Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Kasih Tak Terlihat...


Sekembalinya Zhang Xiao Long dan rombongan ke istana Kekaisaran Naga Merah seluruh istri, selir, anak-anaknya, pejabat dan rakyatnya telah berpartisipasi dalam pesta perayaan musim semi yang sangat meriah.


Seperti pertunjukan teater kesenian, tarian dan sebagainya. Zhang Xiao Long sangat menyukai pertunjukan wayang kulit yang di persembahkan oleh para seniman terbaik di seluruh wilayah Kekaisaran Naga Merah.


"Wah, aku paling suka menyaksikan penampilan dari para seniman terbaik negeri kita sendiri.. " kata Zhang Xiao Long bersinar-bersinar melihat pertunjukan tersebut sambil menikmati berbagai macam suguhan makanan dan minuman khas Istana Kekaisaran Naga Merah.


"Ayahanda Kaisar, bolehkah aku minum air teh di cangkir itu? " pinta Putri Li Yun Er putri pertama yang lahir dari Permaisuri Agung Tan Tan Ling Ming yang duduk di bangku barisan putra-putri nya sambil menunjuk ke arah guci minuman di atas mejanya.


"Ya,boleh , Anakku sayang.Ini Ayahanda berikan minuman ini kepada mu. " jawab Zhang Xiao Long mengulurkan cangkir teh bunga krisan di atas mejanya kepada putrinya melalui istrinya di sisi kirinya.


"Ayahanda, kalau manisan buah ceri di mangkuk tutup hijau di meja Ibunda Ratu, apakah aku bisa memintanya untuk aku darimu? " tanya Putri Li Yuan Yuan putri keduanya dengan senyuman di bibir mungil yang mirip dengan bibirnya sendiri.


"Ya." Jawab Zhang Xiao Long membalas senyum putrinya dengan lembut sambil meminta tolong kepada Amira Ming untuk memberikan mangkuk isi manisan buah ceri kepada Putri Li Yuan Yuan.


"Ayahanda,aku punya sesuatu yang menarik dan ingin aku perlihatkan kepada Ayahanda. " kata Pangeran muda Fan Yi Xing putra asuhnya yang duduk di bangku sampingnya.


"Kau punya apa yang menarik?" tanya Zhang Xiao Long tertawa melihat kelucuan anak kecil di sampingnya itu karena anak kecil ini memegangi sesuatu di dalam pakaian seakan-akan penuh misterius sekali.


"Kemarilah dan mendekatlah kepadaku agar kau mudah untuk melihatnya. " kata Fan Yi Xing yang membuat alisnya terangkat namun senyuman di bibirnya selalu mengembang dan tatapannya itu penuh kasih sayang terhadap anak kecil yang manis itu.


"Iya.. "


Fan Yi Xing memperlihatkan seekor anak kadal putih di balik pakaian anak kecil kepadanya dan lirikan anak kecil itu menanyakannya tentang kesan pertama kali pada hewan peliharaan dari putra asuhnya itu.


"Menarik sekali.. Apakah dia sudah mempunyai nama?" tanya Zhang Xiao Long mengelus- elus lembut rambut tebal anak kecil itu.


"Sudah, namanya adalah Afei. " jawab Fan Yi Xing tertawa gembira.


Lalu ekor mata Zhang Xiao Long menangkap ke arah lain posisinya berada di halaman terbuka di istana Kekaisaran Naga Merah yaitu kepada sisi wanita muda cantik yang sedang berbincang- bincang dengan ramah bersama Selir Agung Kim Hwee Li.


"Kakak Nalan, kenapa wajahmu pucat? Apakah kau sedang sakit? " tanya Kim Hwee Li dengan ramah kepada madunya yang mempunyai gelar Permaisuri Kekaisaran Naga Merah Nalan Yan Ran.


"Ya,semalam aku kurang tidur karena udara di dalam kamarku begitu sesak." jawab Nalan Yan Ran yang diam-diam mengeluarkan keringat di kedua telapak tangannya karena dia sedang di perhatikan oleh Kaisar Naga Merah pada saat ini dari tempat duduk Kaisar itu sendiri.


"Ouh, kalau begitu kamu harus minum vitamin dari ku yang pernah aku berikan kepada kamu pada waktu itu. " kata Kim Hwee Li dengan sikap sopan.


"Iya, aku ingat vitamin itu, nanti malam sebelum ku tidur, aku akan meminumnya agar kondisi fisik ku kembali pulih dan segar. " kata Nalan Yan Ran tersenyum ramah dan senang mempunyai saudari madu sebaik Kim Hwee Li.


Zhang Xiao Long mengalihkan perhatiannya ke arah Ratu Amira Ming yang menggendong dua orang bayi kembar sambil makan malam berupa semangkuk sup bunga teratai.


"Apa? Kalian mau apa? " tanya Amira Ming halus dan sabar kepada sepasang bayi kembar yang bernama Pangeran Pertama Li Ming Long dan Pangeran Kedua Li Feng Long di pangkuannya.


"Wah, mereka akan menjadi Anak-anak laki-laki yang manja terhadap Ayahanda mereka jika kau selalu memperlakukan mereka seperti anak- anak emas mu. " kata Amira Ming nada lembut di samping kanan Zhang Xiao Long yang tertawa bahagia.


"Iya, karena mereka adalah putra-putraku yang wajib untuk aku berikan kasih sayang tulus dan perhatian dari ku." kata Zhang Xiao Long dengan senyuman manis dibibirnya kepada Amira Ming.


