Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Desa Xiu


Seekor burung garuda emas terlihat menukik ke arah tanah dan sepasang kekasih yang sangat menarik perhatian telah menapak di samping burung garuda emas yang kini kembali terbang di angkasa dan menghilang dalam sekejap saja.


"Desa apakah yang berada di wilayah ini? Aku di buat penasaran dengan keanehan desa ini dari atas punggung garuda emas kita, " kata Zhang Xiao Long memandangi tembok sebuah desa yang menarik perhatiannya.


"Desa kecil di perbatasan antara utara dan barat daya yang di batasi tembok gunung Xue.. " kata Putri Ming Ming di sebelahnya.


"Mmm, baiklah aku ingin melihat dari dekat isi daerah di desa ini sehingga aku tak lagi di buat penasaran oleh keanehannya. " kata Zhang Xiao Long yang melangkahkan sepasang sepatu kulit mahalnya ke arah tembok desa di depannya itu.


"Umm.. Kau sungguh seorang yang sangat ingin tahu sekali ya mengenai yang berhubungan erat dengan wilayah Kekaisaran Naga Merah mu..?? " ucap Putri Ming Ming yang mengikutinya masuk melewati pintu desa dengan sikapnya yang amat anggun sekali.


Begitu mereka berdua telah masuk ke desa itu terlihatlah oleh mereka keadaan yang sedang di alami oleh seluruh penduduk desa tersebut tidak seindah dari luarnya saja sehingga mereka amat terkejut.


"Tolong.. Tolong kami.. " kata salah seorang dari penduduk desa Xue yang merangkak ke arah mereka dengan wajah pria tua itu penuh bisul.


"Tuan dan Nona muda tolong bantu kami para penduduk desa Xue yang sedang mengalami musibah wabah penyakit yang disebabkan oleh sumber air kehidupan kami di sumur belakang desa Xue yang awalnya merupakan mata air yang sehat dan jernih kini berubah menjadi mata air yang berbahaya bagi kesehatan kami.. " kata seorang pria yang wajahnya juga bisul mendekat ke arah mereka.


"Kak Long, kita harus menolong mereka.. " kata Ming Ming dengan nada halus kepada Zhang Xiao Long.


"Tentu saja, Ming Ming. Mari kita berdua saling bekerjasama untuk menolong mereka semua dari penyakit bisul yang aneh itu. " kata Zhang Xiao Long yang segera memeriksa sumber air kehidupan desa Xue dengan petunjuk salah satu dari penduduk desa Xue.


Ming Ming melakukan pengobatan gratis untuk para penduduk desa Xue melalui mengamati denyut nadi, sepasang mata, mulut, hidung dan kedua telinga setiap penduduk desa Xue yang berbaris menunggu giliran mereka.


"Hmm, jangan khawatir karena aku pasti bisa mengobati kalian semua. "kata Putri Ming Ming ramah kepada setiap penduduk desa Xue yang datang untuk mendapatkan pengobatannya di depan rumah salah seorang dari penduduk desa Xue yang tak terpakai lagi.


Zhang Xiao Long yang memeriksa sumber air kehidupan di desa Xue menemukan adanya jentik nyamuk demam berdarah di dalam sumur tersebut. Ia pun segera menutup sumur dan membakarnya.


" Kalian semua tolong lakukan tiga pembersihan terhadap lingkungan desa Xue kalian dimulai dari rumah kalian masing-masing dengan cara mengikuti ku. "kata Zhang Xiao Long dengan nada ramah mengajarkan pola hidup sehat dan bersih kepada para penduduk desa Xue.


Para penduduk desa Xue mengikuti petunjuk dari Zhang Xiao Long yang memerintahkan mereka untuk menguras air di setiap rumah, membuang barang tak terpakai dengan cara dibakar, dan membuat obat pembersih rumah melalui daun- daun obat yang di temukan oleh Zhang Xiao Long di puncak gunung Xue.


Putri Ming Ming membuat obat ramuan untuk mengobati penyakit yang menyerang desa Xue melalui dedaunan yang di dapatkan oleh Zhang Xiao Long di puncak gunung Xue di atas tungku api. Dimana ramuan di rebus terlebih dahulu di dalam mangkuk obat yang di masak dengan memakai kayu bakar.


" Ming Ming, kayu bakar harus kamu perhatikan untuk melihat api besar atau kecil untuk obat bisa terjamin kesehatannya. "kata Zhang Xiao Long mengajari istrinya memasak obat yang benar.


" Emm, baik, terimakasih atas bimbingan mu. "kata Putri Ming Ming mematuhinya.


" Kau memang seorang istri yang baik dan manis sekali. "kata Zhang Xiao Long tersenyum bangga menjadi suaminya Putri Ming Ming.


" Hmm, ya sudah sana kau kerjakan hal yang lain untuk mengurangi penderitaan penduduk desa Xue. "kata Putri Ming Ming mengelus pipi kanan Zhang Xiao Long dengan lembut.


" Ya, aku pergi dulu ke arah sana.. "jawab Zhang Xiao Long mengecup bibir istrinya sekilas lalu membantu para penduduk desa Xue kembali.


