
"Hahahaha sungguh sekelompok orang-orang dungu yang mau saja mempercayai ucapan yang keluar dari mulut biksu-biksu Shaolin yang semuanya adalah penipu ulung yang hanya mencari keuntungan dari acara pertemuan para pendekar di kuil ini.. " kata pemuda tampan yang datang dengan gayanya yang dramatis yakni ia melayang dengan anggun di atas kepala- kepala para tamu-tamu undangan di gedung pertemuan di kuil Shaolin dan pria ini turun dengan anggun pula di hadapan Biksu Feng dan para anggota sekte Shaolin lainnya.
Biksu Feng berdiri dari tempat duduknya dan ia dengan suara lantang berbicara secara langsung kepada orang di hadapannya yang merupakan salah seorang dari putra Ketua Sekte Tengkorak Emas di gurun Gobi, yakni putra ketiga Sheng Kun yang bernama Sheng Yu.
"Tuan muda ketiga Sheng Yu, kau jangan bicara sembarangan tentang kami tanpa bukti kuat dari pernyataan mu itu! Kami para biksu Shaolin adalah orang-orang yang beriman tinggi dan juga sekte kaum persilatan bersih yang selalu memegang teguh prinsip-prinsip kebenaran dan keadilan di dunia persilatan di seluruh wilayah daratan besar! " Tutur Biksu Feng yang menatap tajam kepada Sheng Yu.
Para pendekar yang hadir di acara pertemuan tersebut ada yang mengganggukkan kepala mereka mempercayai biksu Feng namun ada pula yang mencibir perkataan Biksu Feng, salah satunya adalah seorang pendekar dari sekte burung merpati salju yang duduk di tempat duduk barisan ketiga dari lima barisan tempat duduk para pendekar lainnya.
"Huh, kami para pendekar sekte burung merpati salju merupakan sekte kaum persilatan bersih juga tapi kami sama sekali tidak mempercayai perkataan mu tanpa kami melihat pusaka yang kau simpan sendiri untuk kepentingan pribadi sekte Shaolin sendiri." kata pria yang membawa tombak kepala burung merpati salju nada tajam kepada Biksu Feng.
"Ya, kami juga dari sekte serigala bulu hitam dan putih tidak mempercayainya apalagi setelah kami mengetahui masa lalunya sebelum dia menjadi seorang kepala biksu Shaolin adalah seorang penjahat besar di timur laut dengan julukannya Si Roda Iblis Feng Yin, huh kami pun tahu bahwa dia mempunyai seorang istri yang merupakan salah seorang dayang istana Putri Ming Ming dari Kekaisaran Ming.. Hmm, sungguh kami tak pernah mau mempercayai ucapannya.. " kata ketua sekte serigala berbulu hitam dan putih yang menatap sinis kepada biksu Feng.
"Ketua Gu, aku tak pernah menyangkal akan masa laluku yang telah membuat hidupku banyak masalah dengan orang-orang di dunia persilatan ,dan aku pun mengakui bahwa aku pernah menikah dan memiliki istri dan anak yang tinggal di istana Kekaisaran Ming namun aku sudah sepuluh tahun ini melepaskan diri dari keduniawian untuk menjadi seorang biksu di kuil Shaolin untuk seumur hidupku.. Tetapi, kalau mengenai pusaka yang kau maksudkan itu sama sekali tidak ada di kuil ini. " kata Biksu Feng nada lantang menghadapi orang-orang yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip kebenaran dan keadilan di dunia persilatan.
"Uhh, jika kamu seorang pria sejati di masa lalu, sekarang dan masa depan ataupun selamanya kau pasti akan beritahu kami tentang pusaka bunga teratai emas dan liontin Dewa keabadian yang telah ku ketahui berada di sini. " kata Sheng Yu nada mengejek kepada biksu Feng.
"Tuan muda ketiga Sheng Yu, darimana aku tahu tentang dua buah pusaka itu adalah bunga teratai emas dan liontin Dewa keabadian?" tanya wakil biksu Feng nada tajam kepada Sheng Yu.
