Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Keluar Dari Kota Lu an Timur.


" Iya, Kakak Li. Aku ingin menjadi pengganti sang Kaisar yang sekarang memimpin Kekaisaran Li dengan caraku sendiri dan kalian berdua sebagai putra -putra dari Kaisar Li yang sekarang adalah tawanan ku." Jawab Zhang xiao Long dengan seringai yang mengejutkan hati Li Yun Shiang dan Li Shimin semakin ketakutan di buatnya.


" Kau..! " Li Yun Shiang hanya bisa berkata satu kata itu saja kepada Zhang Xiao Long karena. Ia telah di totok kaku pada pita suaranya oleh Zhang xiao Long menggunakan kipas lipat di tangan pemuda ini yang tak di ketahui kecepatan geraknya untuk melumpuhkan Li Yun Shiang dan Li Shimin dalam waktu kurang dari nol koma satu detik.


Yanmi tersenyum senang melihat Zhang xiao Long membuat kedua orang yang menyebabkan itu menjadi bisu dan tak bisa bergerak lagi untuk beberapa waktu yang ditentukan oleh Zhang xiao Long untuk membebaskan keduanya.


" Tuan muda, sang fajar telah menunggu kita bergerak ke arah pintu keluar dari kota ini. " Kata Yu Song Bu yang menggunakan matahari pagi sebagai waktu yang tepat untuk Zhang Xiao Long dan rombongannya meninggalkan kuil kosong di sudut kota Lu An timur.


Zhang Xiao Long bersiul rendah lalu Hu Yang San melesat ke arahnya dan menunggu dirinya untuk menunggangi punggung singa raksasa berrambut merah itu di depan Zhang Xiao Long.


" Tuan muda, sebelum kita berangkat keluar dari kota ini ada baiknya jika anda menjadikan kami semua para pengikut setia anda sebagai laskar pendekar naga merah untuk menggemparkan dunia persilatan di seluruh wilayah Kekaisaran Li dan sekitarnya. " Kata Beng Loan Ki memberikan usul nama untuk para pengikut setia Zhang Xiao Long yang jumlahnya mencapai seratus orang pengikut setelah sisa anggota sekte pengemis baju bersih menjadi pengikut setia Zhang Xiao Long.


" Aku sudah memikirkan nama untuk kalian para pengikut setia ku dengan nama Laskar Naga Merah dan lambang kalian adalah rajah naga merah di punggung kalian untuk para pria dan untuk para gadis adalah jepitan rambut motif naga merah di kepala merah. " Kata Zhang Xiao Long yang memerintahkan Yu Song Bu untuk membuatkan rajah naga merah di punggung para pengikut setia laki-laki dan untuk para pengikut setia perempuan di berikan jepitan rambut motif naga merah dari Yanmi.


" Aku juga mau tanda pengenal laskar naga merah darimu, Kak Long. " Kata Yanmi menatap lembut Zhang Xiao Long yang duduk di atas punggung Hu Yang San.


" Kamu pakailah tusuk konde bunga naga merah di kunciran rambut panjang dan indahmu itu. " Kata Zhang Xiao Long yang memberikan tusuk konde bunga naga merah kepada Yanmi.


" Jangan menilai tusuk konde bunga naga merah itu adalah barang murahan, Yanmi. Tusuk konde itu dahulu milik Ibuku. " Kata Zhang Xiao Long melalui tatapannya kepada Dewi baju merah Yanmi yang menerima hadiah tusuk konde bunga naga merah darinya.


Yanmi tertawa kecil untuk tatapan matanya yang sangat tulus kepada Yanmi lalu gadis cantik jelita itu menyelipkan tusuk konde bunga naga merah ke atas sanggul rambutnya yang panjang dan indah.


"Bagaimana menurutmu penampilan rambutku sekarang ini? " Tanya Yanmi yang memamerkan keindahan rambutnya kepada Zhang Xiao Long.


" Bagus. " Jawab Zhang Xiao Long singkat pada Yanmi.


