
Zhang Xiao Long lebih tertarik dengan ukiran di dinding lembah bukit harapan yang terlihat amat mirip dengan ukiran di balik batu stempel giok pusaka Kekaisaran He daripada membalas kata -kata sinis dari Nona Xiao Feng gadis putri dari kepala suku Xiao.
"Hmm, jika aku bisa memecahkan misteri ukiran ini yang mirip dengan ukiran di balik batu stempel giok pusaka Kekaisaran He, maka aku bisa mengetahui tiga buah pusaka dunia persilatan yang hilang yang selama ini aku cari. " Batin Zhang Xiao Long.
Pemuda ini berkonsentrasi terhadap ukiran yang di lihatnya saat ini dengan mengamati setiap garis, lengkung, lingkaran maupun titik di ukiran di dinding lembah bukit harapan dengan tangan kanannya memegangi dagunya yang jantan.
"Percuma kau pelototi ukiran di dinding lembah bukit harapan ini karena tak pernah ada seorang pun yang dapat memecahkan atau mengetahui rahasia di balik ukiran tersebut. "Kata Nona Xiao Feng gadis meragukan kemampuan Zhang Xiao Long.
" Kak Long.. Kau berada di mana?? " Terdengar suara ketiga orang gadisnya dari atas lembah bukit harapan.Rupanya ketiga orang gadisnya itu mencarinya hingga ke bukit harapan karena Ia pergi tanpa memberikan pesan kepada ketiga orang gadisnya di tepi sungai kecil pintu masuk ke wilayah suku Xiao.
"Aku berada di sini.. " Jawab Zhang Xiao Long gunakan ilmu khikang nya, lalu terdengar suara tiga pasang kaki halus dan ringan melompat turun ke lembah bukit harapan dan terlihatlah ketiga orang gadisnya telah berada di samping nya dengan senyuman manis mereka bertiga.
"Wah, kau sungguh pria mata keranjang ya? Ada tiga orang gadis cantik jelita yang mendatangi mu di lembah bukit harapan??? " Kata Nona Xiao Feng membelalakkan kedua matanya yang indah kepada ketiga orang gadis kekasih Zhang Xiao Long yang membalasnya dengan senyuman.
"Dia bukan pria mata keranjang melainkan pria gagah perkasa yang pantas untuk memiliki kami kekasihnya. " Jawab ketiga orang gadisnya dengan senyuman yang membuat Nona Xiao Feng manyun.
"Apa bedanya pria mata keranjang dengan pria banyak kekasih di sekitarnya? " Tanya Nona Xiao Feng yang berjalan menjauhkan diri dari ketiga orang gadis kekasih Zhang Xiao Long.
"Bedanya adalah pria mata keranjang hanya nafsu belaka untuk gairah kebutuhan jasmani nya saja. Sedangkan pria gagah perkasa menilai wanita-wanita di sekitarnya sebagai pendorong semangatnya. " Jawab Liu Lu Sian tersenyum ramah dan sabar kepada Nona Xiao Feng yang menurutnya sangat cocok untuk menjadi selir keempat dari Pangeran muda Tang San Long ini.
"Kau jangan bergerak di tempat mu..! " Cegah Zhang Xiao Long melompat cepat menyambar lengan Nona Xiao Feng lalu memeluk gadis itu dengan sigap sebelum gadis itu masuk ke dalam mulut seekor ular raksasa warna keemasan di tengah-tengah rumput ilalang di lembah bukit harapan
"Arghh..! Ada naga emas bangun.. " Kata Nona Xiao Feng yang merangkul Zhang Xiao Long ngeri melihat mulut raksasa ular raksasa warna keemasan itu.
"Naga Emas Di Lembah bukit harapan adalah salah satu dari dua belas hewan langka yang memiliki darah yang dapat meningkatkan ilmu sinkang bagi siapapun yang dapat menemukan ular ini. " Kata Zhang Xiao Long yang telah ingat tentang ramuan ilmu hebat yang pernah di baca olehnya melalui buku pelajaran ilmu silat dari ibunya.
