
Setibanya Zhang Xiao Long, Amira Ming dan Luo Guo Xiang di hutan paling dalam di desa kecil gunung Luo. Mereka telah di kurung oleh sekitar tujuh puluh orang murid-murid dari Sekte Elang Kematian cabang kota Bulan Luo tingkat lima belas yang dipimpin oleh seorang pemuda usia dua puluh tahun yang berpenampilan menawan hati dan membawa pedang yang masih berada di dalam sarung pedang bertaburan mutiara yang cantik sekali.
"Semua! Tangkap mereka..! " perintah pemuda itu kepada teman-temannya.
"Siap, Tuan Muda Song..! "sahut teman- teman nya.
Zhang Xiao Long, Amira Ming dan Luo Guo Xiang membiarkan kedua tangan mereka diikat oleh tali tambang yang lentur namun kuat sekali sehingga kedua tangan mereka terasa kencang sekali.
"Taruh mereka di belakang kereta kuda barang mu, Kakak Ma. " kata pemuda yang dipanggil Tuan Muda Song oleh para pasukannya.
"Siap, Tuan muda Song. "jawab pria usia tiga puluh tahun yang dipanggil Kakak Ma.
Zhang Xiao Long, Amira Ming dan Luo Guo Xiang di masukan ke dalam kereta kuda barang yang terdapat jerami tebal dan tumpukan bahan - bahan pakaian yang terbuat dari benang- benang wol berwarna-warni di dalam karung beras.
"Tuan muda Song, kami sudah siap untuk ikuti perintah selanjutnya dari Anda. " kata Ma Da Xun nama pria usia tiga puluh tahun itu dengan nada hormat kepada Tuan Muda Song.
"Bagus.Mari kita segera berangkat ke kota bulan Luo untuk mengantarkan mereka kepada Raja kita. " kata Tuan Muda Song yang telah menaiki kudanya yang berada di depan kereta kuda barang yang dikusiri oleh seorang pria usia lima puluh tahun yang dipanggil Kakak Yang.
Rombongan sekte Elang Kematian bergerak ke arah barat dari hutan paling dalam dari desa kecil gunung Luo dengan beriringan satu sama lainnya. Zhang Xiao Long mendengarkan setiap suara yang berada di sekitar desa kecil gunung Luo di dalam kereta kuda barang bersama Amira Ming dan Luo Guo Xiang.
"Ayah,tolonglah kau harus bisa bertahan hidup sampai kita tiba di kota bulan Luo untuk mencari tabib Xi yang telah aku dengar bisa mengobati penyakitmu ini. " suara tangisan seorang gadis muda dari arah lain terdengar oleh kedua telinga tajam Zhang Xiao Long.
"Ying Ying, kau jangan menangis lagi karena aku pasti akan baik-baik saja sampai kita bisa tiba di kota bulan Luo. " kata pria usia enam puluh lima tahun yang suaranya begitu lemah.
"Ying Ying, ayah benar sekali.. Tenanglah.. " kata seorang pria usia sebaya dengan usia Zhang Xiao Long saat ini yaitu berusia dua puluh tujuh tahun.
"Kakak Guan.. "
"Hmm, sabarlah.. "
Amira Ming juga telah mendengar percakapan di antara keluarga petani yang menggunakan kereta kuda barang tumpukan pupuk dan jerami tebal dan berjamur.
"Guan Xiao Tong." bisik Amira Ming di telinga kiri Zhang Xiao Long.
"Siapa dia, Ming Ming?Apakah Kau mengenali orang itu? " tanya Zhang Xiao Long lembut dan pelan di telinga kanan Amira Ming.
"Dia mantan Kaisar Kekaisaran Guan yang telah lama digulingkan dari pemerintahannya oleh para pengkhianat Kekaisarannya sendiri yang bergabung dengan sekte Elang kematian cabang kota Guan an pusat tingkat empat belas." jawab Amira Ming dengan nada lembut sekali kepada Zhang Xiao Long.
"Berobat untuk Ayahnya Nona Ying Ying." jawab Amira Ming yang menggigit daun telinga Zhang Xiao Long dengan sikap jahilnya.
"Tabib Xi sepertinya aku pernah dengar akan kemampuannya dalam mengobati segala macam penyakit yang ada di dunia ini yang telah membuatnya terkenal dengan julukan Raja Dewa Obat Utara-Tengah di seluruh dunia persilatan daratan besar."kata Luo Guo Xiang yang duduk di atas jerami tebal dekat Amira Ming.