"Ya, terimakasih atas pujianmu yang singkat dan padat. " Kata Yanmi yang berjalan keluar dari kuil kosong di sudut kota Lu an timur bersama dengan yang lainnya.


Zhang Xiao Long mengejar gadis itu dan meraih jemari gadis itu lalu mengizinkan gadis itu duduk bersamanya di atas punggung Hu Yang San.


Yu Song Bu dan Beng Loan Ki tersenyum senang melihat Zhang Xiao Long mulai dekat dengan Yanmi namun membuat para gadis lain muram durja karena Zhang Xiao Long lebih dekat dengan Yanmi daripada mereka.


Mereka telah memasuki hutan bunga Lu ungu untuk mendatangi markas besar sekte pengemis baju hitam untuk misi merebut pusaka stempel giok milik Ibu suri He dari Ketua Sekte pengemis baju hitam.


Derap langkah keempat kaki Hu Yang San telah mendekati sebuah desa yang bertuliskan desa kecil hutan bunga Lu ungu , lalu Zhang Xiao Long turun dari punggung Hu Yang San bersama dengan Yanmi untuk mengamati desa tersebut.


" Dimanakah markas besar sekte pengemis baju hitam itu berada? " Tanya salah satu dari para pengikut setia Zhang Xiao Long kepada yang lainnya.


"Kalian menyebarlah ke seluruh hutan bunga lu ungu ini dan amati orang-orang yang memakai topi jerami dengan bunga lu hitam pada topinya untuk mengetahui markas mereka. " Kata Zhang Xiao Long yang mengatur para pengikut setia nya sebelum ia dan Yanmi melangkah maju ke desa kecil di depan sepasang mata mereka.


" Siap, Tuan muda, kami laksanakan perintah anda. " Jawab para pengikut setia nya serentak.


Zhang Xiao Long dan Yanmi berjalan dengan tenang menuju ke desa kecil bunga Lu ungu usai seluruh pengikutnya menyebar ke seluruh hutan bunga lu ungu sesuai dengan perintahnya, lalu mereka berdua melihat para penduduk di desa kecil bunga lu ungu sedang sibuk menjemur bunga lu ungu dengan wadah anyaman bambu yang di taruh di bawah terik matahari pagi di depan teras rumah-rumah penduduk.


" Yen Yen, kau taruhlah biji bunga lu ungu di salah satu dari wadah yang telah aku siapkan di atas tiang-tiang jemuran di halaman depan rumah kita. " Terdengar seorang pria tua yang memberikan arahan kepada seorang pemuda remaja yang sedang merapikan bunga lu ungu yang berada di keranjang anyaman di wadah yang berbeda-beda.


" Iya, Kakek. " Jawab pemuda remaja itu dengan cekatan mematuhi arahan dari Kakeknya namun sepasang mata dari cucu kakek itu memiliki sinar mata yang mengandung kebencian yang mendalam dan terlihat jelas oleh Zhang xiao Long dan Yanmi yang tetap berjalan dengan sikap acuh tak acuh menuju ke kedai arak di dekat rumah kakek itu.


Dan, ketika kakek itu tak memperhatikan setiap perubahan dari wajah cucunya yang tertunduk itu. Pemuda remaja ini menggerakkan wadah anyaman bambu di tangannya ke arah batang leher si kakek dengan kecepatan tinggi.


Wushhh!


Si kakek yang seakan-akan ia tidak mengetahui apa yang di lakukan oleh pemuda remaja cucu laki-laki nya itu kepadanya hanya memindahkan telapak tangannya ke barang lehernya dengan sikap seakan-akan ia ingin memijat batang lehernya sendiri.


Namun, wadah anyaman bambu itu berbalik ke arah pemuda remaja yang dengan cepat telah berbalik badannya dengan tangannya ingin menangkap wadah anyaman bambu itu tetapi yang terjadi adalah tangan si pemuda remaja ini putus terpotong wadah anyaman bambu yang di balikan kembali kepada pemuda remaja itu sendiri.


Crak!


Bersambung!