
Zhang Xiao Long melesat cepat dari tangga ke arah kiri lembah-lembah gunung Thai San untuk melihat cahaya pelangi dari dua gua yang telah di lihat oleh Liu Lu Sian dan mereka semua dari jalan menuju ke lembah-lembah tersebut.
Dan, Zhang Xiao Long tertarik dengan tumbuhan yang berada di salah satu dari dua gua lalu ia mengulurkan tangannya untuk memetik jamur teratai yang mengeluarkan cahaya pelangi.
Tetapi sebuah sabuk sutra warna hitam telah lebih dahulu mengambil jamur teratai cahaya pelangi itu sebelum dirinya sampai dirinya kaget sendiri.
Syuuuttt!
Seertt!
Teppp!
"Heiii.. Berikan jamur itu kepada kuu..! " Teriak Zhang Xiao Long dengan sinar matanya yang tajam kepada seorang gadis remaja tanggung yang memakai baju berwarna hitam yang telah menyerangnya dengan sabuk sutra hitam.
Whussh!
"Heiii.. Lancang..! " Hardik Zhang Xiao Long yang cepat mengelak ke samping untuk menghindari serangan sabuk sutra warna hitam dari gadis itu yang tahu-tahu telah melayang ke arah seekor burung garuda raksasa dan pergi begitu saja dari lembah-lembah gunung Thai San.
Brrrr!
"Astaga.. Aku baru pertama kali jumpa dengan seorang gadis tak tahu aturan seperti itu..! " Zhang Xiao Long begitu kesal dengan gadis yang telah mencuri jamur teratai cahaya pelangi darinya.
"Kak Long.. ! " Terdengar suara kelima orang istrinya yang mendapatkan serangan-serangan dari segala penjuru di sekitar lembah-lembah gunung Thai San oleh sejumlah anak panah yang berbentuk segitiga lancip.
Werrrrr!
Liu Lu Sian dengan tangkas menangkis telah menangkis serangan-serangan anak panah itu dengan ilmu pedang gunung Lu yang membuat sejumlah besar anak panah itu runtuh di tanah.
Trang!
Trang!
Trang!
Liu Yi Fei menggunakan ilmu sinkang kabut putih meruntuhkan sejumlah besar anak panah itu ke tanah dan digunakan oleh gadis itu untuk balas serangan ke arah segala penjuru di sekitar lokasi mereka saat ini.
Bress!
Werrr!
Jlebb!
"Arghhh....! " Terdengar pekikan orang yang telah terkena serangan balik dari istri dari Zhang Xiao Long itu.
Desss!
Bruakk!
"Sekte Musang Biru Gunung Thai San yang telah menyerang kita semua di tempat ini.." Kata Yu Lian Shing yang telah memotong salah seorang dari anggota sekte Musang Biru Gunung Thai San yang telah di tangkep oleh gadis cantik jelita dan lihai itu.
"Hmmm, kalau mereka berani untuk mencoba membunuh kita di sini berarti markas besar mereka berada di sekitar lembah-lembah gunung ini dan kita harus memberi hukuman mati atas tindakan lancang mereka terhadap kita..! " Nada geram Zhang Xiao Long dari dasar paling dalam dari lembah-lembah gunung Thai San.
"Iya, Kak Long... Kami siap untuk menemani dan membantumu untuk membalas mereka..! " Sahut kelima orang istrinya dengan nada serentak.
"Kalian tunggu di atas saja untuk melindungi dan menjaga Puteri Ching Ching bersama dengan para pasukan Kekaisaran Naga Merah..!" Perintah dari Zhang Xiao Long dengan cepat kepada kelima orang istrinya.
"Ahhh, baiklah Kak Long..! " Sahut kelima orang istrinya yang segera melesat cepat kembali ke arah teman-teman mereka berada di dekat tandu Puteri Ching Ching.
