
Hari berikutnya adalah hari kedua Zhang Xiao Long tinggal di istana Kekaisaran Li untuk Zhang Xiao Long bisa memenuhi keinginan Kaisar Li yang ingin menjalin hubungan yang baik dengan dirinya sebagai seorang ayah kandung terhadap putranya yang baru pertama kali berjumpa dan berkumpul bersama dengannya di istananya di Istana Kekaisaran Li.
"Kak Long, silakan kamu menikmati secawan arak embun musim semi buatan ku untuk mu di malam hari sebelum perayaan awal musim semi yang akan jatuh pada esok hari. " Kata Putri Tan Tan Ling Ming dengan anggun membawakannya secawan arak embun pagi musim semi di taman bunga di dalam istana pribadinya.
"Wah, manis sekali kamu adik Ming." Kata Zhang Xiao Long yang menerima cawan itu dari Tan Tan Ling Ming lalu meminumnya dengan penuh kenikmatan sekali.
"Kak Long, bagaimana kalau aku memainkan alat musik Gucheng untuk mu disini?" Pelukan hangat dari Nalan Yan Ran dari samping Zhang Xiao Long dibalas dengan ciuman lembut di bibir gadis cantik ini.
"Ya, silakan saja sayang. " Jawab Zhang Xiao Long menyukai kelembutan gadis cantik yang telah resmi menjadi permaisuri kehormatan atau istri kedua Zhang Xiao Long.
"Kak Long, aku akan menyanyikan sebuah lagu untuk merayakan malam hari sebelum perayaan hari musim semi di taman ini untuk mu. " Kata Putri Agung Wen Baoning yang menciumnya di bibir sebelum gadis cantik jelita nan agung itu duduk di bangku batu di samping Tan Tan Ling Ming yang sibuk menuangkan arak embun pagi musim semi dari teko ke cawan keramik hijau di tangan Zhang Xiao Long.
"Boleh." Jawab Zhang Xiao Long tersenyum yang menaklukkan benteng hati para gadis cantik ini.
"Kak Long, apa rencana mu untuk membantu Sang Kaisar Li dalam menaklukkan benteng hati Kak Ching? " Tanya Liu Yi Fei Selir agung atau istri ketiga dari Zhang Xiao Long yang duduk di bangku batu di samping Zhang Xiao Long yang membelai halus perut wanita cantik jelita ini yang mulai terlihat sedikit buncit karena usia kehamilan selirnya itu telah memasuki usia tiga belas minggu atau tiga bulan lebih.
"Memberikan dukungan untuk perjuangannya di dalam menaklukkan benteng hati istrinya sendiri yang harus dilakukannya sendiri sebagai pria sejati. " Jawab Zhang Xiao Long mengecup bibir manis Liu Yi Fei yang selalu menggodanya.
"Kak Long, ada surat datang untukmu dari Kasim Chu yang menerima surat ini dari Pengawal Gao Min di luar istana Kekaisaran Li." Kata Yu Lian Shing atau Selir Yu yang memberikan sepucuk surat rahasia itu kepada Zhang Xiao Long di taman.
"Terimakasih, Adik Shing." Jawab Zhang Xiao Long menerima surat itu lalu membuka sampul coklatnya dan membacanya dengan cepat lalu di remas hingga hancur menjadi debu.
"Kak Long, apa isi suratnya? " Tanya Tilana atau Selir Ti yang mempersembahkan sebuah harian indah untuknya di malam hari itu di taman bunga di istana pribadinya.
"Dia ingin bertemu dengan ku di kuil Dewi Laut di pesisir pantai utara Ibukota Kekaisaran Li untuk membicarakan suatu hal yang tak pernah bisa di bicarakan di dalam istana Kekaisaran Li. " Jawab Zhang Xiao Long menoleh kepada Liu Tong yang asyik menikmati alunan musik yang dimainkan oleh Nalan Yan Ran yang memetik senar kecapi dengan begitu merdu sekali.
"Temui saja dan jangan khawatir karena aku siap untuk menemanimu. " Kata Liu Tong menoleh ke arah Zhang Xiao Long dengan wajah tegas.
"Mmmm, baik kak Tong, terimakasih sekali atas kesediaan mu untuk menemaniku untuk temui Pengawal Gao Min pada tengah malam nanti. " Kata Zhang Xiao Long tersenyum ramah kepada Liu Tong..
" Hmm, terimakasih Adik Feng." Jawab Zhang Xiao Long membuka mulutnya untuk disuapin makan buah anggur hijau dari tangan Selir Feng kesayangannya itu.
Lalu Zhang Xiao Long menikmati waktunya di taman bunga di istana pribadinya bersama para wanitanya dan sahabat-sahabatnya dari sore hari hingga hampir tengah malam hari.
"Dasar laki-laki di dunia ini sama saja tidak bisa menghargai satu wanita di dalam hidupnya. " Kata Putri Ching Ching dari istana pribadinya yang baru hadiah pernikahannya dengan Kaisar Li yang mengintip kemesraan dan kebahagiaan Zhang Xiao Long di istana pribadi pemuda yang membuatnya jatuh cinta sekaligus sakit hati karena dia ditolak oleh Zhang Xiao Long dengan tegas.
"Selir Ching, kenapa kamu marah-marah sendiri di balkon kamarmu sendiri? " Tanya Kaisar Li yang mendatanginya dari belakang lalu memeluk dengan erat.
"Yang Mulia, Anda sudah berjanji untuk tidak sentuh aku sampai aku bersedia untuk melayani mu sebagai seorang Selir kepada Anda." Kata Putri Ching Ching yang cepat mengelak dari sentuhan Kaisar Li yang ingin menyentuhnya itu.
"Ya, aku masih ingat dengan janjiku untuk aku takkan pernah menyentuhmu sampai kamu mau menjadi istriku seutuhnya tapi aku tak pernah suka kamu memandangi pria lain secara diam- diam meskipun pria lain itu adalah anakku yang baru saja masuk ke dalam kehidupanku secara tiba-tiba yaitu tanpa di perkiraan ku selama ini. " Kata Kaisar Li yang anehnya memperlihatkan senyuman yang berbeda dengan senyuman yang ia berikan kepada Zhang Xiao Long selama dua hari ini.
"Kenapa anda bicara seperti itu mengenai putra mahkota Anda sendiri? " Tanya Putri Ching Ching yang mengelak dari setiap kali Kaisar Li ingin menyentuhnya dengan cara apapun.
"Karena dia menjadi hantu di hatimu sejak aku memperhatikan mu yang selalu memandangnya saat aku lengah. " Jawab Kaisar Li yang tahu -tahu telah menangkapnya lalu melemparkannya ke tempat tidur.
"Aughhh..! Yang Mulia.. Jangan..! " Jerit Putri Ching Ching yang dibelenggu oleh Kaisar Li yang merobek pakaiannya dengan satu kali renggut saja lalu Kaisar Li menggagahi gadis itu.
"Malam ini kau harus menjadi milikku seutuhnya. " Kata Kaisar Li yang menjadi buas terhadap Putri Ching Ching yang menangis kesakitan di seluruh tubuh gadis itu.
Pada tengah malam hari itu Zhang Xiao Long dan Liu Tong meningggalkan istana Kekaisaran Li untuk pergi ke kuil Dewi Laut di pesisir pantai utara Ibukota Kekaisaran Li untuk menemui Pengawal Gao Min yang telah menunggunya di sana.
"Yang Mulia, akhirnya anda datang juga untuk menemui hamba di sini. " Kata Pengawal Gao Min memberikan hormatnya kepada Zhang Xiao Long.
Bersambung!