Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Jurang Lembah Neraka Abadi Di Pegunungan Himalaya.


Zhang Xiao Long dan Ming Ming terjerumus ke dalam jurang Lembah Neraka Abadi secara tak sengaja meskipun mereka memang sedang cari jalan masuk ke jurang tersebut untuk menolong Ketua Wang Li Chang dan Yan Bu juga mencari tahu misteri di dalam jurang tersebut.


Mereka dapat masuk ke dalam jurang tersebut di sebabkan serangan anak panah yang dilakukan oleh Yin Yin putri dari Wang Li Chang sendiri di karenakan sakit hati terhadap Ming Ming yang di nilai sebagai biang keladi lenyapnya ayah dan sahabat mereka. Selain itu, Yin Yin membantu Ratu Xiahou Xiao Chao untuk mendapatkan hati Kaisar Naga Merah yang mereka cintai itu.


Dan, hal ini memicu kemarahan Liu Tong yang terkenal sangat memuja Kaisar Naga Merah dan menjadi pengawal setia sehingga Liu Tong pun membunuh Yin Yin untuk Kaisar Naga Merah dan kesetiannya terhadap sahabat sejatinya.Kini, Liu Tong bersama Selirnya yang bernama Lan Shiang juga Ratu Xiahou Xiao Chao menerobos ke dalam jurang Lembah Neraka abadi untuk mencari dan menyelamatkan Kaisar Naga Merah dan Ratu Amira Ming di jurang tersebut.


"Di mana mereka terjatuh ke jurang ini..?Ahh, Ku menjadi kesal sendiri.. " kata Liu Tong begitu ia dan kedua orang wanita yang mengikutinya itu tiba di jurang tersebut.


"Liu Tong, kau bisa tenang sedikit untuk aku bisa konsentrasi mencari Yang Mulia di tempat ini. " kata Ratu Xiahou Xiao Chao nada ketus.


"Iya, bisa. " jawab Liu Tong dingin namun sopan untuk menghormati wanita yang menjadi selir baru Kaisar Naga Merah.


Lan Shiang selirnya menengok ke arah timur laut yang sangat gelap gulita lalu menunjukkannya kepada Liu Tong yang di towel pipinya oleh gadis manis itu yang membuat pria muda tampan itu segera mengikuti arahan pandangan mata selir cantiknya.


"Hei, ada gerakan di sana.. Ayo kita telusuri saja jurang ini.. " kata Liu Tong mengajak selirnya berjalan maju ke tempat yang sangat gelap dan tak ada penerangan sedikitpun yang membantu mereka.


"Aduh, lututku.. " keluh seorang wanita yang di tempat yang sangat gelap itu.


"Kenapa lututmu? Apakah kram? " tanya Zhang Xiao Long yang suaranya di kenal dengan amat baik oleh Liu Tong yang tersenyum senang lalu menghampiri Zhang Xiao Long yang sedang memijat lutut kanan Ratu Amira Ming di tempat itu.


"Tadi terbentur dinding jurang Lembah Neraka abadi saat kita berdua terjatuh bersama." jawab Ratu Amira Ming yang memperlihatkan lututnya tergores dan berdarah kepada Zhang Xiao Long.


"Oh, sakitkah? Sini, aku obati lukamu. " kata Zhang Xiao Long mengeluarkan botol obatnya dari saku pakaiannya lalu mengoleskan obat ke luka di lutut Ratu Amira Ming.


"Sudah tidak sakit lagi.. Karena kamu mengobati lutut ku dengan penuh perhatian sekali. " kata Amira Ming dengan tatapannya yang membius kalbu Zhang Xiao Long.


"Oh, syukurlah. Ohya yang terpenting adalah dua janin di perutmu baik-baik saja saat kita berdua jatuh bersama ke juragan ini dan aku merasakan sakit melihat mu menderita sakit pada lututmu itu namun untungnya aku sudah mengobatinya untuk mu. " kata Zhang Xiao Long lembut sekali kepada Amira Ming.


