Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Desa Suku Xiao.


"Para warga desa suku Xiao yang asli semuanya di sekap di lereng gunung Xiao yang berada di selatan desa suku Xiao oleh tujuh orang pria yang berjuluk tujuh pendekar lembah sungai Xiao. " Jawab Nona Xiao Feng yang menangisi warga desa suku Xiao yang asli.


"Hmmm, begitu rupanya? Baiklah, aku akan coba untuk menyelamatkan warga desa suku Xiao dari tujuh pendekar lembah sungai Xiao untuk membalas kebaikan mu yang telah membantu kami untuk menyelamatkan Kak Long. " Kata Yu Lian Shing yang memberikan baskom anyaman berisi air hangat dan saputangan sutera warna hijau miliknya kepada Tilana untuk memandikan Zhang Xiao Long yang berbaring di dipan di rumah Nona Xiao Feng dalam keadaan pingsan.


"Kak Shing, Berhati-hatilah dalam menghadapi mereka karena mereka adalah orang-orang yang kejam. " Kata Nona Xiao Feng dengan nada cemas ketika mendengar Yu Lian Shing akan pergi ke lereng gunung Xiao untuk gadis cantik jelita itu bisa menyelamatkan seluruh warga desa suku Xiao yang asli dari tujuh orang sadis yang menyandera seluruh warga desa itu untuk mendapatkan wilayah suku Xiao.


"Iya, Nona Xiao. Aku pasti akan baik-baik saja dan akan kembali ke rumah mu ini dengan membawa seluruh warga mu dengan aman dan selamat. " Kata Yu Lian Shing yang telah ambil pedangnya dari meja kayu di depannya lalu Yu Lian Shing melesat cepat meninggalkan rumah Nona Xiao Feng untuk pergi ke gunung Xiao.


Brrrr!


Yu Lian Shing dengan ilmu ginkang walet sakti melesat cepat ke arah lereng gunung Xiao usai Ia mendapatkan petunjuk yang tepat untuk menuju ke arah lereng gunung Xiao dari Nona Xiao Feng.


Yu Lian Shing tiba di lereng gunung Xiao dengan waktu hanya satu jam untuk perjalanannya itu.Ia menemukan sebuah rumah yang di sekelilingnya adalah jurang yang curam. Namun, Yu Lian Shing sama sekali tidak ada rasa gentar atau takut sama sekali di hatinya. Ia melangkah maju terus pantang mundur dengan sikapnya yang gagah perkasa sebagai salah seorang dari istri dari Pendekar Naga Merah. Gadis cantik jelita itu kini menerjang dengan kecepatan kilat seraya ujung pedang siap untuk menebas musuh-musuh yang telah keluar dari rumah di depannya itu.


Swooshhh!


" Gadis cantik jelita darimana yang telah datang ke rumah kita dengan menghunuskan pedang kearah kita? " Tanya salah seorang dari tujuh orang pendekar lembah sungai Xiao dengan nada meremehkan kepada Yu Lian Shing.


"Iya, tak apalah.. Kita akan mencicipi tubuhnya yang indah itu. Ini dinamakan rezeki datang dari langit untuk kita, Kakak. " Jawab salah seorang dari tujuh orang pendekar lembah sungai Xiao yang menyeringai kepada Yu Lian Shing yang kini menerjang mereka dengan pedangnya yang melayang ke arah tujuh orang pendekar lembah sungai Xiao dengan suara berdesing -desing.


Wutttzzz!


" Wah, gadis itu menantang kemampuan kita..! Baiklah biar aku yang maju dan mengalahkannya dengan pedang ku ini. " Kata salah seorang dari tujuh orang pendekar lembah sungai Xiao yang melesat cepat dengan pedang yang menyerang langsung ke pedang gadis cantik jelita itu.


Singggg!


Crangg!


