Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Pertempuran Di Dua Tempat Yang Berbeda Bagian 2.


Sesampainya Zhang Xiao Long,Tan Tan Ling Ming, Raja Lin Mo Lang, Nona Lin Chi Ying, Lupa Huang Ding dan para pendekar di pulau beruang utara. Mereka telah masuk perangkap dari pihak musuh mereka yang dipimpin langsung oleh Chen Wai Ting sang pengkhianat sekte Thai San Pai dan sekte Kun Lun Pai yang sekarang telah mengurung mereka di rumah tamu.


"Bajingan marga Chen itu harus lebih dulu kita basmi secepatnya agar kebencian kita terhadap orang itu bisa terselesaikan dengan sempurna.. " kata para pendekar sekte Thai San Pai dengan nada bengis kepada Chen Wai Ting yang berdiri di luar rumah tamu.


"Biar kami yang membunuhnya untuk sakit hati kami dapat terbalaskan dengan sempurna.." kata Sekte Kun Lun Pai yang telah menyerang maju dengan sejumlah pedang mereka menghunus ke arah Chen Wai Ting dengan bernafsu ingin sekali menghabisi pengkhianat itu.


Wusshhh!


Chen Wai Ting menggerakkan tongkat giok di tangan kanannya dengan gerakan cepat sekali sehingga sejumlah pedang milik para pendekar Sekte Kun Lun Pai runtuh di tanah.


Trangg!


Trangg!


Trangg!


Lalu sejumlah pedang itu di hempaskan dengan lambaian tongkatnya yang menggunakan ilmu sinkang badai salju menghantam bumi sehingga sejumlah pedang melayang kembali ke arah para pendekar sekte Kun Lun Pai.


Wutzzz!


Werrrrr!


Zhang Xiao Long berkelebat cepat dengan ujung lengan pakaiannya berkibar-kibar menerjang ke arah sejumlah pedang yang melayang kembali ke arah para pendekar sekte Kun Lun Pai telah berbalik arah ke arah Chen Wai Ting yang kaget melihat kecepatan terjangan sejumlah pedang itu yang telah di balikan kearahnya oleh pemuda berambut panjang warna putih namun tampan luar biasa.


Bettzzz!


Chen Wai Ting dengan sigap melesat cepat dan menggerakkan tongkatnya untuk menangkis tiap serangan-serangan sejumlah pedang itu yang langsung hancur berkeping-keping oleh benturan tongkatnya.


Cranggg!


"Lancang kau setan cilik ku bunuh kauuu...! " hardik Chen Wai Ting yang menerjang maju ke arah Zhang Xiao Long dengan tongkatnya telah bergerak ke sekitar Zhang Xiao Long yang juga menangkisnya dengan pedang naga merah yang belum dikeluarkan dari sarungnya.


Trangg!


Trangg!


Trangg!


Terjadilah benturan antara pedang naga merah di tangan Zhang Xiao Long dengan tongkat d8 di tangan Chen Wai Ting yang membuat keduanya terkejut dengan ilmu silat dari lawan mereka masing-masing.


"Chen Wai Ting, ternyata kau lumayan juga untuk hiburan ku.. " kata Zhang Xiao Long nada santai kepada Chen Wai Ting yang melotot.


"Kurang ajar kau memandang rendah aku..! Lihat serangan ku..! " hardik Chen Wai Ting yang telah menyerang kembali dengan ilmu pedang tongkat awan emas yang membuat tongkatnya bersinar- sinar terang benderang membendung Zhang Xiao Long yang segera membalas serangannya itu dengan ilmu pedang naga merah yang telah menghancurkan sinar -sinar emas dari tongkat di tangan Chen Wai Ting.


Blashh!


Chen Wai Ting mengubah ilmu silatnya dengan ilmu lain yang dimilikinya itu melalui tongkatnya yang dapat berjumlah banyak dan disertai hawa dingin yang membekukan sekitar pulau beruang utara.


Wuttzzz!


Wutttzzzz!


Wutttzzzz!


Zhang Xiao Long menggerakkan telapak tangan kanannya yang mengerahkan ilmu sinkang arak sakti yang diarahkannya ke arah tongkat Chen Wai Ting sehingga ia dapat menghancurkan ilmu tongkat badai salju milik Chen Wai Ting.


Desss!


Chen Wai Ting terdorong jauh dari tempatnya di luar rumah tamu, dimana ia harus berhadapan dengan Zhang Xiao Long yang menghadapi para pasukannya dengan tenang sekali yaitu pemuda tampan itu hanyalah menggerakkan pedangnya tanpa harus dikeluarkan dari sarungnya telah meruntuhkan semua pasukannya yang seperti di terjang badai tsunami saja.