" Hmm, dia juga saingannya Raja Dewa Obat Utara-Selatan salah seorang dari teman-teman seperjuangan Ayah angkat ku yaitu gurunya Kak Long sendiri. "kata Amira Ming tersenyum manis dan ramah kepada Luo Guo Xiang.
"Wahhh, hebat sekali. " kata Luo Guo Xiang nada senang mendengar tentang ayah angkat Amira Ming yang merupakan gurunya Zhang Xiao Long yang bernama Chen Wai Kin atau Pendekar Iblis Bunga Harum Sakti.
"Ya, Guo Xiang, lain waktu Aku akan mengajak kamu untuk berkenalan dengan ayah angkatku di Ibukota Kekaisaran Naga Merah. " kata Amira Ming yang sangat membangga-banggakan ayah angkatnya itu.
"Baik, Ratu Amira Ming terimakasih banyak, aku pun akan memperkenalkanmu dengan Kakak seperguruan ku yang terkenal dengan julukan Si Jari Maut Lu Er Hao putra dari pejabat terkenal di Kekaisaran Lu yang tinggal di kota bulan Luo sebagai guru Sekolah Dasar untuk membantu rakyat kecil di kota tersebut. " kata Luo Guo Xiang yang sangat menyukai sikap ramah Amira Ming terhadapnya.
"Emm,apakah Lu Er Hao itu sudah menikah dan berkeluarga ataukah dia masih bujangan ting ting? " tanya Zhang Xiao Long melirik tajam ke arah Luo Guo Xiang yang segera menundukkan wajahnya karena takut.
"Maaf, Paduka Kaisar Naga Merah. " kata Luo Guo Xiang yang segera tahu kalau Zhang Xiao Long seorang pria yang pencemburu sekali.
"Kak Long,meskipun dia bujangan ting ting, aku Amira Ming tidak akan pernah tertarik dengan pria lain selain dirimu suamiku sendiri.Percaya lah kepadaku." kata Amira Ming lembut sekali agar Zhang Xiao Long yang kembali tenang.
"Hmm, aku percaya kepadamu tetapi aku tidak akan pernah bisa percaya kepadanya atau pria lain yang ingin berkenalan dan mendekatimu." kata Zhang Xiao Long meliriknya dengan tegas.
"Iya, tenanglah.Aku akan memakai tudung dan cadar warna merah untuk menjaga kehormatan dan kesopananku sebagai istrimu. " kata Amira Ming halus membujuknya untuk tenang.
"Masalahnya Kamu ini terlalu cantik jelita, Ming Ming. Kau memiliki sesuatu yang tidak akan pernah bisa dimiliki oleh wanita lain didunia ini yaitu kebaikan hati, kepekaan hati, kecerdasan dan kelembutan hatimu yang menunjukkan betapa murninya dirimu. " kata Zhang Xiao Long mengalungkan tali tambang ditangannya ke leher Amira Ming lalu mencium bibir istrinya.
Luo Guo Xiang memalingkan wajahnya untuk ia tak melihat Zhang Xiao Long mencium bibir Amira Ming.Ada terbersit hati Luo Guo Xiang tak nyaman dengan sikap Zhang Xiao Long yang begitu posesif dan perhatian terhadap Amira Ming yang menurutnya terlalu banyak masalah yang datang berasal dari wanita mungil itu di dalam hidupnya Zhang Xiao Long.
"Hmm, andaikan saja Yang Mulia tertarik padaku mungkin hidupnya tidak akan sesulit ini. " batin Luo Guo Xiang
"Emm, berbahaya sekali hati seorang wanita di belakangmu, Ming Ming. Kau harus berhati-hati dan jangan lengah sedikitpun." batin Zhang Xiao Long.
Zhang Xiao Long menatap lembut Amira Ming di pelukannya dengan sikap begitu menyayangi istrinya dan ia tidak mempedulikan Luo Guo Xiang yang kadang-kadang memancarkan sinar cahaya cinta kepadanya secara diam-diam di dekat Amira Ming tanpa sepengetahuan Amira Ming sendiri.
"Ugh, ada saja rintangan hidup untuk Aku dan Amira Ming bisa bersatu untuk selamanya." batin Zhang Xiao Long.
Bersambung!!