" Eiiittsss..! " Pekik salah seorang dari tujuh orang pendekar lembah sungai Xiao yang kaget pedangnya patah teradu pedang gadis cantik jelita itu. Maka ia cepat menggunakan telapak tangan untuk menampar gadis cantik jelita itu tetapi sebuah tamparan dari tangan gadis itu telah meremukkan wajahnya hingga ia terjun ke jurang.


Plakkk!


Brushh!


Yu Lian Shing menerjang dengan pedang yang mengahadapi enam orang pendekar lembah sungai Xiao yang langsung mengeroyok gadis itu ketika mereka melihat kawan mereka telah terbunuh dalam serangan hebat gadis itu.


Wutttzzz!


Tranggg!


Yu Lian Shing meliuk-liuk dengan lincah sekali dan pedangnya meruntuhkan enam pedang dari enam orang pendekar lembah sungai Xiao lalu pedang nya juga membabat leher enam orang pendekar lembah sungai Xiao sekaligus.


Betttzzz!


Crakkkk!


Yu Lian Shing menggunakan pedang membabat rantai pengikat kurungan para warga desa suku Xiao yang sebenarnya sampai mendapatkan rasa kagum dari semua warga desa suku Xiao yang telah berhasil di selamatkan olehnya.


"Nona, kau sungguh pahlawan wanita yang amat hebat sekali sehingga kamu bisa membunuh tujuh orang pendekar lembah sungai Xiao untuk menyelamatkan kami semua.." Kata para warga desa suku Xiao yang telah bersujud kepada Yu Lian Shing.


" Nona, kami para warga desa suku Xiao sangat berterimakasih atas pertolongan mu kepada kami. "Kata para warga desa suku Xiao yang mengucapkan terimakasih kepada Yu Lian Shing yang telah meruntuhkan rumah tempat tinggal dari tujuh orang pendekar lembah sungai Xiao dengan dua kali tebasan pedangnya saja.


Crash!


Crash!


Bruak!


" Sama-sama para saudara dan saudari ku, mari kalian ikuti aku untuk meninggalkan tempat ini dan kembali ke desa kalian di bawah gunung Xiao ini. " Kata Yu Lian Shing dengan senyuman ramahnya kepada para warga desa suku Xiao.


"Nona Xiao Feng...! "


" Paman... Bibi... Nenek... Kakek.. Kakak... Adik dan semua teman ku... Akhirnya kita dapat bertemu kembali..! "


Nona Xiao Feng berpelukan dengan para warga desa suku Xiao yang sangat dicintainya itu lalu mereka bersama-sama menghaturkan rasa terimakasih mereka kepada Yu Lian Shing.


"Nona Yu, aku sebagai wakil dari para warga desa suku Xiao mengucapkan terimakasih untuk pertolongan mu kepada para warga desa suku Xiao dan membuatkan kami harapan yang besar untuk mencapai bunga keabadian nyata seperti bunga keabadian di bukit harapan kami yang telah runtuh akibat getaran gempa bumi yang berasal dari kemurkaan ular raksasa emas yang bertemu dengan Tuan Muda Zhang yang sangat baik hati terhadap ku dengan menyelamatkan aku dari pengasingan yang sangat membuat aku menderita selama dua belas tahun lamanya aku di kurung di sana. " Kata Nona Xiao Feng nada sungguh-sungguh berasal dari hatinya sendiri kepada Yu Lian Shing dengan bersujud hormat di bawah sepasang sepatu mungil Yu Lian Shing.


"Sama-sama, Nona Xiao Feng. Ayo kamu berdiri dan jangan berlutut seperti ini di depanku. " Kata Yu Lian Shing dengan senyuman ramah dan ulurkan tangan untuk Nona Xiao Feng berdiri di depannya.


"Terima kasih, Nona Yu. " Kata Nona Xiao Feng tersenyum senang dengan senyuman ramah yang di berikan oleh Yu Lian Shing kepadanya.


