
"Tuan besar Zhang, karena hari sudah malam silakan anda beristirahat di kamar yang telah di sediakan oleh pihak kami untuk anda. " Kata Chia Hau Lam menyadarkan Zhang Xiao Long dari renungan Zhang Xiao Long.
"Eh, ya Saudara Chia terimakasih banyak.Aku akan pergi istirahat di kamar tamu yang telah kalian sediakan untuk ku sekarang juga. Selamat malam untuk Ketua Sekte Gunung Tu. " Kata Zhang Xiao Long berdiri sopan seraya menjura hormat kepada Ketua Sekte gunung Tu.
"Sama-sama Tuan besar Zhang. Silakan anda beristirahat dengan tenang di kamar tamu yang telah kami sediakan untuk anda." Kata Ketua Sekte Gunung Tu dengan senyum ramah dan santun kepada Zhang Xiao Long.
Zhang Xiao Long pun mengikuti Chia Hau Lam yang mengantarkannya ke kamarnya di bagian selatan markas besar sekte gunung Tu dengan senyum yang tak pernah hilang dari bibirnya yang indah. Di kamar tamu, Zhang Xiao Long jumpa dengan para gadisnya yang membahas tentang bangunan yang tertutup tumbuhan yang rimbun di bagian belakang markas besar sekte Gunung Tu yang sempat di lihat oleh keempat orang gadisnya yang cerdas itu saat keempat orang gadisnya mengelilingi markas besar sekte gunung Tu bersama dengan Nyonya Ketua sekte gunung Tu dan Li Jiancheng pada sore hari itu.
"Bangunan yang tertutup tumbuhan rimbun yang kalian lihat itu seperti apa? " Tanya Zhang Xiao Long mendekati keempat orang gadisnya yang langsung menoleh ke arahnya lalu dicium mesra satu persatu pada bibir manis keempatnya.
"Bangunan yang mencurigakan bagi kami, Kak Long. " Jawab Yu Lian Shing yang telah buatkan peta untuk Zhang Xiao Long melalui daun bunga Tu di pintu lorong ke arah bangunan yang sangat menarik perhatian mereka berempat.
"Hmm, aku aku menyelidiki bangunan ini pada tengah malam nanti setelah semua orang di sini terlelap dengan serbuk di tanganku ini. " Kata Zhang Xiao Long menunjukkan saputangan nya yang berisi serbuk bunga Champa hitam kepada keempat orang gadisnya yang tersenyum manis untuk memuji kecerdasannya.
"Wah, biarkan kami bantu kamu menyebarkan serbuk bunga Champa hitam ke seluruh markas besar sekte gunung Tu agar kau bisa bebas menyelidiki bangunan yang mencurigakan itu. " Kata Tilana mengambil saputangan Zhang Xiao Long dan menyimpan saputangan Zhang Xiao Long di saku dalam pakaian indah gadis manis itu.
"Ya, aku serahkan jiwaku kepada kalian gadis- gadis ku yang cantik jelita dan pintar. " Kata Zhang Xiao Long mengecup bibir keempatnya untuk memuji kecerdasan keempat orang gadis cantik jelita kesayangannya itu.
Lalu Zhang Xiao Long menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang dengan keempat orang gadis itu di kamar tamu markas besar sekte gunung Tu sampai orang-orang di sekte gunung Tu menganggapnya sebagai seorang pria yang hanya bisa bersenang-senang dengan wanita cantik jelita saja.
"Dia sungguh dungu sekali sehingga kita bisa menipunya dengan keramahtamahan kita yang kita perlihatkan kepadanya. "Kata Ketua sekte gunung Tu yang mendapatkan laporan mengenai Zhang Xiao Long dari para anggota sekte nya yang diam-diam mengamati setiap gerak -gerik Zhang Xiao Long.
" Lou Han, darimana aja kau selama ini sampai aku mencarimu di seluruh pintu barat daratan besar? " Tanya seorang gadis cantik jelita yang merangkul Luo Han di Koridor menuju ke arah bangunan yang mencurigakan di bagian belakang markas besar sekte gunung Tu.
"Amei, aku dari mengunjungi desa suku Xiao untuk mendapatkan peta dunia persilatan daratan besar yang tersimpan di rumahnya Xiao Feng tetapi peta itu hilang dari rumah itu sejak kedatangan Zhang Xiao Long dan ketiga orang gadis centilnya itu sampai Xiao Feng jatuh cinta kepada Zhang Xiao Long dan menjadi salah satu dari gadis kesayangan laki-laki mesum tingkat rendah itu. " Jawab Lou Han yang mengajak gadis cantik jelita yang bernama Amei ke semak- semak belukar di dekat bangunan yang telah di amati oleh Zhang Xiao Long dari atas genteng kamar tamu di markas besar sekte gunung Tu.
"Hmm, berani sekali si ikan Lou Han menipuku. " Kata Zhang Xiao Long nada sebal kepada pria muda suku Xiao yang ternyata musuh yang bersembunyi di antara kelompoknya.
"Bunuh saja dia, Kak Long. "Kata Xiao Feng yang duduk di pangkuan Zhang Xiao Long dengan sikap seekor kucing betina yang manja sekali.