"Dari pengamatan ku mengenai kebusukan hati Ketua Shaolin kalian yang bekerjasama dengan Si Racun Iblis Cantik Putri Ming yang dari Kekaisaran Ming.." jawab Sheng Yu dengan sinar matanya yang menerawang wakil biksu Feng di hadapannya.
Wakil biksu Feng sudah tak sabar untuk maju dan menghadapi Sheng Yu tetapi ia di cegah oleh Biksu Feng yang maju untuk menepis setiap perkataan Sheng Yu yang di ketahui olehnya ingin mencemarkan nama baik sekte Shaolin di mata para pendekar dunia persilatan.
"Tuan muda ketiga Sheng Yu, ku beritahu kau dua buah pusaka itu yang satunya adalah pusaka sekte Shaolin sendiri karena pusaka itu adalah Bunga teratai emas lambang Buddha yang di puja oleh kami di kuil Shaolin kami di sini, sedangkan pusaka yang satunya lagi adalah pusaka milik Putri Ming yang sendiri dari sekte Gobi karena Beliau adalah murid utama dari ketua sekte Gobi Pendeta wanita Liu Kim Bwee. Jadi, kau jangan bicara sembarangan tentang dua buah pusaka itu adalah milik dunia persilatan yang kami kuasai sendiri karena dua pusaka itu memang milik kami sendiri. " kata Biksu Feng nada lantang sekali.
Ketua sekte Hoa San Pai dan Ketua sekte Bu San Pai menganggukkan kepala untuk menyatakan bahwa mereka mempercayai perkataan Ketua sekte Shaolin.
"Kami mempercayai perkataan Biksu Feng karena kami mengetahui asal usul dari kedua buah pusaka itu dengan baik. " kata Ketua sekte Hoa San Pai nada tegas.
"Iya, aku juga melihat dua buah pusaka itu sejak mendiang Biksu Wang mengundang kami di acara yang sama seperti yang diadakan di kuil ini pada beberapa tahun yang lalu. " kata Ketua sekte Bu San Pai lebih menyakinkan.
"Dan , aku Ketua Zhang dari Sekte Wu Tang atau Bu Tong Pai mempercayai perkataan biksu Feng dengan yakin sekali karena akulah yang menjadi saksi mata wafatnya Biksu Wang pada waktu itu... " Kata Ketua sekte Bu Tong Pai yang selalu memegang teguh persahabatan yang murni di antara para pendekar dunia persilatan bersih.
Para pendekar di kuil Shaolin mempercayainya sehingga tak seorangpun meragukan Biksu Feng lagi kecuali sekte burung merpati salju dan sekte serigala berbulu hitam dan putih yang memang menjadi kolega sekte Elang Darah milik Sheng Yu.
"Tuan muda ketiga Sheng Yu, sekarang apalagi yang ingin kau katakan kepada kami untuk siasat busukmu yang ingin mengadu domba kami di kuil Shaolin?! " Wakil biksu Feng nada lantang berbicara kepada Sheng Yu.
"Hmm, aku ingin kalian semua binasa di tangan ku..! Jika kalian tidak mematuhi perintah ku sebagai wakil ayahku..! " Jawab Sheng Yu yang menepuk-nepuk tangannya lalu sekelompok orang sekte serigala berbulu hitam dan putih, sekte burung merpati salju dan sekte-sekte lain yang bergabung dengan sektenya telah hadir di kuil Shaolin dengan membawa senjata mereka masing-masing di tangan mereka dengan sikap dan wajah mereka yang garang.
Namun Sheng Yu terperanjat dengan kehadiran para pasukan Kekaisaran Naga Merah yang telah bergabung dengan pasukan Kekaisaran Ming yang rupanya telah mengurung mereka di gedung pertemuan di kuil Shaolin.
