
Kim Hwee Li mengobrak-abrik istana Kekaisaran Zhen bagian kementerian dengan ilmu sinkang racun kelabang emas melalui telapak tangan kiri dan sabuk sutra warna hitam yang melecuti tiap pejabat Kekaisaran Zhen.
Plakkk!
Tarrr!
Tarr!
"Bocah laknat darimana yang mengacaukan ruangan kementerian Kekaisaran Zhen..?!" Hardik Perdana Menteri Kekaisaran Zhen yang mengeluarkan pedang pusaka untuk menyerang sabuk sutra warna hitam di tangan Kim Hwee Li.
Singg!
Wutttzz!
Kim Hwee Li meliuk-liuk dengan cepat untuk ia bisa terhindar dari serangan pedang pusaka di tangan Perdana Menteri Kekaisaran Zhen yang sudah bernafsu untuk membunuhnya.
Syuttt!
Pedang pusaka di tangan Perdana Menteri Kekaisaran Zhen bergerak laksan naga di langit yang berusaha untuk menebas leher gadis itu dari berbagai arah dengan ganasnya.
Betttzz!
Liukan sabuk sutra warna hitam Kim Hwee Li telah menerjang ujung pedang pusaka di tangan Perdana Menteri Kekaisaran Zhen yang ingin menebas leher gadis itu dari arah samping kiri.
Tesss!
Pedang pusaka di tangan Perdana Menteri telah merusak sabuk sutra warna hitam Kim Hwee Li lalu meluncur ke arah leher gadis itu yang kaget lihat pedang pusaka di tangan Perdana Menteri Kekaisaran Zhen nyaris menebasnya.
Trangg!
Tetapi sebuah kancing telah membuat pedang pusaka di tangan Perdana Menteri Kekaisaran Zhen terlepas dari genggaman tangan Perdana Menteri Kekaisaran Zhen dan menyelamatkan Kim Hwee Li dengan tepat waktu.
Zhang Xiao Long meraih pinggang Kim Hwee Li lalu memeriksa leher gadis itu dengan cermat dan menaburkan obat bubuk di luka goresan pedang pusaka Perdana Menteri Kekaisaran Zhen lalu membalut luka itu dengan saputangan sutra warna merah milik Zhang Xiao Long.
"Kau sungguh ceroboh sekali dan untungnya aku masih bisa menyelamatkan mu." Kata Zhang Xiao Long membelai lembut pipi halus Kim Hwee Li sampai gadis itu mengerjap sepasang mata indahnya dengan terpana.
"K.. Kau mengkhawatirkan ku? " Tanya Kim Hwee Li terharu melihat kelembutan tatapan mata Zhang Xiao Long terhadapnya.
"Iya.Karena kau sangat penting bagiku. " Jawab Zhang Xiao Long meraih bibir merah Kim Hwee Li dengan bibirnya yang lembut sambil tangan kanannya menghantam hancur tubuh Perdana Menteri Kekaisaran Zhen yang ingin memukul dirinya dari arah samping kanannya.
Blaarr!
Fu Yin Shuang mencabut pedang lain dari jasad salah seorang Menteri Kekaisaran Zhen untuk membantai seseorang yang sangat dibencinya itu.
"Yuwwn Huai.. Ku bunuh kauuu...! " Teriak Fu Yin Shuang dengan amarah memuncak sekali telah menerjang seorang pria yang melompat dengan golok untuk menebas gadis yang ingin bunuh dirinya itu.
Wushhh!
Tetapi sebuah pedang lain telah menebasnya lebih dahulu sebelum ia menebas leher gadis itu dan pedang itu berasal dari Zhang Xiao Long yang meluncurkan pedang orang lain ke arah pria marga Yuwen itu dengan tepat waktu.
"Fu Yin Shuang berhenti...! " Perintah seorang pria lain yang membawa seorang anak laki-laki usia delapan tahun dengan menodongkan ujung golok ke leher anak kecil itu.
"You You..! " Teriak Fu Yin Shuang mencemaskan keselamatan adiknya yang di sandera oleh wakil Kaisar Zhen yang bernama Zhen Wi Fi.
"Jika kamu ingin adik mu selamat maka kamu harus membunuh dirimu sendiri untuk Suku Fu tak pernah ada seorangpun yang memilikinya selain aku Zhen Wi Fi paman mu sendiri..! " Perintah Zhen Wi Fi dengan tatapannya ke arah Zhang Xiao Long yang berdiri di tengah-tengah di antara Fu Yin Shuang dan Kim Hwee Li.
