
Zhang Xiao Long menghela napas dalam-dalam dan tersenyum seorang diri di luar gua puncak gunung cinta abadi untuk menghilangkan rasa kesal karena gagal mencium gadis kesayangan nya itu. Ia mengikuti Yanmi masuk ke dalam gua puncak gunung cinta abadi dan menemukan Yanmi melatih ilmu silat dan pedang sepasang kekasih sejati dengan pedang yang ukuran kecil dan pendek
Singg!
Yanmi meliuk-liuk dengan pedang di tangannya yang mengeluarkan suara berdesing-desing lalu terdengar suara ledakan yang meluncur dari ujung pedangnya.
Blaaar!
"Wahh, ilmu pedang menolak cinta. " Kata Zhang Xiao Long yang mengenal ilmu pedang yang di mainkan oleh Yanmi di tengah-tengah gua puncak gunung cinta abadi.
Yanmi juga melontarkan pukulan yang membuat dinding di gua puncak gunung cinta abadi di sisi depan gadis itu hancur berkeping-keping karena pukulan telak dari telapak tangan gadis itu.
Dess!
Duar!
"Astaga dia mempelajari ilmu pukulan tak mau di sentuh.. " Kata Zhang Xiao Long menepuk-nepuk dahinya.
Yanmi melayangkan senyuman dengan tatapan mata lembut kepada dinding batu di gua puncak gunung cinta abadi yang langsung meledak dan hancur berkeping-keping dan lenyaplah ukiran ilmu silat dan pedang sepasang kekasih sejati di gua puncak gunung cinta abadi.
Blaaaarr!
"Ehhh, ilmu batin romantis.. " Kata Zhang Xiao Long yang kaget lihat ilmu senyuman maut Yanmi.
"Kak Long, aku telah menguasai empat ilmu silat dan pedang sepasang kekasih sejati khusus untuk wanita mu dan sekarang giliranmu yang melatih ilmu silat dan pedang sepasang kekasih sejati khusus untuk pria ku. " Kata Yanmi yang menariknya dengan senyuman yang membuat dahinya mengeluarkan keringat dingin.
"Ahh, iya Yanmi.. Aku akan mempelajari ilmu silat dan pedang sepasang kekasih sejati khusus untuk pria mu." Kata Zhang Xiao Long yang lalu menerima pedang sepasang kekasih sejati khusus pria yang kemudian di gerakkan sesuai dengan ingatannya pada ukiran ilmu silat dan pedang sepasang kekasih sejati di dinding gua puncak gunung cinta abadi yang telah hancur berkeping-keping oleh Yanmi.
Wuttttzz!
Sing!
Crash!
Tanah yang di injak Zhang Xiao Long meledak di sayat oleh pedang di tangannya yang menulis kata syair.
"Aku selamanya untukmu.. "
Zhang Xiao Long menggerakkan pedang ke atas langit-langit gua puncak gunung cinta abadi dan gunung cinta abadi meledak hingga Zhang Xiao Long segera mengajak Yanmi untuk pergi dari sana.
Duarrr!
Brrrr!
"Kak Long, tempat apa ini? " Tanya Yanmi yang menemukan dirinya dan Zhang Xiao Long ada di suatu tempat yang bukanlah daerah wilayah perkampungan suku Liao.
"Hmm, mari kita lihat saja.. " Kata Yanmi yang telah melayang dengan cepat menerobos lubang di atas mereka.
Brrr!
Zhang Xiao Long mengikutinya dengan lebih cepat lagi daripada Yanmi. Mereka berdua tiba di puncak menara gunung Lan yang memiliki batu kristal langit biru yang mereka berdua ambil dari puncak menara tersebut.
"Menara ini bukanlah menara yang pernah di kunjungi oleh Kaisar Ming Huan dahulu kala." Kata Yanmi yang melihat cahaya biru kristal langit di tangannya.
"Lalu menara apakah yang tidak sengaja kita datangi dari puncak gunung cinta abadi yang kini telah hancur berkeping-keping oleh kita berdua, Yanmi?" Tanya Zhang Xiao Long memutar kedua bola matanya kepada Yanmi.
