
Pada saat Zhang Xiao Long menanyakan soal Ming Ming kepada Chen Hui Ling pelayan pribadi Putri Ming Ming yang memberitahukannya kalau Ming Ming tidak sampai ke kota Zheng an dari yang diperkirakan oleh Chen Hui Ling dan juga Zhang Xiao Long sendiri.
Terdengar suara beberapa orang yang mengejar seseorang dari arah utara gunung Fu ke tempat mereka berada saat di jalan setapak menuruni puncak gunung Fu.
"Ikut aku.. " Kata Zhang Xiao Long segera ajak Chen Hui Ling bersembunyi di balik semak -semak belukar yang membuat mereka tertutup rapat dari sejumlah mata orang-orang yang kini telah datang ke tempat mereka.
"Kemana gadis itu melarikan diri dari kepungan kita sesudah pengawalnya itu tewas di penggal oleh linggis di tanganku ini? " tanya pria wajah sangar yang memegang linggis yang berlumuran darah di ujungnya dengan suaranya geram.
"Tuan, dia tak mungkin bisa melarikan diri begitu cepat dengan punggungnya telah terluka oleh pedang di tangan Nyonya muda kita. " kata pria lain nada puas.
"Iya, tapi kemana dia lari dari kepungan kita? Dimana ia harusnya bisa kita temukan di sini? " tanya tuan sangar itu melintangkan linggis nya ke depan jalan.
"Tuan, coba dengarkan dengan cermat arah di jalan setapak di samping kita.. " kata pria lain yang memiliki sorotan matanya yang buas dan kejam menunjukkan arah yang terdapat suara rintihan halus seorang gadis yang meringkuk di bawah jalan setapak yang lain dan berlumut.
Pria sangar itu menyeringai kejam melihat gadis incarannya telah terlihat olehnya. Ia melangkah maju dengan linggis nya mengancam nyawa gadis itu.
"Tuan Putri sebaiknya kau menyerah saja kepada kami untuk ikut kami kepada majikan kami di istana Kekaisaran Phoenix Emas..?! " Suara keji pria mengancamnya.
"Cih.. Aku sampai matipun tidak akan pernah sudi untuk ikut bersama kalian ke istana busuk majikan kalian..! " Balas Putri Ming Ming yang terlihat pucat dengan punggungnya perih dan di tutupi jerami basah untuk melindungi belakang tubuhnya dari orang-orang mata liar itu.
Zhang Xiao Long melompat keluar dari tempat persembunyiannya dan memakaikan gadis ini jubah luarnya dengan lembut lalu membalikkan badannya untuk menghadapi pria sangar dan pasukannya.
"Zhang Xiao Long, kau..? " Putri Ming Ming kaget melihat kehadiran Zhang Xiao Long di dekatnya.
"Ssst, jangan banyak bicara dulu, kau istirahatlah di belakangku dan biarkan aku yang akan balas dendam kepada mereka yang sudah melukaimu seperti ini.. " Kata Zhang Xiao Long halus kepada Putri Ming Ming yang di tangannya di genggam Chen Hui Ling untuk mengajaknya berdiri di belakang Zhang Xiao Long.
"Ta.. Tapi..?"
"Sstt.. Patuhilah aku.. Dan jangan membantah ku lagi.. " Kata Zhang Xiao Long membalikkan badannya untuk menghadapi Putri Ming Ming yang menatapnya dengan sinar mata tersentuh dengan kebaikannya.
"Hmm, ya, baiklah... " Jawab Putri Ming Ming.
"Terimakasih, sayangku.. " Kata Zhang Xiao Long membelai lembut pipinya yang dingin karena hawa gunung Fu yang lembab.
Zhang Xiao Long kembali menghadapi pria sangar dan para pasukan sekte singa gunung Fu yang mendapatkan perintah dari Kaisar Phoenix Emas untuk menangkap Putri Ming Ming.
