
Kakek yang berjuluk Raja Neraka Muara Sungai Desa Rumput Kuning melakukan serangan yang bertubi-tubi ke arah Zhang Xiao Long dengan ilmu sinkang yang mengandung hawa mukjizat yang berbahaya bagi keselamatan Zhang Xiao Long.
Plak!
Plak!
Plak!
Zhang Xiao Long membalasnya dengan ilmu sinkang bunga harum sakti yang mengeluarkan aroma wewangian dari kedua telapak tangan Zhang Xiao Long yang membuat ilmu sinkang yang di gunakan oleh Kakek tua itu meledak di udara.
Duar!
Zhang Xiao Long dengan sigap mencelat ke arah kanannya begitu Kakek itu melontarkan batu lantai gubuk kecil itu ke arah Zhang Xiao Long dengan ilmu sinkang yang membuat batu lantai melayang ke arah Zhang Xiao Long dengan cepat sekali.
Swussshh!
Zhang Xiao Long melompati batu lantai yang di lontarkan oleh kakek itu ke arahnya lalu kakinya menendang sejumlah batu lantai itu sehingga batu lantai berbalik arah ke arah kakek tua itu yang gunakan ilmu sinkang racun ganas telah menghancurkan batu lantai itu di depan mata kakek itu sehingga kakek itu selamat nyawanya.
Blaaar!
" Hmm, dia tak boleh di pandang rendah ilmu silatnya oleh ku." Batin Kakek itu yang mulai ada rasa hormat kepada Zhang Xiao Long.Tetapi, Ia tetap menyerang dengan ilmu silat telapak racun kera hitam melalui kedua telapak tangannya yang di arahkan ke depan untuk membunuh anak muda yang meresahkan dirinya.
Wusshhh!
Zhang Xiao Long yang melihat serangan yang ingin membunuhnya itu segera membalas dengan ilmu sinkang arak sakti di tangan kanan dan ilmu sinkang bunga harum sakti di tangan kiri seraya dirinya melesat cepat ke arah kakek itu yang terbelalak kaget dengan kecepatan gerak tubuhnya itu.
Swooshh!
Plakk!
Kakek itu menyambut pukulan telak dari Zhang Xiao Long yang membuat dadanya sesak lalu ia memuntahkan darah segar dari mulutnya lalu roboh di lantai dengan tak bernyawa lagi.
Bruakk!
Zhang Xiao Long tidak mempedulikan mayat si kakek itu. Ia merogoh sakunya lalu memberikan pil penawar racun bunga tengkorak kepala kera hitam kepada dua orang muda yang tergeletak di lantai gubuk kecil itu.
Zhang Xiao Long melakukan pengobatan yang dilakukan olehnya untuk menyelamatkan kedua orang muda itu selama kurang lebih dua jam di dalam gubuk kecil itu sampai kedua orang muda itu tersadar kembali dan menemukan dirinya di belakang keduanya dengan seulas senyuman ramah.
"Sobat, kami Zhen Zheng Yan dan Zhen Ching Yu mengucapkan terimakasih atas pertolongan yang kamu berikan untuk kami. " Kata Zhen Zheng Yan dan Zhen Ching Yu menjura hormat kepada Zhang Xiao Long di depan mereka.
"Ya, sama-sama teman-teman. Sekarang aku ingin mengetahui secara detail tentang diri kalian berdua. Apakah kalian tidak keberatan aku mengetahui tentang diri kalian berdua secara jujur? " Tanya Zhang Xiao Long dengan nada ramah namun selidik kepada Zhen Zheng Yan dan Zhen Ching Yu.
