
Zhang Xiao Long kembali memasang ekspresi wajah orang dungu seraya bertepuk tangan saat Ia melihat Rong Rong berhasil membunuh sisa -sisa para anak buah Sekte Hariman Hutan Luar Gunung Shen yang menghadang mereka di jalan menuju ke desa Gunung Shen.
" Prok, prok , prok..! Wahh, Nona Rong kamu ini sungguh hebat sekali ilmu silatnya sehingga kau bisa mengalahkan mereka semua perampok kita di tengah jalan menuju ke desa Gunung Shen..!" Sorak Zhang Xiao Long dengan wajah dungu nya kepada Rong Rong yang menatapnya dengan selidik seraya mengacungkan ujung pecut tepat ke depan dada bidang Zhang Xiao Long.
" Ei..Afung kamu jangan -jangan pernah coba -coba menipu ku ,ya ?! " Hardik Rong Rong nada sangar kepada Zhang Xiao Long.
" Aih..! Nona, kenapa kau begitu galak kepadaku? Apa salahku kepadamu ?" Tanya Zhang Xiao Long memasang wajah takut di hadapan Rong Rong.
" Karena kamu sudah menipuku dengan kamu itu berpura-pura bodoh dan tak bisa ilmu silat..! Tapi kenyataan nya kamu itu sungguh licik sekali ya? " Jawab Rong Rong mendelik sangar sekali pada Zhang Xiao Long.
" Apa maksud kamu , Nona Rong? Aku sama sekali tak mengerti dengan perkataan mu itu ! Aku memang bodoh dan tak bisa ilmu silat sama sekali ! Kenapa kamu mengatakan Aku licik ?" Tanya Zhang Xiao Long dengan wajah ketakutan sekali kepada Rong Rong yang memberinya tes dengan mengayunkan ujung tali pecut ke arah nya dengan maksud ingin tahu apakah dia bisa mengelak atau tidak untuk membuktikan bahwa dirinya benar -benar bodoh dan tak bisa ilmu silat sama sekali.
Plak..!
" Augh..! Aduduh..! Sakit..! " Jerit Zhang Xiao Long yang sama sekali tak mengelak untuk Ia bisa menipu Rong Rong agar Ia bertemu dengan Bidadari Ungu Gunung Xian guru sakti nya Rong Rong yang katanya Rong Rong bahwa wanita sakti itu ingin bertemu dengannya di sebuah desa di puncak gunung Shen. Maka, Ia biarkan ujung pecut menggores sedikit kulit di wajah nya dan mengeluarkan darah segar di pecahan kulit wajahnya sampai Rong Rong melongo sendiri di hadapannya.
" Ahhh..! Dia benar -benar tak bisa ilmu silat dan tak menipu ku ! Lalu bagaimana para anak buah anggota Sekte Harimau Hutan Luar Gunung Shen ada yang sebagian telah tewas secara tiba -tiba saat menyerangnya baik secara menyerang dari bokong nya maupun menyerang dari depan nya? " Pikir Rong Rong yang merasa keheranan sendiri dengan keanehan yang di lihatnya itu.
"Nona, apakah kamu sudah mempercayai ku kalau aku benar -benar tak menipumu?" Tanya Zhang Xiao Long yang menambahkan sandiwara nya itu dengan tangisan yang amat kencang.
" Ughh..! Kau bisakah tak menangis seperti orang yang benar -benar memalukan sekali..?! " Bentak Rong Rong yang merasa jengkel sendiri kepada Zhang Xiao Long.
" Yang memalukan itu adalah dirimu , Nona Rong Rong ? Karena kamu sudah membuat dirimu ini menjadi seorang keji dan licik sekali yang hanya mampu menghadapi seorang pemuda desa yang biasa -biasa saja seperti dia..! " Terdengar lah suara halus yang mengejek Rong Rong dari atas pohon rindang di atas kepala Zhang Xiao Long yang membuat Zhang Xiao Long cepat menengadahkan kepalanya untuk melihat siapa orang yang mengejek Rong Rong. Begitu juga dengan Rong Rong yang mengacungkan pecut dengan sikap gagah perkasa kepada seorang gadis remaja usia empat belas tahun yang amat cantik jelita luar biasa dengan pakaian warna serba hitam yang sedang duduk dengan kedua kaki bergoyang-goyang di bawah dahan pohon dengan santainya.