"Siapa kau yang ikut campur urusan kami?! "hardik pria sangar dan para pasukannya yang langsung menyerang Zhang Xiao Long dengan linggis di tangannya telah meluncur bak sinar yang mematikan ke arah Zhang Xiao Long.
Wutttzz!
Zhang Xiao Long dengan mengelak sedikit dan tangannya menampar pelipis pria sangar itu langsung terjengkang tak bernyawa lagi sampai para pasukannya tercengang dibuatnya.
" Tak perlu kaget seperti itu, kalian akan rasakan kepalan tanganku yang akan mengirim kalian ke nerakaaaa..! " Hardik Zhang Xiao Long yang telah menerjang pasukan pria sangar itu seraya tangannya menampar mereka semua hingga pecah pada kepala mereka semua.
Prakk!
Zhang Xiao Long tak mempedulikan jasad para musuh itu. Ia dengan cepat menggendong Putri Ming Ming lalu dibawanya ke arah gua di kaki gunung Fu dengan diikuti oleh Chen Hui Ling dengan sigap.
"Bertahanlah sebentar lagi, aku akan mengobati lukamu. " kata Zhang Xiao Long halus membuka jubah luarnya dan mantel jerami yang menutupi luka di punggung halus Puteri Ming Ming.
"Heii, jangan melihat tubuh belakangku.. " Kata Ming Ming cepat menepis tangannya tapi gadis itu limbung dan terguling lemah ke lantai gua.
"Hei, kau kan calon istriku sendiri, jadi kau tak perlu malu untuk memperlihatkan luka di punggung mu kepada ku. " Kata Zhang Xiao Long halus membantu gadis itu untuk berbaring dengan posisi benar. Ia menaruh kepala Putri Ming Ming di pangkuannya lalu mengoleskan obat cair miliknya ke punggung Putri Ming Ming usai di salurkan hawa sinknang bunga xia untuk menetralisir racun pada luka di punggung gadis itu.
"Argh.. Sakit..! " pekik Putri Ming Ming.
"Sabar..Sebentar lagi juga akan hilang rasa sakit pada luka mu dan punggung mu akan kembali seperti semula. " Kata Zhang Xiao Long halus.
Putri Ming Ming merasakan kelembutan Zhang Xiao Long mengobati lukanya sehingga timbul perasaan yang nyaman dan aman di dekat pria hebat ini yang belum pernah dirasakannya pada pria lain di kehidupannya dahulu.
"Apakah sudah tak sakit lagi sekarang? " tanya Zhang Xiao Long halus membalikkan badan gadis itu sehingga wajah cantik jelita sekali itu menghadapinya. Ia tersenyum lembut, sabar dan penuh cinta yang belum pernah ia rasakan pada wanita-wanita yang dimilikinya atau pernah hadir di dalam hidupnya.
"Sudah, tidak sakit lagi, terimakasih kau sudah menolong dan mengobati ku. " Jawab Putri Ming Ming yang sudah ingin bangun dan duduk di lantai gua itu di cegah Zhang Xiao Long yang menyuruhnya untuk tidur di pangkuan pemuda ini.
"Istirahatlah agar kondisi fisikmu kembali sehat dan segar. " kata Zhang Xiao Long begitu halus membelai lembut rambut panjang, halus dan wangi bunga plum musim semi milik Putri Ming Ming.
