
Yanmi yang telah melihat kesempatan emas untuk melarikan diri dari Li Yun Shiang akhirnya tiba yaitu ketika kapal laut Kekaisaran Li telah menepi di pantai utara daratan besar. Gadis ini segera melompat keluar dari jendela kamar tidur yang di tempati nya di kapal laut Kekaisaran Li.
Brrrr!
Yanmi melesat cepat ke sebuah desa kecil yang bertuliskan'Desa Kecil Bunga Lily Merah'. Gadis itu memperhatikan penduduk di desa ini yang terlihat begitu bersahabat dengan setiap orang yang mengunjungi desa yang sangat indah akan pemandangan alamnya.
"Nona, sepertinya kamu orang baru yang datang ke desa kecil bunga lili merah? " Sapa seorang pemuda tampan yang memakai pakaian yang sangat mewah seperti seorang bangsawan dari Ibukota Kekaisaran Li saja kepada Yanmi yang terlihat celingak celinguk melihat seluruh daerah di desa ini.
"Iya, aku lihat kau juga bukanlah orang penduduk desa kecil bunga lili merah karena pakaian yang dikenakan oleh kamu bukanlah suku Mi tetapi suku Li. " Kata Yanmi bersikap waspada dengan pemuda tampan yang menyapanya itu.
"Wah, kau sungguh bermata tajam sekali, Nona cilik. Sepertinya kamu adalah seorang gadis cilik yang cerdas sekali. Bolehkah aku berkenalan dengan mu, Nona? " Kata pemuda tampan yang menyapa Yanmi di depan kedai makan di desa kecil bunga lili merah.
"Hmm, maaf aku tak memperkenalkan namaku dengan orang yang tak jelas seperti mu. " Kata Yanmi nada ketus kepada pemuda tampan yang ternyata bukan lain adalah Li Hong.
Li Hong tidak sengaja bertemu dengan seorang gadis berpakaian merah yang memakai tudung warna merah pula yang menarik perhatiannya adalah aroma yang keluar dari tubuh mungil dan indah gadis itu adalah aroma yang menyegarkan sekali.
" Wah, sombong sekali kau, Nona. Aku sudah bersikap baik untuk memperkenalkan dengan mu tapi kamu malah menolak keramahtamahan yang aku berikan kepada mu.. "Kata Li Hong yang tangannya sudah ingin meraih jemari gadis ini di kejutkan oleh sebilah pedang yang telah melintang di antara dirinya dan gadis baju merah yang aneh itu.
Singgg!
" Hei, siapa kamu yang telah bersikap lancang mengganggu urusan ku dengan gadis itu? "Tanya Li Hong menarik tangannya dengan cepat dan menatap bengis kepada seorang pemuda tampan lainn yang telah menghalanginya untuk berkenalan dengan gadis baju merah.
" Aku setan pencabut nyawa bagi orang yang telah berani untuk mencoba mengganggu Nona muda ku. " Jawab Xi Ke yang tak sengaja melihat Yanmi ingin di ganggu oleh seorang pemuda tampan yang kesannya tak baik.
"Xi Ke.. " Kata Yanmi mengenali salah seorang dari sahabatnya Zhang Xiao Long.
"Nona, sebaiknya kamu pergi dahulu dengan Liu Ting Ting dan biarkan aku yang menghadapi orang tak sopan ini. " Kata Xi Ke yang telah meminta Liu Ting Ting kekasihnya untuk bawa Yanmi pergi dari depan kedai makan di desa kecil bunga lili merah.
"Iya, Xi Ke terimakasih. " Jawab Yanmi cepat mengikuti Liu Ting Ting meninggalkan desa kecil bunga lili merah dan bertemu dengan sejumlah orang yang memberikan hormat kepadanya di luar desa kecil bunga lili merah.
"Hormat kami Laskar Naga Merah kepada Anda Nyonya Muda Ke dua. " Sapa sejumlah orang yang mengaku sebagai Laskar Naga Merah n kepada Yanmi.
