Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Pedang Naga Merah...


Zhang Xiao Long mengintai rumah kediaman kepala daerah kota kecil Yang dari atas genteng penginapan Awan Yang untuk mengamati tiap orang yang datang ke rumah kediaman kepala daerah kota kecil Yang.


" Tamu -tamu undangan yang datang ke rumah kediaman kepala daerah kota kecil Yang rata -rata adalah para pendekar silat yang tentunya memiliki sekte yang tak kalah hebatnya dengan sekte besar seperti sekte Hoa San Pai, Kun Lun Pai, Shaolinpai, Gobi Pai dan Thai San Pai. " Kata Zhang Xiao Long di dalam pemikirannya.


" Mereka tokoh pendekar persilatan dari sekte harimau Ling, sekte serigala perak, sekte naga Huo. " Kata Dewi baju merah Yanmi yang telah menyuarakan pikiran Zhang Xiao Long.


Zhang Xiao Long menoleh kepada Dewi baju merah Yanmi yang juga menoleh kepada Zhang Xiao Long lalu tersenyum untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Zhang Xiao Long melalui tatapan mata pemuda itu.


" Aku tahu maksud mu menoleh kepadaku, Kamu mau tahu bagaimana Aku bisa mengetahui tiap orang yang datang ke rumah kediaman kepala daerah kota kecil Yang di bawah sana ?


" Iya. "


" Nah, kau perhatikan saja lambang di pedang di pinggang mereka dengan teliti dan juga pakaian mereka yang ada lambang dari sekte mereka masing-masing. " Kata Dewi baju merah Yanmi tersenyum manis kepada Zhang Xiao Long.


Zhang Xiao Long segera membuang muka dengan menghadap kembali ke rumah kediaman kepala daerah kota kecil Yang untuk membuang perasaan aneh yang datang kepadanya ketika Ia bertatapan dengan Dewi baju merah Yanmi.


" Aku harus fokus pada misi -misiku dahulu dan Aku tak boleh memikirkan gadis untuk beberapa lama sampai Aku berhasil menjadi tokoh besar di dunia persilatan. " Kata Zhang Xiao Long yang menepis perasaan aneh yang muncul di dalam dirinya itu.


" Fokus saja dahulu dengan tujuan mu dan kalau masalah wanita mu ?Aku bisa menunggumu kok sampai kau jatuh cinta kepada ku. " Kata Dewi baju merah Yanmi dengan nada penuh percaya diri sekali.


" Aku tidak akan pernah jatuh cinta kepada mu gadis aneh." Kata Zhang Xiao Long dengan nada dingin kepada Dewi baju merah Yanmi.


" Mmm.. Saat ini kamu tidak jatuh cinta kepada ku tetapi suatu saat nanti kamu akan jatuh cinta kepada ku. Aku yakin sekali dengan kepercayaan diri ku sendiri. " Kata Dewi baju merah Yanmi yang mengangkat tangan untuk menyentuh anak rambut Zhang Xiao Long di pelipis kiri pemuda tampan itu.


" Jangan pernah menyentuh rambut ku. " Kata Zhang Xiao Long nada galak kepada Dewi baju merah Yanmi.


" Iya, ya ya.. Aku takkan pernah menyentuh rambutmu lagi, Kak Fung. " Kata Dewi baju merah Yanmi dengan nada manja kepada Zhang Xiao Long yang mendengus sebal dengan sikap gadis centil di sampingnya itu.


Sementara itu, Yu Song Bu dengan kegesitannya itu menyelinap masuk ke rumah kediaman kepala daerah kota kecil Yang untuk mencari informasi untuk Zhang Xiao Long majikannya itu.


Dengan gerakan pelan tanpa menimbulkan suara sedikit pun, Yu Song Bu berhasil masuk ke dalam kamar yang tertutup rapat di bagian timur dari rumah kediaman kepala daerah kota kecil Yang.