Trang!


Trang!


Trang!


Trang!


Bresss!


Duk!


Tan Tan Ling Ming melayang dari pundak Zhang Xiao Long dengan pedangnya yang langsung di arahkan kepada seorang wanita cantik jelita di samping Chen Wai Ting sehingga wanita cantik jelita itu segera menyambutnya dengan pedang tipis sekali.


Wushhh!


Wuutzzz!


Trang!!


"Wanita Iblis rendahan berani kau menyerangku, Ratu Pulau Beruang Utara..! " hardik wanita cantik jelita itu yang telah menyambut serangan pedang Tan Tan Ling Ming yang bergerak terus menerus ke arah dirinya itu dengan pedang tipis yang segera menangkis tiap serangan-serangan maut yang diluncurkan oleh Tan Tan Ling Ming kepadanya.


Trangg!


Trangg!


Trang!


Trangg!


Raja Lin Mo Lang melompat dengan kecepatan kilat yang disertai dengan pedangnya yang telah menyerang lima orang anggota sekte pulau beruang Utara di dalam rumah tamu dengan ilmu pedang Suku Lin.


Wutzzz!


Trang!


Trang!


Trang!


"Lin Mo Lang terimalah ajalmu di tangan kami para anggota sekte pulau beruang Utara tingkat lima..! " hardik lima orang anggota sekte pulau beruang Utara yang menghadapi serangan maut pedang Suku Lin milik Raja Lin Mo Lang dengan lihai sekali sampai pedang Suku Lin harus lebih lihai lagi dalam menghadapi serangan-serangan lima tongkat perak milik lima orang anggota sekte pulau beruang Utara.


Wettzzz!


Trangg!


Trangg!


Trangg!


Nona Lin Chi Ying menggerakkan pecutnya yang menyerang sejumlah pasukan sekte pulau beruang Utara lainnya yang menerjang masuk ke dalam rumah tamu dengan menggunakan ekor ular anaconda yang ukurannya raksasa sampai Nona Lin Chi Ying harus menggunakan ilmu meringankan tubuhnya agar ular anaconda itu tak mencaplok dirinya.


Tar!


Tarrr!


Wettzzz!


Wettzzz!


Luo Huang Ding dengan ilmu pedang Suku Luo menyerang ular anaconda yang ingin mencaplok kekasihnya sehingga pemuda tampan itu sendiri yang telah ditelan hidup-hidup oleh ular raksasa itu.


"Manusia -manusia bejat.. Ku habisi kaliannnn..! " hardik Tan Tan Ling Ming yang memutar pedang dengan ilmu pedang merak emas yang membuat pedangnya berkelebatan cepat dan menebas habis tubuh kekasih Chen Wai Ting.


Crakk!!


Crakk!


Lalu Tan Tan Ling Ming melesat cepat ke arah Lin Chi Ying untuk membantu Lin Chi Ying dalam menghadapi ular anaconda dan sejumlah besar anggota sekte pulau beruang Utara yang telah menerobos masuk ke dalam rumah tamu.


Wushh!


"Ling Ming, berhati-hatilah dalam menghadapi ular anaconda itu.. " kata Zhang Xiao Long cepat memberikan arahan kepada Tan Tan Ling Ming sambil menghadapi serangkaian serangan maut dari Chen Wai Ting yang mengerahkan ilmu tapak rajawali Iblis yang membuat kedua tangan pemuda tampan namun sadis itu membentuk sepasang cakar yang runcing sekali dan beracun ganas ke arah Zhang Xiao Long.


Wettzzz!


Zhang Xiao Long menangkis tiap serangan- serangan maut itu dengan ilmu sinkang arak sakti dan ilmu sinkang bunga harum sakti secara bergantian di kedua telapak tangannya sehingga serangan-serangan maut dari Chen Wai Ting itu berhasil di halau dengan sempurna olehnya.


Plakk!


Plakk!


Plakk!


Plakk!


Chen Wai Ting mendengus kesal karena semua serangan-serangannya terhadap Zhang Xiao Long berhasil dikalahkan oleh Zhang Xiao Long dengan hebatnya sehingga ia langsung gunakan ilmu sinkang tapak racun anaconda yang ganas ke arah dada Zhang Xiao Long yang terbuka.


Wutttzzzz!


Zhang Xiao Long mengerahkan ilmu sinkang naga merah dengan kedua telapak tangannya di depan dadanya begitu melihat ilmu sinkang tapak racun anaconda telah dikeluarkan oleh Chen Wai Ting untuk membunuhnya.