"Wah, kau benar sekali Kak Long. Aku pernah dengar kalau darah naga emas bisa membuat energi ilmu sinkang bertambah kuat. " Kata Liu Lu Sian yang penuh mendengar hal ini dari orang yang tak pernah bisa di ingatnya itu tetapi orang itu selalu muncul di mimpinya.
"Kak Long, kau harus bisa mendapatkan darah emasnya untuk ilmu sinkang mu semakin kuat. " Kata Yu Lian Shing tersenyum takjub dengan ular raksasa warna keemasan yang memandang liar kepada Zhang Xiao Long yang memindahkan Nona Xiao Feng dari pinggangnya ke tanah di belakangnya yaitu di dekat ketiga orang gadis kekasihnya.
"Ya, aku harus menaklukkan ular raksasa warna keemasan ini dengan kemampuan ku. " Kata Zhang Xiao Long yang melompat ke arah ular raksasa warna keemasan yang menyemburkan bisa kepada Zhang Xiao Long yang cepat pula menghindari semburan bisanya dengan ilmu ginkang naga menembus awan mendung hingga tubuh Zhang Xiao Long begitu gesit sakali.
Swoooshh!
Ular raksasa warna keemasan berpindah tempat dengan ekornya menyerang ke arah bahu kiri Zhang Xiao Long sehingga Zhang Xiao Long pun melesat cepat dan pindah tempat ke posisi yang aman dari serangan ekor emas dari ular raksasa warna keemasan itu.
Swoooshh!
Zhang Xiao Long melesat cepat mengitari ular raksasa warna keemasan hingga ular raksasa warna keemasan itu pusing tujuh keliling oleh ulahnya lalu Zhang Xiao Long menerjang dengan jari tengahnya membentuk capit kepiting untuk menotok perut ular raksasa warna keemasan.
Wutttz!
Ular raksasa warna keemasan itu malah melilit Zhang Xiao Long hingga mulutnya mengarah ke arah pemuda ini dengan rongga mulutnya itu terlihat jelas betapa banyaknya bisa dari ular ini.
"Kau ingin memakanku..?!Huh... Jangan pernah harap kamu bisa menelan ku hidup-hidup...! Aku justru yang akan menelan mu..! " Hardik Zhang Xiao Long yang membuka mulutnya itu lalu menggigit leher ular raksasa warna keemasan itu secara bersamaan dengan ular raksasa warna keemasan itu mencaplok nya hingga tiga orang gadis cantik jelita menjerit ketakutan lihat kekasih mereka di telan ular raksasa warna keemasan.
"Akkkkh... Kak Long..! Celaka.. Aku harus bisa menolongnya...! "Teriak Liu Lu Sian yang telah melesat cepat dengan pedangnya menyerang ular raksasa warna keemasan yang menyadari adanya serangan maut ke arah dirinya segera mengibaskan ekornya menyerang pedang Liu Lu Sian.
Betzzz!
" Arghhh! " Teriak Liu Lu Sian yang terlempar ke dinding dengan suara berdegum keras.
Bruakkk!
" Kakak Sian..! " Teriak Yu Lian Shing yang cepat melesat menolong Liu Lu Sian yang jatuh di bawah dinding yang ukirannya itu runtuh dan nyaris menimpa Liu Lu Sian.
Brrrr!
Yu Lian Shing berhasil menolong Liu Lu Sian dari reruntuhan ukiran di dinding lembah bukit harapan namun terjadi getaran gempa bumi yang mengharuskan mereka segera pergi dari lembah bukit harapan untuk menyelamatkan diri mereka.
Gretakk!
"Ahhh... Celaka getaran gempa bumi...! Kita harus pergi dari sini..! "Teriak Yu Lian Shing yang membawa Liu Lu Sian dan Tilana yang menarik Nona Xiao Feng bersamanya dengan cepat.
Brrrrr!
