Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Pertempuran Di Dua Tempat Yang Berbeda.


Sehari setelah Zhang Xiao Long bersama Tan Tan Ling Ming meninggalkan istana Kekaisaran Naga Merah untuk menjalankan misi mencari dan menemukan Pulau Naga Giok yang terletak di perairan laut Utara daratan besar.


Sekelompok orang yang memakai pakaian dan penutup wajah berwarna hitam menyerbu ke istana Ratu Amira Ming dengan pedang mereka yang berkelebatan membunuh setiap pengawal, dayang istana dan Kasim yang melindungi Ratu Amira Ming di suatu malam yang sangat larut dan sunyi.


Crakk!


Seorang pria kemayu mendatangi kamar tidur milik Ratu Amira Ming dengan membawa kipas lipat yang bergerak kencang ke arah tirai sutra di sekeliling tempat tidur Amira Ming.


Wutttz!


Kipas lipatnya bergerak dengan gerakan lemas dan halus yang mengarah langsung ke dada Ratu Amira Ming yang tertidur pulas di tempat tidurnya.


Wettzzz!


Selimut tebal yang menutupi tubuh indah Amira Ming tersingkap dan jatuh ke lantai oleh desiran angin kipas lipat di tangan pria kemayu itu yang terbelalak kaget karena Amira Ming membuat gerakan menotok di udara di depan pria kemayu itu yang membuat kipas lipatnya bergerak ke arah dirinya sendiri.


Bettzzz!


"Heii..!! "


Whushh!


Pria kemayu itu dengan cepat dan tangkas telah menahan kipas lipatnya yang bergerak ke arah dirinya sendiri dengan ilmu silat yang sangat lihai sekali sehingga kipas lipatnya kembali ke arah Amira Ming yang sudah berdiri di meja di tengah-tengah kamar tidur wanita muda cantik itu sendiri.


Wetttzz!


Amira Ming menggerakkan kaki kanan dengan ilmu silat bangau putih yang membuat kipas lipat milik pria kemayu itu tertahan di bawah kaki kanannya.


Tepp!


"Chen Yu Long selamat datang di istanaku di istana Kekaisaran Naga Merah dan jangan kamu bisa berpikir untuk dapat menghabisi aku atau menggulingkan pemerintahan yang sah yang dipimpin oleh suamiku yaitu Kaisar Naga Merah sebab Aku Amira Ming atau Pendekar Iblis Racun Cantik atau juga yang jauh lebih dikenal dengan nama Pendekar Phoenix Merah akan menghabisimu dan seluruh orang-orangmu.." kata Ratu Amira Ming nada tajam kepada pria kemayu itu.


"Amira Ming kau tidak kehilangan ilmu sinkang dan ilmu silatmu rupanya? " tanya Chen Yu Long atau Kasim Yu dengan sinis kepada Ratu Amira Ming.


"Kemarin ya aku kehilangan ilmu sinkang dan ilmu silatku tetapi hari ini ilmu sinkang dan ilmu silatku kembali dengan semestinya dan hal ini disebabkan oleh kecerdasan yang aku miliki.." jawab Ratu Amira Ming nada mengejek kepada Kasim Yu.


"Wanita iblis kau sungguh licik sekali berarti kau menipu Kaisar Naga Merah kami dengan kamu berpura-pura menjadi seorang wanita lemah dan tidak mempunyai ilmu sinkang dan ilmu silat??? " ucap seorang wanita yang meluncur dari arah langit-langit kamar tidur Ratu Amira Ming nada tajam seraya menghunuskan pedang tipis dan tajam ke arah kepala Ratu Amira Ming.


Wushhh!


Ratu Amira Ming menggerakkan kaki kanannya yang menginjak kipas lipat milik Chen Yu Long yang berusaha untuk menjatuhkan wanita itu dan mengambil kembali kipas lipat itu terseret di pinggir meja sampai tubuhnya terpelanting ke dinding samping tempat tidur Ratu Amira Ming hingga dinding itu jebol.


Bruakk!


Sementara itu telapak tangan Amira Ming yang membuat gerakan ilmu silat burung Phoenix yang membuat pedang milik wanita cantik yang bekerjasama dengan Chen Yu Long itu berputar di udara di atas kepalanya lalu pedang itu telah meluncur dengan gagangnya menancap ke dada wanita itu sendiri.


Jlebb!


Tak lama kemudian pintu kamar tidur Ratu Amira Ming telah terbuka lebar oleh Liu Tong, Liu Kang dan Chen Wai Kin gurunya Zhang Xiao Long yang langsung menghadapi sejumlah pasukan Chen Yu Long di dalam kamar tidur Ratu Amira Ming.