"Karena aku sepertinya aku telah jatuh cinta kepadamu setelah sekian lama aku tak pernah lagi merasakan cinta seperti ini terhadap wanita setelah aku kehilangan cinta pertamaku, Mu Yanmi. Dan, entah mengapa kamu selalu hadir di pikiran,ingatan ku dan hatiku. Baik di kala aku tidur, melamun, makan, minum. Pokoknya setiap waktu aku memikirkan dirimu. Kini, aku sadar bahwa aku sungguh jatuh cinta kepadamu. Aku ingat lukisan eh ukiran di pegunungan cinta abadi di wilayah Liao yang pernah ku datangi bersama dengan Mu Yanmi begitu menarik hati ku seakan aku ingin masuk ke dalam lukisan itu untuk meraih gadis yang berada di lukisan itu. Dan, sekarang ini Aku menyadari bahwa gadis itu adalah dirimu yang ku yakinin kau adalah gadis yang di takdirkan oleh alam semesta untuk ku di masa depan ku dengan cara pertemuan kita yang ajaib dan perjalanan tumbuhnya rasa di hati ku pun harus menunggu mu tumbuh ada rasa cinta kepada ku juga. Aku sudah menanti kekasih hati seperti mu selama kurang lebih tiga atau empat tahun ini. " kata Zhang Xiao Long yang menatap lembut Putri Ming Ming.
"Aku tak percaya kau jatuh cinta kepadaku hanya karena Aku mirip dengan gadis di lukisan di gunung cinta abadi yang beberapa tahun lalu kau lihat sendiri." kata Putri Ming Ming mencibir tak percaya pengakuan cinta dari Zhang Xiao Long.
"Baiklah, jika kamu tak percaya padaku saat ini. Aku akan tunjukkan keseriusan ku dalam mencintaimu dengan suatu saat nanti aku akan mengajakmu untuk melihat sendiri lukisan di gunung cinta abadi dan juga lukisan di buku kecil masa kecil yang dahulunya milik ibuku yang berada di pondok kami di puncak gunung Xia." kata Zhang Xiao Long memberikan janjinya untuk menyakinkan hati Putri Ming Ming dengan tulus.
Chen Hui Ling pelayan pribadi Putri Ming Ming mendatangi mereka berdua dengan membawa dua mangkuk sup bunga teratai hangat untuk mereka berdua di gua gunung Fu.
"Tuan Putri dan Tuan Besar silakan anda berdua makan malam menu sup bunga teratai hangat buatan tangan hamba yang rendah ini. " kata Chen Hui Ling dengan hormat kepada keduanya.
"Ya, terimakasih Chen Hui Ling. " kata Zhang Xiao Long mengambil mangkuk itu lalu pemuda ini menyuapi sup bunga teratai hangat kepada Putri Ming Ming yang terpana dengan sikap perhatian dari pemuda ini.
"Aku tak perlu kau suapi makan malam ku, sebab aku bisa makan sendiri. " Kata Putri Ming mengambil sendiri mangkuk dan sendok di tangan Zhang Xiao Long.
"Mmmm.. Baiklah. " Kata Zhang Xiao Long sabar sekali.
Keesokan harinya Zhang Xiao Long merapikan kunciran rambutnya dengan jemari tangannya sambil menatap lembut Putri Ming Ming yang terbangun dari tidurnya di pagi hari keesokan harinya.
"Kau sudah bangun? Baiklah, kau rapikan dirimu dahulu sebelum kita melanjutkan perjalanan kita ke penginapan 'Walet Merah' di kota Zheng an untuk bergabung dengan yang lainnya." kata Zhang Xiao Long lembut kepada Putri Ming Ming yang sudah terlihat segar kembali.
"Iya.. " jawab Putri Ming Ming singkat.
Chen Hui Ling dengan terampil membantunya merapikan dirinya lalu mereka berdua mengikuti langkah Zhang Xiao Long meninggalkan gunung Fu dengan sikap tenang sekali.
Rombongan Zhang Xiao Long sudah menunggu kedatangan mereka di pintu keluar dari gunung Fu. Dimana terdapat sepasang kuda putih yang gagah perkasa di depan jalan untuk mereka berdua gunakan di perjalanan ke kota Zheng an.
"Naiklah ke kuda putih di samping kuda putih ku. " Kata Zhang Xiao Long halus menawarkan kuda putih kedua untuk gadis itu.
"Terimakasih." kata Putri Ming Ming melompat naik ke atas punggung kuda putih kedua.
