
Zhang Xiao Long menjura hormat kepada Raja Dewa Mabuk Sakti dan Pendekar Besar Iblis Bunga Harum yang menjadi orang -orang yang berjasa besar baginya di dalam pendidikannya yang bermanfaat besar bagi masa depannya itu.
" Guru..! Paman Chen..Saya Zhang Xiao Long amat bersyukur mendapatkan bimbingan yang amat besar dari Anda berdua semenjak saya kecil hingga saya remaja sekarang ini.Dan,sekarang ini Saya menghaturkan terimakasih kepada Guru Li dan Paman Chen..!" Ucap Zhang Xiao Long yang memberikan hormatnya kepada kedua orang sakti itu.
" Xiao Long,mulai sekarang kamu harus mulai turun gunung untuk mencari pengalaman di dunia persilatan dengan kamu harus ingat pesan dari ku untuk mu mencari tiga pusaka dunia persilatan dan pusaka Kaisar Mu lalu kau kunjungilah Bibi Chou di desa Xia." Kata Raja Dewa Mabuk Sakti Li Kian Ming dengan nada serius kepada Zhang Xiao Long.
" Ya,Guru.Murid akan laksanakan pesan Guru Li dengan baik." Kata Zhang Xiao Long dengan nada hormat dan patuh kepada Raja Dewa Mabuk Sakti yang memberinya guci labu kesayangan orang tua renta itu kepadanya.
" Bawa guci labu arak ku ini sebagai teman mu di perjalananmu di dunia persilatan." Kata Raja Dewa Mabuk Sakti dengan nada kasih sayang kepada Zhang Xiao Long.
"Xiao Long, ingatlah segala pelajaran yang pernah kamu terima dari kami dan gunakanlah semua itu dengan baik -baik tanpa kesombongan yang tak berarti yang membuatmu merasa paling hebat di dunia persilatan.Karena di dunia ini masih banyak orang -orang yang lebih berilmu dan hebat lagi dari kamu..Di atas langit masih langit..Ingatlah kata itu tetapi jangan pula merasa rendah diri dan tak percaya diri karena kamu memiliki potensi diri yang tak kalah bernilainya dengan orang lain..Kau jadilah dirimu sendiri." Kata Pendekar Besar Iblis Bunga Harum Chen Wai Kin yang memberikan amanatnya kepada Zhang Xiao Long.
" Iya,Paman..Terimakasih atas nasehat mu kepada ku..Aku pasti akan membantu mu untuk bahagia di kemudian hari dengan mencarikanmu seorang bibi cantik dan baik hati untukmu." Kata Zhang Xiao Long yang begitu menyayangi Pendekar itu.
" Apa maksudmu ,Xiao Long ?Aku sudah tua dan tak menginginkan wanita manapun lain lagi untuk hidupku sekarang ini.Aku ingin hidup tenang dan damai sesuai sepasang kaki ku bergerak dengan lancar." Kata Pendekar Besar Iblis Bunga Harum yang memeluk Zhang Xiao Long sebelum pergi dari rumah Raja Dewa Mabuk Sakti.
Brrr..!!
Raja Dewa Mabuk Sakti menatap Zhang Xiao Long yang belum juga pergi dari rumahnya sampai anak itu sadar lalu berkelebat cepat sebelum di marahi oleh Raja Dewa Mabuk Sakti yang ingin hidupnya tenang menjadi orang biasa saja dengan hidup berdampingan bersama rakyat di sekitar kota Xin An.
Zhang Xiao Long membawa bungkusan di pundak kanannya dengan kedua kakinya berjalan ke arah kota kecil yang belum pernah di kunjunginya itu tetapi belum juga Ia mendatangi kota kecil itu.
Bluk..!
Sebuah sepatu bersulam indah jatuh dengan tepat di bawah sepasang sepatu kulitnya yang lumayan nilainya.Ia mendongak untuk mengetahui siapa yang menjatuhkan sepatu bersulam itu dari atas pohon rindang.
