Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Air Terjun Sepasang Mata Dewa Gunung Li.


Zhang Xiao Long memandang penasaran sekali terhadap penemuan sebuah air terjun yang terdapat sepasang mata yang mencorong tajam ke arah seluruh bawah pegunungan Li. Dan, hal ini membuat hati Zhang Xiao Long menduga bahwa ia telah berhasil menemukan air terjun yang pernah di sebut oleh Li Yun Shiang waktu mereka berdua masih kanak-kanak sekali dan Li Yun Shiang waktu itu menyebutkan nama air terjun itu dengan nama air terjun sepasang mata Dewa Gunung Li kepada Zhang Xiao Long.


"Aku harus bisa menyelidiki air terjun sepasang mata Dewa Gunung Li ini." Kata Zhang Xiao Long pada dirinya sendiri.


Lalu, Zhang Xiao Long melesat dengan sangat cepat menuju ke arah air terjun sepasang mata Dewa Gunung Li dan menggunakan ilmu sinkang gravitasi bumi dan tsunami yang membuatnya bisa berdiri dengan tenang di atas air terjun yang deras tanpa takut terjatuh ke bawah air terjun.


Dari sepasang mata Dewa Gunung Li terlihat ada dua batu kristal es warna biru yang sangat indah sekali. Zhang Xiao Long pun menerobos air terjun untuk masuk ke dalam lubang di balik air terjun itu.


"Tulisan keluarga asli generasi pertama dari Sang Kaisar Li Wen Han adalah seorang Kaisar pertama kali yang membangun dan mendirikan Kekaisaran Li sejati yang di teruskan oleh Kaisar generasi kedua yang bernama Kaisar Li Yan Long sebelum jatuh ke tangan Kaisar Li Wu Long atau Ching Wu Long. Hmm, berarti aku adalah generasi keempat dari Kekaisaran Li sejati." Kata Zhang Xiao Long yang mengulurkan tangannya ke arah sepasang mata Dewa Gunung Li untuk mengambil sepasang batu kristal es warna biru dari sepasang kelopak mata pada patung Kaisar Li sejati yang pertama yaitu Kaisar Li Wen Han.


Saat Zhang Xiao Long mengambil sepasang batu kristal es warna biru itu tiba-tiba tanah di dalam lubang air terjun sepasang mata Dewa Gunung Li bergerak dengan getaran gempa bumi yang membuka sebuah pintu besi di tanah yang di injak oleh sepasang sepatu kulit Zhang Xiao Long.


Keeetakk..!


Zhang Xiao Long menarik pintu besi dengan satu kali tarikan yang amat kuat sekali sehingga pintu besi itu terbuka untuk memperlihatkan adanya sebuah gua yang terdapat patung tiga orang wanita yang memiliki kecantikan luar biasa yang berdiri di belakang patung Kaisar Li Wen Han.


Brakkk!


"Patung wanita yang pertama adalah Permaisuri Agung Siangguan Xiao Lin istri pertama dari Kaisar Li Wen Han ibu kandung dari kakekku yaitu ibu kandung dari Kaisar Li Yan Long mmm.. Patung wanita yang kedua adalah Permaisuri Lentera Yang Zi Zi istri kedua dari Kaisar Li Wen Han ibu kandung dari Pangeran Pertama Li Kuan Min kakaknya Kakekku yaitu paman tua. Hmmm, Patung wanita ketiga adalah Ratu Wan Lina ibu kandung dari Putri Li Cheng Cheng." Kata Zhang Xiao Long membaca tulisan pada dinding di tiap patung-patung tiga orang wanita itu.


Zhang Xiao Long menemukan sehelai kain sutra warna merah yang seperti kain pembungkus bayi baru lahir yang seperti di miliki olehnya dari mendiang Luo Song Yi ibu kandung Zhang Xiao Long.


