
Trang!
Trang!
Trang!
Pedang Naga Merah menyerang secara hebat di luar dugaan yang dipikirkan oleh Pangeran Raja Pulau Kelelawar yang menggunakan pedang air liur kelelawar yang sangat beracun ganas dan mematikan sekali.
"Luar biasa pedang Naga Merah di tangan Zhang Xiao Long si pria kurang ajar yang telah merebut wanita impianku..!" batin Pangeran Raja Pulau kelelawar yang menggunakan ilmu silat pedang kelelawar yang membuat pedangnya bersinar- sinar cahaya gelap di sekitar pedang Naga Merah yang digunakan oleh Zhang Xiao Long.
Wutttz!
Trang!
Trang!
Zhang Xiao Long meliuk-liuk di udara yang telah membuat pedang Naga Merah berkelebatan di antara sinar gelap pedang air liur kelelawar yang digunakan oleh Pangeran Raja Pulau kelelawar untuk menghadapinya.
Betttzz!
Trang!
Trang!
Zhang Xiao Long menggunakan ilmu silat tapak Naga Merah di telapak tangan kirinya yang di arahkan ke depan Pangeran Raja Pulau kelelawar yang langsung melumpuhkan sepak terjang dari Pangeran Raja Pulau kelelawar yang memekik kaget dan terlempar keluar dari dalam istana Pulau kelelawar dengan punggung pria ini menabrak dinding hingga jebol.
Plakk!
Brakkkk!
Pangeran Raja Pulau kelelawar tergeletak di atas tanah dengan dikelilingi oleh Raja Lin Mo Lang dan para pendekar yang segera menebas leher nya hingga putuslah kepalanya dengan darahnya muncrat di sekitar tubuhnya.
Crakk!
"Pendekar Naga Merah, kapal laut baru yang kau inginkan telah siap di tepi pantai bagian selatan pulau ini untuk mengantarkan kita semua ke pulau beruang utara." lapor Raja Lin Mo Lang di depan Zhang Xiao Long dengan sikap hormat.
"Baik,mari kita semua segera berangkat ke pulau beruang utara." kata Zhang Xiao Long dengan nada ramah kepada Raja Lin Mo Lang.
Lalu mereka bersama-sama meninggalkan Pulau kelelawar dengan berlayar menggunakan kapal laut baru buatan Raja Lin Mo Lang sebagai ahli membuat kapal laut.
"Kapal laut ini akan ku beri nama Naga Merah Air Sejati. " kata Zhang Xiao Long menancapkan bendera Kekaisaran Naga Merah di atas tiang paling tinggi di kapal laut itu.
"Hidup Kekaisaran Naga Merah..! Hidup Kaisar Naga Merah..!! " sorak sorai Raja Lin Mo Lang dan para pendekar yang telah menyatakan diri mereka sebagai Laskar Kekaisaran Naga Merah jilid kedua.
"Pendekar Naga Merah, lihat ada seekor burung parkit kecil warna biru muda terbang ke arah kamu.. " kata Raja Lin Mo Lang yang lebih dulu melihat kedatangan seekor burung parkit kecil warna biru di atas kepala Zhang Xiao Long.
Zhang Xiao Long mengangkat tangan kanannya di atas kepalanya lalu burung parkit kecil warna biru menjatuhkan sehelai kain sutra warna putih kepadanya.Ia segera membaca surat yang telah dikirimkan oleh Ratu Amira Ming untuk dirinya dari istana Kekaisaran Naga Merah.
"Kak Long, aku ingin memberitahukan kepadamu mengenai cara untuk menemukan Pulau Naga Giok yang hilang itu yaitu dengan tetesan darah keturunan asli dari pemilik Pulau itu sendiri dan pemiliknya adalah aku sendiri karena Pulau itu ditemukan oleh ku bersama dengan Kakak garuda emas ketika kami terkurung di penjara di bawah laut kepulauan utara sekitar lima tahun yang lalu, karena itu aku kirimkan botol keramik kecil warna emas yang berisi darahku yang telah ku tuang dan masukan ke dalam botol itu untuk kamu teteskan di tengah-tengah lautan perairan utara sesudah misi mu di Pulau Beruang utara dapat kau selesaikan dengan sempurna." tulis Amira Ming di surat sehelai saputangan sutra di tangan Zhang Xiao Long.
