
Zhang Xiao Long dan Amira Ming kembali ke perairan laut Utara dengan menggunakan burung garuda emas peliharaan mereka berdua yang kini telah mengantarkan mereka berdua ke atas permukaan laut Utara.
"Kak Long, sekarang silakan kamu tuang darah ku yang berada di botol keramik kecil di saku pakaian dalammu ke air laut dibawah kita. " kata Amira Ming nada halus kepada Zhang Xiao Long yang berada di belakang punggungnya.
Zhang Xiao Long melakukan hal yang diminta oleh istrinya itu namun darah yang berada di dalam botol keramik kecil itu sudah mengering dan tak bisa digunakan kembali oleh mereka di perairan laut Utara.
"Aku akan gunakan cara lain lagi. " kata Amira Ming yang menggigit jari telunjuknya sendiri lalu mengucurkan darahnya ke arah perairan laut Utara dibawah kedua kaki burungnya yang selalu beterbangan di sekitar permukaan laut Utara.
"Ming Ming, hati -hati menggunakan darahmu itu nanti kamu akan kekurangan darah dan sangat berbahaya bagimu." kata Zhang Xiao Long yang cepat membungkus luka jari telunjuk Amira Ming dengan saputangan miliknya sendiri usai dihisap oleh mulutnya untuk menghilangkan rasa perih di jari telunjuk istrinya itu.
"Kak Long, kau malah meminum darahku dengan lebih buas daripada laut Utara ini. " kata Amira Ming yang memutar sepasang matanya melihat suaminya masih asyik menghisap jari telunjuk nya.
"Emm, maaf aku terlalu menyukai apapun yang dimiliki olehmu istriku." kata Zhang Xiao Long menggigit bawah bibir dengan ekspresi wajah yang menggemaskan bagi Amira Ming.
"Hmm,Kau manis sekali bersikap seperti bayi dewasa yang meminta sesuatu pada istrimu ini. " kata Amira Ming mencubit bibirnya.
"Hahaha,wah kau selalu mengetahui apa yang ada di otak dan hatiku tentangmu." kata Zhang Xiao Long mendekatkan bibirnya ke bibir Amira Ming sambil memeluk erat istrinya lalu diajaknya terjun ke dasar laut Utara.
Byurr!
Grudukk!
Grudukk!
Gugusan pulau muncul di permukaan laut Utara dari dasar laut Utara dan bentuk pulau itu luar biasa menarik perhatian Zhang Xiao Long dan Amira Ming yang sudah berdiri di atas tanah di pulau yang bernama pulau naga giok.
"Wahhhh.. Indah sekali pulau ini.. " puji Zhang Xiao Long berjalan ke tengah pulau itu dan ia bisa melihat sebuah bangunan yang terbuat dari giok alami dengan bentuknya seperti naga yang sedang melintasi samudra luas di atas langit alam semesta.
"Istana pulau naga giok memang sebuah istana yang luarbiasa dengan penyimpanan banyak sekali harta pusaka yang dimulai dari berbagai jenis ilmu silat tertinggi dan terhebat di dunia persilatan sampai emas, perak, tembaga, giok dan uang yang jumlahnya tidak akan pernah bisa habis sampai seratus turunan sekalipun." kata Amira Ming memberitahunya tentang isi dalam istana pulau naga giok.
"Aku mau melihat seluruh ruangan istana pulau naga giok bersamamu. " kata Zhang Xiao Long menoleh ke arah Amira Ming yang berdiri di sampingnya.
"Tunggu sebentar aku akan meniup seruling giok ku dulu untuk memperlihatkan sesuatu yang luar biasa menariknya kepadamu. " kata Amira Ming nada misterius sekali kepada Zhang Xiao Long di sampingnya.
"Apa yang ingin kamu perlihatkan kepadaku? " tanya Zhang Xiao Long tersenyum sabar kepada Amira Ming.
"Lihatlah apa yang ada di atas istana pulau naga giok. " jawab Amira Ming menunjuk ke arah atas genteng istana pulau naga giok kepada Zhang Xiao Long.
