
Sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan oleh Zhang Xiao Long, Liu Tong, Pendekar Zhao , Nona Shiu Chiu dan Adipati Ci serta putra dari Adipati Ci. Mereka pada malam hari itu pergi ke puncak gunung Ci untuk menyelidiki istana Kerajaan Ci yang berada di puncak gunung Ci.
"Pendakian yang amat sulit, terjal dan licin yang memicu tanah-tanah di puncak gunung Ci amat sukar kita injak. " kata Adipati Ci memimpin jalan mereka yang berada di belakangnya.
"Kenapa kau tidak menunjukkan jalan yang benar dan mudah untuk kita semua bisa sampai di Kerajaan Ci tanpa harus membuang-buang waktu berjam-jam di bawah kaki gunung Ci? " tanya Zhang Xiao Long nada tajam kepada pria paruh baya itu.
"Karena aku ingin membunuhmu dan teman -temanmu yang sudah membunuh putriku dan juga merencanakan sesuatu yang licik di belakang ku.. " jawab Adipati Ci yang meluncur ke arah Zhang Xiao Long dengan dua jarinya membentuk capit dengan maksud hatinya untuk menotok leher pemuda yang sangat dibencinya itu.
Wutttzz!
Zhang Xiao Long dengan mengelak ke samping sedikit dan tangannya dengan cepat menotok rahang Adipati Ci hingga remuk lalu menendang mayat Adipati Ci ke jurang.
Cus!
Bughh!
Putra dari Adipati Ci yang melihat ayahnya telah dibunuh oleh pemuda yang bertamu ke rumah nya itu segera mengeluarkan pedang pendek untuk menyerang pemuda itu dengan ganas.
Wutttzz!
Zhang Xiao Long dengan sedikit merendahkan tubuhnya saja dan ujung sepatunya menendang pedang pendek di tangan putra dari Adipati Ci telah membuat pedang itu melayang ke arah leher putra dari Adipati Ci dengan tepat sekali.
Jlebbbb!
"Tuan Afung, kenapa kamu membunuh paman guru dan saudara seperguruan ku?" tanya Nona Shiu Chiu yang terbelalak menatap Zhang Xiao Long, Liu Tong dan Pendekar Zhao.
"Karena mereka adalah kelompok radikal yang ingin merusak masa depan Kekaisaran Naga Merah ku dengan bekerjasama dengan Sheng Ki putra mahkota dari Kekaisaran Sheng atau Ketua Sekte Tengkorak Emas Sakti yang mempunyai permusuhan dengan ku begitu dalam.. " Jawab Zhang Xiao Long yang memberikan bukti nyata kejahatan dari Adipati Ci dan putranya yang di keluarkan oleh Pendekar Zhao kepada Nona Shiu Chiu.
Nona Shiu Chiu tercengang melihat surat rahasia Sheng Ki yang dikirimkan melalui mangkok nasi yang biasa digunakan oleh Adipati Ci untuk makan bersama dengan keluarganya kepada Adipati Ci untuk merencanakan pembunuhan keji terhadap Kaisar Naga Merah dan teman-teman nya juga mencari tahu pusaka ketiga dunia persilatan daratan besar yang hilang dan saat ini sedang dicari oleh Zhang Xiao Long dan seluruh tokoh-tokoh dunia persilatan daratan besar.
"Ahh, tak pernah ku sangka kalau Adipati Ci dan putranya sejahat itu.. " ucap Nona Shiu Chiu nada kecewa dengan pamannya.
"Ya, mereka adalah orang-orang dungu yang haus kekuasaan sehingga menjadi serakah jiwa mereka. " kata Liu Tong dengan bijak.
"Ahhm,kau benar sekali, Tuan Liu. " kata Nona Shiu Chiu menganggukkan kepalanya dengan tegas membenarkan kata-kata Liu Tong barusan kepadanya.