Lalu, salah seorang dari warga desa suku Xiao melangkah maju ke dekat Nona Xiao Feng dan berbicara dengan senyuman bersabar kepada Yu Lian Shing di samping Nona Xiao Feng.


"Nona Xiao Feng, bagaimana kalau kita rayakan hari kebebasan kita semua dengan mengadakan pesta penyambutan para sahabat yang baik hati ini pada malam hari ini? " Tanya salah seorang dari warga desa suku Xiao dengan senyuman ramah kepada Nona Xiao Feng.


"Boleh juga usul mu, Kak Ji. Aku setuju sekali kita mengadakan pesta persahabatan di desa suku Xiao kita cintai ini. " Jawab Nona Xiao Feng yang melihat ke arah rumahnya. Dimana terlihat Zhang Xiao Long yang telah bangun tidur berdiri di samping Liu Lu Sian dan Tilana di depan teras rumahnya yang sederhana.


"Tuan Muda Zhang, kami warga desa suku Xiao ingin mengadakan pesta persahabatan untuk kami menyambut kedatangan mu dan ketiga orang Nona ini juga merayakan hari kebebasan kami dari orang-orang jahat yang mengganggu ketenangan hidup kami di desa suku Xiao yang kami cintai. " Kata seorang pria muda tampan yang menjura hormat kepada Zhang Xiao Long dengan senyuman ramah sekali.


"Ya, sobat, aku amat senang hati bisa hadir di pesta persahabatan di desa suku Xiao. " Kata Zhang Xiao Long dengan senyuman ramah dan bersahabat kepada pemuda suku Xiao itu.


Maka, pada malam hari itu mereka menghadiri pesta persahabatan yang di adakan di desa suku Xiao yang di buka dengan tarian tradisional suku Xiao, nyanyian lagu tradisional serta permainan alat musik tradisional suku Xiao.


"Tuan muda Zhang, mari temani aku menari. " Kata Nona Xiao Feng meraih jemari Zhang Xiao Long dengan senyuman manis lalu mengajak pemuda itu menari mengitari api unggun dan memukul tamborin.


"Wahh, ini pertama kalinya aku menari dan main alat musik tamborin. " Kata Zhang Xiao Long begitu bahagia dengan pengalaman barunya di desa suku Xiao.


"Kelihatannya Nona Xiao Feng menyukai Tuan Muda Zhang, Tuan Ji. Bagaimana menurut mu melihat kedekatan mereka berdua yang sedang menari di depan mata mu? " Tanya salah seorang dari warga desa suku Xiao kepada Ji Hun nama pemuda suku Xiao yang duduk di kursi barisan para warga desa suku Xiao sambil menikmati minuman arak suku Xiao yang terbuat dari susu domba.


"Aku tidak masalah dengan mereka berdua amat dekat satu sama lainnya, Kak Han. Aku cuma mau desa suku Xiao menjadi sebuah desa yang makmur. Itu saja, asalkan dia bahagia bersama dengan Tuan muda Zhang. Kenapa aku harus menghalangi kebahagiaan yang diinginkannya? Aku juga sudah mempunyai seorang istri dan anak dari pernikahan ku yang bahagia. " Jawab Ji Hun tersenyum kepada salah seorang dari warga desa suku Xiao itu seraya menunjuk ke arah seorang wanita suku Xiao yang duduk di kursi seberangnya dengan seorang anak laki-laki yang tampan.


"Bukankah kamu tak menyukai Wen Ni selama ini? Kenapa kamu mengatakan bahwa dirimu bahagia hidup bersama dengan wanita itu? " Tanya Luo Han salah seorang dari warga desa suku Xiao dengan nada meragukan kejujuran Ji Hun.