" Bocah setan siapa kau yang sudah lancang mulut mengatakan aku seorang yang keji dan licik ?" Tanya Rong Rong dengan suara lantang dan sangar kepada gadis cantik jelita berpakaian serba hitam dengan mengacuhkan pecutnya itu.
" Aku Li Hong Xiu yang sudah lancang mulut kepadamu...! " Jawab Li Hong Xiu gadis cantik jelita berpakaian serba hitam yang menangkap ujung pecut Rong Rong dengan berani sekali.
"Aku dari Ibukota..! Dan, Aku bukan hanya dapat bersikap sombong kepadamu tetapi aku juga bisa memerintahkan mu untuk menjadi budakku kalau kau sampai kalah bertanding ilmu silat denganku..!" Jawab Li Hong Xiu dengan senyum yang merendahkan Rong Rong.
" Puh...Sombong benar kamu itu bocah..! Lihat saja aku pasti akan menang dari mu dengan telak dan aku pasti akan menjadikanmu mainan cambuk ku ini..! " Dengus Rong Rong dengan nada marah karena gadis ini merasa dirinya telah di hina oleh gadis kecil yang sombong itu.
" Baiklah, silakan...! " Tantang Li Hong Xiu yang menarik ujung pecut Rong Rong dengan kencang sekali sembari kedua kakinya menapak dengan tegap di tanah.
"Emmmhh...! " Gumam Rong Rong yang semakin marah dengan sikap sombong Li Hong Xiu pada nya, maka Ia menarik cambuk atau pecutnya itu dengan tarikan yang sangat kencang sekali agar ujung pecut nya dapat terlepas dari genggaman tangan Li Hong Xiu.
Tetapi, jangankan ujung pecut nya bisa terlepas dari genggaman tangan gadis pakaian serba hitam yang sombong itu juga dirinya tertarik dari tempat berdiri oleh ilmu sinkang yang di miliki oleh Li Hong Xiu yang di luar dugaannya itu.
" Hyaat...! " Pekik Rong Rong yang menyalurkan ilmu sinkang awan bidadari ungu ke pecutnya dan kedua kakinya agar dirinya semakin terbawa ke arah si gadis sombong itu.
Li Hong Xiu yang awalnya melihat dirinya akan menang itu terkejut dengan perubahan pada diri dan sikap lawannya itu yang menariknya dengan ilmu sinkang yang sangat kuat untuk tali ujung pecut gadis angkuh itu bisa terlepas dari tangan nya.
Maka, Li Hong Xiu cepat mengeluarkan senjata rahasianya yang berupa sebatang jarum amat tipis bening dari genggaman tangannya yang lain untuk menyerang Rong Rong pada bahu kiri gadis angkuh itu.
Suuuiittt..!!
" Ahh...! Sial..! " Umpat Rong Rong yang melihat serangan curang dari lawannya itu dengan cepat mengerahkan ilmu sinkang angin bidadari ungu melalui telapak tangan nya yang lain agar jarum bening milik lawannnya itu bisa membalik arah dan menyerang lawannya sendiri.
"Ugghhh...! Pintar juga dia..! " Pikir Li Hong Xiu yang mengakui secara diam -diam mengenai si gadis angkuh yang menjadi lawannya itu ialah ternyata lihai sekali.
Maka, Li Hong Xiu mengerahkan ilmu sinkang nya yang berasal dari bimbingan gurunya untuk memenangkan pertarungannya melawan gadis angkuh murid Si Bidadari Ungu Gunung Shen.
Bersambung...!!