"Menara dasar lembah pegunungan cinta abadi. " Jawab Yanmi yang duduk di atas pohon di tanah lembah pegunungan cinta abadi kepada Zhang Xiao Long yang mengikuti dengan duduk di samping Yanmi.
"Hmmm, dua kristal langit biru di tangan kita ini fungsinya apa? " Tanya Zhang Xiao Long yang merapatkan duduknya untuk memeluk gadisnya yang sangat ajaib dalam pemikiran yang cerdas itu.
"Fungsinya untuk meningkatkan kualitas ilmu sinkang yang telah kita dapatkan dari puncak gunung cinta abadi. " Jawab Yanmi yang kaget lihat Zhang Xiao Long begitu dekat dengannya di sampingnya dan tiba-tiba Zhang Xiao Long telah menciumnya dengan kelembutan yang hakiki.
"Eiii, kau mencari kesempatan ya??" Tanya Yanmi yang kaget karena Zhang Xiao Long telah merengkuh wajahnya dengan kedua tangan pria itu sehingga ia tidak bisa membebaskan dirinya dari ciuman Zhang Xiao Long.
"Ilmu silat dan pedang sepasang kekasih sejati adalah melakukan hubungan intim dengan suami sendiri. " Kata Zhang Xiao Long yang kini membuka pakaian Yanmi lalu menyentuh Yanmi dengan caranya sendiri.
Yanmi menatapnya dengan tatapan mata yang indah sekali namun gadis itu tak membantahnya dan membiarkan tangannya menyentuh setiap kulit di tubuh indah gadisnya.
"Yanmi, aku sungguh mencintaimu dengan tulus dari lubuk jiwaku. Ayolah kenapa kamu menjadi sedingin es kutub utara terhadap ku. " Kata Zhang Xiao Long yang melepaskan Yanmi yang ingin di sentuh lebih dari sekadar ciuman ringan saja.
"Karena aku malas untuk melayani suami centil seperti mu. " Kata Yanmi yang melompat keluar dari lembah pegunungan cinta abadi tanpa harus menunggu Zhang Xiao Long yang marah dengan penolakannya itu..
Brrrr!
Zhang Xiao Long menyusul Yanmi yang melihat ke arah wilayah di seberang sungai pegunungan cinta abadi dengan tatapan mata penasaran tanpa menghiraukan Zhang Xiao Long di sisi kiri gadis itu.
"Kak Long, lihat wilayah di sana itu.. " Kata Yanmi dengan nada antusias melalui tatapan matanya yang indah.
"Wilayah gunung Lin ada disana tetapi wilayah yang ingin kita datangi setelah daerah ini adalah daerah Dalibisi melalui puncak gunung Thai San lebih dahulu sebelum kita tiba di Kerajaan Dali. " Kata Zhang Xiao Long yang memeluk Yanmi dari belakang gadis itu.
"Hmm, baiklah Kak Long..Mari kita kembali ke perkampungan suku Liao untuk melanjutkan kembali pertemuan penting mu dengan para pasukan Kekaisaran Naga Merah untuk sebagai persiapan mengantar Putri Ching Ching kepada Kaisar Li di istana Kekaisaran Li sebagai misi mu selanjutnya. " Kata Yanmi yang menengok ke arah kiri mereka berdua.
"Yanmi,aku ingin bertanya kepadamu tentang benih unggul yang pernah aku berikan kepada mu. Apakah kamu menjaganya dengan baik? " Zhang Xiao Long bertanya kepada Yanmi yang terdiam sejenak menatap bingung kepada Zhang Xiao Long.
"Benih unggul apa yang telah kamu berikan pada ku? " Tanya Yanmi dengan tatapan matanya yang polos kepada Zhang Xiao Long.
"Aku sudah menghitung hari yang tepat untuk mendapatkan keturunan dari mu, Yanmi. " Kata Zhang Xiao Long memejamkan sepasang mata dengan wajahnya sedih karena Yanmi tidak peka terhadap keinginan terbesarnya terhadap gadis di hadapannya itu.
Bersambung!