
Zhang Xiao Long telah membasmi para musuh nya di rumah kediaman kepala daerah kota kecil Yang hingga tak ada yang tersisa lagi sehingga para sahabatnya menjadi terkagum-kagum dengan kemampuannya.
" Kakak Fung, selanjutnya apa rencana kita di rumah kediaman kepala daerah kota kecil Yang telah habis penghuninya oleh kita semua? " Tanya Yu Song Bu usai membunuh seluruh anggota keluarga kepala daerah kota kecil Yang kepada Zhang Xiao Long.
" Menyelidiki patung Dewi Kuan Im yang terbuat dari batu giok dingin untuk mengetahui siapa pencuri pedang Naga Merah palsu yang berada di ruang rahasia dalam ruangan pribadi kepala daerah kota kecil Yang. "Jawab Zhang Xiao Long yang berjalan ke arah timur dari rumah kediaman kepala daerah kota kecil Yang tanpa perduli terhadap semua mayat keluarga dan kerabat dekat kepala daerah kota kecil Yang kepada Yu Song Bu.
" Pedang Naga Merah yang telah di curi oleh seseorang yang sosoknya pernah kita lihat dari atas genteng rumah penginapan Angin Yang ternyata adalah pedang Naga Merah yang palsu juga ?Lalu darimana kau tahu pedang itu palsu? ' Tanya Dewi baju merah Yanmi dengan nada penasaran terhadap Zhang Xiao Long yang kini sibuk menarik lepas patung Dewi Kuan Im dari altar nya.
" Dari kebeningan besi dari pedang Naga Merah palsu itu. " Jawab Zhang Xiao Long dengan nada yakin sekali dengan pengetahuannya mengenai pedang Naga Merah kepada Dewi baju merah Yanmi.
" Aku menemukan buku yang tak ada catatannya sama sekali di bawah tempat dupa altar Dewi Kuan Im milik almarhum kepala daerah kota kecil Yang. " Kata Li Hong Xiu melaporkan hasil penemuannya kepada Zhang Xiao Long.
Yu Song Bu mengambil buku itu dari tangan Li Hong Xiu lalu di amati olehnya secara cermat sekali dan menyerahkannya kepada Zhang Xiao Long yang menggunakan abu dupa altar Dewi Kuan Im untuk melihat tulisan rahasia di buku yang ditemukan secara ajaib oleh Li Hong Xiu.
" Buku ilmu pedang keluarga Gao. " Kata Zhang Xiao Long membacanya dengan jelas.
" Ah, sini untuk aku saja. " Kata Song Tian Erl meminta buku itu dari Zhang Xiao Long.
" Ya, ini untuk mu buku ilmu pedang keluarga Gao." Kata Zhang Xiao Long dengan senyum cerah memberikan buku itu kepada Song Tian Erl yang segera menyimpannya di dalam saku baju gadis manis itu.
Han Lin Lin memberikan amplop warna coklat kepada Zhang Xiao Long dari hasil penemuan dari gadis cantik dan manis ini di rak buku kerja kepala daerah kota kecil Yang.
"Surat dagang timah ilegal yang Ia buat untuk seorang adipati di daerah kota Shen yang juga salah satu dari kerabat dekat Kaisar Wang." Kata Zhang Xiao Long membaca isi lembaran surat di dalam amplop warna coklat di tangannya itu.
" Wah, kita harus memberi pelajaran telak untuk Adipati Shen yang melakukan pelanggaran hukum perdagangan timah yang merugikan negara kita. " Kata Song Tian Erl dengan nada geram setelah Ia mengetahui kejahatan Adipati Shen terhadap negara mereka.
" Aku ini adik angkat Kakak Afung, maka aku juga rakyat Kekaisaran Li memiliki kewajiban untuk melindungi rakyat dan juga kekayaan alam Kekaisaran Li yang menjadi negara kakak Afung ku ini. " Jawab Song Tian Erl kepada Dewi baju merah Yanmi seraya melingkarkan lengannya di lengan Zhang Xiao Long.