"Kau ini bisa saja.. " kata Amira Ming yang luar biasa bahagia menjadi salah seorang dari istri kesayangan Kaisar Naga Merah.


"Ming Ming, setiap seorang ayah pastilah akan selalu memanjakan anak-anaknya selamanya.. Karena mereka adalah harta karun yang paling penting dan berharga di dalam hidupku yang menjadi ayah mereka." kata Zhang Xiao Long di kursi singasana nya sambil menyanyikan lagu pengantar tidur untuk sepasang bayi kembar di pangkuannya.


"Hmm, Kak Long bagaimana kalau janin yang di dalam kandungan ku saat ini adalah seorang anak perempuan bukan seorang anak laki-laki? Apakah kamu juga akan memanjakannya seperti kamu memanjakan putra- putramu itu? " tanya Amira Ming halus kepada Zhang Xiao Long yang cepat mengalihkan perhatiannya kepada perut rata Amira Ming lalu mengangkat tangannya ke arah dagu istrinya dan mencium bibir istrinya.


"Tentu saja, semua anakku akan selalu menjadi harta karun ku dan mereka akan mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari aku dengan adil dan merata. Ohya, kenapa kamu baru hari ini memberitahukan bahwa kamu sedang isi lagi dan sudah berapa bulan kandunganmu itu? " Zhang Xiao Long begitu perhatian kepada Amira Ming.


"Karena aku belum lama ini kembali isi dan baru hari ini aku periksakan kesehatanku yang telah mendapatkan hasil laporan kesehatan dari tabib istana Kekaisaran Naga Merah bahwa aku saat ini sedang mengandung kembali dengan usianya baru satu bulan lebih atau lima minggu." kata Amira Ming halus untuk menenangkan pikiran dan hati Zhang Xiao Long.


Zhang Xiao Long yang ingin memastikan bahwa kesehatan istri dan janin baru tumbuh di rahim istrinya itu telah menaruh telapak tangan kanan di bawah perut istrinya dan tangan lainnya telah memeriksa denyut nadi dan dahi istrinya. Lalu, Ia menarik napas panjang dan raut wajahnya pun menyiratkan kelegaan hatinya.


"Syukurlah, kau dan janin baru kita sehat -sehat saja namun kamu harus tetap ingat untuk selalu menjaga kesehatanmu dan janin kita dengan istirahat yang cukup, makan yang teratur dan minum air putih hangat juga vitamin penguat janin melalui makanan dan minuman sehat yang telah aku siapkan untuk mu melalui para tabib istana Kekaisaran Naga Merah khusus untukmu, juga dayang, kasim dan pengawal istanamu. " kata Zhang Xiao Long yang lalu mengeluarkan perintah untuk Amira Ming istrinya itu dan juga seluruh orang yang berada di istana Kekaisaran Naga Merah.


Sesudah itu pesta perayaan musim semi telah berakhir dengan kebahagiaan di hati Zhang Xiao Long yang pada malam hari itu mengantarkan Amira Ming kembali ke istana khusus untuk Ratu Amira Ming. Sedangkan, yang lainnya kembali ke istana mereka masing-masing dengan senyum cerah menghiasi wajah mereka kecuali Nalan Yan Ran yang terlihat gelisah.


*****


Istana Permaisuri Naga Merah.


Nalan Yan Ran melemparkan barang-barang di kamarnya dengan marah dan sedih karena Kaisar Naga Merah jauh lebih memperhatikan Amira Ming daripada dirinya atau wanita-wanita lain yang menjadi bagian hidup Kaisar Naga Merah itu.


"Percuma aku melakukan hal yang melanggar hukum dan peraturan Istana Kekaisaran Naga Merah sepulangnya aku dari kota Sheng An Utara dengan memberikan janjiku kepada Tuan pejabat Sui setelah aku dibebaskan dari penjara istananya.. Ah, pemuda yang telah menculik aku itu siapakah dan kenapa aku selalu teringat pada dirinya? " batin Nalan Yan Ran.


Nalan Yan Ran memandangi dirinya sendiri di depan cermin meja rias untuk mengingat masa- masa yang pernah di laluinya bersama dengan pria yang membiusnya di hutan menuju ke kota Sheng An utara sekitar dua atau tiga bulan yang lalu.


"Tujuan utama ku meninggalkan istana adalah aku ingin membantu adiknya Shen Yue yang di jual oleh Paman mereka ke rumah bordil namun aku ditengah jalan telah di serang dan di culik oleh seorang pria yang kemudian membawaku ke istana pejabat Sui. Disanalah, aku membuat perjanjian yang telah aku sepakati untuk adiknya Shen Yue terbebas.Ahh, tapi aku tak tahu apa yang telah terjadi pada diri ku dengan pria itu di kamar pejabat Sui? " batin Nalan Yan Ran lagi.


Rasa takut dan khawatir telah mendera Nalan Yan Ran yang sekarang ini selalu teringat akan pria lain yang bukanlah suaminya sendiri yang berarti dia telah mengkhianati kepercayaan hati Kaisar Naga Merah.


"Apakah aku telah jatuh cinta pada pria itu tanpa aku sadari? Celaka, aku telah mengkhianati hati Kaisar Naga Merah! Apakah Aku akan dihukum mati oleh Kaisar Naga Merah apabila Dia tahu apa yang telah aku lakukan dibelakangnya untuk mendapatkan kebebasan aku sendiri?? " batin Nalan Yan Ran. Wanita itu menangis memeluk dirinya sendiri di tempat tidurnya yang terasa dingin baginya.


Bersambung!