Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Kota Kecil Tu An Selatan Bagian Lima.


Keesokan harinya Zhang Xiao Long telah keluar dari rumah penginapan tempatnya menginap di kota kecil tu an selatan.Pemuda ini berjalan di depan keempat orang gadisnya yang juga telah menyamar sebagai empat orang pemuda sekte Pengemis Bunga Teratai Merah yang berasal dari Kerajaan Dalibisi sesuai petunjuk dari Zhang Xiao Long untuk mereka berempat. Sedangkan, Lou Han bertugas sebagai seorang pemuda dari sekte rusa putih yang menjadi salah satu dari tiga bersaudara seperguruan dengan sekte rusa hitam di kota kecil tu an selatan.


Mereka berbaris untuk masuk ke dalam gedung baru walikota kota kecil tu an selatan dengan menyodorkan kartu undangan mereka masing- masing kepada pihak penyelenggaraan acara tersebut di pintu gerbang utama ke gedung baru walikota kota kecil tu an selatan.


Lalu, mereka mendapatkan tempat duduk di ruangan dalam gedung baru walikota kota kecil tu an selatan. Zhang Xiao Long mengamati tiap tamu yang hadir di acara tersebut dan Ia juga melihat orang-orang yang kemarin siang di lihat nya di rumah makan sebrang penginapannya. Ia tersenyum senang melihat kedua sekte terbesar di kota kecil tu an selatan telah berkumpul di gedung baru walikota kota kecil tu an selatan dengan senyuman tak sabar untuk menunggu acara di mulai dengan walikota kota kecil tu an selatan akan memberikan kata sambutannya kepada para tamu undangan yang hadir di acara tersebut.


"Para hadirin sekalian saya ucapkan terimakasih atas waktu yang telah anda sekalian luangkan untuk hadir di acara peresmian gedung baru saya untuk saya bisa lebih baik dalam bekerja sebagai pelayan masyarakat di kota kecil tu an selatan. Saya juga ingin memperkenalkan calon menantu saya yang hebat ini untuk saya calonkan sebagai wakil saya." Kata walikota kota kecil tu an selatan dengan senyuman ramah kepada para tamunya seraya memperkenalkan pemuda tampan yang membawa pedang yang menarik perhatian dari Zhang Xiao Long sejak kemarin dan pemuda ini berdiri dengan sopan seraya memberikan hormat kepada para tamu undangan acara tersebut.


"Tuan Walikota Tu, calon menantu mu ini kenapa aku melihatnya bukan seorang pria baik-baik yang pantas untuk mendampingi hidup putri mu yang terhormat di kota kecil tu an selatan? " Kata seorang pemuda yang tak lain adalah murid- murid dari sekte rusa hitam yang sengaja sekali untuk membuat kekacauan di acara peresmian gedung baru walikota kota kecil tu an selatan yang sangat penting bagi Walikota Tu.


"Hei, kau jangan bicara sembarangan tentang calon suami ku ya? " Kata putri dari walikota tu an selatan yang menuding telunjuknya dengan marah kepada pemuda yang telah menghina calon suaminya itu.


"Ling Ling, kau jangan mendengarkan ocehan tak jelas dari orang tak tahu diri ini. " Kata Yang Kun dengan senyuman menenangkan hati gadis yang menjadi tunangannya itu.


"Iya, Kak Kun. Aku tak akan pernah mempercayai ocehan orang yang ingin merusak kebahagiaan kita. " Kata Tu Ling Ling putri dari walikota tu an selatan yang tersenyum manis kepada Yang Kun pemuda sekte musang tu an selatan yang berdiri di samping kanan gadis itu.


"Terimakasih untuk kepercayaan mu untuk ku, Adik Ling. " Kata Yang Kun menyentuh dagu halus tunangannya dengan jemarinya yang telah membuat wajah jelita itu tersipu malu terhadap nya.


Walikota tu an selatan pun memerintahkan para pengawal pribadinya untuk menangkap pemuda sekte rusa hitam yang telah mengatakan hal buruk tentang calon menantunya itu.


"Kalian tangkap orang itu dan masukan dia ke dalam penjara karena dia telah berani menghina calon menantu ku. " Kata walikota tu an selatan kepada para pasukan keamanan kota kecil tu an selatan yang segera melaksanakan perintahnya.


Tetapi, pemuda sekte rusa hitam telah bersiul memanggil sejumlah besar sekte rusa hitam yang segera menyerbu gedung baru walikota kota kecil tu an selatan dengan serentak.


Brrrrrr!


" Heii, siapakah mereka yang telah berani untuk mengacaukan acara peresmian gedung baru ku? "Tanya walikota kota kecil tu an selatan yang telah terperanjat dengan kedatangan sejumlah besar orang yang bersenjata pedang tajam yang langsung berhadapan dengan sejumlah besar orang yang tak pernah di kenalnya itu.


