
Malam hari ini adalah malam yang sangat dingin membeku karena salju semakin menebalkan tanah dan sekitarnya termasuk bangunan di Istana Kerajaan Tang. Namun, di dalam istana Kerajaan Tang terdapat perayaan istimewa yang sangat besar yang menunjukkan kebesaran dan kemegahan hari penobatan Raja Tang Si Huan sebagai Raja Tang yang baru. Di acara ini ada sebuah pesta lainnya yang menambah suasana meriah dan sukacita di dalam istana Kerajaan Tang, yaitu hari pernikahan Raja Tang dengan He Xiao Chao yang di anugerahkan gelar Permaisuri Raja Tang.
" Hidup Raja Tang Si Huan...! Hidup Permaisuri He Xiao Chao...! Panjang umur! Panjang umur...! " Terdengar sorak sorai seluruh penghuni di dalam Istana Kerajaan Tang.
Raja Tang Si Huan berdiri untuk berpidato di hadapan para pejabat dan rakyatnya yang hadir di acara penobatannya dan juga hari pernikahan agung nya.
" Wahai rakyatku saudara ku yang aku cintai. Di mulai dari hari ini aku adalah Raja Kerajaan Tang kalian yang baru yang tentu saja akan bekerja sebaik mungkin untuk kemajuan Kerajaan Tang yang kita cintai ini. Dan, untuk hari ini juga aku telah melangsungkan pernikahan ku dengan Puteri He Xiao Chao yang kini aku berikan gelar Permaisuri He Xiao Chao.Selain itu, Aku akan memberikan gelar untuk Tuan muda Zhang Xiao Long yang telah resmi menjadi suami dari adik ku yaitu Puteri Tang Yang Yang dengan gelar Pangeran Muda Tang San Long untuk menjalin hubungan persaudaraan yang lebih baik dan erat seperti hubungan sedarah kandung melalui janji dan sumpah kami yang di simbolik dengan cara menukar minuman arak pernikahan kami yang telah di campur dengan tetesan darah kami di hadapan kalian semua para saudara dan saudari ku yang tercinta. " Kata Raja Tang Si Huan yang memberikan secangkir arak pernikahan nya dengan He Xiao Chao yang telah di berikan tiga tetes darahnya kepada Zhang Xiao Long.
" Terimakasih , Yang Mulia Raja. " Jawab Zhang Xiao Long yang menerima secangkir arak pernikahan Raja Tang Si Huan lalu menaruhnya di meja sebelah kanan nya. Ia memberikan secangkir arak pernikahannya dengan Tang Hui Lan kepada Raja Tang Si Huan. Lalu mereka berdua bersama-sama meminum arak tersebut hingga habis dan cangkirnya mereka lempar ke luar ruangan istana Kerajaan Tang.
Prang!
" Mulai dari hari ini kita adalah saudara yang memiliki ikatan darah yang kental bagaikan satu ikatan nadi di tubuh kita sendiri. Adik Zhang, kau bukan saja merupakan adik iparku juga kamu adalah adik sedarah kandung dengan ku melalui sumpah kita tadi. " Kata Raja Tang Si Huan yang menepuk-nepuk bahu Zhang Xiao Long.
" Iya, Kakak Tang. Aku sungguh bersyukur bisa menjadi saudara mu. " Kata Zhang Xiao Long tersenyum kepada Raja Tang Si Huan yang telah terlihat mabuk arak pernikahan yang kadar alkoholnya sangat tinggi sehingga Raja Tang Si Huan harus di papah oleh ajudannya menuju ke kamar pengantinnya.
Zhang Xiao Long pun pamit kepada para tamu undangan yang hadir di acara tersebut. Zhang Xiao Long di antarkan ke kamar pengantinnya oleh para pengawal istana Kerajaan Tang. Ia pun menghadapi Puteri Tang Hui Lan yang masih tertutup cadar pengantin di wajah cantik jelita nya.
