
Zhang Xiao Long mendengarkan bisikan-bisikan dari Liu Tong dan Pendekar Zhao selama rapat di ruangan pribadi Adipati Ci berlangsung tanpa menjawab keduanya sampai rapat selesai dan mereka mendapatkan kamar tamu di bagian barat rumah Adipati Ci.
"Apa yang kalian dapatkan dari rapat tadi? " tanya Zhang Xiao Long saat mereka bertiga kini berkumpul bersama di kamar khusus untuknya.
"Batu cincin di jemari jempol Adipati Ci terlihat ada retakan yang membentuk garis melintang di cincin itu. " jawab Liu Tong segera.
"Gigi geraham putra kelima dari Adipati Ci ada serpihan logam emas seperti yang pernah aku lihat di anggota sekte tengkorak hitam dan putih pimpinan dari putra mahkota Sheng Ki putra dari Sheng Kun beberapa waktu lalu di pertemuan para Pendekar dunia persilatan daratan besar di kota Louyang. " Jawab Pendekar Zhao nada yakin sekali.
"Aku menemukan peta wilayah kota Ci an dan Kerajaan Ci di puncak gunung Ci di sisir yang di selipkan di puncak rambut kunciran putri dari Adipati Ci yang berdiri di dekat Nona Shiu Chiu dan aroma sisir itu sungguh menyekat sekali di indera penciuman ku yang peka. " kata Zhang Xiao Long menambahkan rasa curiganya kepada Adipati Ci dan keluarga.
"Emm, tapi kita harus menemukan bukti tentang kepalsuan mereka semua di hadapan Nona Shiu Chiu dan bibi guru nya agar mereka tidak salah paham terhadap kita yang melihat jelas siapa suami dan keluarga bibi guru nya itu. " kata Liu Tong dengan kilatan matanya yang tajam dan menatap Zhang Xiao Long yang mengangguk paham dengan tatapan matanya.
"Baik, kita gunakan waktu istirahat kita di sini dengan menyelidiki tiap-tiap orang di rumah ini.. " kata Zhang Xiao Long mengatur siasat kepada Liu Tong dan Pendekar Zhao yang mengangguk tegas mendengarkan siasatnya.
Pendekar Zhao melesat cepat ke arah timur dari rumah Adipati Ci yaitu kamar putri dari Adipati Ci yang bernama Ci Ling untuk menyelidiki gadis itu sesuai dengan perintah dari Zhang Xiao Long.
Pintu jendela kamar tidur Nona Ci Ling terbuka dan di tahan tiang di pinggirannya oleh pemuda ini yang menyelinap masuk dari jendela yang telah dibukanya itu. Ia mencari -cari sisir yang diinginkan oleh Zhang Xiao Long di setiap benda di ruangan itu.
"Siapa di sana yang menyelinap masuk ke kamar ku? " tanya Nona Ci Ling dari kamar mandi.
"Hamba pelayan Anda. " jawab Pendekar Zhao dengan suara persis seperti pelayan pribadi Nona Ci Ling.
"A Tung.. Kemarilah dan bawakan kotak kecil di laci meja rias ku kepada ku di kamar mandi.. " kata Nona Ci Ling dari kamar mandi.
"Iya, Nona.. Hamba akan segera datang.. " jawab Pendekar Zhao yang cepat mencari benda yang di inginkan oleh Nona Ci Ling dan menemukan sisir itu di salah satu kotak kecil dekat kotak kecil yang dimaksud oleh Nona Ci Ling itu.
Pendekar Zhao menyelipkan kotak kecil warna biru ke dalam sakunya lalu memberikan kotak kecil warna kuning kepada Nona Ci Ling di kamar mandi.
Nona Ci Ling mengambilnya tanpa menengok ke belakang kepalanya. Ia meraba tangan yang berbeda dengan tangan pelayannya maka ia pun segera melemparkan air bak mandi ke arah pria yang menyamar sebagai pelayannya itu.
Wuuuushh!
Pendekar Zhao dengan sigap menotok belakang leher gadis itu hingga gadis itu nyungsep ke dalam bak mandi lalu pemuda ini menusukkan tusuk konde milik gadis itu sendiri ke ubun-ubun gadis itu hingga berlubang.
Kemudian ia meleburkan mayatnya menjadi abu dan menyamarlah dirinya sebagai Nona Ci Ling sesuai perintah dari Zhang Xiao Long yang telah mengaku sebagai Kaisar Naga Merah kepada Pendekar Zhao sebagai tanda kepercayaan dari Zhang Xiao Long terhadap kegagahan dan juga persahabatan yang murni di antara mereka.
