
Rombongan Zhang Xiao Long menatap langit di angkasa yang menjulang tinggi di depan mata mereka saat ini karena mereka melihat ke arah pegunungan cinta abadi yang sangat tinggi luar biasa. Zhang Xiao Long merasakan kekuatan yang berasal dari pegunungan cinta abadi yang di berada di depan sepasang matanya sehingga ia penasaran sekali.
Namun sebelum Zhang Xiao Long ingin melihat secara langsung seperti apa pegunungan cinta abadi terdengar suara sejumlah derap kuda yang berdatangan dari sisi lain pegunungan cinta abadi.
"Yang Mulia, ada sejumlah orang menggunakan kuda menuju ke arah kita dari sisi lain pintu masuk ke wilayah perkampungan Suku Liao." Kata Kasim Zen yang tengkurap di tanah untuk mendengarkan suara langkah sejumlah kuda yang datang dari sisi lain pintu masuk ke wilayah perkampungan suku Liao kepada mereka.
Zhang Xiao Long telah mendengar suara sekitar seribu orang lebih yang menunggangi kuda yang menuju ke arah barat posisinya berada yakni di bwah kaki pegunungan cinta abadi dan ketika ia menoleh ke arah samping kanannya. Ia melihat sinar merah melayang begitu lincah ke arahnya seraya memberikan senyuman manis sekali dan seindah bunga sakura kepadanya.
Brrr!
"Yanmi.. " Panggil Zhang Xiao Chan menangkap tangan seorang gadis muda berusia enam belas tahun yang turun manis di hadapannya.
"Kak Long.. Wahh, aku sangat merindukanmu. " Kata Yanmi merangkul Zhang Xiao Long dengan sikap manja sekali kepada Zhang Xiao Long.
Lalu terdengar suara sejumlah orang melayang ke arah mereka dan di ikuti aroma yang sangat di kenal dengan baik oleh Zhang Xiao Long yaitu aroma para gadis-gadis kesayangannya yang telah datang untuk menjemputnya masuk ke wilayah perkampungan suku Liao.
Brrr!
"Kakak Long... Aku sangat merindukanmu juga. " Kata Liu Lu Sian gadis cantik jelita memakai baju berwarna putih yang kini tersenyum begitu manis kepada Zhang Xiao Long.
"Kakak, aku juga tidak pernah melupakanmu. "Kata Yu Lian Shing gadis cantik jelita memakai baju berwarna hijau muda yang menggenggam tangan Zhang Xiao Long dengan sikap manis.
" Yang Mulia ku yang paling tampan sedunia akhirnya datang juga ke tempat ku berada yaitu di perkampungan suku Liao." Kata Tilana gadis cantik jelita memakai baju berwarna kuning yang berdiri di samping kiri Zhang Xiao Long.
"Suamiku, bagaimana kabarmu? Apakah kamu merindukanku juga seperti aku merindukanmu di setiap malam ku? " Sapa Xiao Feng gadis cantik jelita memakai baju berwarna ungu yang berdiri di depan Zhang Xiao Long.
"Wahh, kalian berlima sungguh-sungguh manis sekali telah menyambut kedatangan di depan pintu masuk ke wilayah perkampungan suku Liao dengan penuh cinta."Kata Zhang Xiao Long yang menowel hidung mancung ke lima orang gadis cantik jelita di depannya.
" Yang Mulia, apakah anda tahu bahwa ke lima orang Nyonya muda anda setiap hari dan setiap malam menanyakan diri Anda kepada kami yang menjadi wakil anda? " Tanya Xi Ke yang datang bersama dengan Liu Ting Ting dan para pasukan Kekaisaran naga merah lainnya kepada Zhang Xiao Long dengan nada hormat.
"Wah, kalian telah merepotkan mereka yang jadi para pengawal pribadi kalian untuk ku? " Ucap Zhang Xiao Long menatap lembut kepada kelima orang gadisnya yang mengganggukkan kepala dengan sikap meminta maaf kepadanya.
"Yang Mulia, bolehkah aku berkenalan dengan ke lima orang kakaku ini? " Tanya Liu Yi Fei dengan sikap sopan kepada Zhang Xiao Long seraya menatap ramah kepada ke lima orang gadis yang mengelilingi Zhang Xiao Long.
"Iya, tentu saja kamu boleh berkenalan dengan mereka berlima yang menjadi saudari-saudari mu karena mereka juga merupakan istriku yang sah. " Jawab Zhang Xiao Long dengan sikap adil kepada ke-enam orang istrinya itu.
Liu Yi Fei menghampiri ke lima orang gadis yang berdiri rapi di samping Zhang Xiao Long dengan sikap sopan dan hormat lalu memperkenalkan dirinya sebagai salah seorang dari istri dari Zhang Xiao Long.
"Kakak -kakak sekalian perkenalan namaku Liu Yi Fei semoga kita bisa menjalin hubungan yang baik untuk membangun sebuah masa depan yang cerah bersama dengan Kakak Long kita cintai bersama-sama dengan sepenuh jiwa dan raga kita. " Kata Liu Yi Fei menghaturkan salam hormatnya kepada Liu Lu Sian, Mu Yanmi, Yu Lian Shing, Tilana dan Xiao Feng yang tersenyum ramah menyambut kedatangan gadis itu dengan kedua tangan terbuka.