"Kak Long, kau baik sekali.. Terima kasih atas perhatian mu kepada ku. " kata Amira Ming yang memeluk Zhang Xiao Long dengan kehangatan cinta.


Ratu Xiahou Xiao Chao cemberut melihat Zhang Xiao Long membalas pelukan hangat Amira Ming dan tak melihat kehadirannya bersama Liu Tong dan Lan Shiang di tempat itu.


"Kak Tong, aku ucapkan terimakasih untuk kamu yang sudah menghukum mati Yin Yin wanita licik dan pengkhianat itu untuk ku dan Ming Ming di gua di atas puncak gunung ini, " kata Zhang Xiao Long dengan nada ramah sambil berdiri di atas tanah jurang Lembah Neraka abadi di samping Amira Ming.


"Ya, Paduka. Hamba hanya menjalankan tugas sebagai sahabat sejati dan pengawal setia Anda juga rakyat Kekaisaran Naga Merah. " kata Liu Tong tersenyum ramah kepada Zhang Xiao Long yang menggandeng tangan Amira Ming untuk berjalan ke daerah paling dalam sekali jurang itu.


"Kak Long, Ratu Xiahou Xiao Chao juga ada di sini. " kata Amira Ming halus kepada Zhang Xiao Long untuk suaminya ingat kepada selir baru itu yang berjalan di belakang mereka berdua.


"Mmm, ya, Ming Ming. " kata Zhang Xiao Long di samping Ming Ming, lalu mengajak Xiahou Xiao Chao untuk berjalan bersama mereka.


Liu Tong di temani Lan Shiang dan Teng Lian Ni yang mengikuti mereka dengan diam saja untuk menjaga hati dan perasaannya yang memikirkan Teng Lun Dong dan Qing Erl yang terpisah dari mereka dalam misi mencari jalan masuk lain ke jurang tersebut.


"Dimana mereka sekarang? Apakah mereka ada di daerah yang aman dari pegunungan Himalaya bagian barat daya? " batin Teng Lian Ni.


Zhang Xiao Long bersama kedua orang istrinya berjalan paling depan sekali tanpa kesulitan di tempat yang sangat gelap gulita dan lembab itu dan mereka terhenti di depan jalan karena ada ratusan ribu semut es merayap di jalanan itu.


"Ihh, menjijikkan sekali mereka..! " pekik Xiahou Xiao Chao melompat mundur dengan cepat dari depan jalan itu.


"Mereka jumlahnya banyak sekali..! " teriak Ming Ming yang juga melompat mundur di ikuti oleh Liu Tong dan yang lainnya.


Zhang Xiao Long menggerakkan kedua tangan ke depan lalu meluncur semburan api yang amat dashyat membakar ratusan ribu semut es yang langsung gosong dibuatnya.


Brushhh!!


"Melompatlah untuk berjalan ke depan jalan itu keamanan kita semua.. " kata Zhang Xiao Long menberikan arahan kepada kedua orang istrinya dan yang lainnya.


"Iyaa..! " sahut mereka serentak.


Swushhh!


Tepp!


Mereka tiba di depan jalan yang tanah lumpur di sebuah bangunan yang bentuknya mirip bunga mawar namun dikelilingi oleh ratusan ribu lintah - lintah merah.


"Astaga sarang lintah merah berada di depan kita.. " kata Liu Tong yang melindungi Lan Shiang dan Teng Lian Ni dengan mengibaskan lengan pakaiannya yang mengeluarkan sinkang rubah emas sakti sehingga menghancurkan sarang lintah merah itu dalam waktu singkat.


Bresss!!


Blaaaar!!


Lalu bermunculan sejumlah kalajengking yang mengeluarkan gelembung-gelembung ke udara dan menyerang mereka dengan kecepatan yang tak terduga.


Bluupp!


Bluupp!


Zhang Xiao Long melontarkan ilmu sinkang arak sakti yang langsung menghancurkan sejumlah kalajengking itu sehingga mereka dapat selamat dari serangan sejumlah kalajengking itu.


Blaaaarr!


