Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Hati Seorang Wanita..


" Baiklah, kita masuk sekarang ke dalam kota Lu an Utara. " Kata Zhang Xiao Long kepada para sahabatnya.


Mereka berbondong-bondong melangkah maju terus ke depan pintu masuk ke kota Lu an Utara usai mereka menunjukkan plakat kepada pihak keamanan dan ketertiban umum yang menjaga pintu gerbang utama ke kota Lu an Utara.


" Wah, kota ini cukup ramai dan rapi tata kotanya membuat hati setiap orang yang mengunjungi kota ini memiliki kesan yang mendalam atas keindahan kotanya. " Puji Zhang Xiao Long yang menyukai keramaian dan kehangatan para penduduk kota tersebut. Ia melihat-lihat dengan senyuman mengembang di wajahnya yang amat tampan itu. Ia melirik ke arah restoran yang ada di seberang jalan yang di batasi oleh sungai kecil yang di atasnya terdapat jembatan.


" Ada orang-orang yang kita incar di rumah makan di seberang sungai kecil itu. " Kata Yanmi yang sangat pintar melihat lirikan mata Zhang Xiao Long.


" Mereka ada lambangnya di gantungan giok di pinggang mereka yang menandakan bahwa mereka adalah orang-orang berkuasa di kota ini. " Kata Yu Song Bu pelayan pribadi Zhang Xiao Long yang termasuk orang yang cerdas pula.


" Iya, kita harus berbagi tugas untuk kita dapat informasi mengenai sekte bintang Lu yang akan kita kunjungi. " Kata Beng Loan Ki yang langsung tahu maksud hati Zhang Xiao Long kepada para sahabat mereka.


Di saat mereka sedang berbicara dengan ringan di pinggir jalan, tibatiba sebuah kereta kuda melintasi jalan raya dengan cepat sampai kaki -kaki kuda itu meninggalkan debu yang cukup mengotori mereka jika mereka tak sigap untuk menghindari hujan debu itu.


" Aish, kereta kuda yang kurang ajar sekali..! " Omel Han Lin Lin salah satu dari adik angkat Zhang Xiao Long yang bajunya terkena debu dari lintasan kereta kuda itu.


" Kau bisa balas dendam kepada pemilik kereta kuda itu usai kamu mendapatkan informasi untuk ku dengan kamu mengikuti mereka ke arah barat kota Lu an Utara. " Kata Yanmi yang memberikan arahan kepada Han Lin Lin.


" Kenapa bukan kamu saja yang mengikuti orang sombong itu? " Tanya Han Lin Lin dengan nada kurang suka dengan sikap Yanmi yang suka mengatur itu.


"Hei, bajumu kotor karena orang itu 'kan? Maka, kamu yang harus mendatanginya untuk balas dendam kepadanya. " Jawab Yanmi dengan cerdas sekali kepada Han Lin Lin.


" Eh, benar juga ya katamu, Yanm. " Ucap Han Lin Lin yang mencerna perkataan Yanmi kepadanya.


" Ya, benarlah. Ya, sudah sana kamu ikuti kereta kuda itu dan cari tahu siapa pemiliknya lalu kamu sampaikan pesan kepada kami di kedai ' Awan Lu an Utara ' yang berada di depan pintu rumah makan di seberang sungai kecil itu. " Kata Yanmi tersenyum ramah kepada Han Lin Lin.


" Ya, baiklah. Aku akan pergi sekarang. " Jawab Han Lin Lin yang segera berkelebat ke arah barat kota Lu an Utara.


Brrr!


" Kau juga pergi ke toko pakaian di sebelah rumah makan itu untuk He Xiao Chao teman kita itu. " Kata Zhang Xiao Long yang tersenyum dan memerintahkan Yanmi untuk menemani He Xiao Chao si siluman rase putih yang masih memakai baju laki-laki.


" Ahhh, kenapa aku yang kamu suruh?" Tanya Yanmi manyun kepada Zhang Xiao Long yang sudah pergi bersama yang lainnya ke kedai makan yang menjadi tempat berkumpul mereka di kota Lu an Utara.


" Kau pilihlah sendiri pakaian apa kamu suka? Dan , aku akan menunggumu di sini. " Kata Yanmi dengan nada ramah terpaksa kepada He Xiao Chao yang menganggukkan kepalanya kepada gadis baju merah itu.


He Xiao Chao melihat -lihat pakaian wanita yang di gantung di toko pakaian wanita dengan santai sekali lalu ia dapat menemukan pakaian yang di sukai olehnya.


" Aku mau yang ini. " Kata seorang gadis muda yang tanpa permisi lagi telah mengambil baju yang di sukai oleh He Xiao Chao kepada pihak toko pakaian itu.


" Wah, Nona Ju pilihan anda sungguh berkelas tinggi sekali karena pakaian ini terbuat dari bahan sutra yang mahal dan hanya di pakai oleh para putri di Istana saja atau para Nyonya muda di Ibukota. " Kata pihak toko pakaian dengan nada ramah sekali kepada Nona Ju gadis cantik yang menyerobot mengambil pakaian yang ingin di pilih oleh He Xiao Chao.


" Baiklah, Bibi Khu, aku pilih baju itu. " Jawab Nona Ju tanpa pilih -pilih lagi langsung membeli dan membayar biaya baju itu kepada pihak toko pakaian wanita itu.


" Wah, terimakasih banyak Nona Ju anda adalah pelanggan tetap yang paling ramah di toko ku. " Kata pihak toko pakaian wanita itu kepada Nona Ju yang langsung menenteng bungkusan baju yang telah di belinya itu.


"Nona He, kamu mau membeli baju yang mana dari koleksi baju yang ada di toko pakaian ini? " Tanya Yanmi yang tak sabaran lagi kepada He Xiao Chao yang menurutnya terlalu lambat.


" Aku pilih baju yang ini saja, Nona Yanmi. " Jawab He Xiao Chao pada akhirnya memilih baju warna hijau muda dengan motif bunga teratai kepada Yanmi yang segera mengambil baju itu lalu di serahkan kepada He Xiao Chao.


" Ganti baju mu itu dengan baju yang kamu pilih ini sekarang juga. Cepatlah jangan sampai kita ketinggalan dengan Kakak Afung dan yang lainnya. " Kata Yanmi kepada He Xiao Chao yang langsung menerima baju itu lalu masuk ke ruang ganti.


Selagi , Yanmi menunggu He Xiao Chao berganti bajunya di ruang ganti. Yanmi memilihkan lima potong baju yang cantik sesuai motif yang di pilih oleh He Xiao Chao dan membayarkannya kepada pihak toko pakaian wanita.


" Nona, kenapa kamu hanya memilihkan baju untuk temanmu itu saja? Kenapa kamu tidak membeli baju untuk kamu juga?" Tanya pihak toko pakaian wanita dengan nada ramah kepada Yanmi.


" Karena aku masih punya banyak baju di tas perjalanan ku, terimakasih atas tawaran mu itu. " Jawab Yanmi dengan senyum datar kepada pihak toko pakaian wanita itu.


" Nona Yanmi, aku telah selesai berganti baju. " Kata He Xiao Chao yang telah selesai berganti baju kepada Yanmi.


Yanmi menengok kepada He Xiao Chao lalu Ia melongo dengan kecantikan yang di miliki oleh He Xiao Chao yang sangat luarbiasa anggun sekali setelah gadis yang biasanya memakai baju laki-laki itu kini terlihat menarik sekali.


" Astaga kenapa dia jauh lebih cantik daripada aku? " Batin Yanmi yang merasa iri dan kalah cantik dengan He Xiao Chao.


Bersambung!