Zhang Xiao Long melihat genteng istana pulau naga giok terdapat seekor naga warna kehijauan dan kemerahan sedang berbaring tenang sekali namun sinar mata ekor naga itu mencorong ke arah mereka berdua di tangga paling bawah di depan istana pulau naga giok.
"Naga Merah Giok Langit telah muncul di depan kita berdua. " kata Zhang Xiao Long terpesona dengan keindahan naga yang berada di atas genteng istana pulau naga giok.
"Naga itu mencerminkan pribadi dirimu sendiri sebagai seorang penguasa tunggal di seluruh dunia ini, Kak Long." kata Amira Ming bangga kepada Zhang Xiao Long.
"Iya, kurasa aku harus mampu menaklukkannya usai aku melihatnya melayang ke arah diriku.. " kata Zhang Xiao Long yang segera bergerak ke arah belakang saat ia melihat naga merah giok itu meluncur ke arah dirinya dengan mulut naga merah giok terbuka lebar seakan-akan naga itu ingin memakannya.
Whushhh!
Amira Ming melesat cepat ke arah samping kiri ketika melihat ekor naga merah giok bergerak ke arah dirinya juga. Ia pun segera menghindar dari serangan kibasan ekor naga merah giok.
Betttzz!
Grookk!
Zhang Xiao Long meliuk-liuk di udara begitu ia melihat naga merah giok menggerakkan kaki yang bercakar tajam ke arah dirinya dan Amira Ming yang sudah melesat cepat dengan lincah ke arah samping kanan tubuh naga merah giok.
Wetttzzz!
Naga merah giok yang penasaran dengan kedua orang manusia yang berani untuk menantangnya itu segera menerjang dengan gerakan tubuhnya bergerak ke kanan dan kiri yang nyaris membuat Amira Ming terkena kibasan tubuh naga merah giok itu.
Betttzz!
"Kak Long,dia sangat ganas rupanya.." kata Amira Ming yang telah diturunkan ke tepi pantai pulau naga giok oleh Zhang Xiao Long.
"Iya, karena itu kamu jangan ikut campur tangan untuk menghadapinya dan biarkanlah aku saja yang menghadapinya dengan caraku sendiri dan aku pasti akan dapat menaklukkannya." kata Zhang Xiao Long nada halus namun tegas sekali kepada Amira Ming.
"Baik, Kak Long aku akan mematuhimu. " kata Amira Ming nada lembut dan patuh pada Zhang Xiao Long yang telah kembali ke depan istana pulau naga giok untuk menghadapi naga merah giok yang sudah menunggunya di tangga pintu masuk ke dalam istana pulau naga giok dengan sepasang mata mencorong tajam kepadanya di depan pintu istana pulau naga giok.
Naga merah giok kembali melesat cepat ke arah Zhang Xiao Long dengan daya luncur yang amat cepat sekali sehingga Zhang Xiao Long dengan lincah harus bergerak dengan tubuh telentang di bawah tubuh naga merah giok yang terbang di atasnya.
Betzzzz!
Naga merah giok yang melihat lawannya amat lincah itu menyemburkan api tiga raksa ke arah Zhang Xiao Long yang langsung mencelat ke segala penjuru arah depan istana pulau naga giok untuk menghindari serangan-serangan api tiga raksa dari semburan mulut naga merah giok yang sangat berbahaya bagi keselamatannya.
Wushhh!
Zhang Xiao Long mengeluarkan pedang naga merah yang digunakan untuk menebas api tiga raksa dari semburan mulut naga merah giok di depannya itu.
Crasssh!
Brushh!
Pedang naga merah berkelebatan di sekitar naga merah giok sehingga naga merah giok itu meraung-raung kesakitan karena semburan api tiga raksa miliknya itu telah berbalik ke arahnya sendiri.
Zhang Xiao Long menggunakan kesempatan ini untuk melesat cepat naik ke atas punggung naga merah giok dan menekuk leher Naga merah giok sampai binatang itu mengibaskan ekor dan tubuh untuk menjatuhkanya dari atas tubuh naga merah giok sehingga binatang ajaib ini membawanya terbang melintasi awan -awan dilangit biru lalu terjun ke dasar laut Utara tetapi tidak bisa menjatuhkan dirinya dari atas tubuh naga merah giok itu.