Trangg!


Plakk!


Plakk!


Desss!


"Yang mulia, serahkan mereka kepada hamba bertiga yang akan menghabisi mereka semua untuk Anda. " kata Liu Tong yang menebas tiap pasukan musuh yang menyerang Ratu Amira Ming yang sedang bertarung melawan Chen Yu Long dengan ilmu silat ular piton yang membuat tubuh mungilnya meliuk-liuk lincah sekali dan telapak tangannya membentuk mulut ular piton yang membuat Chen Yu Long terpaksa harus gunakan ilmu silat tangan maut yang membuat telapak tangannya bagaikan tangan baja yang kuat dan keras sekali


Plakkk!


Ratu Amira Ming mencelat mundur satu langkah dari tempatnya berdiri sedangkan Chen Yu Long harus jungkir balik untuk menyelamatkan nyawa dari serangan-serangan pedang Liu Tong yang menyerangnya dari arah belakangnya.


"Liu Tong,ku serahkan dia kepadamu. Aku harus melihat yang lainnya di istana Kekaisaran Naga Merah lainnya... " perintah dari Ratu Amira Ming kepada Liu Tong.


"Siap, Paduka. " jawab Liu Tong sigap.


Ratu Amira Ming melesat cepat bagaikan seekor burung Phoenix saja yang meluncur ke arah lain di istana Kekaisaran Naga Merah yaitu istana Permaisuri Kekaisaran Naga Merah.


Whushhh!


Ratu Amira Ming tiba di ruangan pribadi Nalan Yan Ran. Dimana ia menyelamatkan Kim Hwee Li dan anak-anak Kaisar Naga Merah yang telah diserang oleh pasukan Chen Yu Long yang lain dengan pimpinannya adalah Nalan Yan Ran yang telah kehilangan ingatannya yang disebabkan oleh racun perampas ingatan.


Plakk!


Desss!


"Hwee Li, cepatlah kamu bawa keluar anak -anak dari sini ke istana lainnya.. " kata Ratu Amira Ming yang menarik tangan Kim Hwee Li seraya melindungi anak-anak dari serangan-serangan para pasukan Chen Yu Long yang menyerbu ke dalam ruangan pribadi Nalan Yan Ran begitu melihat kedatangannya.


Wutttzz!


Duk!


Plakk!


Kaki kiri dan telapak tangannya menampar tiap pasukan Chen Yu Long hingga sekitar dua puluh lima orang pasukan Chen Yu Long roboh dalam keadaan tak bernyawa lagi oleh ilmu silat burung garuda emas ciptaannya sendiri.


"Karena aku mencintai Kaisar Naga Merah yang membuat aku harus mengerti isi hati dari para wanitanya agar keharmonisan di rumah tangga Istana Kekaisaran Naga Merah mendatangkan kebahagiaan untuknya, " jawab Ratu Amira Ming dengan tulus kepada Kim Hwee Li.


"Ahh, kau membuat aku malu untuk hidup lebih lama lagi.. " kata Kim Hwee Li yang memilih untuk bertarung sampai tetesan darah terakhir menghadapi musuh-musuh mereka dengan ilmu silatnya sendiri. Wanita itu meloncat dengan ilmu pukulan menyerang pasukan Chen Yu Long di depannya yang sedang menghadapi Ratu Amira Ming yang melindungi anak-anak Kaisar Naga Merah.


Pasukan Kekaisaran Naga Merah menyerbu ke istana pribadi Nalan Yan Ran dengan dipimpin langsung oleh seekor burung garuda emas yang menyerang tiap pasukan Chen Yu Long dengan kepakan sayapnya dan menebas kepala dan leher tiap pasukan Chen Yu Long.


Crakk!


Ratu Amira Ming meluncur di bawah Nalan Yan Ran begitu ia melihat pedang tajam dari salah satu pasukan Chen Yu Long mengincar nyawa Nalan Yan Ran dan tinjunya telah menghantam dada salah satu dari pasukan Chen Yu Long itu.


Bughh!


Salah satu dari pasukan Chen Yu Long itu telah tewas di lantai dengan dadanya berlubang. Dan, Ratu Amira Ming menyambar tubuh Nalan Yan Ran yang dilemparkan keluar dari istana pribadi wanita itu sendiri.