"Selanjutnya binatang-binatang apalagi yang kita hadapi untuk menghalangi jalan kita menyelusuri jurang ini. "kata Liu Tong yang bergidik ngeri lihat bangkai sejumlah kalajengking yang berserakan di jalanan menuju ke jalan lainnya.


" Ular-ular merah yang menyerbu kita di sekitar kita sekarang.. "kata Zhang Xiao Long yang telah melihat sekitar ribuan ular -ular merah merayap dan mengurung mereka.


" Auwww..! " pekik Teng Lian Ni yang kaki kanan telah dipatuk ular merah di dekat dinding jurang Lembah Neraka abadi.


"Lian Ni.. " kata Liu Tong cepat menangkap gadis itu sebelum jatuh ke tanah yang penuh ular-ular merah.


Blaarrrr!


Blaaaarr!


Blaaaarr!


Blaaar!!


Zhang Xiao Long menggendong Amira Ming dan Xiahou Xiao Chao di kedua pundaknya dengan keduanya menggunakan ilmu sinkang masing -masing menghancurkan ular-ular merah di atas langit-langit jurang Lembah Neraka abadi.


Duar!


Duar!


Zhang Xiao Long bergerak dengan kedua telapak tangannya menghancurkan ular-ular merah di sekitar mereka bertiga yang sehingga mereka terselamatkan dari serangan ular-ular merah.


Blaarr!


Blaaaarr!


"Kak Long, ada kabut merah menyerang kita dari arah selatan kita.. " kata Amira Ming yang telah melihat serangan lain telah datang dari arah selatan kepada mereka.


"Tutup semua indera penciuman kalian semua.. Sekarang..! " perintah Zhang Xiao Long segera setelah kabut merah semakin lama semakin besar dan tebal mengurung mereka bahkan ia melihat Teng Lian Ni mengeluarkan buih-buih merah dari kedua telinga, hidung dan mulut.


"Tinggalkan dia di sana.. Karena dia sudah tidak bisa diselamatkan lagi..! " teriak Amira Ming yang mengerahkan ilmu sinkang ular piton yang di sertai ilmu sinkang gurun gobi yang membuat kabut merah buyar selama lima menit.


Blashh!


"Ayo... Kita segera pergi dari tempat ini..! " teriak Liu Tong yang meninggalkan jasad Teng Lian Ni di tempat lembab itu dengan menggendong Lan Shiang lalu melesat cepat mengikuti Zhang Xiao Long yang melemparkan kedua orang istrinya ke arah paling dalam sekali dari wilayah yang di sebut wilayah Neraka abadi lebih dahulu untuk melindungi keduanya dari kabut merah itu.


Brrrrr!!


Amira Ming menangkap tangan Xiahou Xiao Chao dengan tepat waktu sebelum gadis cantik ini nyaris di telan seekor beruang raksasa yang melompat keluar dari lubang di belakang hewan raksasa itu.


"Yeti yang sesungguhnya kah dia itu? " tanya Ratu Xiahou Xiao Chao pucat pada wajahnya di samping Amira Ming.


"Iya, kita harus hati -hati menghadapinya agar ia tak membunuh kita. " jawab Amira Ming yang melemparkan bijih bunga teratai ke arah lubang di belakang hewan raksasa itu yang langsung terkecoh olehnya dengan melompat kembali ke lubangnya.


Werrr!


Bruakk!


"Ayo kita seberangi lubang bau itu agar kita bisa sampai ke tempat selanjutnya dari petualangan kita di jurang Lembah Neraka abadi ini. " kata Amira Ming yang sangat berani sekali dan ingin melompat lubang tempat tinggal Yeti sampai Zhang Xiao Long menyambar tangannya untuk mencegah cara bar-bar istrinya itu.


"Eii, jangan ceroboh untuk mengambil jalan yang berbahaya bagi dirimu dan Xiahou Xiao Chao juga kedua bayi di rahim itu. " kata Zhang Xiao Long menariknya untuk berjalan ke arah lain di tepi lubang tempat tinggal Yeti.