"Baiklah, kita berangkat sekarang juga..! " perintah Zhang Xiao Long kepada para pasukan Kekaisaran Naga Merah yang sudah menaiki kuda-kuda mereka masing-masing di belakang sepasang kuda putih yang ditunggangi oleh Zhang Xiao Long dan Putri Ming Ming.
"Siap, Paduka..! " sahut para pasukannya nada serentak.
Lalu mereka memacu kuda mereka bersama- sama dengan cepat sekali sehingga mereka telah meninggalkan pegunungan Fu di belakang mereka.
"Awan -awan di pagi hari ini begitu cerah sekali menandakan bahwa dunia persilatan daratan besar akan mengalami perubahan besar dengan kehadiran ku di acara para pertemuan para pendekar dunia persilatan daratan besar di kuil Shaolin mu, Biksu Feng. " kata Zhang Xiao Long ramah kepada Biksu Feng yang berkuda di sisi lain kudanya.
"Tentu saja, Yang Mulia. Kehadiran Anda akan membawa kebahagiaan dan kebaikan bersama untuk masa depan seluruh dunia persilatan daratan besar menjadi lebih besar dan baik lagi. " Kata Biksu Feng nada hormat kepada Zhang Xiao Long yang memandang lurus ke jalanan di depan mereka.
"Ada kanal kecil di depan jalan kita yang harus kita lompati sebelum kita sampai ke seberang sana. " kata Fu Haifeng memberitahu Zhang Xiao Long.
"Baik." Jawab Zhang Xiao Long tersenyum kecil kepada Fu Haifeng yang berkuda di belakang kuda putih yang ditunggangi oleh Zhang Xiao Long.
Mereka melompat kanal kecil dengan derap langkah kaki -kaki kuda mereka yang tegap dan gagah perkasa sehingga mereka bisa melewati kanal kecil itu dengan mudah. Lalu mereka pun melihat adanya kedai kecil di pintu masuk ke kota Zheng an yang ramai sekali dengan para pengunjung yang ingin masuk ke kota Zheng an.
"Mereka bukan para pelancong biasa melainkan para tamu undangan untuk hadir di acara esok lusa di kuil Shaolin. " kata Putri Ming Ming yang sangat cermat dalam segala hal yang berkaitan erat dengan dunia persilatan daratan besar.
"Iya, aku bisa melihat penampilan mereka semua bisa saja mengelabui orang-orang biasa tapi tak pernah bisa mengelabui kita yang dapat lihat perawakan mereka yang berbeda jauh dengan perawakan rakyat biasa. " Kata Zhang Xiao Long tersenyum lembut.
"Lalu apa yang ingin kau lakukan dengan turun dari kuda mu? " tanya Putri Ming Ming heran melihat Zhang Xiao Long telah meloncat turun dari kudanya yang di tuntun ke depan pintu kedai kecil itu.
"Aku ingin minum teh segar sejenak di kedai kecil itu. Mari kau juga turun dari kuda mu dan ikut aku masuk ke kedai kecil itu untuk minum teh segar juga. " jawab Zhang Xiao Long yang meraih jemari Putri Ming Ming untuk membantu gadis itu turun dari kuda.
"Emmm.. " gumam Putri Ming Ming enggan.
"Turun.. " Kata Zhang Xiao Long memerintahkan gadis itu turun dari kuda dengan mengangkat turun paksa gadis itu dari kuda gadis itu.
"Eii.. Apa apaan kau ini? " tanya Putri Ming Ming yang diturunkan dari kudanya dengan cara yang memalukan baginya.
Putri Ming Ming melompat turun dari gendongan Zhang Xiao Long lalu berjalan dengan sikap angkuh ke dalam kedai kecil di depan mereka. Zhang Xiao Long menggelengkan kepalanya lalu mengikuti gadis itu masuk ke kedai kecil. Ia bisa melihat gadis itu sudah duduk di kursi depan meja makan dalam kedai kecil itu.
Bersambung!!