"Anak -anak , kalian harus menjaga Ibu Nalan Yan Ran diluar ruangan ini dan lindungi adik -adik kalian. " kata Ratu Amira Ming yang memberikan si kembar Li Ming Long dan Li Feng Long pada Fan Yi Xing dan Liu You You.


"Iya, ibu Ratu Amira Ming." jawab anak-anak itu dengan sikap gagah perkasa.


"Pergilah.. " kata Ratu Amira Ming yang meluncur ke pintu untuk menghalangi pasukan Chen Yu Long yang mengincar nyawa anak-anak dengan ilmu silat burung Phoenix melalui telapak tangan yang mengarah ke atas kepalanya lalu sebuah sinar keemasan meluncur dari telapak tangan Ratu Amira Ming yang langsung menghantam pasukan Chen Yu Long yang menyerang dengan pedang yang bergerak bagaikan hujan ke arah anak-anak.


Bresss!


"Arghhh! " pekik kematian para pasukan Chen Yu Long yang terbakar api Phoenix Merah milik Ratu Amira Ming.


"Ming Ming, aku serahkan Kaisar Naga Merah kepadamu.. " kata Nalan Yan Ran di atas lantai dengan bersimbah darahnya sendiri karena isi perut wanita itu berhamburan oleh sayatan ujung pedang salah satu dari pasukan Chen Yu Long yang akhirnya tewas di tangan Ratu Amira Ming yang mencabut kepalanya dengan gerakan gesit sekali yaitu Ratu Amira Ming melayang ke atas kepala salah satu dari pasukan Chen Yu Long itu lalu tangannya menarik lepas kepala pria wakil dari Chen Yu Long.


Kresss!


"Nalan Yan Ran, aku pasti akan meneruskan misi dan perjuangan mu untuk membahagiakan Sang Kaisar Naga Merah. " kata Ratu Amira Ming yang menutup sepasang mata Nalan Yan Ran setelah melihat wanita itu telah meninggal dunia dengan sepasang mata melotot.


"Ming Ming, tolong kamu jaga anakku seperti kau menjaga anak-anakmu seumur hidupmu...! " teriakan memilukan dari Kim Hwee Li yang perut dan dadanya terobek oleh pedang tajam milik wanita kekasih Chen Yu Long.


Wanita kekasih Chen Yu Long memutar tubuh ke arah Ratu Amira Ming dengan pedangnya telah terhunus dengan ilmu sinkang yang sangat kuat sekali sampai Ratu Amira Ming harus mencelat ke arah samping dengan ilmu silat gurun gobi di telapak tangannya menyerang wanita kekasih Chen Yu Long hingga wanita kekasih Chen Yu Long langsung ambruk dengan pedangnya telah hancur berkeping-keping di lantai sedangkan wanita kekasih Chen Yu Long telah dimutilasi oleh Ratu Amira Ming yang menarik lepas tiap anggota tubuhnya.


"Kalian semua rapikan tempat ini... " perintah dari Ratu Amira Ming kepada para pasukan inti dari Kekaisaran Naga Merah.


"Siap, Ratu. " jawab para pasukan Kekaisaran Naga Merah serentak.


Ratu Amira Ming melesat cepat keluar dari ruang pribadi Nalan Yan Ran untuk menemui anak -anak yang segera masuk ke pelukannya dengan senyuman tegar di bibir mereka.


"Yang Mulia.. Chen Yu Long melarikan diri dari Liu Tong dan Liu Kang setelah ia dikalahkan oleh keduanya.." lapor salah seorang pasukannya dari istananya sendiri.


"Paman Chen,tolong kamu jaga anak-anak di sini dan biarkan aku yang mengakhiri hidup Chen Yu Long dengan tanganku sendiri.. " perintah dari Ratu Amira Ming kepada Chen Wai Kin gurunya Zhang Xiao Long dengan wajah cemas.


"Yang Mulia, biar hamba saja yang membunuh orang itu.. " kata Chen Wai Kin gurunya Zhang Xiao Long dengan segera mencegah Ratu Amira Ming yang sudah meloncat ke atas genteng- genteng istana Kekaisaran Naga Merah menuju ke arah pintu keluar dari ibukota Kekaisaran Naga Merah.


"Tidak bisa. Aku harus membunuhnya sendiri.. " kata Ratu Amira Ming dengan keras kepala, dan wanita cantik jelita itu telah meninggalkan Chen Wai Kin di tembok ibukota Kekaisaran Naga Merah dengan meluncur turun ke hutan setelah ia melihat bayangan Chen Yu Long kabur ke arah hutan.