"Ya, sudah. Sekarang kita lanjutkan perjalanan kita ke Kerajaan Ci melalui jalur gua di alun-alun kota Ci An yang mempunyai patung kepala beruang es sebagai simbolnya melalui jalur kiri di samping kita. " Kata Zhang Xiao Long yang kini memimpin kawan-kawannya melesat naik ke atas puncak gunung Ci dan menerobos masuk ke dalam gua yang telah di amatinya sejak awal ia datang ke kota ini atau lebih tepatnya ke rumah Adipati Ci.
Brrrrr!
Tepp!
Mereka berempat menyelusuri jalur yang telah di ketahui orang Liu Tong yang waktu sore ini telah mengikuti putra dari Adipati Ci untuk masuk ke dalam wilayah istana Kerajaan Ci melalui jalur rahasia.
"Ketuk tiga kali pada dinding di jalan buntu di gua ini lalu tekan obor di samping dindingnya dan ada tangga yang meliuk-liuk ke atas dengan tanahnya agak licin dan berlumut. " kata Liu Tong memberitahu cara untuk membuka pintu rahasia masuk ke istana Kerajaan Ci kepada Zhang Xiao Long.
Zhang Xiao Long menggunakan ujung seruling giok di tanganku mengikuti cara yang telah di tunjukkan oleh Liu Tong untuknya dan akhirnya dinding bergerak secara bergeser ke samping dan membuat celah yang ada tangga yang amat berliku-liku di depan mereka.
"Mari kita naik saja.. " kata Zhang Xiao Long yang telah melesat naik tangga itu dengan ilmu ginkang naga Merah menari yang membuat tubuhnya ringan bak daun yang diterpa angin saja.
Wushhh!
Liu Tong juga menggunakan ilmu ginkang rubah emas sakti yang membuatnya dapat mencapai puncak gunung Ci di dekat Zhang Xiao Long dengan lebih cepat.
Brrrr!
Pendekar Zhao mengajak Nona Shiu Chiu untuk menggunakan ilmu ginkang ular emas sakti yang membuat mereka melakukan gerakan ringan dan meliuk-liuk di udara bak ular merayap naik ke atas tangga dan sampailah mereka di dekat Liu Tong dan Zhang Xiao Long.
"Ada kolam yang airnya sama dengan air danau merah di depan kita. " Kata Nona Shiu Chiu nada pelan.
"Iya, kita harus masuk ke kolam ini untuk sampai ke tempat tujuan kita. " kata Zhang Xiao Long yang memimpin teman-temannya melompat ke air kolam lalu berenang ke dasarnya dan melihat ada tangga yang di atas permukaan air itu ialah bangunan warna merah dengan bentuknya mirip kubus dan dijaga ketat oleh para pasukan yang menjaga istana Kerajaan Ci di sana.
Wutttzz!
Plakkk!
Plakkk!!
Zhang Xiao Long menerjang dengan kibasan ujung lengan pakaiannya menampar sejumlah pasukan penjaga pintu masuk ke istana Kerajaan Ci hingga pasukan tersebut tewas dengan kepala mereka telah retak.
Wushh!
Crakkk!
Nona Shiu Chiu menerjang pasukan penjaga itu dengan pedangnya yang menebas habis sisa para penjaga pintu masuk ke istana Kerajaan Ci di belakang Zhang Xiao Long dengan di ikuti oleh Liu Tong dan Pendekar Zhao dengan cerdas luar biasa.
Mereka berempat telah dihadang oleh dua puluh lima orang yang bersenjata ruyung besi dan baja di halaman utama istana Kerajaan Ci yang dipimpin oleh seorang wanita cantik memakai gelang -gelang panjang di kedua telinganya dan lehernya juga di pakai gelang hingga lehernya memanjang bak jerapah.
"Lancang kalian berempat berani memasuki istana Kerajaan Ci tanpa izin...! Aku panglima Khu akan membunuh kalian semua...! " hardik wanita itu yang melontarkan gelangnya ke arah mereka berempat dengan diikuti oleh dua puluh lima orang anak buahnya yang menerjang Zhang Xiao Long dan kawan-kawan.
Wutttzz!
