Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Kota Pintu Masuk Ke Wilayah Kerajaan Tang.


Pada awal musim dingin kereta kuda yang diapit seekor singa raksasa berrambut merah yang di tunggangi oleh seorang gadis muda usia tujuh belas tahun yang amat cantik jelita telah sampai di sebuah kota yang terletak dekat dengan pintu masuk ke wilayah Kerajaan Tang.


Pintu kereta kuda terbuka untuk seorang gadis remaja usia lima belas tahun yang berpakaian warna merah melompat turun dari kereta kuda dengan lincah.


Happ!


" Waahhhhh, salju...! " Seru Yanmi mengulurkan tangannya ke atas kepalanya dan mengambil salju yang turun dari langit yang menghujani dirinya.


" Yanmi, kau senang sekali dengan salju.. "Kata Yi Tian Bian gadis remaja usia enam belas tahun yang berpakaian warna hijau tersenyum geli hati melihat tingkah laku sahabatnya itu.


" Ya, Tian Bian aku senang dengan salju karena aku lahir di hari bersalju di kota kelahiran ku. " Jawab Yanmi riang gembira sambil menghisap salju yang jatuh ke telapak tangannya.


" Wah, tanggal berapa kamu lahir kedunia? " Tanya Zhang Xiao Long merangkulnya dari arah belakang dan menaruh kepala di puncak rambut kepala Yanmi.


" Tanggal dua puluh lima bulan dua belas." Jawab Yanmi riang gembira merasakan Zhang Xiao Long menghirup aroma rambutnya.


" Wah, tak lama lagi kamu akan berusia enam belas tahun yang berarti kamu telah bertambah dewasa. " Kata Zhang Xiao Long membalikkan Yanmi untuk menghadapnya.


" Aha, ya benar sekali. Kenapa kamu bicara soal usiaku, Kak Long? " Tanya Yanmi tersenyum untuk Zhang Xiao Long.


" Karena aku ingin merayakan hari ulang tahun mu dengan memberikan mu sebuah hadiah yang paling berkesan untukmu. " Jawab Zhang Xiao Long yang memeluk pinggang kecil gadis itu dengan erat.


" Hadiah apa yang ingin kamu berikan di hari ulang tahun ku yang akan jatuh tak lama lagi??" Tanya Yanmi merapatkan dirinya di pelukan Zhang Xiao Long.


" Hmmm, rahasia. " Jawab Zhang Xiao Long yang menunduk wajahnya ke dekat wajah Yanmi lalu mencium bibir Yanmi.


" Kakak Long, iiih di jalanan..! " Tegur Yanmi yang menginjak sepatu Zhang Xiao Long.


" Memangnya kenapa kalau aku ingin mencium kekasihku sendiri untuk mengungkapkan rasa cintaku kepada diri kekasihku, yaitu kamu Yanmi ku sayang? " Ucap Zhang Xiao Long yang malah menghisap lidah Yanmi di rongga mulut Yanmi.


" Karena aku bukan seorang wanita penghibur yang bisa kamu cium seenaknya saja tanpa lihat situasi dan tempat. " Kata Yanmi yang mencubit pipi Zhang Xiao Long.


Liu Lu Sian turun dari kereta kuda lalu berjalan ke arah mereka berdua dan Zhang Xiao Long cepat meraih jemari istrinya yang berpakaian warna putih salju.


" Aku mau pergi melihat keramaian di kedai arak di depan sana. " Jawab Liu Lu Sian halus kepada Zhang Xiao Long seraya tersenyum manis ke arah yang di tunjukkan olehnya kepada Zhang Xiao Long.


" Kedai arak Bao Lu.. " Baca Yi Tian Bian di sisi Yanmi.


" Kedai arak itu menarik perhatian pengunjung nya yang mengantri sampai ke luar jalan. " Kata Liu Tong kakak angkat Zhang Xiao Long yang masih duduk di kusir kereta kuda.