Swooosh!


Trang!


Para anggota sekte rusa hitam menerjang para anggota sekte musang tu an selatan yang berada di dekat podium walikota kota kecil tu an selatan dengan ilmu pedang sekte rusa hitam yang langsung di balas oleh para sekte musang tu an selatan dengan ilmu pedang mereka yang tak kalah hebatnya.


Trang!


Trang!


Trang!


Swooosh!


" Hai, mau pergi kemana kamu Tuan Yang?Kenapa kamu diam-diam meninggalkan calon istri dan ayah mertua mu yang sedang dalam keadaan berbahaya dengan kedatangan para pengacau di acara peresmian gedung baru nya?" Tanya Zhang Xiao Long berdiri di depan Yang Kun dengan sikap tenang yang kaget dengan kehadiran seorang pemuda yang tidak pernah di kenalnya itu di depan pintu masuk ke rumah walikota kota kecil tu an selatan.


"Kau siapakah yang begitu lancang menghalangi jalanku ke rumah calon ayah mertua ku yang telah kamu ketahui bahwa aku calon menantu dari walikota kota kecil tu an selatan penguasa kota ini? " Tanya Yang Kun mendelik marah kepada pemuda yang tidak pernah dikenalnya itu yang berdiri di depan matanya dengan sikap tak menghormatinya sama sekali.


"Aku Zhang Xiao Long yang ingin nyawamu jika kamu bersikeras untuk menolak memberikan pedang mu itu kepada ku." Jawab Zhang Xiao Long yang telah mengerahkan ilmu silat tinju mabuk ke arah Yang Kun yang cepat menangkis serangannya dengan telapak tangan pemuda sekte musang tu an selatan membentuk gigi runcing musang yang mengarah ke tengkuknya.


Wutttzzzz!


Zhang Xiao Long bergerak dengan lincah sekali sampai Yang Kun terpekik kaget sekali karena ujung sepatu Zhang Xiao Long tahu -tahu telah menendang rahangnya hingga remuk dan jari tengah Zhang Xiao Long telah menancap pelipis kanannya hingga berlubang.


Dukk!


Cus!


Zhang Xiao Long menangkap pedang di tangan Yang Kun sebelum pedang itu terjatuh ke tanah dan nyaris di rebut oleh seorang pemuda sekte rusa hitam yang menyerangnya dengan pedang yang sangat tajam juga.


Namun Zhang Xiao Long tidak gentar dan takut sama sekali karena pedang yang di mainkan oleh pemuda sekte rusa hitam tidaklah sehebat dugaannya, maka ia dengan tenang sekali hanya menggunakan tiupan ilmu arak sakti dari mulut nya saja pemuda sekte rusa hitam langsung terjengkang dan tewas dengan wajah berlubang.


Puhhh!


"Kak Long, berikan pedangnya untuk ku. " Kata Xiao Feng yang telah datang ke depan pintu rumah walikota kota kecil tu an selatan dengan ketiga orang gadis cantik jelita lainnya yang kini tersenyum manis untuk mereka bersama-sama masuk ke dalam rumah walikota kota kecil tu an selatan untuk mereka bersama-sama mencari dua buah pusaka kedua sekte terbesar di kota kecil tu an selatan untuk satu tujuan utama mereka adalah memancing datangnya kedua orang ketua sekte terbesar di kota kecil tu an selatan di gunung Tu.


"Adik Feng, ini kau terimalah pedang kayu harum yang seharusnya berada di tangan yang tepat bukan di tangan orang yang suka menggunakan kepandaiannya untuk menguasai wilayah yang bukan wilayahnya sendiri. " Kata Zhang Xiao Long yang memberikan pedang kayu harum kepada Xiao Feng.


"Kak Long, mari kita masuk ke dalam rumah pak tua bodoh yang matanya telah buta oleh nafsu keserakahan untuk memiliki kejayaan yang di dapatkannya dengan cara kotor yaitu menipu rakyatnya sendiri. " Kata Liu Lu Sian yang tangan kirinya yang mungil telah menenteng kepala walikota kota kecil tu an selatan dan di sisi kiri Liu Lu Sian ada Tilana yang menenteng kepala istri dari walikota kota kecil tu an selatan dan di sisi kanan ada Yu Lian Shing yang menenteng kepala putri dari walikota kota kecil tu an selatan yang di perlihatkan kepada Zhang Xiao Long yang menendang ketiga kepala itu ke pintu masuk ke rumah walikota kota kecil tu an selatan hingga jebol dan ketiga kepala pemilik rumah itu remuk dan berantakan otak mereka di sepanjang jalan masuk Zhang Xiao Long dan keempat orang gadisnya dan Lou Han ke rumah besar di kota kecil tu an selatan.


Dukk!


Braakkk!


Bersambung!