Zhang Xiao Long bergerak mundur dengan cepat untuk menghindari serangan-serangan gelang yang meluncur ke arah dadanya yang di sertai ruyung besi dan baja yang menyerang tengkuk punggungnya.
Liu Tong memutar pedangnya dengan lincah dan menebas sekitar lima ruyung besi dan baja yang menyerang dirinya dengan menusuk ke arah mukanya.
Crangg!
Crangg!
Nona Shiu Chiu melakukan gerakan bak burung walet yang lincah telah menebas sekitar sepuluh ruyung besi dan baja yang ingin menebas tubuh mungilnya sehingga ia bisa membalas dengan cepat dan menebas habis sepuluh orang musuh di depannya.
Crangg!
Crakkk!
Pendekar Zhao juga menggunakan pedang di tangannya yang menebas habis sepuluh orang musuh lainnya secara bersamaan dengan Zhang Xiao Long yang membunuh wanita itu dengan menarik gelang di leher wanita itu hingga kepala wanita itu ikut putus pula.
Kresss!
Liu Tong menyelesaikan sisanya yang telah di tebas habis olehnya sehingga mereka berempat segera melesat cepat masuk ke dalam istana Kerajaan Ci.
Brrrrr!!
Mereka berempat berhadapan dengan sejumlah besar pasukan barbar yang dipimpin oleh pria bertubuh tambun yang memegang golok besar di tangannya yang menatap garang kepada mereka berempat.
"Apakah kau Raja Barbar Murong Gu yang jadi Raja di kerajaan Ci? " tanya Zhang Xiao Long nada tajam kepada pria itu.
"Benar sekali dan akulah yang akan menguliti mu sesudah para pasukan ku menguliti ketiga orang temanmu itu.. " jawab Raja Barbar Murong Gu yang telah memerintahkan pasukannya untuk menghadapi Liu Tong, Nona Shiu Chiu dan juga Pendekar Zhao lebih dahulu sebelum ia maju untuk menghadapi Zhang Xiao Long.
Wutttzz!
Sekitar dua ratus orang menerjang ketiga orang teman Zhang Xiao Long yang segera menangkis setiap serangan-serangan musuh mereka itu dengan tangkas melalui permainan ilmu pedang mereka masing-masing.
Trangg!
Trang!
Trangg!
Trangg!
Liu Tong memutar pedangnya dengan gerakan tubuh meluncur lincah ke arah sejumlah golok musuh-musuh yang dihadapinya bersama dengan para sahabatnya sehingga ia telah bisa membunuh sejumlah pasukan Raja barbar Murong Gu dengan ilmu pedang rubah emas sakti miliknya.
Crakkk!
Nona Shiu Chiu melakukan gerakan yang telah membuat pedangnya seperti perisai yang terus menerus membabat habis musuh-musuh yang menerjang dirinya dan teman-teman nya.
Crakkk!
Pendekar Zhao melakukan gerakan menerjang dengan pedangnya membentuk gerakan mulut ular yang mematuk habis musuh-musuh yang menyerangnya dan teman-teman nya hingga si Raja barbar Murong Gu mengerang marah dan menerjang maju untuk menghadapi Zhang Xiao Long yang langsung menggunakan seruling giok menangkis lawannya.
Crakkk!
Wusssshh!
Trang!
Trang!
Trang!
Gerakan seruling giok di tangan Zhang Xiao Long membentur golok di tangan Raja barbar Murong Gu sehingga senjata musuhnya telah terkikis oleh ilmu pedang naga Merah dan kini ia melontarkan pukulan telak menghantam hancur berkeping-keping tubuh Raja barbar Murong Gu.
Blarrrrr!
"Mari kita masuk dan cari petunjuk selanjutnya untuk mencari tahu jejak pusaka pil bunga es berada untuk terakhir kalinya di istana Kerajaan Ci.. " kata Zhang Xiao Long menerjang masuk ke seluruh ruangan di istana Kerajaan Ci dengan di ikuti oleh ketiga pengikutnya.
Brrrr!