" Pangeran Muda, anda harus menggunakan alat pembuka cadar pengantin. " Kata Pemandu acara ritual pernikahan ala Kerajaan Tang kepada Zhang Xiao Long yang mengambil alat pembuka cadar pengantin yaitu tongkat warna merah keemasan motif Naga Tang.
Zhang Xiao Long menyingkap cadar pengantin yang menutupi wajah istri ketiganya yang cantik jelita. Sang istri masih menundukkan wajah dengan malu -malu di tatap tajam oleh Zhang Xiao Long yang membayangkan dirinya sedang membuka cadar pengantin wajah Yanmi istri keduanya.
" Pangeran muda, silakan anda melakukan ritual malam pengantin bersama dengan Tuan Putri. Kami akan menunggu anda di luar kamar anda dan kami menantikan tanda bukti bahwa anda dan Tuan Putri telah resmi melakukan hubungan antara suami istri yang sah pada esok hari yaitu pagi hari pertama anda dan Tuan Putri resmi menjadi suami istri di dalam anggota keluarga kerajaan Tang. " Kata Kasim Chu yang memandu jalannya acara pernikahan antara Zhang Xiao Long dengan Puteri Tang Hui Lan.
" Hmm, ya. " Jawab Zhang Xiao Long mendadak kesal karena di atur terus menerus oleh segala aturan di Istana Kerajaan Tang.
Puteri Tang Hui Lan merasa jantungnya berdebat kencang saat Zhang Xiao Long menyingkap gaun pengantinnya sehelai demi sehelai. Ia tidak tahu bahwa Zhang Xiao Long menggunakan ilmu kemauan alaminya membius Tang Hui Lan yang mengira bahwa Zhang Xiao Long suaminya ini telah menunaikan tugasnya sebagai seorang suami terhadap istri terhadapnya.
Zhang Xiao Long menggigit jarinya sendiri yang darahnya di teteskan di sprei warna putih di bawah tubuh istri ketiganya seakan-akan darah itu adalah darah kesucian istri ketiganya sendiri.
" Maaf, aku tak pernah bisa melakukan hal itu tanpa izin dari Yanmi istri keduaku yang menjadi istri pertama di dalam hatiku. " Kata Zhang Xiao Long di dalam hatinya. Ia berkelebat keluar dari kamar pengantinnya melalui daun jendela bagian kanan. Lalu, Zhang Xiao Long menyelinap masuk ke dalam kamar tidur yang di tempati oleh Yanmi dan menyelinap masuk ke dalam selimut yang di pakai Yanmi.
" Astaga.. Kak Long.. Kau mengagetkan aku saja dengan menyelinap masuk ke dalam selimut ku seperti tupai saja. " Kata Yanmi terperanjat kaget karena Zhang Xiao Long berada di atas tubuh nya.
" Aku ingin melunasi hutang ku kepada mu yang sempat tertunda karena urusan yang sangat melelahkan ku." Kata Zhang Xiao Long yang kini mencium bibir Yanmi dengan penuh rasa rindu yang bergejolak seraya melepaskan kunciran rambutnya sendiri dan rambut panjang Yanmi di belai lembut olehnya.
" Kak Long, aku belum siap.. "Kata Yanmi yang terbelalak kaget melihat Zhang Xiao Long begitu tidak sabaran sekali.
" Diam lah, aku akan melakukan ritual malam pengantin bersama mu dengan lembut sehingga kau tak pernah merasakan sakit sama sekali. " Kata Zhang Xiao Long yang membelai wajah cantik jelita Yanmi di ciuman mesranya lalu jari tangan Zhang Xiao Long membuka pakaian tidur yang dikenakan oleh Yanmi. Gadis itu menarik napas dalam-dalam ketika ia merasakan sakit di bagian bawah tubuhnya.
" Awww...! Kak Long, kau menggunakan pisau ya..! Ahhh, sakit.. " Pekik Yanmi yang meremas rambut panjang Zhang Xiao Long.