Desss!


Bruakk!


Chen Wai Ting terjengkang ke belakang dalam keadaan tak bernyawa lagi karena serangannya telah membalik kearahnya dan menghancurkan isi dalam tubuhnya oleh serangan-serangan dari Zhang Xiao Long dengan sempurna.


Zhang Xiao Long berkelebatan cepat disekitar para anggota sekte pulau beruang Utara yang mengelilingi dirinya dengan telapak tangannya itu menampar pelipis, dada, perut, dan belakang kepala para anggota sekte pulau beruang Utara di sekitarnya sehingga para anggota sekte pulau beruang Utara tewas dalam serangan mautnya.


Plak!


Plakk!


Plakk!


Zhang Xiao Long melesat cepat kembali ke arah rumah tamu untuk membantu Tan Tan Ling Ming dan Lin Chi Ying yang sudah mengalami luka di sekitar tubuh mereka berdua karena ular ganas itu menggerakkan tubuhnya yang raksasa itu ke arah kedua orang wanita cantik jelita sehingga kedua orang wanita cantik jelita itu terpelanting ke lantai dan di kurung oleh lilitan tubuh raksasa ular anaconda itu dan ular-ular warna belang -belang yang dipanggil oleh para anggota sekte pulau beruang Utara untuk menyerang kedua orang wanita cantik jelita itu di rumah tamu.


"Laknat kalian semua..! " hardik Zhang Xiao Long yang langsung mengerahkan ilmu sinkang lidah naga merah dengan kedua telapak tangannya di arahkan langsung ke arah para anggota sekte pulau beruang Utara dan ular-ular belang- belang juga ular anaconda yang ingin mencaplok Tan Tan Ling Ming dan Lin Chi Ying sekaligus.


Bresss!


"Argghhh!" pekik kematian para anggota sekte pulau beruang Utara yang terkena ilmu sinkang lidah naga merah milik Zhang Xiao Long.


Bruakk!


Ular anaconda dan ular-ular belang -belang yang berada di sekitar Tan Tan Ling Ming dan Lin Chi Ying hancur berkeping-keping oleh serangan maut dari Zhang Xiao Long.


"Ling Ming.. " panggil Zhang Xiao Long memeluk istrinya dan memeriksa keadaan fisik istrinya.


"Kak Long, aku.. Aku mau kamu menjaga Li Yun Chu putri kita bersama Ming Ming -mu.. Aku Tan Tan Ling Ming akan selalu mendoakan hidupmu selalu bahagia dan terlindungi dari marabahaya yang mengincarmu dan Amira Ming dari langit.. Aku.. Aku mencintaimu dengan sepenuh jiwa dan raga ku. Ahh... " kata Tan Tan Ling Ming yang akhirnya menghembuskan napas terakhir di pelukan Zhang Xiao Long.


"Ling Ming.. Oh.. Ling Ming.. " kata Zhang Xiao Long mendekap jenazah istrinya.


"Chi Ying.. " panggil Raja Lin Mo Lang yang telah mengangkat tubuh putrinya yang berlumuran darah dan tak lagi bernyawa dari lantai.


"Pendekar Naga Merah dan Raja Lin Mo Lang.., kami mengucapkan turut berdukacita atas meninggalnya istri dan putri kalian berdua tapi mereka sungguh pahlawan nasional Kekaisaran Naga Merah telah menyelamatkan bangsa ini dari manusia-manusia tidak tahu diri itu dengan perjuangan mereka yang luarbiasa.. " kata para pendekar sekte Thai San Pai dan sekte Kun Lun Pai yang tersisa telah mendatangi mereka di dalam rumah tamu.


"Iya, para Enghiong yang terhormat.. Aku Zhang Xiao Long tidak akan pernah melupakan jasa kalian semua untuk Kekaisaran Naga merah di pulau ini dan aku bersumpah untuk membuatkan Monumen nasional untuk mengenang jasa-jasa kalian semua termasuk jasa-jasa istriku dan Nona Lin Chi Ying di seluruh wilayah Kekaisaran Naga Merah kita cintai. " kata Zhang Xiao Long nada serius kepada para pendekar itu dan Raja Lin Mo Lang.


"Pendekar, hal itu akan bisa dilakukan setelah kita pulang dari misi di perairan Utara dan ada satu musuh yang masih hidup yang harus kita bunuh untuk masa depan gemilang bagi negeri kita cintai ini. " kata Raja Lin Mo Lang yang telah teringat tentang Raja Yu Hian Kim Raja Pulau Beruang Utara yang telah menghilang dari pulau tersebut kepada Zhang Xiao Long.