"Hmm, ya tentu saja boleh, Sobat. Kami adalah putra-putra dari Adipati Zhen dari Ibukota Kekaisaran Li yang mendapatkan tugas penting dari Kaisar Li di Istana Kekaisaran Li untuk kami bisa menemukan Putri Ching Ching yang berasal dari suku Khitan yang akan di boyong ke istana Kekaisaran Li sebagai selir perdamaian antara wilayah utara dengan Kekaisaran Li tetapi kami di tengah jalan bertemu dengan orang-orang dari sekte bunga racun tengkorak kepala kera hitam yang telah melukai kami berdua, namun untung kami bertemu dengan mu sobat yang telah baik hati yang telah menyelamatkan kami dari para musuh kami yaitu sekte bunga racun tengkorak kepala kera hitam. " Jawab Zhen Zheng Yan dengan nada ramah dan sopan kepada Zhang Xiao Long.
" Hmm, begitukah Sobat? " Tanya Zhang Xiao Long dengan senyuman ramah dan bersahabat kepada Zhen Zheng Yan dan Zhen Ching Yu yang duduk bersila di depan Zhang Xiao Long.
"Iya, sobat kami juga di berikan tugas untuk kami dapat menemukan surat peninggalan mendiang Kaisar Li terdahulu yang telah hilang dari istana Kekaisaran Li setelah Putri Li Hong di usir dari Istana Kekaisaran Li oleh Kaisar Li. " Jawab Zhen Zheng Yan yang menceritakan tentang Li Hong adik tiri dari Zhang Xiao Long kepada Zhang Xiao Long sendiri.
"Surat peninggalan dari Kaisar Li terdahulu? " Tanya Zhang Xiao Long dengan wajahnya biasa saja sehingga Zhen Zheng Yan dan Zhen Ching Yu mempercayai kejujuran di wajahnya.
"Iya, surat peninggalan dari Kaisar Li terdahulu adalah surat rahasia yang harus di temukan oleh Kaisar Li demi keutuhan keluarga besar beliau di Istana Kekaisaran Li. " Jawab Zhen Ching Yu yang menatap ingin tahu kepada Zhang Xiao Long.
"Sobat, apakah kamu bisa membantu kami untuk menemukan Putri Ching Ching dan surat penting tersebut untuk kami bisa menyelesaikan tugas yang di berikan oleh Kaisar Li kepada kami? " Pinta Zhen Zheng Yan dengan wajahnya yang serius menyukai Zhang Xiao Long sebagai teman yang baik.
"Tentu saja, aku bisa membantu kalian berdua dengan senang hati sekali. " Jawab Zhang Xiao Long tersenyum ramah kepada Zhen Zheng Yan dan Zhen Ching Yu.
" Terima kasih banyak Sobat. Kalau begitu mari kita segera melanjutkan perjalanan ke daerah utara bersama-sama. " Kata Zhen Zheng Yan dan Zhen Ching Yu bersamaan kepada Zhang Xiao Long.
Mereka pun berkelebat meninggalkan gubuk di muara Sungai Desa rumput Kuning menuju ke arah desa lain yang bernama desa Lun yang berada di seberang muara Sungai Desa rumput Kuning.
"Desa Lun merupakan desa besar yang berada di wilayah gunung tengkorak putih tetapi pintu masuk desa tersebut berada di wilayah lereng gunung Lun. " Kata Zhen Zheng Yan nada ramah memberitahu Zhang Xiao Long mengenai desa Lun yang berada di depan jalan.
" Hmm, baiklah. Mari kita lihat desa Lun dengan lebih dekat lagi. " Kata Zhang Xiao Long senyum cerah kepada Zhen Zheng Yan dan Zhen Ching Yu seraya melangkahkan sepasang sepatu kulit hitam ke arah desa Lun.
Di desa ini terdapat beberapa pemukiman warga desa yang berada di pesisir selatan pantai teluk Liao yang terlihat asri dan ramah lingkungan bagi siapapun yang ingin mengunjungi Desa Lun ini. Zhang Xiao Long mengamati setiap warga di desa ini dengan senyuman tenang sekali meski ia tahu bahwa di sekitar desa Lun yang cantik ini terdapat beberapa musuh yang mengamatinya dan kedua orang teman barunya.
Bersambung!