Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Wilayah Tu San Pai


Zhang Xiao Long yang tidak pernah menyangka bahwa ia akan bertemu dengan putra ketua sekte gunung Tu di lokasi air terjun yang berada di balik dinding ruangan pribadi dari istri lain yang di miliki oleh Walikota kota kecil Tu An Selatan.


Kini, Zhang Xiao Long mendapatkan petunjuk ke wilayah gunung tu dengan lebih mudah daripada ia mencari wilayah itu tanpa adanya petunjuk yang benar bahkan tak pernah mengira bahwa ia akan menjalin persahabatan dengan putra dari sekte gunung Tu yang bernama Chia Hau Lam.


"Wilayah ini terbagi empat wilayah yang terdiri dari dua kabupaten yang memiliki pemimpin yang berbeda-beda dan wilayah yang dikuasai oleh ayahku adalah wilayah gunung Tu timur yang berada di sana itu. " Kata Chia Hau Lam yang menunjukkan adanya tugu selamat datang ke wilayah gunung Tu timur kepada Zhang Xiao Long.


"Ouh, lalu desa apakah yang tertutup awan yang paling atas dari pegunungan Tu? " Tanya Zhang Xiao Long ingin tahu tentang daerah yang belum pernah di kunjungi olehnya.


"Oh, desa itu adalah desa bunga awan Tu yang merupakan salah satu dari lima desa di sekitar pegunungan Tu dan markas besar sekte rusa hitam berada di desa nomor lima yaitu desa rusa tanduk hitam. " Jawab Nona Li Jiancheng gadis kekasih dari Chia Hau Lam merupakan putri dari ketua sekte rusa hitam.


"Begitu rupanya? Hmm, aku pernah dengar kalau bupati tu utara adalah seorang yang berasal dari Kerajaan suku Bu di wilayah gunung Bu, apakah aku tidak salah mendengar informasi terkait dengan setiap wilayah gunung Tu ini? " Tanya Liu Lu Sian istri pertama dari Zhang Xiao Long nada bersahabat dengan Nona Li Jiancheng.


"Iya, Nyonya Besar pertama informasi yang Anda katakan itu adalah benar dan bupati tu an utara menyimpan sebuah bukit buatan di dalam rumahnya yang menyimpan sebuah pusaka yang belum pernah di lihat oleh semua orang di dunia persilatan tetapi berita ini telah tersebar luas ke seluruh dunia persilatan daratan besar bagian pintu utara. " Jawab Nona Li Jiancheng dengan terbuka memberitahukan rahasia tersebut pada Liu Lu Sian.


"Emmm, pusaka seperti apakah yang di simpan di bukit buatan di dalam rumah bupati tu an utara, Nona Li? " Tanya Yu Lian Shing istri ketiga dari Zhang Xiao Long yang berjalan di dekat Liu Lu Sian dengan nada ramah kepada Nona Li Jiancheng.


"Entahlah, aku tidak tahu pusaka apa yang ada di dalam bukit buatan di dalam rumah bupati tu an utara, Nyonya muda pertama. Tapi, ku rasa kau bisa menanyakan soal pusaka tersebut kepada ayahku di markas besar sekte rusa hitam atau wah ya di markas besar sekte gunung tu karena ayahku akan mengunjungi markas besar sekte gunung tu untuk membahas tentang pernikahan antara aku dengan Kakak Chia Hau Lam ini. " Jawab Nona Li Jiancheng dengan wajah malu melirik ke arah kekasihnya yang menggenggam erat tangannya.


"Wah, kabar gembira yang teramat luar biasa menyenangkan sekali, Nona Li. Aku Tilana amat senang hati menghadiri pesta pernikahan mu dan Tuan Chia. " Kata Tilana kekasih atau calon istri keempat dari Zhang Xiao Long dengan nada bahagia kepada Nona Li Jiancheng.


"Iya, terimakasih Nona Tilana. Aku juga senang kalian bisa menghadiri pesta pernikahan kami di gunung tu sebagai tanda persahabatan antara kami dengan Tuan Besar Zhang Xiao Long ini. " Kata Chia Hau Lam yang menyukai Zhang Xiao Long untuk menjadi sahabatnya.