"Nyonya Muda Kedua Yanmi syukurlah anda telah berhasil kami temukan dalam keadaan sehat dan selamat sehingga kami bisa segera memberikan kabar baik ini kepada Tuan Muda di daerah barat. " Kata Liu Ting Ting dengan nada lega melihat Yanmi dalam keadaan sehat dan selamat.
"Apa Kak Long sekarang sedang melakukan misi ke daerah barat? " Tanya Yanmi dengan nada ingin tahu kepada Liu Ting Ting yang mengajak Yanmi untuk menunggu Xi Ke bergabung dengan mereka di sebuah kuil kosong di luar desa kecil bunga lili merah.
"Iya, Nyonya muda kedua. Beliau pergi ke daerah barat karena mengira kalau anda di culik oleh Kaisar Naga gurun pasir kuning melalui bantuan sepasang saudara dari keluarga Bao dari pulau Yun. " Jawab Liu Ting Ting memberikan buah apel merah kepada Yanmi untuk makan malam Nyonya muda kedua nya itu.
"Ahh, aku memang di culik oleh orang keluarga Bao dari pulau Yun tetapi Li Yun Shiang datang menyelamatkan aku dari kapal laut keluarga Bao dan membawa ku berlayar kembali ke daratan besar dengan menggunakan kapal laut keluarga nya yaitu Kekaisaran Li, lalu aku pergi darinya setelah kapal laut Kekaisaran Li menepi di pantai utara dekat desa kecil bunga lili merah. " Kata Yanmi menceritakan pengalamannya kepada Liu Ting Ting yang menulis surat untuk memberitahu Zhang Xiao Long mengenai Yanmi yang telah berhasil mereka temukan dalam keadaan sehat dan selamat melalui seekor lebah yang ekornya warna keemasan.
"Lebah pengantar surat yang hebat. " Kata Yanmi kagum dengan seekor lebah yang di terbangkan keluar dari kuil kosong itu melalui jendela oleh Liu Ting Ting.
"Lebah pengantar surat itu adalah ciptaan Tuan Muda Zhang sendiri untuk memberikan kabar dari dan kepadanya khusus untuk kami para Laskar Naga Merah. " kata Liu Ting Ting dengan senyum cerah kepada Yanmi.
"Ting Ting, apa rencana yang telah di sampaikan oleh Kak Long untuk kalian di daerah utara ini? " Tanya Yanmi ingin tahu mengenai rencana besar yang diinginkan oleh Zhang Xiao Long di daerah utara.
" Menemui perwakilan rakyat daerah utara untuk misi perdamaian yang belum tuntas meskipun mereka sudah mengirimkan Puteri Ching Ching untuk menjadi selir dari Kaisar Li akan segera di lakukan oleh Tuan muda Zhang sepulangnya Beliau dari daerah barat.Dan, kami di minta untuk menunggu kedatangan Beliau di daerah perkampungan suku Liao yang sudah di dengar memiliki hubungan persaudaraan dengan Puteri Ming Ming. " Jawab Liu Ting Ting dengan nada sopan kepada Yanmi sembari menunggu XI Ke datang ke kuil kosong di luar desa kecil bunga lili merah.
"Kenapa Xi Ke belum juga datang ke kuil kosong di luar desa kecil bunga lili merah ini? Apakah dia mengalami hal dalam menghadapi pemuda tak sopan yang mengganggu ku itu? " Tanya Yanmi yang memikirkan keselamatan Xi Ke kepada Liu Ting Ting.
"Dia pasti akan datang dan Dia pasti menang dari pemuda berengsek itu. " Jawab Liu Ting Ting dengan nada yakin sekali dengan ilmu kepandaian silat yang dimiliki oleh kekasihnya itu.
Di desa kecil bunga lili merah Xi ke bertarung menggunakan pedangnya yang menyerang pedang di tangan Li Hong yang mengarah ke lehernya itu.
Tranggg!