" Yanmi, kau luar biasa.. " Kata Zhang Xiao Long yang merasakan sensasi menikmati hidup dunia bersama Yanmi yang luar biasa menyenangkan hati nya.
" Apanya yang luar biasa bagimu..?? Aduh, akhh! " Suara halus yang di keluarkan oleh Yanmi telah menambah gairah dahaga Zhang Xiao Long yang menumpahkan kelembutannya kepada Yanmi yang memeluk erat tubuhnya yang berada di atas tubuh indah Yanmi.
" Yanmi, kau sungguh wangi dan memuaskan ku. Aku sangat berterimakasih karena kamu telah memberikan kehormatan mu kepada ku seorang pria mu. Aku sangat bersyukur memiliki dirimu. Aku sangat mencintaimu, Yanmi. " Kata Zhang Xiao Long yang tersenyum bahagia menatap Yanmi yang wajahnya merona karena sentuhan karya Zhang Xiao Long memenuhi tubuh indah nya.
" Hmm, sama-sama Kak Long. Eh, apa yang telah kamu berikan kepada ku? " Tanya Yanmi di bawah tubuh Zhang Xiao Long yang kekar dan perkasa itu.
" Benih unggul yang telah ku berikan kepadamu. " Jawab Zhang Xiao Long yang memulai kembali kegiatannya di tubuh indah Yanmi hingga subuh hari.
" Kak Long, aku minta bayaran atas pelayanan tidur mu yang membuka pintu gerbang surga dunia yang berbeda dengan dunia lainnya. " Kata Yanmi yang tersenyum jahil kepada Zhang Xiao Long.
" Ah, mana ada seorang istri minta bayaran atas pelayanan tidur suaminya sendiri? " Tanya Zhang Xiao Long menggigit bibir Yanmi dengan gemas.
" Ada, yaitu aku yang pertama kali meminta uang bayaran atas pelayanan tidur dari mu. Bukankah kau ini seorang pangeran muda..? Masa iya kamu tak ada uang? " Kata Yanmi yang bangun dan naik ke atas tubuh Zhang Xiao Long.
" Ouuhh..! Aha, baiklah. Kamu melakukan ritual subuh pernikahan dengan ku sebelum aku harus kembali ke dalam kamar lain. " Kata Zhang Xiao Long membiarkan dirinya di sentuh oleh Yanmi hingga sensasi menikmati sakura yang berbeda.
Menjelang pagi hari yang telah di tentukan oleh Kasim Chu. Zhang Xiao Long segera melompat keluar dari kamar Yanmi untuk kembali ke kamar istri ketiganya. Dan, ia menemukan Tang Hui Lan terbangun dari tidurnya dengan senyuman yang menawan hati.
" Selamat pagi untuk mu, Tuan Putri. " Sapa Zhang Xiao Long mendekati istri ketiganya yang merangkul lembut dirinya.
" Iya, selamat pagi juga Kak Long. Mulai hari ini kau jangan memanggilku dengan sebutkan Tuan Putri lagi. " Kata Puteri Tang Hui Lan dengan suara manja kepada Zhang Xiao Long.
" Iya, Hui Lan. Aku ingin kamu segera siapkan diri untuk mengikuti Aku seumur hidup mu. " Kata Zhang Xiao Long dengan suara tegas kepada Putri Tang Hui Lan.
" Iya, suamiku. " Jawab Putri Tang Hui Lan patuh kepada Zhang Xiao Long.
Satu jam kemudian. Zhang Xiao Long dan Puteri Tang Hui Lan berkumpul bersama dengan Yanmi dan Liu Lu Sian dan yang lainnya di pintu keluar dari Istana Kerajaan Tang untuk memulai misi menuju ke daerah pesisir pantai utara Kerajaan Tang.
" Surat undangan untuk menghadiri pertemuan para pendekar di Pulau Yun sudah berada di tangan ku, Kak Long. " Kata Tang Hui Lan yang menunjukkan surat undangan itu kepada Zhang Xiao Long.