" Ya, aku jadi ingin melihat-lihat kedai arak Bao Lu itu supaya aku bisa tahu ada apa yang menarik di sana. " Kata Li Hong Xiu yang turun dari kereta kuda bersama dengan Jia Jia dan He Xiao Chao.


" Cobalah kau pergi ke sana dan lihat lalu berikan informasi mu kepada kami di rumah penginapan yang bernama rumah penginapan'Awan Bao'. " Kata Liu Ting Ting yang telah turun dari atas punggung Hu Yang San kepada Li Hong Xiu.


" Ah, baiklah, kalian tunggulah kabar berita dari ku di rumah penginapan itu. "Jawab Li Hong Xiu yang telah menyerahkan Jia Jia kepada Puteri Ching Ching dan Han Lin Lin yang duduk di dekat Liu Tong.


Lalu Li Hong Xiu berjalan ke arah kedai arak Bao Lu dengan tenang sekali sambil tersenyum -senyum cerah yang membuat wajahnya yang cantik itu semakin cantik saja.


"Wah, ramai sekali sampai aku tak bisa melalui orang yang sedang melakukan demo berbagai macam makanan di meja paling dekat kasir di kedai arak Bao Lu ini. " Kata Li Hong Xiu yang berjinjit untuk melihat ruangan dalam kedai arak Bao Lu.


" Permisi... Permisi numpang lewat...! " Kata seorang gadis muda yang cantik jelita dengan pakaiannya terlihat mewah menerobos barisan para pengunjung kedai arak Bao Lu untuk masuk ke dalam kedai.


" Eiiii, ada Puteri Wu Yi Yan yang juga tertarik dengan demonstrasi terbaik yang di lakukan oleh Tuan Muda Tang Hu Ming untuk memasarkan berbagai macam makanan enak di kedai arak Bao Lu..! " Kata sejumlah pengunjung di kedai arak Bao Lu yang rupanya mengenali gadis muda yang baru saja masuk ke dalam kedai arak Bao Lu.


Li Hong Xiu memerhatikan gerak -gerik gadis muda yang kini telah berbicara dengan Tuan Muda yang di kenal sebagai Tuan muda Tang Hu Ming oleh para pengunjung yang datang ke dalam kedai arak Bao Lu. Dan, Li Hong Xiu dapat menemukan gantungan giok di pinggang pria muda tampan yang duduk di kedai arak Bao Lu dengan bicara soal makanan yang sedang di promosikan oleh pria itu.


" Tuan Putri, anda datang ke kedai arak Bao Lu ada tujuan apakah?" Tanya Tuan muda Tang Hu Ming mengangkat pandangan matanya kepada Puteri Wu Yi Yan.


" Mencoba untuk mencicipi makanan yang kamu pamerkan di kedai arak Bao Lu ini di hadapan mereka semua yaitu para pengunjung yang ingin melihat aksimu itu. " Jawab Puteri Wu Yi Yan tanpa sungkan lagi telah duduk di bangku depan Tuan muda Tang Hu Ming sambil mengambil sepasang sumpit dan mengambil tiap makanan di mangkuk di atas meja depan Tuan muda Tang Hu Ming.


" Ah, silakan saja anda cicipi semua makanan ku ini. " Kata Tuan muda Tang Hu Ming yang telah diam-diam mengamati gerak -gerik Li Hong Xiu yang berdiri di antara para pengunjung yang datang ke kedai arak Bao Lu. Pemuda tampan itu tersenyum kecil di sudut bibirnya sepertinya ia mengejek Li Hong Xiu.


Li Hong Xiu tidak menyadari bahwa kehadiran nya di antara para pengunjung yang datang ke kedai arak Bao Lu telah di ketahui oleh Tuan muda Tang Hu Ming dan Puteri Wu Yi Yan yang saling memberikan kode atau isyarat secara halus melalui cara makan putri itu dan cara duduk Tuan muda Tang Hu Ming itu sendiri.


Bersambung!