Pedang Xi Ke dengan tepat melindungi lehernya yang nyaris berlubang oleh pedang Li Hong yang tajam sekali dan membuat Xi Ke sempoyongan dan terjengkang ke tanah dengan wajah kaget karena ilmu sinkang nya telah kalah oleh ilmu sinkang pemuda tampan yang menghalanginya untuk berkenalan dengan gadis baju merah yang menarik hatinya itu.
"Bedebah.. " Kata Xi Ke yang sudah marah itu menyerang Xi Ke dengan serbuk halimun hitam ke arah Xi Ke yang segera melompat mundur dari belakang dan mengerahkan ilmu sinkang keluarga Xi melalui telapak tangannya yang telah menghantam wajah Li Hong hingga hancur.
Dess!
"Aghhh!" Pekik Li Hong yang wajahnya hancur oleh ilmu sinkang keluarga Xi milik Xi Ke yang langsung menebasnya dengan pedang pusaka keluarga Xi.
Xi Ke pun dengan cepat meninggalkan desa kecil bunga lili merah sesudah membunuh orang yang telah mencoba untuk mengganggu Nyonya muda kedua nya itu untuk kesetiaannya kepada Tuan Muda Zhang Xiao Long nya yang paling di hormati nya itu.
Brrrr!
Xi Ke tersenyum cerah melihat Liu Ting Ting di kuil kosong di luar desa kecil bunga lili merah bersama dengan Yanmi yang menyambutnya dengan senyuman ramah.
"Hormat saya untuk Anda Nyonya muda kedua Yanmi. " Kata Xi Ke dengan sikap hormat kepada Yanmi.
"Ya, Xi Ke aku ucapkan terimakasih karena kamu telah menolongku. " Kata Yanmi dengan senyum ramah kepada sahabat dan juga pengikut setia dari Zhang Xiao Long.
"Baiklah, karena kita sudah berhasil menemukan Nyonya muda kedua Yanmi sebaiknya kita pun segera berangkat ke daerah perkampungan suku Liao untuk menunggu kedatangan Tuan muda Zhang di sana. " Kata Xi Ke yang memerintahkan para anggota laskar Naga Merah untuk mereka segera melanjutkan perjalanan mereka menuju ke daerah utara lainnya pada malam hari itu juga.
Di daerah barat yang anginnya begitu kencang dan pasir yang menerpa kulit dan daging di tubuh seperti di iris sembilu saja karena pasir beterbangan di daerah gurun lebih kasar dari pasir di pantai pada umumnya. Zhang Xiao Long dan Yu Lian Shing dengan terpaksa mereka harus menggunakan pakaian ala orang Turkistan dengan rambut panjang mereka di ikat dengan sorban untuk melindungi mereka dari terpaan pasir yang panas dan kasar.
"Kita harus mencari tempat untuk menginap untuk malam hari ini sebelum badai gurun pasir menerjang seperti yang telah kita dengar dari pelayan di kedai makan di pintu perbatasan." Kata Zhang Xiao Long yang menggunakan jubah luarnya untuk melindungi Yu Lian Shing dari hujan pasir yang menerpa mereka.
"Iya, Kak Long. Aku juga sudah merasa lapar dan haus sekali. " Kata Yu Lian Shing dengan suara letih kepada Zhang Xiao Long yang merangkul pinggang kecilnya.
"Ya, bersabarlah, kita akan segera menemukan tempat untuk kita istirahat dan makan serta minum pada malam hari ini. " Kata Zhang Xiao Long dengan lembut sekali kepada Yu Lian Shing yang berjalan terseok-seok di sampingnya.
Mereka harus merasakan sepasang sepatu kulit mereka sulit berjalan di atas pasir yang tebal sekali dan mereka terkejut ketika sepasang sepatu mereka menginjak pasir yang menyedot mereka masuk ke dalam pasir.
"Arghhh! " Pekik keduanya yang tersedot dalam pasir hidup.
Brushh!
Zhang Xiao Long memeluk Yu Lian Shing dengan erat seraya mengerahkan ilmu sinkang dewa masuk melalui telapak tangannya memukul pasir dengan keras sehingga pasir terbelah lalu mereka berdua berhasil meluncur keluar dari pasir hidup.