"Apakah Ming Ming mengorbankan darahnya di saat kondisinya sekarang ini sedang rentan dan lemah hanya untuk membantu misi ku dapat ku selesaikan dengan sempurna? " pikir Zhang Xiao Long dengan hati resah.
Raja Lin Mo Lang bertugas sebagai nahkoda di kapal laut itu untuk pelayaran mereka ke pulau beruang utara dapat berjalan dengan baik dan benar sesuai dengan peta yang sudah dipelajari oleh mereka.
"Kita memerlukan jarum kompas untuk kita bisa mengetahui arah yang benar untuk pelayaran kita ke pulau beruang utara dapat tiba dengan selamat. " kata salah seorang pendekar yang di dekat Raja Lin Mo Lang di ruangan mengendarai kapal laut Naga Merah Air Sejati.
"Iya, tapi kita tidak mempunyai jarum kompas. " kata salah seorang teman mereka dengan nada khawatir dengan teman-teman mereka yang sudah lebih dulu berlayar ke pulau beruang utara setelah kapal laut milik Raja Lin Mo Lang dibajak oleh Pangeran Raja Pulau kelelawar dan para anak buahnya.
"Aku akan membuatkan jarum kompas untuk kita semua. " kata Zhang Xiao Long tersenyum yakin akan kemampuannya kepada para sahabat baru nya itu.
"Tapi, bagaimana cara untuk membuat jarum kompas? " tanya teman-teman lainnya yang kini mengelilingi Zhang Xiao Long.
"Hmm, gunakan akal yang kita miliki.. " jawab Zhang Xiao Long yang segera mencari bahan- bahan untuk membuat jarum kompas di seluruh kapal laut itu dan usai ia menemukan bahan -bahan yang diperlukannya. Ia mulai merakit tiap bahan-bahan yang terdiri dari logam bulat, kayu kecil dan kaca bulat.
"Wah, kau sungguh cerdas dan berbakat banyak sehingga kamu bisa membuat jarum kompas yang sehebat ini. " kata Raja Lin Mo Lang yang kini mengamati jarum kompas buatan tangan Zhang Xiao Long dengan senyuman bangga di bibirnya.
"Biasa saja, Raja Lin Mo Lang.Ayo silakan kita coba dahulu jarum kompas buatanku itu di atas atap kapal laut kita. " kata Zhang Xiao Long nada rendah hati sambil mengambil jarum kompas di tangan Raja Lin Mo Lang. Lalu melayang ke atas atap kapal laut mereka dan mengamati jarum kompas yang berputar di telapak tangan Zhang Xiao Long menunjukkan arah timur dari posisi kapal laut itu berada.
"Disana pulau beruang utara berada.. Mari kita putar arah kapal laut kita ke arah timur.. " kata Zhang Xiao Long dengan senang sekali kepada Raja Lin Mo Lang yang segera memutar kapal laut itu ke arah timur sesuai dengan petunjuk jarum kompas di tangan Zhang Xiao Long.
Kapal laut Naga Merah Air Sejati tiba tepi pantai selatan pulau beruang utara dengan berbaris rapi dan sejajar dengan kapal-kapal laut para tamu undangan dari pihak pulau beruang utara.
"Kak Long.. " panggil Tan Tan Ling Ming segera memeluknya dengan kerinduan dan kecemasan di hati wanita cantik jelita itu menjadi satu.
"Tenanglah, aku sudah bersamamu sekarang ini, Ling Ming. " kata Zhang Xiao Long nada tenang sekali agar istrinya tidak cemas lagi.
"Ayah.. Syukurlah kalian tiba di pulau beruang utara dengan keadaan sehat dan selamat.. " kata Nona Lin yang merangkul Raja Lin Mo Lang yang berdiri di samping Zhang Xiao Long.