"Itu sebelum aku menyadari bahwa kebahagiaan ku ada bersama dengan Wen Ni yang telah aku nikahi beberapa tahun lalu. Ahh, aku sudah tak ada perasaan cinta lagi kepada Nona Xiao Feng yang telah aku tunggu waktu usia dewasanya selama bertahun-tahun ini. Dan, sekarang aku melihatnya telah menjatuhkan pilihannya kepada Tuan Muda Zhang yang hebat dalam segala hal yang paling di butuhkan olehnya, yaitu rasa hati yang nyaman di dekat orang yang di cintai dan diinginkannya. " Jawab Ji Hun dengan senyuman tulus menerima kenyataan bahwa Nona Xiao Feng mencintai seseorang yang bukanlah dirinya sendiri.


Zhang Xiao Long mendengarkan percakapan antara Ji Hun dengan Luo Han tanpa di ketahui oleh kedua orang itu sambil menikmati tarian tradisional suku Xiao bersama dengan Nona Xiao Feng yang mengajarkan pemuda itu menari tarian tradisional suku Xiao.


"Nona Xiao Feng, bolehkah aku bertanya satu hal kepada mu dan harus menjawab ku dengan jujur dan terbuka? " Tanya Zhang Xiao Long ramah kepada Nona Xiao Feng seraya menerima cawan berisi arak suku Xiao dari Nona Xiao Feng yang menuangkan arak suku Xiao melalui teko nya di meja depan mereka.


"Iya, tentu saja Anda boleh bertanya satu hal kepada ku dan aku akan menjawab mu dengan jujur dan terbuka untuk mu, Tuan muda Zhang. " Jawab Nona Xiao Feng memberikan tempat duduknya untuk Liu Lu Sian yang mendatangi Zhang Xiao Long untuk memberikan semangkuk sup daging domba kepada Zhang Xiao Long.


"Nona Xiao Feng, bagaimana perasaanmu yang sesungguhnya terhadap aku?" Tanya Zhang Xiao Long tanpa basa basi kepada Nona Xiao Feng.


"Aku memiliki perasaan nyaman di dekatmu yang membuat Aku ingin selalu bersamamu seumur hidupku, Tuan Muda Zhang. " Jawab Nona Xiao Feng dengan suaranya yang sedih karena gadis itu merasa takut kehilangan Zhang Xiao Long yang mengagumkan hatinya itu.


"Kak Long, bagaimana perasaanmu sendiri pada Nona Xiao Feng? " Tanya Yu Lian Shing yang duduk di kursi sisi kanan Zhang Xiao Long yang menghela napas panjang sebelum menjawab istri ketiganya itu.


"Aku tidak akan pernah memaksa keinginan tiap orang di sekitar ku, jika dia ingin bersama ku, ya Aku tidak akan pernah menolaknya dan jika dia ingin pergi dari ku suatu hari nanti, aku pun tak kan pernah melarangnya. Karena hidupnya itu adalah pilihannya sendiri bukan kehendak aku yang memaksanya untuk mengikuti aku. " Jawab Zhang Xiao Long nada tegas kepada Yu Lian Shing yang mengangguk paham dengan sifat alami Zhang Xiao Long yang selalu memikirkan perasaan orang lain lebih dahulu sebelum perasaan hati pemuda itu sendiri.


"Kau sungguh seorang pria yang sangat baik hati dan perasaanmu sangat lembut, Kak Long. " Kata Tilana tersenyum lembut kepada Zhang Xiao Long yang telapak tangannya menerima sehelai surat yang di kirimkan oleh seekor burung parkit warna coklat kepadanya secara rahasia sekali sampai semua orang di desa suku Xiao tidak mengetahui kedatangan burung parkit warna coklat itu kepadanya bahkan keempat orang gadis cantik jelita di sekitarnya pun tak melihat burung parkit warna coklat itu terbang ke arah Zhang Xiao Long.


"Tuan Muda Zhang, apakah kamu bisa kunjungi Shaolin pai pada tanggal dua belas bulan tiga tahun depan untuk pertemuan para pendekar wilayah selatan? Tertanda Puteri Ming Ming. " Baca Zhang Xiao Long secara sekilas saja dari sehelai kertas warna kelabu di genggamannya itu.


Bersambung!