"Iya, Adik Fei terimakasih atas salam hangat mu untuk kami.. Mari kau bergabung dengan kami di sisi Kakak Long sebagai pendamping hidup dan pendorong semangat juang bagi Kak Long untuk mencapai cita-cita luhur bangsa ini juga sebagai seorang yang pantas untuk bersama kita untuk masa depan yang cerah dan gemilang." Kata Liu Lu Sian mengulurkan tangannya dengan ramah kepada Liu Yi Fei yang membalasnya dengan santun sekali.
"Yang Mulia, silakan Anda dan ke-enam orang nyonya muda untuk masuk ke dalam kereta kuda yang telah disediakan untuk anda oleh kami." Kata Yun Hao yang menyediakan layanan jasa transportasi untuk Zhang Xiao Long dan ke-enam orang istrinya.
"Iya, Yun Hao terimakasih banyak. " Jawab Zhang Xiao Long dengan sikap agung kepada Yun Hao seraya tersenyum manis kepada ke-enam orang istrinya yang segera naik ke atas kereta kuda bersama dengannya.
Lalu kereta kuda berjalan dengan diiringi oleh sejumlah penunggang kuda lainnya memasuki wilayah perkampungan suku Liao yang berada di belakang pegunungan cinta abad.
"Pegunungan cinta abadi aku dengar memiliki kemampuan yang dapat mengatasi masalah cinta yang tak searah dengan kita.Apakah kabar itu benar, Kak Shing? " Tanya Liu Yi Fei dengan sikap sopan kepada Yu Lian Shing sebagai istri ketiga dari Zhang Xiao Long dengan gelar resmi Nyonya selir pertama Yu.
"Benar sekali yang kamu dengar itu, Adik Fei. Tapi pegunungan cinta abadi juga merupakan sumber daya alam semesta yang tinggi dengan adanya cinta abadi untuk pasangan sejati seorang pemimpin tunggal di seluruh dunia ini. " Jawab Yu Lian Shing yang melayangkan senyum cerah kepada Zhang Xiao Long di depannya.
"Hmm, aku sama sekali tidak pernah tertarik pada mitos yang tidak masuk akal sehat bagiku. Aku hanya mempercayai kesetiaan kalian dan juga kemampuan yang aku miliki untuk mencinta kalian dengan sepenuh hatiku. Karena aku jauh lebih tertarik dengan pegunungan langit biru di utara perkampungan suku Liao yang memiliki batu kristal es langit yang dapat menyatukan semua energi ilmu sinkang di tubuhku karena mendiang Kaisar Ming Huan pernah melatih diri di atas menara puncak pegunungan langit biru selama beliau menjadi Kaisar Liao Huan pada masa remajanya dahulu sebelum beliau menjadi Kaisar Ming Huan pada masa muda hingga senjanya." Kata Zhang Xiao Long memandangi Yanmi yang duduk di samping Liu Lu Sian dan Tilana dengan tatapan matanya penuh kerinduan yang dalam terhadap gadis baju merah itu.
Perjalanan menuju ke tempat tinggal mereka di daerah tersebut berakhir di sebuah rumah tenda yang mewah dengan pagar yang mengelilingi batas pekarangan di rumah tenda yang bernama istana Kekaisaran Naga Merah karena pada saat Zhang Xiao Long dan ke-enam orang istrinya tiba di depan pekarangan telah di sambut baik oleh sejumlah besar tokoh-tokoh masyarakat di wilayah perkampungan suku Liao yang mengaku sebagai rakyat Kekaisaran Naga Merah kepada Zhang Xiao Long dengan bersujud hormat di dua sisi jalan.
"Hormat kami suku Liao kepada Kaisar Naga Merah kami yang terhormat..! Baginda Kaisar panjang umur..! Panjang umur...!!! " Sapa para tokoh-tokoh masyarakat setempat dengan suara dan sikap gagah perkasa kepada Zhang Xiao Long.
"Terimakasih aku ucapkan atas sambutan yang telah kalian berikan kepadaku. Marilah kalian berdiri dan masuk bersama dengan ku ke ruang utama istana ku untuk membahas beberapa masalah yang akan aku bahas bersama dengan kalian di dalam sana. " Kata Zhang Xiao Long dengan sikap agung kepada semua rakyat dan para pasukan Kekaisaran Naga Merah.
"Siap, Paduka..! " Jawab semua orang di bawah sepasang sepatu indahnya dengan sikap hormat kepadanya.
Zhang Xiao Long dan ke-enam orang istrinya memasuki ruang utama istana Kekaisaran Naga Merah dan mereka duduk di kursi singasana di depan mata sejumlah tokoh masyarakat dan para pasukan Kekaisaran Naga Merah yang telah menempati tempat duduk yang telah di sediakan di ruangan itu.