Zhang Xiao Long membuatkan rumah-rumah baru untuk para penduduk desa Xue yang layak untuk digunakan untuk tempat tinggal yang nyaman dan Ia juga mengajarkan para penduduk desa Xue membuat sumur air kehidupan yang baru.


Selama tujuh hari tujuh malam Zhang Xiao Long dan Putri Ming Ming bahu membahu menolong para penduduk desa Xue sampai seluruh desa Xue mendapatkan kembali kesehatan,keamanan dan kenyamanan hidup di desa Xue yang baru.


"Terimakasih atas kebaikan Tuan dan Nona Muda atas kepada kami para penduduk desa Xue dan kami sangat beruntung bisa bertemu dengan anda berdua di desa Xue kami sehingga kami semua telah diselamatkan oleh Anda berdua,maka kami akan membalas budi kepada Anda berdua dengan cara mendoakan agar anda berdua selalu sehat dan bahagia seumur hidup anda berdua. "kata para penduduk desa Xue di hari kedelapan bersujud di depan Zhang Xiao Long dan Putri Ming Ming di pintu keluar dari desa Xue yang baru setelah mereka semua telah sehat kembali.


" Iya, sama-sama kamipun senang sekali bisa menolong kalian yang sudah seperti saudara dan saudari kami sendiri. "kata Zhang Xiao Long dan Putri Ming Ming dengan senyum tulus hati kepada para penduduk desa Xue.


Kemudian, mereka berdua meninggalkan desa Xue untuk melanjutkan perjalanan mereka ke arah pegunungan Himalaya yang jaraknya masih sangat jauh bagi mereka berdua.


"Hmm,daerah apa sajakah yang harus kita lalui untuk mencapai pegunungan Himalaya? " tanya Zhang Xiao Long menatap kejauhan dengan telapak tangan di taruh di keningnya pada hari berikutnya.


"Usai kita melewati desa Xue maka kita harus pergi ke kota rumput Xue sebelum kita harus melewati gunung Kun Lun dan sungai tiga warna juga danau angsa putih untuk mencapai tujuan kita yaitu pegunungan Himalaya. " jawab Putri Ming Ming yang melompat ke atas pohon di sisi kanan Zhang Xiao Long.


"Saat ini kita sedang berada di wilayah Xue an selatan karena aku bisa melihat bangunan yang berada di dalam kota Xue An dari sini.. " kata Zhang Xiao Long yang berdiri di atas bukit kaki burung Phoenix hijau usai mereka berdua telah meninggalkan desa Xue.


"Benar, dan kota itu adalah daerah kekuasaan Raja Muda Xue Yang. " kata Putri Ming Ming di atas pohon sambil makan buah persik dengan sikap santai sekali.


"Kakak Long yang baik dan tampan jangan kau tatapan aku seperti aku ini gadis yang terlalu banyak tahu dalam segala hal daripada kamu. " kata Putri Ming Ming nada manja sekali kepada Zhang Xiao Long seraya melompat ke dalam pelukan Zhang Xiao Long.


"Hmm, karena aku mencintaimu sehingga aku ingin tahu banyak hal tentang dirimu lebih baik lagi, selain itu juga aku ingin tahu daerah Barat dengan lebih jelas darimu yang telah aku ketahui tentang pengalaman mu bersama kakakmu di seluruh dunia persilatan jauh sebelum diriku ikut campur tangan dengan urusan dunia persilatan yang sekarang menjadi tanggungjawab aku yang menjadi penguasa di wilayah daratan besar yang sekarang ini. " jawab Zhang Xiao Long menggigit bibir istrinya dengan gemas dengan sikap manja istrinya ini.


"Baiklah, aku beritahu kau mengenai Raja muda Xue Yang yang merupakan salah seorang dari lima penguasa daerah barat daya di pintu masuk ke wilayah pegunungan Himalaya dan dia itu adalah pemimpin sekte singa bulu emas yang sangat terkenal di wilayahnya. Dia mempunyai banyak istri, anak dan cucu yang salah seorang dari anaknya sangatlah terkenal dengan julukan si macan tutul Xue Zhuang yang usianya masih muda sebaya dengan mu. " kata Putri Ming Ming memberitahukan tentang Raja muda Xue Yang kepada Zhang Xiao Long secara detail sekali.


"Emm, Xue Zhuang itu sainganku kah? " tanya Zhang Xiao Long mengernyitkan dahinya melihat ekspresi wajah istrinya yang bercerita tentang Xue Zhuang seperti seorang wanita yang kagum dengan kehebatan seorang laki-laki.


"Iya, dia itu mengincar diriku sejak lama yaitu semenjak aku berpetualang seorang diri ke seluruh dunia persilatan daratan besar setelah aku tahu identitas asli ku dari mendiang guruku di sekte Gobi pai cabang kota kayu manis. " jawab Putri Ming Ming yang tatapannya tampak mengenang masa lalunya yang terlihat oleh Zhang Xiao Long.


"Jangan pernah kamu bilang kamu mengingat Bi Guan laki-laki yang dahulu pernah dan hampir menikahimu pada saat ini.. " kata Zhang Xiao Long nada keras secara tiba-tiba kepada Putri Ming Ming yang sadar dan melihat suaminya di depannya terlihat cemberut.


