Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Tersesat Di Desa Perbatasan Bagian Dua


Wutttzzz!


Amira Ming meliuk-liuk dengan gerakan-gerakan ilmu silat sekte Gobi Pai yang disertai dengan ilmu pedang ular piton yang dilakukan oleh istri dari Zhang Xiao Long dengan sabuk sutra warna merah yang meledak-ledak ke arah pasukan dari sekte elang darah hitam yang dipimpin oleh pria bermata satu yang berjuluk Raja Siluman Elang Darah Hitam.


Tarr!


Tar!


Guan Xiao Tong menerjang dengan pedangnya ke arah pasukan sekte elang darah hitam yang mengeroyok Amira Ming yang menghadapi Raja Siluman Elang Darah Hitam.


Wutttzzz!


Tranggg!


Tranggg!


Tuan Ying memekik kaget ketika pundak kirinya telah ditebas oleh pedang pasukan sekte elang darah hitam yang membuat mantan Kaisar Yongle itu berguling-guling di lantai.


Crakkk!


"Arghh..! " pekik Tuan Ying.


"Ayahhhh..! " teriak Nona Ying Ying yang sedang menghadapi pasukan sekte elang darah hitam di sisi lain ruangan dalam rumah kosong di desa perbatasan.


Trangggg!


Pedang di tangan Nona Ying Ying telah terlepas dari genggaman tangan gadis itu karena pedang di tangan para pasukan sekte elang darah hitam dari arah kiri telah melukai tangan gadis itu.


Crakk!


"Ying Ying..! " pekik Tuan Ying dengan wajahnya yang pucat melihat putrinya telah terluka oleh serangan-serangan musuh mereka.


"Awassss...! " teriak Nona Luo Guo Xiang yang kini melompat dengan ilmu ginkang angsa putih dan pedangnya itu menerjang para pasukan sekte elang darah hitam yang mengeroyok Nona Ying Ying.


Wushhhh!


Cranggg!


Pedang di tangan salah seorang dari sekte elang darah hitam telah berhasil dihancurkan oleh Luo Guo Xiang yang langsung menebas leher salah seorang dari anggota sekte elang darah hitam.


Crakk!


Amira Ming dengan sabuk sutra merah di tangan kanannya itu mendesak sejumlah pasukan sekte elang darah hitam yang mengeroyok dirinya dan membuat gerakan ilmu pedang Raja siluman Elang darah hitam kewalahan dengan ilmu silat sabuk sutra merah milik Amira Ming.


Wheetzzz!


Guan Xiao Tong menggerakkan pedangnya yang membentuk gerakan rajawali yang menerkam mangsanya telah membuat pasukan sekte elang darah hitam terdesak hebat olehnya.


Trang!


Trang!


Trang!


Amira Ming meluncur dengan ilmu pedang sekte Gobi Pai melalui sabuk sutra merah yang telah membuat pasukan sekte elang darah hitam yang terhempas ke tanah dengan kepala dan tubuh mereka semua hancur berkeping-keping oleh wanita muda.


Kressss!


"Arghhhh!" pekik para pasukan sekte elang darah hitam yang mengeroyok dirinya telah tewas di tangan Amira Ming.


Guan Xiao Tong menyerang pasukan sekte elang darah hitam yang dihadapinya itu berjatuhan di lantai dengan kepala mereka telah putus oleh pedang ditangan pria muda itu.


Crakkk!!


Crakkk!


Crakkk!!


"Mundur...! " perintah dari Amira Ming.


Amira Ming melontarkan ilmu pukulan telak yang disertai dengan ilmu sinkang Phoenix merah dari kedua telapak tangannya yang diarahkan secara langsung ke arah pasukan sekte elang darah hitam yang mengeroyok Nona Luo Guo Xiang di dekat Tuan Ying telah terhempas ke atas lantai dengan tubuh mereka hangus oleh serangannya.


Desss!


Bruakkk!


"Kalian tunggu di sini sampai Aku kembali dari lembah gunung desa ini untuk membantu Kakak Long-ku yang sedang mencari daun rumput bunga seruni merah." kata Amira Ming dengan nada tegas dan serius kepada teman-temannya di rumah kosong itu.