"Yang Mulia, kami sudah mengamati wilayah di kota kecil bunga seruni putih yang merupakan pintu masuk ke wilayah Dalibisi sebelum kita masuk ke wilayah Kekaisaran Li sebagai tempat tujuan kita untuk mengantarkan Putri Ching Ching calon selir perdamaian kepada Kaisar Li di istana Kekaisaran Li yang berada di pusat kota Li An di bawah pegunungan Li." Kata Xi Ke yang telah membuatkan artefak-artefak peta wilayah perkampungan suku Liao, wilayah Dalibisi dan wilayah Kekaisaran Li di depan mata Zhang Xiao Long.
"Yang Mulia, kita akan bertemu dengan Pendekar Rubah Emas Liu Tong dan Nona Li Hong Xiu di kota pintu masuk ke wilayah ibukota Kekaisaran Li. Di sana juga terdapat lima sekte kecil yang merupakan bagian anak ranting Sekte Beruang Darah yang menjadi sekte-sekte di bawah pimpinan Perdana Menteri Chin yang menjadi penghalang kita untuk masuk ke wilayah ibukota Kekaisaran Li. " Kata Tuan Fan yang telah hadir di istana Kekaisaran Naga Merah yang langsung melaporkan hasil kerjanya kepada Zhang Xiao Long.
"Yang Mulia, di lereng pegunungan Li terdapat beberapa jebakan yang digunakan untuk halau para musuh mereka yang ingin masuk ke sana. Kami sudah mengamati pegunungan Li dengan cermat untuk memberikan laporan kami kepada Anda. " Kata Bi Lian gadis putri ketua sekte pengemis bunga teratai putih dengan lantang kepada Zhang Xiao Long seraya memberikan senyuman paling manis kepada Kaisar muda di depannya.
"Baiklah, ku ucapkan terimakasih atas laporan yang telah kalian sampaikan kepadaku. Aku akan mempelajari semua kalian laporkan kepada ku di hari ini di istana Kekaisaran Naga Merah di perkampungan suku Liao ini. Sekarang kalian bisa istirahat di rumah kalian masing-masing dan temui aku pada esok pagi pada pukul langit memunculkan matahari yang cukup terang ke bumi. " Kata Zhang Xiao Long tersenyum ramah kepada semua pasukannya yang segera pamit keluar dari istananya secara teratur.
Sesudah itu Zhang Xiao Long berdiri mengamati artefak-artefak peta yang di susun rapi oleh Xi Ke untuk dirinya dapat mempelajari peta itu dengan benar dan mudah. Zhang Xiao Long di malam hari itu sama sekali tidak istirahat di kamarnya bersama dengan ke-enam orang istri kesayangannya melainkan Ia sibuk dengan hal -hal yang harus di pelajari olehnya dengan cepat dan tepat untuk semua rencana yang telah di rancangkan olehnya dapat berjalan dengan baik dan sempurna.
"Di batas pintu ini ada aliran sungai Kuning yang mengalir ke laut kuning yang di batas pantai hitam dan lautan biru lepas. " Kata Zhang Xiao Long mengambil salah satu artefak di peta di depan sepasang matanya yang mengamati dua batas di garis peta tersebut.
"Kak Long, kau masih belum istirahat dahulu di kamar?" Yanmi mendatangi Zhang Xiao Long dengan membawakan secangkir teh bunga sakura musim semi kepada Zhang Xiao Long di ruang utama istana Kekaisaran Naga Merah.
"Yanmi, kemarilah dan coba lihat gambar ini. " Kata Zhang Xiao Long menerima cangkir teh bunga sakura dari Yanmi lalu meminum air teh bunga sakura itu dengan senang hati.
Yanmi mendekati susunan artefak-artefak peta di depan Zhang Xiao Long lalu mempelajari peta dengan lebih baik daripada Zhang Xiao Long yang belum mengenal beberapa wilayah yang dikuasai oleh Kaisar Li dan wilayah Tionggoan lainnya/wilayah daratan besar yang luas luar biasa.
"Kak Long, pintu gua di hutan pesisir barat laut dari sungai Kuning terhubung dengan aliran sungai Li dari puncak gunung Li. Di kotak yang ini.. " Kata Yanmi meraih jemari Zhang Xiao Long untuk menunjukkan kepada suaminya mengenai artefak-artefak kotak bentuk piramida kecil di peta.
"Jalan alternatif untuk masuk ke wilayah ibukota Kekaisaran Li berada di sini? " Tanya Zhang Xiao Long menatap kagum dengan kecerdasan dari istri keduanya itu.
"Iya, pintu ini juga merupakan pintu masuk ke kamar tidur Kaisar Li yang teraman bagi Beliau untuk mengunjungi rakyat di luar ibukota." Jawab Yanmi tersenyum manis kepada Zhang Xiao Long.
"Hmm, aku masih belum ingin menemuinya dulu sebelum aku membunuh orang-orang nya yang membuatnya tak bisa membedakan antara teman dan musuh di dalam dan luar Istananya sendiri. Aku juga ingin membuktikan bahwa aku adalah seorang putra yang bukanlah putra lemah yang dimilikinya seperti Li Yun Shiang yang tak tahu apa-apa tentang menghadapi ibu suri Leng. " Kata Zhang Xiao Long dalam hatinya.
Bersambung!