"Kain pembungkus bayi ini mirip dengan punya ku saat aku masih bayi yang disimpan di dalam kotak penyimpanan barang-barang masa bayi ku di dalam kamar Ibuku dahulu." Kata Zhang Xiao Long mengambil kain pembungkus bayi itu lalu meremas kain itu dengan perasaan hatinya yang penuh gejolak.


"Yang Mulia, putra kandung mu yang sebenarnya berada di tanganku..Jika kamu ingin putramu hidup maka kamu harus mengubah pendirian mu yang ingin menjadikan Ratu Wan Lina menjadi Permaisuri Agung Kekaisaran Li dan jadikanlah putra ku Bai Yun Ki menjadi Kaisar penerusmu." Baca Zhang Xiao Long.


Tak lama kemudian suara desiran angin kencang yang datang dari belakang Zhang Xiao Long telah menyadarkan Zhang Xiao Long bahwa ia telah di amati oleh seseorang yang telah hadir di belakangnya.


"Zhang Xiao Long..Akhirnya aku bisa bertemu dengan mu di gua air terjun sepasang mata Dewa Gunung Li setelah sekian lama aku harus menanti kedatangan mu ke tempat leluhur mu berada. " Kata Li Yun Shiang yang menghunus pedang ke arah belakang Zhang Xiao Long.


Zhang Xiao Long berbalik menghadapi Li Yun Shiang yang menatapnya ganas dengan ujung pedang pemuda ini siap untuk merobek kulit dan daging di tubuhnya.


"Li Yun Shiang sejak kapan kamu mengetahui bahwa aku adalah keturunan asli dari Kekaisaran Li sejati? " Tanya Zhang Xiao Long dengan nada tenang kepada Li Yun Shiang.


"Sejak aku tahu Yanmi mencintaimu yang telah menyadarkan diriku untuk mencari tahu siapa kamu yang sebenarnya yang membuat ku harus mencari cara untuk melenyapkan mu supaya tahta penerus Kaisar Li Wu Long jatuh ke tangan ku Li Yun Shiang atau Bai Yun Shiang.." Jawab Li Yun Shiang yang menggerakkan pedangnya ke arah dada Zhang Xiao Long dengan ganas sekali tetapi Zhang Xiao Long berkelebat cepat sekali seraya menyentil ujung pedang di tangan Li Yun Shiang yang membuat ujung pedang Li Yun Shiang hancur berkeping-keping sehingga Li Yun Shiang melompat mundur dengan wajah kaget.


Cring!


"Li Yun Shiang kau bukanlah keturunan asli dari Ratu Wan Lina karena aku tahu siapa Bai Yun Ki leluhur mu itu yang sama sekali bukanlah anak kandung dari Ratu Wan Lina melainkan putra angkatnya saja. Sedangkan anak kandung dari Ratu Wan Lina adalah Li Cheng Cheng bibiku sendiri yang menjadi Biksuni di kuil Ermei di pegunungan Ermei.Li Yun Shiang aku juga tahu siapa kamu yang juga putra angkat ayahku yang terpaksa harus menikahi ibumu Permaisuri Agung Fu Xiao Chie atas perintah dari Ibu Suri Agung Leng yakni selir kelima dari Kakekku sendiri yaitu mendiang Kaisar Li Yan Long. " Kata Zhang Xiao Long dengan sinar mata tajam luar biasa kepada Li Yun Shiang.


"Hahahaha kau rupanya sudah menyelidiki para anggota keluarga dari pihak ayahmu untuk kamu bisa di akui sebagai putranya agar kamu dapat menjadi pewarisnya? Begitukah maksud dari kedatangan mu ke Kekaisaran Li? " Tanya Li Yun Shiang mencemooh Zhang Xiao Long.


"Benar sekali. Aku ingin mengubah masa depan Kekaisaran Li sejati termasuk menyingkirkan orang-orang biadab seperti mu dan ibu serta nenekmu.." Jawab Zhang Xiao Long dengan nada bengis kepada Li Yun Shiang.


Bersambung!