" Tentu saja, aku akan membunuhnya sekarang juga. "Jawab Zhang Xiao Long yang mencium bibir Xiao Feng tetapi tangannya telah melempar genteng pecahan ke leher Lou Han yang sedang bercinta dengan istri muda dari Ketua sekte gunung Tu di dekat bangunan yang ingin di datangi oleh Zhang Xiao Long.
Wushhh!
Crakk!
" Hmm, terimakasih atas pujian mu untuk ku, Adik Feng. "Kata Zhang Xiao Long menggigit bibir Xiao Feng dengan manis sekali, lalu Zhang Xiao Long melayang ke bangunan yang tertutup tumbuhan rimbun usai meninggalkan Xiao Feng di atas genteng kamar tamu yang di tempati nya itu.
Brrrr!
" Kak Long, kami akan menunggumu di kamar usai wisata malam mu. "Kata Yu Lian Shing nada lembut melalui ilmu khikang gadis cantik jelita yang hebat itu kepada Zhang Xiao Long yang telah sampai di depan bangunan yang tertutup tumbuhan rimbun di bagian belakang markas besar sekte gunung Tu.
" Iya, sayang. Kalian tunggulah Kakak Long kalian di kamar dengan manis."Kata Zhang Xiao Long dengan ilmu khikang nya juga kepada gadis-gadisnya yang tertawa bahagia di kamar.
Liu Lu Sian mengundang Li Jiancheng untuk main catur dengannya di paviliun depan kamar tamu sambil menunggu kepulangan Zhang Xiao Long dari bangunan yang tertutup tumbuhan rimbun di bagian belakang markas besar sekte gunung Tu.
"Kak Jiancheng, permainan catur mu sungguh di atas ku yang masih rendah dalam permainan catur yang membingungkan ku. " Puji Liu Lu Sian yang melihat bidak catur warna hitam miliknya di hadang bidak catur putih milik Li Jiancheng.
"Tak juga, Adik Sian. Aku hanya mengikuti cara permainan catur mu saja. " Kata Li Jiancheng nada rendah hati kepada Liu Lu Sian yang amat cantik jelita luar biasa seperti sekuntum bunga Lu putih yang menarik perhatian setiap orang yang melihat kecantikan alami gadis itu.
"Ah, Kak Jiancheng kau terlalu berlebihan dalam memuji aku yang masih bodoh dan harus banyak belajar dari mu soal permainan catur. " Kata Liu Lu Sian tersenyum ramah kepada Li Jiancheng.
Di sisi lain, Tilana berkelebat ke seluruh markas besar sekte gunung Tu seraya meniupkan serbuk bunga Champa hitam ke seluruh markas besar sekte gunung Tu yang langsung tertidur pulas di tempat mereka masing-masing.
"Kau bekerja dengan baik dan benar sekali, Adik Lana. " Kata Yu Lian Shing tersenyum memuji kecerdasan dan ketangkasan pada diri Tilana dalam membantu Zhang Xiao Long.
"Ya, Kak Shing. Aku harus membuktikan bahwa aku layak untuk menyandang gelar Nyonya selir dari Pangeran Muda Tang San Long meskipun status ku masih seorang kekasih bukan istri ke empat Beliau. " Kata Tilana tersenyum sopan kepada Yu Lian Shing
"Ah, ya Adik Lana. Kau harus sabar hati dalan menunggu hari istimewa mu dari Kak Long yang telah kita ketahui adalah seorang pria yang sibuk dengan urusan dunia persilatan daratan besar dan misi -misinya. " Kata Yu Lian Shing yang tatapan matanya terarah kepada Zhang Xiao Long yang telah masuk ke dalam bangunan yang tertutup tumbuhan rimbun di bagian belakang markas besar sekte gunung Tu.
"Kak Shing, mari kita menunggu kepulangan Kak Long di kamar saja karena udara malam hari ini di akhir musim gugur sangatlah dingin sekali. " Kata Tilana mengajak Yu Lian Shing untuk mereka menanti Zhang Xiao Long di kamar tamu untuk kenyamanan mereka.
"Ya, Adik Lana yang manis. " Jawab Yu Lian Shing yang menyukai Tilana seperti seorang adik kandungnya sendiri.
Mereka berjumpa dengan Liu Lu Sian yang telah membawa papan catur dari paviliun depan kamar tamu ke dalam kamar tamu setelah Li Jiancheng tertidur pulas di paviliun depan kamar tamu karena racun tidur yang berasal dari serbuk bunga Champa hitam milik Zhang Xiao Long.
"Kita berhasil untuk misi malam ini dan sekarang kita harus merencanakan untuk misi besok pagi sampai kita menunggu kedatangan Ketua sekte rusa hitam ke markas besar sekte gunung tu dan menanti kedatangan Ketua sekte musang tu an selatan di puncak gunung Tu dengan sabar hati. " Kata Xiao Feng yang duduk di bangku depan meja bundar di ruangan kamar tamu kepada Liu Lu Sian, Yu Lian Shing dan Tilana.
Bersambung!