Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Pelayaran Di Lautan He Lin..


Di ruangan dalam kapal laut yang bertuliskan 'Si Naga Air'. Zhang Xiao Long membuka lukisan kosong di atas meja kayu dalam kamarnya yang langsung di amati olehnya.


" Hmm, untuk melihat isi dari lukisan kosong ini aku harus menemukan gadis putri Raja Pulau Petir utara lebih dahulu. " Kata Zhang Xiao Long yang juga meletakkan stempel bunga He di atas meja.


" Tuan muda, saya datang untuk membawakan secangkir teh hangat untuk anda. " Kata Yu Song Bu yang membuka pintu kamarnya.


"Iya, silakan masuk Song Bu. " Jawab Zhang Xiao Long yang tetap konsentrasi terhadap dua benda di atas mejanya.


" Anda masih memikirkan ukiran di sisi stempel bunga He yang anda duga adalah gugusan pulau yang menjadi rahasia dari lukisan kosong itu. " Kata Yu Song Bu yang meletakkan cangkir teh hangat di meja lain.


"Iya, Song Bu, tapi aku harus menemukan gadis itu dahulu untuk mengetahui isi lukisan kosong ini dan hanya gadis itulah yang bisa membuka isi dari lukisan kosong yang penuh misteri ini. " Jawab Zhang Xiao Long yang menerima cangkir teh hangat dari Yu Song Bu sodorkan kepada dirinya.


" Sabarlah, Tuan muda. Anda pasti bisa temukan gadis itu secepatnya untuk masalah lukisan kosong ini bisa teratasi dengan sempurna oleh anda yang cerdas. " Kata Yu Song Bu dengan senyum sopan kepada Zhang Xiao Long.


Lalu pintu kamar terbuka lagi yang datang ke kamarnya adalah Liu Lu Sian istrinya yang ingin menaruh setumpuk pakaiannya yang telah di cuci dan di rapikan dari ruangan lain di kapal. Ia tiba-tiba mempunyai ide untuk membuka rahasia dari lukisan kosong dan stempel bunga He di depannya.


" Adik Sian, cobalah kau kesini.. " Kata Zhang Xiao Long yang memanggil istrinya dengan halus dan lembut.


"Iya, Kakak Long. Ada apakah kamu memanggil aku? " Liu Lu Sian segera menaruh pakaian Zhang Xiao Long di ranjang, lalu menghampiri suaminya dengan patuh.


" Coba kau lihat dengan cermat lukisan kosong dan stempel bunga He di atas meja ini. "Kata Zhang Xiao Long yang merapatkan dirinya di sisi Liu Lu Sian seakan-akan ia memeluk istrinya dari belakang tubuh indah istrinya.


" Hmm, ya Kak. " Jawab Liu Lu Sian yang tersipu -sipu malu di peluk oleh Zhang Xiao Long di depan Yu Song Bu yang tahu diri lalu mundur dan keluar dari kamar majikannya.


Yu Song Bu melihat Li Hong Xiu sibuk menyuapi makan Jia Jia dengan di temani oleh Rong Rong dan Liu Ting Ting di ruangan makan di dalam kapal.


" Mereka bertiga mungkin saja salah satu dari gadis yang di maksud oleh Tuan muda. " Pikir Yu Song Bu yang berdiri di tangga menuju ke luar ruangan dalam kapal.


" Cincin dan jepitan giok motif bunga He yang menjadi kunci jawaban dari lukisan kosong dan stempel bunga He. " Kata Beng Loan Ki yang di atas ruangan dalam kapal sedang bicara dengan seseorang.


Yu Song Bu segera mendatangi pria paruh baya itu yang ternyata sedang bicara dengan He Xiao Chao gadis suku He yang berjuluk siluman rase putih.


" Kalian sedang membahas tentang apa? " Tanya Yu Song Bu dengan santai kepada keduanya.