"Kak Long, kau sungguh luarbiasa...! " seru Amira Ming melompat-lompat di tepi pantai pulau naga giok melihat pertarungan antara Zhang Xiao Long melawan naga merah giok secara nyata di depan sepasang matanya
Raungan naga merah giok terdengar dari dasar laut Utara oleh Amira Ming di tepi pantai pulau naga giok lalu naga merah giok telah membawa kembali Zhang Xiao Long ke atas pulau naga giok dengan ekspresi muka naga merah giok itu begitu memelas dan takut terhadap Zhang Xiao Long.
"Kak Long.. Wahhh... Kau menang..! "sorak Amira Ming meloncat ke arah Zhang Xiao Long yang telah melebarkan kedua lengan untuk wanita itu masuk ke dalam pelukan hangat Zhang Xiao Long.
" Naga merah giok telah menyatakan bahwa ia telah kalah olehku dan dimulai dari hari ini dia itu adalah peliharaan ku seumur hidupnya dan apabila dia melanggar janjinya kepadaku, maka aku akan mengutuknya menjadi ular kecil bau tak sedap dilihat oleh sepasang mataku."kata Zhang Xiao Long halus kepada Amira Ming tapi tatapannya mengancam Naga merah giok yang segera menangis ketakutan terhadapnya di atas tanah pasir depan istana pulau naga giok.
"Hahaha, lucu sekali dia itu.. Hei ku ubah saja namanya menjadi Ular merah giok kecil... " kata Amira Ming nada jahil kepada naga merah giok.
Naga merah giok bersimpuh di depan kedua kaki Amira Ming dan menatapnya dengan memohon maaf atas kesopanannya kepada Amira Ming dan bersumpah untuk setia terhadap Zhang Xiao Long dan Amira Ming sebagai majikannya.
"Baiklah, aku takkan pernah mengubah namamu maka kamu akan selalu aku panggil Tuan Naga merah giok tampan. " kata Amira Ming nada ramah mengulurkan tangannya ke sisik-sisik Naga merah giok untuk dielus-elus olehnya.
"Ming Ming, kau jangan pernah memanggilnya tuan Naga merah giok tampan karena aku tidak suka. " kata Zhang Xiao Long menolak panggilan nama Naga merah giok tampan dari istrinya.
"Emm,Kau ini dengan Naga merah giok saja kau bisa cemburu."kata Amira Ming tertawa merdu melihat wajah muram Zhang Xiao Long.
" Ya, dia tetap sejenis hewan jantan alias laki-laki bentuk hewan."kata Zhang Xiao Long mencium bibirnya dengan lembut.
"Hmm, aku akan memberikan namanya adalah Ling Long lebih aman untuk kita semua. " kata Amira Ming nada riang gembira berhasil untuk mengembalikan wajah muram Zhang Xiao Long menjadi wajah ceria dan bersinar-bersinar cerah laksana cahaya matahari pagi yang sangat luar biasa hangat.
"Aku setuju dengan nama Long untuknya darimu, istriku. Dan, aku akan mengubah nama burung garuda emas dengan nama Ling Feng karena dia sesungguhnya adalah burung Phoenix merah langit yang menjadi teman terbaikmu. " kata Zhang Xiao Long nada gembira melihat burung garuda emas menyukai nama baru yang telah dibuatkan olehnya itu.
"Naga merah giok dan Burung Phoenix merah langit telah berkumpul bersama kita, Kak Long. Hal ini merupakan bagian dari restu dari langit dan bumi kepada kita berdua sebagai sepasang kekasih abadi sepanjang masa dan sejarah dari Kekaisaran Naga Merah sejati.. " kata Amira Ming dengan sepasang matanya yang bersinar- sinar menatap kedua hewan peliharaan mereka berdua di depan sepasang mata mereka telah bersahabat baik dengan cepat.
"Karena kita berdua adalah sepasang suami-istri yang telah ditakdirkan menjadi sepasang darah murni pilihan langit dan bumi daratan besar yang kita cintai." kata Zhang Xiao Long tersenyum bahagia menatap istrinya yang bermain dengan Naga merah giok dan burung garuda emas di tepi pantai pulau naga giok.
Bersambung!!