"Chi Ying, kau juga tenangkanlah hatimu karena ayah dan teman-teman ayah sudah datang ke pulau ini." kata Raja Lin Mo Lang dengan tenang sekali sambil membelai lembut punggung putri kesayangannya itu dan memandang ke arah Luo Huang Ding pria muda kekasih putrinya yang berdiri di belakang putrinya.
"Raja Lin Mo Lang, aku sudah mendaftarkan diri anda, Pendekar Naga Merah dan para pendekar lainnya untuk kalian bisa menghadiri acara esok hari di pulau ini juga rumah tamu khusus untuk kita semua tempati selama kita berada di pulau ini. " kata Luo Huang Ding memberikan nomor rumah tamu berupa lencana tamu undangan dari pihak pulau beruang utara kepada Raja Lin Mo Lang , Zhang Xiao Long dan para pendekar yang berdiri didekat kedua orang hebat itu.
"Terimakasih, Tuan Luo. " kata Zhang Xiao Long dengan sikap ramah menerima lencana tamu undangan dari pihak pulau beruang utara dari Luo Huang Ding.
Lalu Zhang Xiao Long menggandeng tangan Tan Tan Ling Ming berjalan dengan sikap tenang ke arah lain dari pulau beruang utara yaitu rumah tamu khusus untuk mereka tempati yang rumah tamu mereka bersebelahan dengan rumah tamu khusus untuk Raja Lin Mo Lang, Nona Lin dan Luo Huang Ding. Sedangkan rumah tamu khusus untuk para pendekar itu berada di sisi lain dari pulau beruang utara namun jaraknya tetap dekat dengan rumah tamu mereka tempati.
"Kak Long, aku akan segera menyiapkan makan malam untuk kita berdua di dapur rumah tamu ini. " kata Tan Tan Ling Ming yang langsung jalan ke arah dapur lalu memasak makanan untuk mereka berdua.
"Aneh sekali pihak pulau beruang utara tidak beri kita layanan makan malam sebagai tamu mereka tetapi justru kita masak sendiri di rumah tamu ini. " kata Zhang Xiao Long dengan nada heran sambil berjalan ke arah kamar mandi di sisi lain rumah tamu itu.
"Aku yang tak mau kita makan malam makanan yang mereka siapkan untuk kita untuk waspada terhadap segala bentuk tindakan curang dari mereka yang sudah kita ketahui adalah para musuh kita. " kata Tan Tan Ling Ming yang sibuk memasak di dapur.
"Oh, rupanya kamu sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk keamanan kita berdua di sini. " kata Zhang Xiao Long yang sudah melihat lima macam makanan di piring di meja makan di rumah tamu itu tak disentuh sama sekali oleh Tan Tan Ling Ming.
"Iya, waspada itu penting bagi kita apalagi kita berdua sedang berada di pulau musuh kita." kata Tan Tan Ling Ming yang sudah keluar dari dapur dengan membawakan nampan berisi piring- piring yang sudah berisi makanan untuk makan malam mereka ke meja tamu dan di tata dengan rapi sekali.
"Hmm, apakah kita tidak akan dicurigai sebagai tamu yang tidak menghormati pelayanan dari pihak rumah dengan kita mengabaikan makan malam yang sudah mereka siapkan untuk kita malam ini? " tanya Zhang Xiao Long yang telah melakukan tes terhadap makanan di meja makan dengan jarum bening miliknya sendiri.
"Aku memilih untuk tidak menyentuh makanan itu. "kata Tan Tan Ling Ming menariknya untuk duduk di kursi tamu dan memberikan sepasang sumpit kepadanya.
" Baiklah, aku juga akan lebih baik menghargai masakan buatanmu daripada masakan buatan orang lain. "kata Zhang Xiao Long tulus kepada Tan Tan Ling Ming yang menghadiahkan ciuman lembut di bibirnya.
Sumpit di tangannya bergerak secara diam-diam ke lantai dekat meja makan lalu sejumlah ulat- ulat beracun telah tewas olehnya yang telah menggunakan ilmu sinkang arak sakti yang telah menghancurkan binatang beracun itu.