"Tolong...! Tolongggg.. Aku...! " terdengar suara halus seorang wanita meminta pertolongan dari dalam sumur yang tertutup rapat oleh batu gunung di halaman belakang istana Kerajaan Ci.
"Siapa kau yang berada di bawah sana? " tanya Zhang Xiao Long nada tajam kepada gadis yang di kurung di bawah sumur.
"Aku putri Mahkota Kerajaan Ci yang bernama Ci Xian Xian." jawab gadis itu yang terdengar telah mengalami luka pada kakinya.
"Oh, baiklah.. Aku akan mengeluarkan mu dari sumur ini.. " kata Liu Tong yang mewakili Zhang Xiao Long menghancurkan batu gunung yang menutupi mulut sumur itu dengan ilmu sinkang tapak bunga teratai putih melalui telapak tangan menghancurkan batu gunung itu.
Blaar!
Lalu Liu Tong turun ke sumur dan mengangkat gadis itu dengan lembut dari lantai batu sumur dan membawanya ke atas lalu di taruh di depan Zhang Xiao Long di dekat bangunan lain di dekat sumur itu.
"Tuan, terimakasih atas pertolongan yang Anda berikan kepada ku dan mulai hari ini izinkanlah hamba menjadi pelayann Anda seumur hidup hamba. " kata Putri Ci Xian Xian bersujud hormat kepada Zhang Xiao Long.
"Putri Ci Xian Xian, kau beritahu aku dahulu apa yang telah terjadi pada Kerajaan mu ini dan dimanakah Raja dan Ratu Kerajaan Ci beserta keluarga mu yang lainnya? " tanya Zhang Xiao Long nada tajam kepada Putri Ci Xian Xian yang sujud di bawah sepasang sepatu indahnya.
"Kami di serang oleh pasukan Tuan Sheng Ki dan Raja barbar Murong Gu ketika kami sedang merayakan hari ulang tahun Ayah kami yang ke enam puluh lima tahun sekitar beberapa hari lalu dan mereka membunuh seluruh keluargaku, lalu aku dibuang ke sumur itu usai mereka telah mengambil bandul giok Phoenix Merah dari leher ku. " jawab Puteri Ci Xian Xian menunjukkan kulit lehernya yang biru akibat di tarik paksa pada kalung yang dipakainya itu kepada Zhang Xiao Long.
"Kalung bandul giok Phoenix Merah?" tanya Liu Tong terbelalak mendengar benda itu disebut oleh gadis yang sujud di depan Zhang Xiao Long.
"Iya, Tuan. Kalung bandul giok Phoenix Merah itu adalah hadiah pernikahan ku dari suamiku yang telah berubah jahat demi kekuasaannya tak bisa di gulingkan oleh Kaisar Phoenix Emas Sakti kini kalung itu sudah hilang dariku karena di curi oleh Tuan Sheng Ki putra dari Tuan Sheng Kun. " jawab Puteri Ci Xian Xian menundukkan wajah dan tatapannya untuk kesopanan seorang putri terhormat terhadap pria terhormat seperti pria- pria di hadapannya itu.
"Hmmm, kalau bangunan di belakang punggung ku ini siapa yang memilikinya? " tanya Zhang Xiao Long menunjuk ke arah bangunan yang atapnya ada ukiran burung Phoenix warna merah yang diapit dua naga yang warnanya hitam dan putih saling berhadapan satu sama lain kepada Putri Ci Xian Xian.
"Istana Selir ayah ku yang bernama Selir Bi Yun Hwa. " jawab Puteri Ci Xian Xian yang segera mengantarkan Zhang Xiao Long dan ketiga orang kawannya masuk ke dalam istana yang di belakang punggung Zhang Xiao Long.
Puteri Ci Xian Xian menunjukkan stempel dan surat kuasa Kerajaan Ci yang tersimpan di balik bantal kepala Selir Raja Ci kepada Zhang Xiao Long yang memeriksa stempel dan surat kuasa itu dengan cermat untuk memastikan keaslian kedua benda pusaka Kerajaan Ci yang telah di serahkan oleh Putri Ci Xian Xian Xian kepadanya.
Bersambung!!