Tetapi di sekitar tandu Puteri Ching Ching telah di kelilingi oleh sejumlah besar pasukan yang memegang busur panah yang siap untuk bunuh mereka.
"Dimana Kaisar Naga Merah kalian yang sangat sombong itu? " Tanya Seorang pria wajah halus dengan nada sinis kepada kelima orang istrinya yang segera berdiri di depan tandu Puteri Ching Ching bersama para pasukan Kekaisaran Naga Merah.
"Kau sendiri siapakah dan untuk apa kamu ingin mencari Kaisar Naga Merah kami dengan sikap tak sopan seperti ini? " Tanya Liu Lu Sian nada angkuh kepada pria wajah halus yang di apit oleh sejumlah besar orang yang berpakaian ala suku Hui namun wajahnya memperlihatkan pria wajah halus itu berasal dari keluarga kerajaan di barat.
"Aku adalah Pangeran Mahkota Kerajaan Dalibisi yang ingin menjamu Kaisar Naga Merah untuk mengunjungi istana kami. "Jawab Pangeran Mahkota Kerajaan Dali dengan cepat mengubah sikapnya setelah melihat keagungan dari sinar mata indah Liu Lu Sian dan keempat orang istri dari Zhang Xiao Long di hadapannya itu.
"Kau ingin mengundang Kaisar Naga Merah kami untuk mengunjungi istana mu dengan cara yang tidak menghormati sekali..! Ugh, kami tak bisa menerima undangan seperti itu...! " Dengus Yu Lian Shing yang menatap tajam kepada pria wajah halus yang mengaku sebagai Pangeran Mahkota Kerajaan Dalibisi.
"Hmm, baiklah.. Aku minta maaf atas cara ku tadi terhadap kalian dan terutama terhadap Sang Kaisar Naga Merah kalian. Apakah kalian bisa memaafkan sikap tidak sopan ku tadi? " Kata Pangeran Mahkota Kerajaan Dalibisi nada ramah kepada Yu Lian Shing yang galak itu.
"Kami akan menjawab undangan mu setelah Yang Mulia Kaisar Naga Merah kami datang dan memberikan jawaban atas undangan mu itu terhadap Beliau. " Kata Tilana nada wibawa dan senyumnya di balik cadar nya itu begitu dingin.
"Baiklah, aku akan menunggu kedatangan Beliau dengan sabar di sini bersama dengan kalian. " Kata Pangeran Mahkota Kerajaan Dalibisi yang akhirnya mengakui kesalahannya itu terhadap para istri dan pasukan Kekaisaran Naga Merah yang di luar dugaan nya itu.
"Mereka sungguh angkuh dan berkarakter hebat sebagai seorang tokoh-tokoh muda di dunia persilatan. " Batin Puteri Mahkota Kerajaan Dalibisi yang menyamar sebagai salah seorang dari pasukan Kerajaan Dalibisi yang berdiri di sisi kanan pasukan Pangeran Mahkota Kerajaan Dalibisi.
Sementara itu Zhang Xiao Long menyelusuri tiap tebing di sekitar lembah-lembah gunung Thai San untuk menemui Ketua sekte Musang Biru Gunung Thai San di markas besar sekte Musang Biru Gunung Thai San.
"Hmm, percuma kamu mencari-cari markas besar sekte Musang Biru Gunung Thai San di sini karena kamu tidak akan pernah bisa berhasil untuk menemukan dan memusnahkan mereka atas tindakan lancang mereka terhadapmu dan kelima orang istrimu. " Kata seorang gadis yang duduk santai di salah satu dahan pohon pinus di tebing-tebing dinding pegunungan Thai San nada meragukan kemampuan Zhang Xiao Long.
"Hmm, gadis kecil seperti mu tahu apa tentang kemampuan ku? " Zhang Xiao Long menatap sinis kepada gadis baju biru ala suku Miao yang duduk di dahan pohon pinus dengan memegang harpa di pangkuan gadis itu.
Bersambung!