Blaarrr!
" Kak Long, apa itu di sekitar kursi di ruang tamu dan lihatlah binatang apa itu di mangkuk sup di meja tamu? "tanya Tan Tan Ling Ming yang telah melompat menjauhkan diri dari meja tamu.
Zhang Xiao Long melompat cepat menyambar lengan Tan Tan Ling Ming ketika ia melihat ada sehelai kain panjang yang tak lain adalah ular piton raksasa yang meluncur ke arah belakang Tan Tan Ling Ming.
Betttzz!
" Ahhhh.. Ular...! "jerit Tan Tan Ling Ming yang kini melompat ke pundak Zhang Xiao Long.
Lalu terdengar suara ramai dari seluruh tamu di pulau beruang utara di seluruh penjuru pulau ini dan disusul dengan kedatangan Raja Lin Mo Lang, Luo Huang Ding, Nona Lin dan para pendekar ke rumah tamu yang ditenpati oleh Zhang Xiao Long dan Tan Tan Ling Ming.
" Celaka kita telah dijebak oleh Ketua sekte Pulau Beruang Utara yang sudah membunuh semua tamunya sebelum kita datang ke sini dan acara esok sudah berakhir dengan mereka kini mulai menyerang teman-teman kita yang lainnya.. "kata Luo Huang Ding dengan nada geram dan marah sekali karena pihak pulau beruang utara telah menjebak mereka semua.
" Hahahaha... Kalian semua harus mati di pulau beruang utara kami sehingga harta karun yang berada di pulau naga giok menjadi milik kami.. "kata seorang pria muda yang telah dikenali oleh Zhang Xiao Long adalah Chen Wai Ting murid pengkhianat dari Sekte Kun Lun Pai dan Sekte Thai San Pai yang telah diceritakan oleh Amira Ming kepadanya.
" Laknat orang itu dan kawan-kawannya telah menjebak kita.. "kata Tan Tan Ling Ming marah juga terhadap musuh-musuh mereka yang licik itu.
" Raja Yu Hian Kim tak ada di sekitar mereka di luar rumah tamu ini.. "kata Nona Lin dengan tepat sekali.
" Ya, kita harus segera menemukan bajingan tua itu untuk dunia ini menjadi tenang dan damai...! " seru Raja Lin Mo Lang yang telah mengeluarkan pedang dari sarung pedang untuk menghadapi musuh-musuh di luar rumah tamu khusus untuk Zhang Xiao Long dan Tan Tan Ling Ming.
"Tunggu, dimana Pangeran banci hina itu berada dan kenapa dia juga tak ada bersama mereka di pulau ini? " tanya para pendekar dengan nada cemas sekali.
"Pangeran banci hina itu siapakah? " tanya Zhang Xiao Long dengan hati berdebar karena ia tak mau memikirkan kalau ada musuh kejam di rumahnya sendiri karena ia bisa melihat jumlah musuh di luar rumah tamu di pulau beruang utara tidaklah lengkap seperti yang pernah dia dengar dari Amira Ming istrinya itu.
"Chen Yu Long putra mahkota pulau beruang utara yang wataknya seperti iblis meskipun ia memiliki wajah seperti dewa. " jawab Raja Lin Mo Lang.
"Chen Yu Long...??? " tanya Tan Tan Ling Ming lebih kaget lagi.
"Kau mengenalnya, Ling Ming?Apakah kamu tahu dimana dia sekarang ini? " tanya Zhang Xiao Long dengan nada tenang meskipun hati dan pikirannya cemas luarbiasa.
"Iya, dia adalah Kepala Kasim mu sendiri yang telah kau tempatkan di istana Ratu Amira Ming dengan nama lainnya adalah Kepala Kasim Yu. " jawab Tan Tan Ling Ming nada tegang kepada Zhang Xiao Long.
"Tidak.. Aku telah menempatkan musuh paling kejam di dekat Amira Ming.. " batin Zhang Xiao Long.
Bersambung!!