"Zhen Wi Fi kau sungguh pria pengecut hina yang bisanya mengancam wanita dan anak kecil yang lemah..! Jika kamu jantan sebaiknya kamu lawanlah aku Zhang Xiao Long yang telah lebih dahulu memiliki gadis ini dan juga pusakanya di tangan ku. " Kata Zhang Xiao Long dengan sinar matanya yang tajam dan bengis kepada Zhen Wi Fi.
Zhen Wi Fi mengacungkan goloknya yang tajam ke arah Zhang Xiao Long dengan sinar matanya begitu bengis sekali lalu mendengus dengan murka.
"Bajingan hina kau layak untuk di tebas oleh ku untuk kelancangan mu..! " Hardik Zhen Wi Fi yang melayang ke arah Zhang Xiao Long dengan goloknya yang di hunuskan ke depan pemuda ini.
Wushhh!
Zhang Xiao Long menggerakkan kedua tangan ke arah Zhen Wi Fi yang terkejut sekali karena hawa sakti telah menghantam hancur tubuhnya hingga pria itu meledak di udara.
Blaaarrr!
"Kalian berdua bawalah anak kecil itu pulang ke rumah kediaman Tuan Liu dan tunggulah aku di sana bersama dengan Tan Tan Ling Ming, Yu Lian Shing dan Nona Lan Shiang." Kata Zhang Xiao Long dengan lembut kepada kedua orang gadis dan anak kecil yang memandang dirinya dengan takjub.
"Iya, Kak Long. " Jawab Kim Hwee Li patuh.
Ketiganya meninggalkan istana Kekaisaran Zhen dengan bebas lalu Zhang Xiao Long melesat ke arah barat daya istana Kekaisaran Zhen untuk membantu Xiao Xun yang berhadapan dengan seorang wanita yang memiliki ilmu kepandaian silat yang cukup tinggi.
Xiao Xun menggerakkan telapak tangannya yang mengarah ke dada wanita yang dihadapinya itu dengan sinar matanya begitu membenci wanita yang telah mengkhianati kepercayaannya itu.
"Chi Chi kau wanita hina yang membuang suami mu demi kekuasaan sebagai seorang wanita harem Kaisar Zhen musuhku sendiri..! " Hardik Xiao Xun.
"Salahkan saja dirimu yang begitu lemah kepada wanita sehingga Kekaisaran mu telah musnah oleh dirimu sendiri..! " Balas Gi Chi selir agung Kaisar Zhen yang dahulunya adalah istri terkasih Xiao Xun.
"Kurang ajar kauuu...!! " Hardik Xiao Xun yang melontarkan pukulan telak langsung ke arah dada kiri Gi Chi yang mengerahkan ilmu sinkang gajah sakti ke arah mantan suaminya.
Dess!
Gi Chi terlempar dengan kepalanya bocor ke arah belakang dan Xiao Xun terhuyung-huyung memuntahkan darah segar dari mulutnya lalu pria ini menghembuskan napasnya yang terakhir di pelukan seorang wanita yang menangisinya.
"Xiao Xunnnnnn..! " Jerit Ibu Suri Kekaisaran Zhen yang tenyata adalah istri muda Xiao Xun yang bernama Bai Lu.
"Nyonya muda Xiao.. Istana Kekaisaran Zhen telah musnah dan sekarang kau sudah bebas dari penjara hati Kekaisaran Zhen untuk selama lamanya. " Kata Zhang Xiao Long mendatangi istana Ibu Suri Kekaisaran Zhen.
"Terimakasih atas pertolongan mu untuk ku dan calon penerus Suku Du. " Kata Bai Lu yang sujud hormat kepada Kaisar Naga Merah.
"Hmmm, bantu aku untuk meraih kemenangan di Kekaisaran Bai yaitu Kekaisaran Kakak tua mu itu. " Kata Zhang Xiao Long usai mereka keluar dari istana Kekaisaran Zhen dan bertemu Fu Haifeng di pintu gerbang istana Kekaisaran Zhen yang telah di pasang bendera dan lambang Kekaisaran Naga Merah oleh para pasukan inti Tuan Muda Liu Kang atas perintahnya.
Bersambung!!