"Aku akan menyelesaikannya dengan caraku sendiri yaitu aku akan menantang bertanding secara jantan di atas permukaan laut Utara yang merupakan pintu pulau Naga Giok sekarang juga karena aku yakin bahwa dia sudah menungguku di sana," kata Zhang Xiao Long dengan sikap dan nada tenang sekali sambil mengangkat jenazah istrinya untuk dibawa ke kapal laut Naga Merah air sejati yang berada di tepi pantai timur pulau beruang Utara.


"Pendekar, izinkanlah kami menjadi saksi mata dalam pertarungan antara Anda dengan Raja Yu Hian Kim agar kami bisa mencatatkan peristiwa hebat di sepanjang sejarah Kekaisaran Naga Merah di benak kami sebagai rakyat Anda yang tentunya akan mencatatnya di buku sejarah negara kita cintai.. " kata Raja Lin Mo Lang dan para pendekar dengan sikap hormat kepada Zhang Xiao Long.


"Baiklah, ku izinkan kalian untuk menjadi saksi mata tapi ku minta kalian jangan ikut campur urusan ku dengan Raja Yu Hian Kim agar kami berdua dapat membuktikan siapakah diantara kami berdua yang pantas untuk menjadi Kaisar penguasa wilayah daratan besar. " kata Zhang Xiao Long dengan nada tegas kepada Raja Lin Mo Lang dan para pendekar.


"Siap, Paduka hamba semua akan mematuhi perintah dari Anda...!"jawab Raja Lin Mo Lang dan para pendekar di seluruh dunia persilatan daratan besar yang bergabung dengan para pendekar sekte Thai San Pai dan para pendekar sekte Kun Lun Pai dengan nada serentak kepada Zhang Xiao Long.


" Baik.. Mari kita berangkat ke perairan laut Utara yang jaraknya sekitar lima ratus li dari pulau ini dengan kapal laut ku.. "kata Zhang Xiao Long di hadapan Raja Lin Mo Lang dan para pendekar.


" Yang Mulia, ada seekor burung garuda emas di langit beterbangan di atas kepala Anda seakan- akan melindungi diri Anda dari sinar matahari yang sangat panas. "kata Raja Lin Mo Lang yang terlihat kagum dengan keindahan sayap- sayap burung garuda emas di langit.


" Ming Ming.. "panggil Zhang Xiao Long lembut ke arah langit biru di atas kepalanya dan seorang gadis remaja yang luarbiasa cantik jelita telah meluncur turun dari atas burung garuda emas ke atas tanah pasir pantai timur pulau beruang Utara dengan anggun.


" Aku awalnya tak ingin menyusulmu ke pulau ini namun Aku tak pernah bisa tak menemanimu untuk menjadi saksi mata seperti mereka semua dalam menghadapi ular tua seperti Raja Yu Hian Kim. "kata Ratu Amira Ming dengan senyuman yang begitu mempesona Zhang Xiao Long.


" Tapi, bagaimana dengan keadaan di rumah kita juga kamu sendiri yang tidak lagi mempunyai ilmu sinkang dan ilmu silat? " tanya Zhang Xiao Long dengan cemas kepada Amira Ming.


"Rumah sudah aman dari bakteri dan virus yang mengganggu ketenangan rumah kita olehku dan para sahabat hebatmu juga ayah angkatku yang luarbiasa hebatnya.Dan, kalau mengenai ilmu sinkang dan ilmu silatku?, kamu tak perlu cemas karena keduanya sudah kembali kepada-Ku. " jawab Amira Ming dengan senyumannya kepada Zhang Xiao Long.


"Tunggu, bagaimana cara mu mendapatkan ilmu sinkang dan ilmu silatmu? " tanya Zhang Xiao Long dengan tatapannya yang mengkhawatirkan istrinya itu.


"Melalui buku akademik yang pernah aku pelajari dari pulau abadi kakaku yang menuliskan bahwa ilmu sinkang dan ilmu silat atau ilmu apapun bisa hilang dari kita tetapi otak,kemampuan dan bakat juga kemauan kita takkan pernah bisa hilang jika kita mau menggunakannya untuk kita bisa lebih baik dalam segala hal di dunia ini di dalam hidup kita termasuk ilmu sinkang dan ilmu silat di dalam diri kita sendiri. " jawab Amira Ming yang membisikkan tentang pil bunga Xia Merah muda yang diberikan oleh mendiang Luo Song Yi ibu kandung Zhang Xiao Long saat Amira Ming masih bayi telah melindungi seluruh darah, organ tubuh juga syaraf Amira Ming yang membuat ilmu sinkang dan ilmu silat Amira Ming kembali dengan sempurna secara otomatis.