" Hai..Aku minta maaf telah mengejutkanmu yang melewati rumah pohonku." Kata seorang gadis remaja usia tiga belas tahun yang duduk dengan santai di pohon rindang.
"Mmmm..Ya..Aku akan memaafkanmu apabila kau meminta maaf dengan cara sopan kepadaku yang telah kau kejutkan dengan sepatu mu ini atau aku akan membuang sepatumu ke sungai." Kata Zhang Xiao Long mengancam gadis itu dengan tangannya memegangi sepatu gadis itu dengan sikap akan melempar sepatu gadis itu ke sungai.
"Mmm.." Gumam Zhang Xiao Long dengan wajah lugunya menunggu Xiao Yanzi meminta maaf dengan sopan kepadanya.
" Aku Xiao Yanzi meminta maaf atas sikapku yang tak sengaja mengejutkan mu dengan sepatuku yang terlepas dari kakiku." Kata Xiao Yanzi yang menjura sopan kepada Zhang Xiao Long.
" Ini sepatumu,Nona Xiao." Jawab Zhang Xiao Long memberikan sepatu Xiao Yanzi kepada Xiao Yan Zi yang menerima dengan senyuman yang manis sekali tetapi bagi Zhang Xiao Long senyum gadis itu biasa -biasa saja.
" Yan Zi..Kemari kauu...!" Seru seorang wanita tua yang datang dengan membawa tongkat bambu di tangan dengan wajah garang kepada Xiao Yan Zi.
" Nyonya Khu..Tolong jangan memukulku dengan tongkat bambu mu itu karena Aku tak melakukan satu kesalahan sekecil apa pun hari ini di kedai catur mu." Kata Xiao Yan Zi dengan sikap takut kepada Nyonya Khu.
" Hmm jangan bohong kamu ya ?!Aku sudah lihat dengan kedua mataku sendiri kamu hari ini malah bersenang -senang dengan pemuda dusun bodoh ini bukannya kamu harus bekerja di kedai caturku untuk membayar hutang mu kepada suamiku..!" Ucap Nyonya Khu dengan nada ketus kepada Xiao Yan Zi yang melotot kaget di sangka bersenang -senang dengan pemuda dusun yang melongo dungu di sampingnya.
" Ah,Nyonya Khu tolong Anda jangan salah paham menuduhku bersenang -senang dengan pemuda dusun dungu ini..?" Tanya Xiao Yan Zi menuding telunjuknya dengan sikap merendahkan Zhang Xiao Long.
" Aku juga tak sudi bersenang -senang denganmu yang mulutnya persis tambur di perayaan musim semi di kelenteng -kelenteng saat barongsai akan di mainkan.." Kata Zhang Xiao Long mencibir ke arah Xiao Yan Zi yang melototinya dengan galak sekali.
Zhang Xiao Long tak membalas tatapan galak gadis itu tetapi seekor anjing hitam entah dari mana datang nya telah menyerbu ke arah Xiao Yan Zi dan Nyonya Khu dengan suaranya yang menyalak dan gigi -gigi tajamnya siap untuk robek daging kedua orang wanita itu.
" Kyaa..! Tolong..! Jangan gigit kami...!" Teriak Xiao Yan Zi dan Nyonya Khu yang berlari dengan cepat untuk menghindari terjangan anjing hitam itu yang terus mengejar mereka hingga menghilang dan meninggalkan Zhang Xiao Long di bawah pohon rindang seorang diri saja.
" Aneh sekali mereka itu dan anjing hitam dari mana yang sudah membantu ku untuk membalas penghinaan mereka kepadaku..?!" Pikir Zhang Xiao Long sambil menengok ke kanan dan ke kiri di tempatnya berdiri di bawah pohon rindang.
Lalu sebuah jaring entah datang darimana telah mengurungnya dan Ia menemukan seorang kakek tua kerdil yang mengambil jaring dan menyeretnya begitu saja tanpa kesulitan sama sekali.
Bersambung..!!