
Desas-desus hilangnya pedang rahasia milik Kepala daerah kota kecil Yang telah menjadi buah bibir sejumlah tamu undangan yang hadir di acara ulang tahun kota kecil Yang yang di adakan di halaman terbuka rumah kediaman kepala daerah kota kecil Yang.
" Aku dengar berita yang baru saja terkuak dari penghuni rumah kediaman kepala daerah kota kecil Yang bahwa ruangan pribadi kepala daerah kota kecil Yang telah di masuki oleh seseorang yang juga telah mencuri pedang pusaka kepala daerah kota kecil Yang pada tengah malam kemarin. " Kata salah satu dari para tamu-tamu yang telah hadir di acara ulang tahun kota kecil Yang kepada tamu-tamu lainnya.
" Kita juga dengar bahwa Raja Gi akan datang ke acara ulang tahun kota kecil Yang tetapi kenapa sampai sekarang dia belum menunjukkan barang hidungnya di kediaman kepala daerah kota kecil Yang. " Kata tamu-tamu undangan di acara ulang tahun kota kecil Yang di bagian barat halaman rumah kediaman kepala daerah kota kecil Yang.
Belum sempat semua tamu undangan yang telah hadir di acara ulang tahun kota kecil Yang berhenti untuk diam dan tak bicara lagi. Di dalam halaman rumah kediaman kepala daerah kota kecil Yang telah di datangi oleh terjangan angin kencang yang di sertai hujan kelopak bunga mawar kuning dari langit dan muncull seorang pria gagah perkasa memakai baju berwarna putih dengan di dampingi oleh seseorang gadis yang wajahnya tertutup cadar warna hijau muda di depan Kepala daerah kota kecil Yang.
" Raja Gi dan putrinya telah datang..! " Seru para tamu undangan di dalam halaman rumah kediaman kepala daerah kota kecil Yang melihat kedatangan Raja Gi yang menggetarkan jiwa mereka.
"Yang Mulia, terimakasih untuk kedatangan Anda ke rumah hamba yang sederhana ini. Silakan Anda dan Tuan Putri menempati tempat duduk Anda di bagian dalam halaman rumah hamba. " Kata Kepala daerah kota kecil Yang segera maju untuk menyapa tamu agung nya itu.
" Iya, Tuan Gao. " Jawab Raja Gi dengan nada berwibawa sekali kepada Kepala daerah kota kecil Yang.
" Ayahanda Raja, kita harus menanyakan perihal pedang pusaka kepala daerah kota kecil Yang yang telah hilang dari ruang rahasia Kepala daerah kota kecil Yang untuk memastikan bahwa berita tersebut tidaklah benar. " Kata Putri Gi Hui Lan dengan nada halus dan sopan kepada Raja Gi.
" Oh, Tuan Putri janganlah Anda berpikir bahwa hamba sengaja membuat berita palsu mengenai hilangnya pedang pusaka milik hamba sendiri. " Kata Kepala daerah kota kecil Yang dengan nada sedikit tajam kepada Putri Gi Hui Lan.
" Jikalau berita hilangnya pedang pusaka mu adalah berita palsu ? Bisakah kau ajak kami untuk melihat ruang rahasia mu di dalam ruang pribadi mu yang berada di bagian timur rumah mu ini untuk membuktikan bahwa pedang pusaka mu memang benar-benar telah hilang dari ruang rahasia mu sendiri?" Tanya salah satu dari tamu undangannya dengan nada tajam kepadanya.
" Saudara, siapakah engkau ini yang telah bicara mengenai pedang pusaka ku dengan sikap mu yang ingin tahu sekali?" Tanya Kepala daerah kota kecil Yang menatap tajam tamunya itu.
" Aku adalah perwakilan dari Sekte Beruang Hitam dari kota Hai An Timur yang bernama Hui Ji Hyo..! " Jawab pria memegang senjata pensil kepada kepala daerah kota kecil Yang dengan nada sombong
" Cih, ternyata kau cuma seorang dari sekte rendahan yang telah lancang ingin tahu ruangan rahasia ku untuk kepentingan mu sendiri..! "Kata Kepala daerah kota kecil Yang menggunakan sentilan tangannya menyerang perwakilan dari sekte beruang hitam dari jarak jauh.