" Ya, terimakasih banyak karena kamu mau memikirkan rakyat Kekaisaran Li yang menjadi tugas pokok ku sebagai seorang Pendekar di dunia persilatan. " Kata Zhang Xiao Long yang secara halus melepaskan lengannya dari lengan Song Tian Erl lalu berjalan dengan di temani oleh Yu Song Bu keluar dari ruangan pribadi kepala daerah kota kecil Yang.
" Dasar centil sekali kau." Kata Dewi baju merah Yanmi dengan nada sinis kepada Song Tian Erl yang membalasnya dengan menjulurkan lidah kepada Dewi baju merah Yanmi.
Zhang Xiao Long dan kawan-kawan kembali ke penginapan Angin Feng untuk berkemss karena mereka akan melanjutkan perjalanan mereka ke seluruh penjuru dunia persilatan.
"Setelah kita keluar dari kota kecil Yang berarti kita akan menyelusuri lembah-lembah di sekitar pegunungan Yang sebelum kita dapat sampai ke kota besar Yang sebagai tempat selanjutnya dari petualangan kita di dunia persilatan. " Kata Zhang Xiao Long membuka peta di atas meja di dalam kamar penginapan angin Feng.
" Lembah-lembah di sekitar pegunungan Yang merupakan sepuluh lembah yang menjadi salah satu dari daerah kekuasaan seorang tokoh besar dunia persilatan yang berjuluk Si singa rambut perunggu dan sekte nya yang terkenal dengan julukan Sekte Lembah Singa Perunggu. " Kata Yu Song Bu memberitahu Zhang Xiao Long tentang daerah yang akan mereka lalui sebelum mereka dapat sampai di kota besar Yang.
" Hmmm, Si singa rambut perunggu itu patut di selidiki oleh kita sebagai salah satu dari tokoh kejam di dunia persilatan." Kata Li Hong Xiu yang mengenal tokoh-tokoh dunia persilatan yang belum pernah di lihat atau di kenal oleh Zhang Xiao Long.
"Kalau dia kejam terhadap musuh-musuh nya merupakan hal biasa di lakukan oleh setiap tokoh pendekar di dunia persilatan mana pun juga. " Kata Song Tian Erl yang sedang merias rambutnya dengan secantik mungkin untuk gadis ini bisa menarik perhatian dari Zhang Xiao Long pemuda pujaan hatinya itu.
"Huh dia itu penjahat kelas ikan hiu yang harus kita basmi dari muka bumi ini karena dia pernah membunuh seluruh anggota Sekte Lembah Naga di pegunungan Himalaya dengan kejam sekali. " Kata Li Hong Xiu menceritakan kekejian Si singa rambut perunggu kepada teman-teman nya di kamar penginapan angin Feng.
" Sekte Lembah Naga di pegunungan Himalaya merupakan tokoh-tokoh para dewa tanpa tanding di dunia persilatan? Kenapa si singa rambut perunggu bisa membunuh mereka yang amat terkenal dengan kepandaian ilmu silatnya di seluruh dunia persilatan? " Tanya Yu Song Bu merasa sangsi dengan cerita Li Hong Xiu yang menceritakan tentang kemampuan ilmu silat Si singa rambut perunggu di Lembah gunung Yang dengan nada penasaran sekali.
" Dia membunuh seluruh sekte Lembah Naga di pegunungan Himalaya bukan dengan ilmu silat yang dimilikinya tetapi dengan racun bunga cinta dari Lembah bunga cinta di pegunungan Qi yang di ketuanya adalah seorang gadis yang terkenal dengan julukan si setan bunga racun karena gadis itu dapat membunuh orang hanya dengan setangkai bunga cinta nya saja." Kata Li Hong Xiu dengan bergidik saat menceritakan tentang tokoh lain yang sangat lihai di dunia persilatan kepada kawan-kawan nya.
Bersambung!