" Ada patung Dewi Kuan Im yang terbuat dari giok dingin, ada lukisan yang terlipat di bawah altar Patung Dewi Kuan Im itu. " Kata Yu Song Bu mengamati setiap sisi patung Dewi Kuan Im yang terbuat dari batu giok dingin.


Lalu, Yu Song Bu menyentuh patung Dewi Kuan Im itu dengan menggunakan saputangan milik nya sendiri dan Ia terkejut karena patung Dewi Kuan Im itu terpatri erat di altar nya.


Krek!


" Ruangan rahasia, " Kata Yu Song Bu yang kini masuk ke ruangan rahasia itu untuk mencari tahu ada barang apakah di dalam ruangan itu.


Ternyata di dalam ruangan rahasia ada tiga buah pedang yang tertata rapi di dindingnya dan salah satu dari tiga buah pedang itu memiliki hawa sakti yang menggetarkan jiwa Yu Song Bu.


" Astaga pedang apakah itu yang memiliki hawa sakti yang menggetarkan jiwa ku sehingga aku tak berani mendekatinya. " Kata Yu Song Bu di dalam hatinya.


" Kakak kedua, untuk apa kamu mengajakku ke ruangan pribadi Ayah?" Terdengar suara orang datang ke ruangan yang tertutup itu.


" Untuk memperoleh pedang naga merah yang awalnya adalah milik dari tokoh sakti di gunung Hong tetapi sekarang ini menjadi milik Ayah kita, Adik ketiga. " Jawab putra kedua dari kepala daerah kota kecil Yang kepada putra ketiga dari kepala daerah kota kecil Yang yang di dengar oleh Yu Song Bu dari tempat persembunyiannya di atas langit-langit ruangan yang tertutup itu.


" Kakak kedua, bagaimana cara untuk kita bisa mengambil pedang naga merah dari ruangan rahasia yang tidak pernah kita ketahui dari Ayah kita yang misterius itu? " Tanya putra ketiga dari kepala daerah kota kecil Yang di depan patung Dewi Kuan Im yang terbuat dari batu giok dingin dan telah di kembalikan dengan posisi semula oleh Yu Song Bu yang cerdik.


" Kita cari saja di sekeliling ruangan pribadi Ayah kita. " Jawab putra kedua dari kepala daerah kota kecil Yang di sisi meja kerja di ruangan pribadi dari kepala daerah kota kecil Yang yang di amati oleh Yu Song Bu dengan tajam..


" Hmm.. " Gumam Putra kedua dari kepala daerah kota kecil Yang yang berkeliling di dalam ruangan pribadi Ayah mereka untuk mencari dan mengambil pedang naga merah dari ruangan rahasia kepala daerah kota kecil Yang.


Tetapi, tiba-tiba ada semilir angin kencang yang menerpa mereka sehingga mereka berdua jatuh pingsan di lantai lalu muncullah seorang wanita cantik yang memakai pakaian serba putih di dalam ruangan pribadi kepala daerah kota kecil Yang.


"Terbukalah..! " Bentak gadis muda yang amat cantik jelita itu yang menggunakan ilmu sinkang nya memutar patung Dewi Kuan Im di altar nya.


Krek!


Pintu ruangan rahasia pun terbuka lebar untuk gadis ini masuk ke dalam ruangan rahasia lalu melihat sebilah pedang naga merah di antara pedang -pedang lainnya yang tertata rapi di dinding di dalam ruangan rahasia kepala daerah kota kecil Yang.


" Aku harus mengambil pedang itu untuk Ayah ku tercinta, " Kata gadis itu yang melayang ke arah dinding untuk mengambil pedang naga merah dari dinding.


Tetapi, uap putih mengurungnya sehingga Ia gagal mendapatkan pedang naga merah yang telah di ambil oleh seseorang secara cepat dan tangkas sekali lalu di tukar dengan pedang naga merah lainnya.


Wush!


Bersambung!