"Apa? Apa yang telah terjadi di sini? Kenapa mereka berada di sini?!" hardik Sheng Yu yang menuding telunjuknya ke arah para pasukan Kekaisaran Ming dan Kekaisaran Naga Merah yang mengurung pasukannya.
"Mereka hadir karena perintah ku untuk habisi dirimu dan pasukanmu..! " Balas Zhang Xiao Long yang melayang ke arah podium dan berdiri di hadapan Sheng Yu.
"Ahh! Hormat kami kepada Kaisar Naga Merah..! " sapa para pendekar di kuil Shaolin termasuk biksu Feng dan murid-murid nya, Ketua sekte Bu San Pai, Bu Tong Pai dan Hoa San Pai yang segera berlutut memberikan penghormatan mereka kepada Zhang Xiao Long.
Sheng Yu memucat saking terkejutnya melihat kehadiran Pendekar Naga Merah yang amat terkenal dengan keganasannya terhadap siapa saja yang menentang prinsip-prinsip kebenaran dan keadilan di dunia persilatan kaum bersih.
"Sheng Yu, sebaiknya kamu menyerahkan nyawa mu kepada ku atas dosa-dosa mu sekarang juga! jika kamu menentang ku, maka aku sendiri yang akan memenggal kepala mu..! " Perintah Zhang Xiao Long kepada Sheng Yu.
"Zhang Xiao Long, aku tidak pernah menyerah begitu saja kepada mu..! Aku Sheng Yu akan menghadapi mu..! " Hardik Sheng Yu yang telah mengeluarkan pedang tombaknya yang telah melesat cepat ke arah Zhang Xiao Long dengan nafsu untuk membunuh pemuda itu.
Wushhh!
Zhang Xiao Long bergerak mundur beberapa langkah saat pedang tombak di tangan Sheng Yu meluncur ke arahnya. Ia dengan lincah telah menggerakkan telapak tangan yang langsung menghantam hancur kepala Sheng Yu dalam satu kali pukulan telak saja.
Dess!
Prakkk!
Para pendekar di kuil Shaolin bertarung dengan sengit menghadapi para pasukan sekte burung merpati salju dan sekte serigala berbulu hitam dan putih serta pasukan sekte elang darah.
Trangg!
Tranggg!
Tranggg!
Trangg!
Mereka saling mengadu senjata tajam mereka masing-masing sehingga menimbulkan suara bising-bising di seluruh gedung pertemuan di kuil Shaolin.
Plakk!
Plakk!
"Locianpwe, serahkan mereka kepada ku saja.. Anda berdua lindungi murid-murid anda dan para sahabat lainnya.." Kata Zhang Xiao Long nada sopan kepada kedua Ketua sekte hebat itu.
"Baik, Paduka. " jawab keduanya segera mundur dari pertempuran untuk melindungi murid-murid mereka dari para pasukan musuh yang semakin besar saja setelah Sheng Yu tewas di tangan Zhang Xiao Long.
Zhang Xiao Long mengelak ke samping ketika tombak kepala serigala berbulu hitam dan putih menyerang ke arah depan wajahnya dengan kedua telapak tangan Zhang Xiao Long telah melontarkan ilmu sinkang arak sakti yang amat hebat sekali.
Plakk!
Plakkk!
Sebuah senjata tajam berupa tongkat tipis mirip benang tajam meluncur dari ketua sekte burung merpati salju yang melesat cepat ke arah kanan Zhang Xiao Long sehingga Zhang Xiao Long melakukan gerakan berputar di udara sebanyak lima kali putaran untuk menghindari serangan maut itu.
Betttttz!
Betttzz!
Betttzz!
Zhang Xiao Long mencari cara untuk membalas serangan-serangan musuh - musuh itu yang semakin bernafsu untuk membunuhnya dengan cara mereka saling berlomba-lomba satu sama lainnya.
Zhang Xiao Long melihat kesempatan emas saat ia bergerak di antara senjata tajam musuh- musuh itu lalu telapak tangannya menghantam pukulan yang mengandung hawa sinkang Naga Merah telah langsung menghancurkan Ketua sekte burung merpati salju dan sekte serigala berbulu hitam dan putih.