Brrrr!
Zhang Xiao Long membawa Yu Lian Shing ke arah sebuah gua di bagian selatan gurun pasir lalu membaringkan istrinya di sebuah batu besar dan menyelimuti istrinya dengan jubah luarnya.
"Lian Shing, kau beristirahat dahulu di sini. Aku akan siapkan api unggun dan makanan serta minuman untuk mu. " Kata Zhang Xiao Long yang membelai lembut poni istrinya sebelum ia pergi mencari kayu di sekitar gua.
Lalu Zhang Xiao Long menaruh panci di atas kayu yang di buat menyilang di bawah tumpukan kayu lain yang lebih dibakar oleh api yang di hasilkan dari ilmu sinkang racun api dari jentikan jari tangan Zhang Xiao Long.
"Kak Long, kamu sedang masak apa di panci itu?" Tanya Yu Lian Shing turun dari atas batu besar untuk duduk di atas dahan pohon yang di temukan oleh Zhang Xiao Long untuk tempat duduk mereka di dalam gua.
"Sup burung walet. " Jawab Zhang Xiao Long yang menunjukkan isi dari panci yang terbuat dari keramik pilihan kepada Yu Lian Shing yang melihat adanya agar -agar dari sarang burung walet di dalam panci itu.
"Wah, kau ternyata bisa masak juga? " Tanya Yu Lian Shing terpana dengan bakat lain yang di miliki oleh Zhang Xiao Long.
"Ya, aku sudah belajar masak sejak kecil oleh guruku yang menyuruh aku untuk bisa semua keahlian untuk aku pakai di hari ini yang tentunya berguna untuk kita berdua di tempat gersang seperti daerah barat ini. " Jawab Zhang Xiao Long tersenyum lembut kepada Yu Lian Shing seraya menuangkan sup burung walet ke dalam mangkuk keramik untuk Yu Lian Shing.
"Wah, terimakasih banyak Kak Long. " Kata Yu Lian Shing begitu bahagia menjadi istrinya Zhang Xiao Long.
"Sama-sama Lian Shing. Ayo kau makan sup burung walet nya sampai habis ya untuk aku tak sia -sia memasakkan mu sup burung walet karya ku suamimu ini. " Kata Zhang Xiao Long yang memberikan mangkuk sup burung walet kepada Yu Lian Shing yang menerima mangkuk itu dengan senyum cerah.
"Kak Long, kamu sungguh baik sekali membuat hatiku bahagia menjadi salah seorang dari istri mu. Kak Long, aku berjanji untuk selalu setia seumur hidupku untuk mu seorang pria ku, suamiku. "Kata Yu Lian Shing menatap lembut kepada Zhang Xiao Long yang meraih dagunya dengan lembut lalu mencium bibir manis Yu Lian Shing.
" Sama-sama Lian Shing. Aku pun berharap kau bisa bahagia di sisiku. " Kata Zhang Xiao Long tulus kepada Yu Lian Shing sembari mencium lembut istrinya untuk sekian kalinya. Zhang Xiao Long teringat dengan Yanmi gadis yang paling di cintainya itu saat ini sampai ia lupa bahwa gadis yang di ciumnya saat ini bukanlah Yanmi tetapi Yu Lian Shing.
"Kak Long, siapakah di antara aku, Kak Sian dan Kak Yanmi yang kamu cinta di dalam hatimu? " Tanya Yu Lian Shing yang merasakan bahwa ciuman Zhang Xiao Long begitu hambar dan tak pernah ada rasa manis di rasakan olehnya itu.
"Jika aku menjawab jujur siapa di antara kalian aku cinta kepadamu. Apakah kamu akan tetap menjadi seorang Yu Lian Shing yang ku kenal seperti yang ku lihat saat ini? " Tanya Zhang Xiao Long dengan sikap serius kepada Yu Lian Shing yang mengangguk tegas kepadanya.
"Iya, Kak Long. " Jawab Yu Lian Shing dengan senyuman manisnya kepada Zhang Xiao Long.
Bersambung!