam pula yang di dekat kuda warna hitam yang telah di naiki oleh Zhang Xiao Long bersama dengan Putri Ming Ming di depan Zhang Xiao Long.


"Baik, terimakasih Kak Tong.. Mari kita berangkat ke arah kota Liaoning yang menjadi tujuan kita di wilayah ini dan semoga musuhku si Kaisar Phoenix Emas Sakti tidak bepergian dari istana nya sendiri sehingga aku bisa menghabisinya.. "kata Zhang Xiao Long memacu kuda hitamnya yang baru dengan kecepatan tinggi.


" Iya, setelah dari kota Liaoning, kita akan pergi ke wilayah utara untuk menghabisi Sheng Kun di wilayah gurun Gobi dan terakhir misi kita adalah pegunungan Himalaya. "kata Liu Tong dan Zhao Yu Thing dengan penuh semangat untuk raih kemenangan di dalam hidup mereka.


Bersambung!!