"Daerah di seberang sana itu adalah desa hitam milik Raja Hek Mo Ko kembarannya Raja Pek Mo Ko yang menguasai wilayah ini, dan aku dapat menduga bahwa Wang Li Chang dan Yan Bu di sekap oleh kedua Raja Iblis penghuni jurang Lembah Neraka abadi. " kata Amira Ming dengan yakin sekali kepada Zhang Xiao Long.


"Ratu, anda memiliki pemikiran yang luarbiasa.. Karena hamba juga menduga hal ini sama dengan dugaan Anda. Hal ini disebabkan oleh dua jalan berbeda di tempat lembab dan bau ini. Lihatlah ada wilayah hitam dan wilayah putih di seberang sana. " kata Liu Tong yang mengagumi kecerdasan Amira Ming.


"Juga ada jalanan berduri di kedua sisi tebing atau pinggiran lubang tempat tinggal Yeti. " kata Zhang Xiao Long yang menunjukkan adanya tiga atau empat ratusan ribu rantai berduri di sekitar lokasi mereka saat ini.


"Empat ratus ribu besi tajam berdiri tegak dan mengancam kita namun kita tidak akan pernah takut untuk gagal dalam mengatasi setiap kali rintangan dan kesukaran yang datang kepada kita semua.. " kata Amira Ming tersenyum manis dan penuh percaya diri akan kemampuan yang mereka miliki.


Zhang Xiao Long melihat kabut hitam dan putih juga merah menjadi satu yang disusul dengan duri -duri itu yang beterbangan ke arah mereka usai mereka membicarakan tentang tempat dan suasana di jurang Lembah Neraka abadi.


"Rintangan sudah datang...! Ayo kita habisi saja mereka..!! " teriak Zhang Xiao Long melontarkan ilmu sinkang arak sakti secara bertubi-tubi dan diikuti oleh Amira Ming yang melontarkan ilmu sinkang gurun gobi, Xiahou Xiao Chao gunakan ilmu sinkang gadis persia, Liu Tong menyerang menggunakan ilmu sinkang rubah emas sakti dan Lan Shiang gunakan ilmu sinkang bunga Anggrek malam yang menyebabkan kehancuran kabut hitam, putih, merah dan duri-duri itu.


Blaaaarr!


Dessss!


Duaarrr!


Blaashhhh!!


"Grrrrrrrr...! " suara geraman Yeti dan munculnya sepasang kakek kembar yang berpenampilan menyeramkan sekali, yakni seorang berwajah hitam bak gosong dan yang lainnya berwajah putih bak kapur saja.


"Kalian berani juga untuk menerobos ke daerah kami...! " bentak Hek Mo Ko atau Iblis Muka Hitam yang memegang tombak warna putih dan ular merah raksasa di lehernya.


"Kalian semua sungguh sudah bosan hidup lama di dunia ini sampai kalian mendatangi rumah kami..! " hardik Pek Mo Ko atau Iblis Muka Putih yang memegang golok warna hitam dan seekor Laba-laba besar di telapak tangannya.


"Kalian berdua menyandera kedua orang ku dan sembunyikan tusuk konde emas yang selama ini aku cari yang berarti kalian berdua menantang ku dan tentunya kalian berdua pantas untuk aku hukum mati. " kata Zhang Xiao Long nada dingin sambil mengeluarkan pedang Naga Merah di tangan kanannya.


Amira Ming mengeluarkan pedang Phoenix api di tangan kanannya juga.Xiahou Xiao Chao telah mengeluarkan pedang tipisnya di tangan kiri. Liu Tong mengeluarkan pedang rubah emas sakti di tangan kanannya dan Lan Shiang mengeluarkan pedang rantai tata surya di tangan kirinya.


Singgg!


Singgg!!


Singgg!


Tak berselang lama sekelompok orang bertubuh kerdil mengelilingi mereka dan membawa kepala Wang Li Chang dan Yan Bu ke hadapan mereka yang melihat darah merah masih mengucur dari lubang kepala kedua orang yang telah menjadi korban keganasan sekte Iblis muka hitam dan putih penghuni jurang Lembah Neraka abadi di pegunungan Himalaya bagian barat daya.


Bersambung!!