Blaaarr!
Kemudian Zhang Xiao Long melakukan gerakan meluncur dengan pedang Naga Merah yang terhunus ke arah sejumlah pasukan musuh yang sebagian besar telah membunuh sejumlah anggota sekte Shaolin, Bu San Pai, Bu Tong Pai dan Hoa San Pai juga bebarapa pasukannya pun ada yang menjadi korban keganasan pasukan musuh yang dipimpin oleh seorang wanita yang wajahnya separuh pria dan separuh wanita.
Wushhhh!
Pimpinan pasukan Elang Darah yang sedang melancarkan serangan mautnya kepada Beng Loan Ki dan kawan-kawan pasukan Kekaisaran Naga Merah terkejut dengan sinar pedang Naga Merah di tangan Zhang Xiao Long sehingga ia cepat menangkis dengan pedangnya yang di angkat ke atas kepalanya.
Cranggg!
Tetapi pedangnya hancur berkeping-keping oleh serangan pedang Naga Merah yang langsung menebas kepalanya hingga para pasukannya menggigil ketakutan melihat ketajaman pedang Naga Merah dan keganasan Zhang Xiao Long terhadap para musuh pemuda itu.
Zhang Xiao Long tak memberikan ampunan bagi mereka karena pemuda itu telah melontarkan pedang Naga Merah yang bergerak secara sadis menebas mereka semua sehingga tubuh-tubuh mereka menjadi daging cincang yang telah berserakan di gedung pertemuan di kuil Shaolin.
Crakkk!
Zhang Xiao Long menangkap kembali pedang Naga Merah usai pedang itu berputar cepat dan meluncur ke arahnya lalu Zhang Xiao Long telah melihat para pasukannya telah memenangkan pertempuran tersebut.
"Kalian semua bantu untuk rapikan kembali kuil Shaolin seperti semula..! Aku akan pergi ke Kekaisaran Zhou sekarang juga..! " Perintah Zhang Xiao Long kepada para pasukannya yang segera mematuhinya.
"Siap, Paduka..! " Sahut para pasukannya nada serentak.
Zhang Xiao Long sudah akan berkelebat untuk meninggalkan kuil Shaolin namun Beng Loan Ki dan kekasih pria paruh baya itu serta gadis pelayan Putri Ming Ming dan Fan Hong telah mendatanginya di antara mayat-mayat musuh yang tak beraturan itu.
"Yang Mulia, izinkan kami semua ikut membantu Anda yang akan pergi menyelamatkan Putri Ming Ming di Kekaisaran Zhou.. " kata Beng Loan Ki nada serius.
"Yang Mulia, hamba adalah Yang Hui dan Fan Hong ikut pergi ke Kekaisaran Zhou bersama dengan Anda. " kata Yang Hui bersujud di depan Zhang Xiao Long.
"Iya, Paduka. Kami juga ingin mencari majikan kami di sana. " kata Fan Hong sujud dengan hormat kepada Zhang Xiao Long.
"Baiklah, aku izinkan kalian berempat untuk mengikuti ku pergi ke Kekaisaran Zhou.. Mari kita berangkat.. Sekarang juga...! " Jawab Zhang Xiao Long kepada mereka yang bersujud di hadapannya.
"Terimakasih Paduka..! Terimakasih Paduka..! "
Lalu mereka berempat melesat cepat mengikuti arah perginya Zhang Xiao Long dari kuil Shaolin yakni ke arah utara dengan kecepatan tinggi untuk mereka tidak membuang-buang waktu mereka dalam mencari, menemukan dan juga menyelamatkan Putri Ming Ming.
Brrrrrr!
Zhang Xiao Long mempercepat daya luncur tubuhnya yang membuatnya seperti cahaya kilat di langit khatulistiwa yang meluncur begitu cepat sekali sehingga ia telah meninggalkan kota Zheng an.
Bersambung!