"Ratu, bagaimana dengan mereka yang telah terluka? " tanya Guan Xiao Tong cepat menyusul Amira Ming yang akan berdiri di depan pintu.


"Ada dirimu yang dapat mengobati luka mereka di sini. " jawab Amira Ming yang menepis tangan Guan Xiao Tong dengan sabuk sutra merah di tangannya saat pria muda ini ingin menyentuh pipinya.


"Aduhh..!" pekik Guan Xiao Tong yang tangannya terikat oleh sabuk sutra merah di tangan Amira Ming.


"Aku akan memotong tanganmu yang berani untuk mencoba untuk menyentuhku..!"ancam Amira Ming yang membuat Guan Xiao Tong di depannya itu meringis kesakitan.


" Jangan... "kata Guan Xiao Tong yang sujud di depan sepasang sepatu mungil Amira Ming.


Amira Ming menarik lepas tangan Guan Xiao Tong sampai pria muda itu melolong kesakitan di lantai lalu Amira Ming melesat cepat keluar dari rumah kosong untuk menuju ke arah lembah gunung di desa perbatasan.


" Xiao Tong,dia sungguh kejam tapi kenapa kau menyukainya?"ucap Nona Luo Guo Xiang.


"Iya, Aku akan membalas dendam kepada gadis liar itu sekarang juga.. " ujar Guan Xiao Tong.


Guan Xiao Tong bersiul dengan menggunakan ilmu khikang( suara mengirim pesan jarak jauh) yang melengking telah memanggil sejumlah besar pasukannya yang segera berdatangan ke rumah kosong itu.


"Kalian berdua ternyata pengkhianat hina.. " maki Tuan Ying di lantai kepada Guan Xiao Tong dan Luo Guo Xiang.


"Kami takkan pernah mengkhianati mereka jika mereka tak pernah menghina kami yang sudah sangat baik terhadap mereka terutama kepada Amira Ming gadis iblis itu." kata Luo Guo Xiang di depan Tuan Ying dengan nada mencibir.


"Ratu Amira Ming bukan gadis iblis melainkan dia itu seorang gadis Dewi yang terlalu baik hati untuk menjadi sahabat kalian berdua yang telah bersikap kurang ajar dengan jatuh cinta kepada Ratu Amira Ming dan Kaisar Naga Merah. " kata Nona Ying Ying nada tajam kepada Luo Guo Xiang.


"Hmm, sudah cukup kalian berdua memujinya di depan kami..! " hardik Guan Xiao Tong yang telah melontarkan pedangnya ke arah Nona Ying Ying dan Tuan Ying dengan maksud ingin menebas leher dua orang itu.


Wutttzzz!


Namun sebuah ranting yang dilemparkan oleh Zhang Xiao Long telah memotong Guan Xiao Tong dan Luo Guo Xiang dari arah pintu masuk ke rumah kosong itu.


Crakkk!


Crakkk!


Zhang Xiao Long telah kembali ke rumah kosong dengan membawa daun rumput bunga seruni merah yang berhasil ditemukannya di lembah gunung di desa tersebut.


"Cepatlah kalian berdua minum pil bunga xia dari ku untuk membuyarkan racun yang terdapat di luka pundak dan tangan kalian." kata Zhang Xiao Long mengeluarkan botol keramik kecil dari saku pakaiannya lalu mengeluarkan pil tersebut dan di serahkan kepada Tuan Ying dan Nona Ying Ying.


"Terimakasih Yang Mulia." kata Tuan Ying dan Nona Ying Ying dengan sikap hormat dan sopan kepada Zhang Xiao Long.


"Dimana Ming Ming-Ku? " tanya Zhang Xiao Long mengedarkan pandangan sepasang matanya ke sekeliling rumah kosong itu untuk mencari dan menemukan istrinya.


"Aku ada disini." jawab Amira Ming dengan nada lembut memeluknya dari belakang.


Bersambung!!