"Sama-sama saudara Chia. Akupun merasa turut bahagia untukmu dan Nona Li Jiancheng yang juga merupakan sahabatku. " Kata Zhang Xiao Long nada ramah kepada Chia Hau Lam.


Mereka mengikuti langkah Chia Hau Lam dan Li Jiancheng yang menjadi pemandu jalan mereka menuju ke wilayah gunung tu timur dan melihat adanya anak tangga yang curam dan diapit oleh dua jurang yang curam untuk sampai ke wilayah gunung tu timur.


"Wah, ya kami bisa melihat betapa dalamnya dua jurang di sini. " Kata Xiao Feng kekasih hati atau calon istri kelima dari Zhang Xiao Long dengan meremang melihat dua jurang yang curam di dua sisi tangga yang di daki olehnya.


"Pelan-pelan saja menaiki tangga yang menukik tajam dengan ujungnya tak terlihat dari tempat kita saat ini. " Kata Zhang Xiao Long yang telah menunjukkan jalan di anak tangga yang curam itu kepada keempat orang gadisnya yang lebih dahulu naik daripada dirinya dan di depan ada Luo Han yang membantu Nona Li Jiancheng di belakang Chia Hau Lam.


Perjalanan tersebut memakan waktu sekitar lima jam perjalanan untuk mereka tiba di wilayah gunung tu timur yang dapat terlihat adanya pintu gerbang utama ke Sekte Gunung Tu.


"Kakak Seperguruan Chia Hau Lam, kami semua mengucapkan selamat datang kembali di markas besar sekte gunung tu untukmu. " Sapa empat orang murid penjaga sekte gunung tu di pintu gerbang utama ke wilayah sekte gunung tu kepada Chia Hau Lam.


"Ya, terimakasih untuk sambutan hangat dari kalian berempat adik -adik seperguruan ku yang hebat-hebat. Mari perkenalkan Tuan besar ini adalah tamu ku yang ingin berjumpa dengan Guru kita di dalam markas besar sekte gunung tu. " Kata Chia Hau Lam tersenyum ramah dan hangat kepada saudara-saudara seperguruan nya dengan memperkenalkan Zhang Xiao Long kepada para juniornya di pintu gerbang utama ke wilayah sekte gunung tu.


"Ya, selamat datang di wilayah sekte gunung tu untuk Tuan besar Zhang silakan anda ikuti Kak Chia kami untuk anda bisa berjumpa dengan Guru kami di dalam markas besar sekte gunung tu kami. " Kata para anggota sekte gunung tu dengan sikap sopan kepada Zhang Xiao Long.


"Saudara Zhang, mari silakan kau ikuti langkah ku untuk sampai ke aula utama sekte gunung tu untuk kamu bisa berjumpa dengan Guru kami di sana. " Kata Chia Hau Lam tersenyum ramah kepada Zhang Xiao Long.


"Iya,terimakasih Saudara Chia. " Jawab Zhang Xiao Long tersenyum bersahabat kepada Chia Hau Lam lalu mengikuti pemuda sekte gunung tu mendaki tangga dengan ilmu ginkang naga menembus awan mendung sehingga Zhang Xiao Long dan keempat orang gadis serta Lou Han bisa sampai di depan pintu masuk ke dalam aula utama ke sekte gunung tu dalam waktu kurang dari tiga menit saja.


Swooosh!


"Luar biasa mereka berlima..! Apakah mereka benar-benar orang-orang yang bisa di percaya melihat kepandaian yang mereka perlihatkan kepada kita membuktikan bahwa mereka bukanlah orang-orang sembarangan? " Kata para anggota sekte gunung tu di pintu gerbang utama ke wilayah gunung tu dengan termangu melihat gerakan cepat dari Zhang Xiao Long dan kelima orang pengikut pemuda itu.


"Iya, Kakak seperguruan Yun , karena yang paling penting adalah mereka orang-orang yang tidak pernah mengganggu ketenangan kita di sekte gunung tu. " Kata salah seorang dari empat orang anggota sekte gunung tu di pintu gerbang utama ke wilayah gunung tu dengan nada sedikit meragukan tamu-tamu yang di undang masuk ke wilayah gunung tu oleh Chia Hau Lam.


Bersambung!