Chen Wai Kin mengikutinya untuk melindunginya untuk kebahagiaan murid dari Chen Wai Kin sendiri yaitu Kaisar Naga Merah. Pria paruh baya ini meluncur di antara pepohonan di hutan untuk membayangi Ratu Amira Ming yang sudah turun tangan menyerang Chen Yu Long yang langsung melontarkan pukulan mautnya ke arah Ratu Amira Ming dengan gerakan yang membalikkan badannya dengan cepat sekali


Chen Wai Kin melontarkan pukulan bunga harum sakti dari atas kepala Ratu Amira Ming ke arah Chen Yu Long secara bersamaan dengan Ratu Amira Ming yang menggunakan ilmu sinkang cahaya rembulan di tengah malam hari melalui kedua telapak tangan wanita itu sendiri ke arah Chen Yu Long.


Desss!


Bruakkk!


"K.. Kauuu..!" pekik kematian Chen Yu Long atau Kasim Yu yang roboh di tanah hutan di depan Ratu Amira Ming dan Chen Wai Kin gurunya Zhang Xiao Long.


"Yang Mulia, kita sudah membunuhnya.. Mari kita segera kembali ke istana Kekaisaran Naga Merah untuk merapikan seluruh ruangan pribadi Permaisuri Kekaisaran Naga Merah dan istana Anda sendiri. " kata Chen Wai Kin dengan nada hormat kepada Ratu Amira Ming.


"Iya, aku juga harus melaporkan peristiwa yang menyedihkan ini kepada Kaisar Naga Merah di kapal laut Naga Air Sejati di tengah pelayarannya ke pulau beruang utara melalui burung parkit ku. " kata Ratu Amira Ming yang memanggil burung parkit warna biru muda dari langit untuk turun ke telapak tangannya.


"Darah.." kata Chen Wai Kin melihat salah satu dari telapak tangan Ratu Amira Ming terluka dan mengeluarkan darah.


"Ehh, ya kenapa? " tanya Ratu Amira Ming nada bingung kepada Chen Wai Kin yang memberikan botol keramik kecil di bawah telapak tangannya yang mengucurkan darahnya,lalu Chen Wai Kin menaburkan obat bubuk di telapak tangannya dan membalut luka telapak tangannya dengan saputangan sutra warna biru muda milik Chen Wai Kin sendiri.


"Darahmu bisa membantu Xiao Long untuk dia bisa menemukan pulau Naga Giok secepatnya dan ia bisa kembali kepadamu di rumah kalian di istana Kekaisaran Naga Merah." jawab Chen Wai Kin dengan tulus menyayangi Ratu Amira Ming dan Zhang Xiao Long seperti menyayangi putra dan putrinya sendiri.


"Guru Chen.. " panggil Ratu Amira Ming halus.


"Aku menyayangi kalian berdua yang sudah aku anggap sebagai anak-anakku sendiri, maka aku menginginkan kalian berdua hidup bahagia dan tenteram di istana Kekaisaran Naga Merah untuk anak-anak kalian, rakyat dan Kekaisaran Naga Merah kita cintai. "kata Chen Wai Kin dengan airmatanya menatap Ratu Amira Ming.


" Guru Chen, aku sangat berterimakasih karena kamu sudah menerima ku dan menyayangiku seperti kau menyayangi putrimu sendiri.. Aku.. Aku menyayangimu juga.. "kata Ratu Amira Ming menangis terharu dengan kebaikan hati Chen Wai Kin terhadapnya.


Chen Wai Kin maju melebarkan kedua tangannya untuk Ratu Amira Ming masuk ke dalam pelukan hangatnya seakan-akan ia merindukan putrinya sendiri meskipun ia tahu seumur hidupnya tak kan pernah bisa mempunyai anak-anak semanis dan sehebat Zhang Xiao Long dan Ratu Amira Ming.


"Ming Ming, maukah kamu menjadi putri angkat ku dan memanggilku dengan sebutan Ayah? " pinta Chen Wai Kin dengan nada bergetar.


"Ya, aku mau menjadi putrimu, Ayah Chen.. " jawab Ratu Amira Ming dengan nada tulus dan lembut menyayangi Chen Wai Kin seperti ayah kandungnya sendiri.


"Oh, Ming Ming terimakasih banyak.. " kata Chen Wai Kin dengan tangisannya menatap sayang kepada Ratu Amira Ming.


"Sama-sama Ayah Chen.. " kata Ratu Amira Ming yang mengajak Chen Wai Kin pulang ke istana Kekaisaran Naga Merah bersama-sama dengan nya.


Bersambung!!