" Hmm, apakah aku akan bertemu dengan ayah kandung mu di Pulau Yun? " Tanya Zhang Xiao Long dengan halus kepada Puteri Tang Hui Lan yang berjalan di sampingnya. Mereka berjalan dengan tenang menuju ke sebuah daerah yang tidak jauh dari pintu gerbang utama keluar dari Ibukota Kerajaan Tang.
"Iya, Kak Long. Kamu akan bertemu dengan ayah di Pulau Yun. Ayah ku sebenarnya masih ada hubungannya dengan sekte elang emas yang di pimpin oleh Pangeran muda Li Yun Shiang putra pertama dari Kaisar Li. " Jawab Tang Hui Lan yang menceritakan tentang ayahnya kepada Zhang Xiao Long.
" Li Yun Shiang? Bagaimana kabarnya sekarang ini? " Tanya Liu Tong langsung ingat kepada Bi Lian adik seperguruannya yang telah hilang bersama dengan Li Yun Shiang.
" Dia di tawan oleh Bi Jin si ketua sekte lembah sungai neraka abadi. Apa kau sudah pikun, Kak Tong? " Kata Yanmi tersenyum kepada Liu Tong yang berjalan di samping Li Hong Xiu dan yang lainnya.
"Aku tidak pikun, Nyonya muda kedua. Aku cuma lupa sesaat. " Kata Liu Tong pintar berdebat juga rupanya.
"Tuan Muda, di depan sana ada sebuah kedai teh yang dapat menghilangkan rasa lelah kita yang telah melakukan perjalanan kurang lebih lima atau enam jam semenjak kita keluar dari Ibukota Kerajaan Tang. " Kata Puteri Ching Ching yang berjalan di depan Beng Loan Ki dan Xi Ke teman baru Zhang Xiao Long.
" Kak Afung, kami juga sudah merasa lelah dan haus." Kata Han Lin Lin dan Liu Ting Ting yang menuntun Hu Yang San di belakang Yanmi yang berjalan di samping Zhang Xiao Long dan Liu Lu Sian.
" Baiklah, kita istirahat sejenak untuk minum teh di kedai teh di depan sana. " Kata Zhang Xiao Long yang ingin Puteri Ching Ching terjaga kesehatannya sampai Ia dapat mempertemukan gadis itu dengan Kaisar Li ayah kandungnya di Istana Kekaisaran Li.
" Surat perdamaian antara suku Khitan dan suku utara lainnya dengan Kekaisaran Li berada di dalam anting-anting yang di pakai oleh Puteri Ching Ching." Kata Yanmi pada subuh hari ini kepada Zhang Xiao Long setelah menghabiskan waktu berjam-jam melayani tidur Zhang Xiao Long.
" Darimana kamu tahu tentang Surat perdamaian antara suku Khitan dan suku utara lain dengan Kekaisaran Li tersimpan di dalam anting-anting yang di pakai oleh Puteri Ching Ching sehari-hari ini? " Tanya Zhang Xiao Long yang berpakaian rapi di pagi ini di kamar Yanmi.
" Aku pernah mendengar percakapan antara wakil Raja suku utara dengan wakil Kaisar Li di istana dan Aku ingat orang itu pernah bicara tentang anting-anting rahasia milik Puteri Ching Ching. Lalu, Aku mencoba untuk mengambil anting-anting itu dari gadis itu tetapi Aku alami kesulitan karena dia selalu memakainya.. " Jawab Yanmi yang berguling di tempat tidur. Ia merangkul Zhang Xiao Long yang sedang ingin memakai sepatu.
"Hmm, begitu..Terimakasih atas informasi yang kami berikan kepada ku. Kau memang istri yang cerdas. " Kata Zhang Xiao Long mencium Yanmi sebelum pergi ke kamar Tang Hui Lan.
Kini, Zhang Xiao Long memikirkan cara untuk ia bisa mendapatkan anting-anting dari Puteri Ching Ching sambil menikmati keindahan alam di sekitar pedesaan di dekat pesisir pantai utara Kerajaan Tang.
Bersambung!