" Bahas tentang jawaban dari pertanyaan di hati Tuan muda kita. " Jawab He Xiao Chao dengan sikap ramah kepada Yu Song Bu.


" Nona He, kau putri dari Kaisar He Dan Ki tapi kenapa kamu tak bisa memecahkan misteri stempel bunga He yang menjadi pusaka dari Kekaisaran mu sendiri?? " Yu Song Bu bertanya kembali kepada He Xiao Chao yang menatap Yu Song Bu dengan bingung.


" Entahlah, aku juga tidak tahu tentang pusaka Kekaisaran He karena aku putri luarnya Kaisar He Dan Ki yang tidak memiliki hak untuk ikut campur tangan di dalam urusan pemerintahan di Kekaisaran He. " Jawab He Xiao Chao yang ikut memerhatikan lautan He Lin yang gelap gulita.


Di sisi lain kapal terdapat Li Shimin yang selalu di awasi oleh Liu Tong dengan rantai seperti seekor kucing yang di ikat lehernya oleh Liu Tong yang ingin tawanan Zhang Xiao Long ini selalu terjaga dengan baik.


"Ada sebuah kapal lain yang menuju ke arah kita dari arah selatan. " Kata Liu Tong yang cepat mengabarkan hal ini kepada Beng Loan Ki dan yang lainnya.


Beng Loan Ki cepat menggunakan teropong nya untuk melihat kapal lain yang menuju ke arah kapal mereka, lalu pria paruh baya itu dengan cepat mengambil seruling nya dan meniup untuk memberikan kode kepada Zhang Xiao Long dan yang lainnya di ruangan dalam kapal.


Zhang Xiao Long dengan cekatan menggulung lukisan kosong dan mengambil stempel bunga He dari meja dan menyimpan keduanya di saku bajunya.


" Lu Sian , bersiap -siaplah untuk berkemas dan ikuti aku keluar dari ruangan dalam kapal ini. " Kata Zhang Xiao Long yang langsung memberi perintah untuk istrinya merapikan barang- barang pribadi mereka.


Li Hong Xiu segera mengajak Jia Jia bersama dengan yang lain untuk keluar dari ruangan dalam kapal untuk ikut berjaga-jaga dalam atasi masalah yang datang kepada mereka semua.


" Bajak laut beruang merah yang datang ke arah kapal kita. " Kata Tang Si Hao yang mengenali bendera kapal lain itu.


" Hmm, di sana ada tiga orang yang terlihat memiliki ilmu kepandaian yang tidak boleh kita pandang rendah. "Kata Zhang Xiao Long yang telah berdiri di atas tali kapal lautnya bersama dengan istrinya.


" Tiga orang itu adalah tiga setan laut He Lin yang memiliki keganasan dalam sepak terjang mereka terhadap setiap orang yang melakukan pelayaran di lautan He Lin. "Kata He Xiao Chao kepada Zhang Xiao Long yang memiliki ide untuk menghadapi musuh -musuh yang datang kepada mereka.


" Kalian semua jaga kapal kita dengan baik-baik. Biar aku yang akan menemui mereka dan bantai mereka dengan cara ku sendiri..! " Kata Zhang Xiao Long yang memerintahkan para sahabat nya untuk menjaga kapal mereka.


" Baiklah, Tuan muda...! " Sahut para sahabatnya dengan serentak.


" Kakak Long, biarkan aku ikut bersamamu untuk membasmi mereka semua dan kita bisa tukar kapal kita dengan kapal mereka yang lebih besar daripada kapal kita ini. " Kata Liu Lu Sian dengan senyumannya kepada Zhang Xiao Long.


" Ya, baiklah istriku. Marilah kita datangi mereka di kapal laut mereka..! " Kata Zhang Xiao Long yang telah meraih jemari Liu Lu Sian dengan cepat lalu melayang ke arah kapal laut musuh.


Brrrrrr!


Bersambung!