"Eiii, kenapa aku tidak tahu soal kemampuan pil bunga Xia merah muda kepunyaan ibuku? " tanya Zhang Xiao Long melingkarkan lengannya di pinggang kecil Amira Ming.


"Rahasia kaum wanita yang tak bisa dibocorkan kepada kaum pria. " jawab Amira Ming cerdas.


"Ehhh, jangan main-main rahasia denganku yang menjadi suamimu sendiri.. " kata Zhang Xiao Long dengan menatap tajam istrinya yang malah tertawa tidak takut padanya.


"Tak ada gunanya kamu menatap tajam kepada ku, Kak Long. Aku tahu kamu hanya berpura-pura marah kepadaku juga kau tak mungkin tidak tahu rahasia kaum wanita dengan kamu hidup di kelilingi wanita-wanita di sekitarmu selama ini. " kata Amira Ming yang membalikkan badannya menghadap ke kapal laut naga Merah air sejati di depan sepasang mata mereka.


"Tidak, untuk terakhir kali ini Ming Ming karena aku hanya ingin dirimu seumur hidupku sesuai dengan keinginan hatiku dan mendiang ibuku yang ingin aku hanya mencintaimu seorang dan menjagamu seumur hidupku, dan lagipula aku hanya ingin memberikan seluruh hatiku dan juga hidupku untuk mencintaimu seperti diriku ini mencintai rakyatku dan seluruh negeri yang kita cintai yaitu Kekaisaran Naga Merah. " kata Zhang Xiao Long dengan ketulusan hatinya dan kelembutan yang dimilikinya telah dia berikan sepenuhnya kepada Amira Ming seorang melalui suaranya yang begitu lembut dan sikapnya yang tegas dan agung kepada Amira Ming.


"Kak Long, Aku mempercayaimu.. " kata Amira Ming membalikkan badannya kembali untuk ia bisa menghadapi Zhang Xiao Long lalu memeluk Zhang Xiao Long dengan kasih sayang tulus dan cinta yang sesungguhnya yang hanyalah bisa dirasakan oleh Zhang Xiao Long seorang melalui pelukannya itu.


"Ming Ming.. " panggil Zhang Xiao Long lembut di telinga Amira Ming.


Raja Lin Mo Lang dan para pendekar telah naik ke kapal laut lebih dulu sebelum mereka berdua untuk memberikan waktu untuk mereka berdua bisa saling mengungkapkan rasa di dalam diri mereka masing-masing.


"Kak Long, Aku minta maaf karena Aku tak bisa melindungi bayi ketiga di rahimku karena aku harus melindungi mereka yang berada di rumah kita dari bakteri dan virus yang laknat Chen Yu Long dan kawan-kawannya meskipun aku tak bisa melindungi Nalan Yan Ran dan Kim Hwee Li -mu juga yang menjadi korban dalam melindungi Kekaisaran Naga Merah kita dari bakteri dan virus yang membahayakan Kekaisaran kita." kata Amira Ming menceritakan tentang penyerbuan Chen Yu Long dan pasukan di istana Kekaisaran Naga Merah kepada Zhang Xiao Long dengan lengkap di tepi pantai timur pulau beruang Utara, dan Zhang Xiao Long memeluknya dengan erat.


"Aku tak pernah menyalahkan kamu, justru Aku sangat berterimakasih karena kamu telah jujur kepadaku dan melindungi Kekaisaran Naga Merah dengan luarbiasa, Ming Ming. Aku tahu bahwa takdir yang menuntunku untuk melewati proses kehidupan yang penuh darah dari orang- orang yang ku sayangi untuk menjadikan negeri kita sebagai negeri paling hebat di dunia ini. Aku menghargai perjuangan mereka bersamaku dan kau juga selalu Aku ingat tentang jasa-jasamu sebagai wanitaku yang paling tangguh. " kata Zhang Xiao Long tersenyum menenangkan hati dan pikiran Amira Ming yang menangis di dalam pelukannya.


"Kak Long..Kau sungguh baik sekali.. " kata Amira Ming menumpahkan airmata di bahu kuat Zhang Xiao Long.


Zhang Xiao Long mempererat pelukannya untuk Amira Ming merasakan ketenangan darinya dan ia juga bisa merasakan kehadiran wanita yang paling berarti di dalam hidupnya berada di dalam pelukannya.


Bersambung!!