"Ahh, aku tidak bilang aku mengingat Bi Guan. " kata Putri Ming Ming cepat minta maaf kepada Zhang Xiao Long yang sifat cemburu begitu besar sekali.


"Kalau begitu kau sedang mengingat siapa di lamunan tadi? " tanya Zhang Xiao Long yang kini berjalan dengan cepat menahan emosinya tanpa menunggu istrinya yang terkejut dengan sikap marahnya itu.


"Kak Long, aku tidak mengingat siapapun di lamunan ku tadi.. " jawab Putri Ming Ming yang langsung mengejar suaminya yang menolak di raih jemari tangannya olehnya.


"Aku tidak mau kamu memikirkan laki-laki lain di masa lalu mu karena kamu sekarang telah jadi istri ku, Ming Ming. Aku laki-laki normal yang tidak bisa tidak marah dan cemburu bila istrinya masih teringat tentang laki-laki di masa lalu istrinya sendiri. " kata Zhang Xiao Long dengan sikap ketus kepada Putri Ming Ming yang luar biasa kebingungan menghadapi emosinya.


Di saat yang bersamaan sekelompok orang telah mendatangi mereka berdua di tengah jalan ke arah kota Xue an selatan dan kelompok itu di pimpin oleh seorang pria muda sangat tampan yang berkuda dengan gagah perkasa dengan senyuman yang ditujukan kepada Putri Ming Ming secara langsung tanpa menghiraukan sinar mata Zhang Xiao Long yang terkejut dengan sikap pemuda itu terhadapnya.


"Putri Ming Ming, aku sudah lama menunggumu untuk datang ke kota Xue an selatan untuk temui aku sahabat dekatmu. " Kata Raja muda Xue Yang melompat turun dari kudanya dan ingin maju untuk menyapa Putri Ming Ming namun ia di halangi oleh Zhang Xiao Long yang menarik tangan Putri Ming Ming lalu memindahkan posisi istrinya dari depan ke belakangnya.


"Emm.. " gumam Zhang Xiao Long menatap ke arah Raja muda Xue Yang.


"Kau siapakah yang menghalangi jalanku untuk menyapa sahabat ku sendiri? " tanya Raja muda Xue Yang mengerutkan keningnya kepada Zhang Xiao Long.


"Aku Zhang Xiao Long suaminya. " jawab Zhang Xiao Long nada lantang.


"Oh, kau pasti Tuan Bi Guan? Ah pantas saja kau emosi sekali.. " kata Raja muda Xue Yang telah mengangkat kedua tangannya dan menunjukkan wajah meminta maaf kepada Zhang Xiao Long.


" Aku bukan Bi Guan tetapi aku Zhang Xiao Long suaminya yang sebenarnya. "kata Zhang Xiao Long meluruskan.


" Ahh, ya ya, Tuan Bi Guan, aku takkan menyapa istrimu dengan sikap tak sopan. "kata Raja muda Xue Yang mengira kalau Zhang Xiao Long itu adalah Bi Guan.


" Sudah ku katakan aku Zhang Xiao Long bukan Bi Guan..Ahh, kau tuli kah? " tanya Zhang Xiao Long yang tangannya di sentuh oleh Putri Ming Ming di belakangnya.


"Dia bukan tuli tapi dia memang orang yang luar biasa sulit untuk mempercayai orang yang baru di lihatnya. " jawab Putri Ming Ming halus untuk meredakan emosi Zhang Xiao Long yang kesal kepada Raja muda Xue Yang.


"Aku juga tidak suka mempercayai orang yang baru aku temui apalagi kalau orang itu pura-pura tidak mengerti perkataan ku yang menjelaskan bahwa aku adalah aku bukan orang lain yang busuknya minta ampun. " kata Zhang Xiao Long nada dingin kepada Putri Ming Ming.


"Iya, aku tahu. Kau jangan berkata dingin seperti itu kepada ku. " kata Putri Ming Ming nada galak kepada Zhang Xiao Long.


"Putri Ming Ming, aku ingin minta penjelasan dari mu mengenai peta wilayah pegunungan Kunlun yang pernah kamu miliki dari kakak kembarmu. " kata Raja muda Xue Yang dengan sikap yang menunjukkan bahwa dirinya lebih mengenal Putri Ming Ming daripada Zhang Xiao Long yang mengaku sebagai suami Putri Ming Ming.


"Kita akan bicara soal penting ini di istanamu saja di kota Xue an selatan. " kata Putri Ming Ming nada tenang.


"Baik, mari kita segera masuk ke kota ku. " kata Raja muda Xue Yang telah melompat ke kuda nya lagi lalu memimpin pasukan kembali ke kota Xue an selatan.


"Hmmm.. Aku tak suka dia.. " kata Zhang Xiao Long muram sambil membiarkan tangannya di raih Putri Ming Ming yang mengajaknya masuk ke kota Xue an selatan dengan ilmu ginkang garuda emas milik istrinya sendiri.


Brrrr!!


Bersambung!!