" Celaka! Bagaimana dengan Kakak Long yang masih berada di lembah bukit harapan?? " Liu Lu Sian panik karena Zhang Xiao Long terjebak di lembah bukit harapan bersama dengan seekor ular raksasa warna keemasan.
Mereka berempat telah berada di tepi sungai kecil pintu masuk ke wilayah suku Xiao dengan wajah mereka pucat pasi dan perasaan hati mereka berempat mencemaskan keselamatan Zhang Xiao Long.
" Xiao Feng...! Xiao Feng....! " Terdengar suara sejumlah orang suku Xiao yang telah datang ke sungai kecil itu dengan membawa obor dan tombak yang sangat lancip ujungnya dengan wajah mereka semua sangat serius menatap keempat orang gadis cantik jelita di tepi sungai kecil di dekat wilayah mereka.
"Xiao Feng, siapa mereka dan siapa pemuda yang kau maksud yang terperangkap di lembah bukit harapan? " Tanya Kepala Suku Xiao dengan wajah serius kepada putrinya.
"Calon penguasa baru di negeri ini dan mereka bertiga adalah kekasih pemuda itu. Pemuda itu menyelamatkan aku dari gempa bumi di lembah bukit harapan. Karena itu ayah dan para paman wajib untuk menyelamatkan pemuda itu dari lembah bukit harapan. Dia juga akan di makan oleh ular raksasa warna keemasan yang menjadi penghuni lembah bukit harapan. " Jawab Nona Xiao Feng dengan memohon bantuan kepada ayahnya.
Kepala suku Xiao menatap tajam putrinya lalu mengalihkan perhatiannya kepada ketiga orang gadis cantik jelita di dekat putrinya yang juga membalas tatapannya dengan tatapan mata meminta bantuan kepadanya.
"Semua kita harus bisa menyelamatkan pemuda yang telah menyelamatkan putriku Xiao Feng dari lembah bukit harapan ketika terjadinya gempa bumi di lembah bukit harapan. Ayo kita harus bisa membalas budi kebaikan pemuda itu kepada putriku Xiao Feng. " Kata Kepala suku Xiao dengan suara tegas kepada semua warga desa suku Xiao di sekitarnya.
Mereka bersama-sama membongkar dan juga menggali reruntuhan bukit harapan dengan kerjasama yang baik sekali sehingga mereka bisa menemukan Zhang Xiao Long yang telah tergeletak di dekat jasad ular raksasa warna keemasan.
" Di sana..! "
" Ayo, kita harus bisa menyelamatkannya...! "
Zhang Xiao Long mendengar suara orang-orang yang mendatanginya namun Zhang Xiao Long tak bisa membalas suara orang-orang itu karena Ia amat lelah dan letih sekali.
"Hei, anak muda apakah kamu baik-baik saja? Adakah luka di tubuh mu?? " Tanya kepala suku Xiao mengguncangkan tubuh Zhang Xiao Long yang lemah.
"Iya, aku baik-baik saja. Tidak ada luka sama sekali tidak tubuh ku.. Aku hanya lelah dan letih. " Jawab Zhang Xiao Long pelan kepada kepala suku Xiao.
"Apakah kamu telah menelan darah emas dan racun ular naga emas penghuni lembah bukit harapan kami? " Tanya wakil kepala suku Xiao Long yang terdengar kasar kepada Zhang Xiao Long.
"Iya." Jawab Zhang Xiao Long tersenyum lebar.
"Wahh, kalau begitu kamu harus mati untuk aku bisa meminum darah mu yang telah memiliki darah emas. " Kata Wakil kepala suku Xiao Long yang telah mengayunkan tombak ke arah leher Zhang Xiao Long dengan maksud ingin lubangi leher Zhang Xiao Long
Wuttttz!
Tep!
Zhang Xiao Long menangkap tombak dengan cepat lalu merampas tombak itu dari pemiliknya yang kemudian di gunakannya menusuk ulu hati wakil kepala suku Xiao hingga berlubang.
Jleb!