Cring..!
Bruak..!
Orang sekte beruang hitam tewas seketika itu juga oleh ilmu sentilan maut dari kepala daerah kota kecil Yang sampai mengejutkan para tamu undangan lainnya.
" Wah kau arogan sekali ya? ! " Ucap Putri Gi Hui Lan yang mencibir kepada kepala daerah kota kecil Yang.
" Lalu Tuan Putri Gi mau apakah ? Apakah Anda juga ingin melihat ruang rahasia kuuu?" Tanya kepala daerah kota kecil Yang dengan nada tajam seraya memerintahkan para pasukannya untuk menghadapi Putri Gi Hui Lan.
" Kau sungguh lancang sekali, Tuan Gao..? Putri ku hanya ingin tahu tentang pedang pusaka mu bisa hilang dari ruang rahasia mu! Tapi kamu malah bersikap kasar kepada putriku..! Apakah kamu masih mengganggap Aku sebagai teman baik mu di seluruh wilayah timur laut?" Raja Gi dengan nada tajam kepada kepala daerah kota kecil Yang.
" Teman baik katamu ? Huh! Sikap putrimu ini menambah rasa kecurigaan ku mengenai kalian yang mungkin saja yang telah mencuri pedang pusaka ku dengan cara licik..! " Kata Kepala daerah kota kecil Yang dengan nada dingin dan ganas kepada Raja Gi.
" Buktinya adalah iniii..! " Jawab Kepala daerah kota kecil Yang menggunakan pedangnya yang lain menyerang Raja Gi.
Trang!
Trang!
Trang!
Raja Gi segera membalas serangannya dengan senjata besi di tangan kanan Raja Gi sehingga terjadilah pertarungan yang amat hebat di dalam halaman rumah kediaman kepala daerah kota kecil Yang.
" Wahhh..! Kita menyaksikan pertunjukan yang amat hebat di dalam halaman rumah kediaman kepala daerah kota kecil Yang..! " Kata Zhang Xiao Long yang meraih serpihan kayu bangku tempat duduknya lalu di tiupnya ke arah para pasukan kepala daerah kota kecil Yang yang sedang bertarung melawan Putri Gi Hui Lan.
Wer!
Bress!
" Aaaghhh! "
Serangan Zhang Xiao Long menewaskan para pasukan kepala daerah kota kecil Yang dalam satu serangan saja sampai Putri Gi Hui Lan tak mempunyai musuh lagi untuk di hadapi oleh gadis itu.
" Siapakah yang sudah membunuh para pasukan kepala daerah kota kecil Yang untuk menolong ku?" Tanya Putri Gi Hui Lan menengok ke para tamu undangan acara ulang tahun kota kecil Yang yang semuanya sedang bertarung sengit melawan sejumlah pasukan istri kepala daerah kota kecil Yang.
" Aku! " Jawab Zhang Xiao Long tahu -tahu hadir di hadapan Putri Gi Hui Lan.
" Siapakah engkau ini? "Tanya Putri Gi Hui Lan nada tajam kepada Zhang Xiao Long.
" Calon pembunuh mu.. " Jawab Zhang Xiao Long yang menggerakkan telapak tangannya ke arah kepala Putri Gi Hui Lan yang terbelalak kaget melihat serangan maut yang sangatlah membahayakan nyawanya itu.
" Kenapa kau ingin membunuh ku setelah kamu menolong ku tadi?" Tanya Putri Gi Hui Lan yang mengelak ke samping kanan menghindari pukulan maut dari Zhang Xiao Long.
" Karena kau musuh mendiang ibuku...! " Jawab Zhang Xiao Long dengan nada dingin dan keji kepada Putri Gi Hui Lan yang sebenarnya adalah salah satu dari empat gadis anggota sekte Gunung Yue yang pernah mengeroyok Ibunya Zhang Xiao Long di puncak gunung Xia.
Tangan lain Zhang Xiao Long telah menampar pelipis Putri Gi Hui Lan hingga remuk terbelah dua.
Plak!
Des!