Liu Tong mengikutinya secara diam-diam hingga pemuda ini tidak sadar bahwa dirinya di ikuti oleh salah seorang dari empat tamu di rumah nya sendiri.Dan, Liu Tong menemukan gubuk di dalam gua itu yang merupakan pintu lain untuk masuk ke istana kerajaan Ci di puncak gunung Ci tanpa mereka harus mendaki gunung itu pada tengah malam nanti sesuai dengan rencana rapat mereka tadi sore di ruangan pribadi dari Adipati Ci.
"Hmm, dugaan Yang Mulia tepat sekali.. " pikir Liu Tong yang melesat cepat kembali ke rumah Adipati Ci tepat waktu sebelum jam makan malam bersama keluarga itu.
Liu Tong melihat Zhang Xiao Long dan Pendekar Zhao duduk tenang di kursi meja makan yang berhadapan dengan keluarga Adipati Ci dan Nona Shiu Chiu duduk di antara mereka semua di seberang Zhang Xiao Long dan Pendekar Zhao.
"Karena kita sudah berkumpul bersama di ruang makan.. Mari kita mulai makan malamnya.. " kata Nyonya muda Ci atau bibi guru nya Nona Shiu Chiu dengan senyuman ramah kepada para tamunya.
"Iya, terimakasih untuk suguhan makan malam Anda sekeluarga untuk kami.. " kata Zhang Xiao Long sopan sambil mengangkat cangkir arak di tangannya untuk bersulang bersama keluarga Adipati Ci.
"Sama-sama Tuan Afung.. Mari silakan Anda dan kedua teman Anda menikmati makan malam yang sudah kami hidangkan untuk anda dan kedua orang teman Anda. " kata Adipati Ci yang melayangkan senyuman yang bijaksana kepada Zhang Xiao Long dan kedua orang temannya itu.
"Baiklah, aku akan makan makanan ini sekarang juga. " kata Zhang Xiao Long menyuap makanan khas rumah Adipati Ci ke mulutnya dengan pakai sepasang sumpit di tangannya dengan sikap sopan sekali.
"Tuan Zhao, aku lihat usiamu sudah cukup besar untuk membina rumah tangga. Apakah kamu tak ingin menikah dan memiliki keluarga? " Nyonya muda Ci menanyakan masalah pribadi Pendekar Zhao seraya melirik ke arah Nona Shiu Chiu yang merona mendengar ucapan bibi gurunya itu.
"Nyonya muda Ci. Aku masih belum memikirkan urusan rumah tangga ku untuk saat ini karena aku masih ingin berpetualang di dunia persilatan daratan besar untuk misi yang sedang aku jalani sebagai Pendekar Sekte Ular Emas yang terkenal di dunia persilatan daratan besar. " Dengan halus dan sopan Pendekar Zhao menanggapi ucapan Nyonya muda Ci.
"Lalu bagaimana dengan Anda, Tuan Afung? " tanya Nyonya muda Ci yang menoleh ke arah Zhang Xiao Long sambil melirik ke arah Nona Shiu Chiu yang tersipu-sipu malu mendengar bibi guru nya menanyakan hal pribadi kepada tuan Afung yang menarik perhatiannya itu.
"Aku sudah menikah dan memiliki seorang anak perempuan di rumah ku, Nyonya muda Ci. " jawaban tegas Zhang Xiao Long membuat hati Nona Shiu Chiu patah hati dalam satu hari itu.
"Tapi, sebagai seorang laki-laki sehebat dirimu, tuan Afung. Kau masih bisa memiliki seorang selir untuk mendampingimu dan istrimu di rumah mu. " kata Adipati Ci yang melihat sikap Zhang Xiao Long bukanlah seperti seorang pria muda biasa.
"Maaf, Adipati Ci. Aku bukanlah seorang pria bangsawan seperti mu yang mempunyai harta yang melimpah dan mencukupi kebutuhan hidup para istri mu. Intinya aku hanya cukup memiliki seorang istri di rumah ku. "jawab Zhang Xiao Long dengan nada tegas kepada Adipati Ci yang wajahnya berubah mendengar pemuda itu tak ingin mempunyai selir di dalam hidupnya.
" Baiklah, aku tidak akan pernah memaksa mu lagi, tuan Afung." kata Adipati Ci tersenyum pada Zhang Xiao Long.
"Ayah.. Kurasa sekarang ini sudah waktunya bagi kita untuk pergi ke puncak gunung Ci. " kata putra kelima dari Adipati Ci usai mereka makan malam kepada Adipati Ci.
"Baik, Putraku. Mari kita berangkat ke puncak gunung Ci.." kata Adipati Ci yang kemudian telah mengajak Zhang Xiao Long, Liu Tong dan Pendekar Zhao juga Nona Shiu Chiu pergi dari rumahnya menuju ke puncak gunung Ci pada malam hari itu juga.
Bersambung!!