" Aihhh, kau membunuh wakil kepala suku Xiao? Kurang ajar sekali kau...! " Hardik sejumlah besar warga desa suku Xiao yang menyerangnya dari segala penjuru di sekitarnya namun Ia dengan tenang bergerak cepat menampar semua orang suku Xiao tewas dalam keadaan mengenaskan.
Plakkk!
Plakk!
Plakk!
Kepala suku Xiao yang melihat para warganya telah di bunuh oleh pemuda yang mendapatkan darah emas dan racun emas dari ular raksasa warna keemasan di lembah bukit harapan telah mengangkat tombak ke arah belakang kepala Zhang Xiao Long dengan serigai kejamnya.
Wuuuuttzzzz!
Werrrr!
Jlebbbb!
Bruakkk!
Zhang Xiao Long aman dari tusukan tombak dari kepala suku Xiao yang ingin membunuhnya dari arah belakangnya tetapi pedang Yu Lian Shing telah lebih dahulu menancap di belakang kepala dari kepala suku Xiao sebelum kepala suku Xiao dapat menancapkan tombaknya ke arah kepala Zhang Xiao Long dengan tepat waktu.
" Kak Long... Apakah kamu baik-baik saja?? " Tanya Yu Lian Shing cepat menyanggah Zhang Xiao Long sebelum pemuda itu jatuh ke tanah.
"Lian Shing, sebaiknya kita segera membawanya ke desa suku Xiao ku saja untuk kita semua bisa mengobatinya dengan benar. " Kata Nona Xiao Feng yang membantu Ketiga orang gadis cantik jelita kekasih Zhang Xiao Long untuk menolong Zhang Xiao Long dari kepala suku Xiao dan para warga desa suku Xiao yang ingin membunuh Zhang Xiao Long karena pemuda tampan dan hebat itu mendapatkan pusaka paling hebat di wilayah suku Xiao.
"Iya, Nona Xiao. Terimakasih banyak karena kau bersedia untuk membantu kami bertiga untuk menyelamatkan Kak Long kami.. " Kata Tilana yang membantu Liu Lu Sian membuka jalan untuk mereka bisa segera membawa Zhang Xiao Long ke desa suku Xiao.
Di desa suku Xiao, mereka membaringkan Zhang Xiao Long di atas dipan di rumah kepala suku Xiao yang kini menjadi rumah Nona Xiao Feng setelah kepala suku Xiao telah tewas di tangan Zhang Xiao Long di lembah bukit harapan.
"Nona Xiao, apakah kamu tak merasakan sakit hati mengetahui Kak Long membunuh ayahmu dan para paman mu di lembah bukit harapan? " Tanya Liu Lu Sian halus dan ramah kepada Nona Xiao Feng seraya membalut luka di dahi Zhang Xiao Long yang memar karena benturan di tanah kering di lembah bukit harapan kepada Nona Xiao Feng yang membawakan sekotak obat keluarga Xiao untuk mengobati luka di lutut dan siku pergelangan tangan dan kaki Zhang Xiao Long.
"Tidak, karena aku membenci mereka yang telah menipu ku sejak aku bayi.Mereka sebenarnya adalah pembunuh keluarga asli ku untuk menjadi penguasa di wilayah suku Xiao. Karena itu aku menunggu datangnya seseorang yang dapat membebaskan ku dari para pembunuh keluarga asli ku atau warga desa suku Xiao yang baik dan bersahabat dengan siapapun di sekitar wilayah kami tinggal. " Jawab Nona Xiao Feng yang kini menaburkan obat bubuk di setiap luka di lutut dan siku pergelangan tangan dan kaki pemuda yang telah menjatuhkan hatinya itu.
"Oooh, begitu rupanya? Kasihan sekali kamu, Nona Xiao Feng. Lalu dimanakah warga desa suku Xiao yang asli? Kenapa kami hanya melihat kamu seorang saja di desa ini? " Tanya Yu Lian Shing yang membawakan air hangat di baskom anyaman untuk memandikan Zhang Xiao Long.
Bersambung!