Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Penginapan Angsa Putih Pintu Masuk Ke Ibukota Kekaisaran Bai.


Dari atas genteng kamar yang menjadi tempat penyimpanan data rahasia Bai Min Ho telah di dengar oleh Zhang Xiao Long yang duduk santai di luar kamar itu sambil makan buah kesemek kering.


"Kakak pertama cepat kau buka kotak rahasia itu dan perlihatkan kepada kami atau putrimu akan kami siksa sampai mati..! "Hardik salah seorang dari putra Kaisar Bai kepada Bai Min Ho.


" Baik, aku akan membukanya dan lihatlah isinya dengan kedua mata kepala kalian sendiri."Kata Bai Min Ho yang mengambil kotak dari laci di meja samping tempat tidur yang lalu diletakkan di atas meja dan dibuka olehnya.


"Kertasnya warna merah gincu wanita. " Kata adik kesembilan belas nya yang mengambil kertas itu lebih dahulu sebelum yang lain untuk di periksa dengan teliti.


"Tak ada tulisan apa-apa di kertas merah gincu wanita ini.. " Kata saudaranya yang lain sambil menerawang kertasnya di tangannya.


Zhang Xiao Long diam-diam telah merampas kertas itu dengan kertas gincu wanita biasa tanpa tulisan apapun di kertasnya melalui tali benang merah yang di selipkan masuk melalui genteng terbuka lalu menusuk kertas bertepatan dengan Bai Min Ho membuka kotaknya terlebih dahulu sebelum mengambil kertas itu.


"Hei.. Kakak pertama kau jangan main-main dan menipu kami , ya??! " Hardik adik kesembilan belas nya yang menendang lututnya hingga ia membentur meja dan ambruk di lantai.


Bruk!


"Aduh.. Kau jangan kasar kepada ku!" Teriak Bai Min Ho mengelus-elus punggungnya yang telah bengkok oleh adiknya yang lain telah memukul punggungnya hingga tulangnya melengkung di dalam kulitnya.


"Lepaskan ayahku..! " Jerit putri dari Bai Min Ho yang melihat ayahnya di siksa oleh adik-adik ayahnya sendiri hingga ayahnya meninggal dunia di tempat itu.


"Tidakkk... Ayahhhhh!! " Pekik putri dari Bai Min Ho menubruk jasad Bai Min Ho dengan tangisan yang memilukan.


"Keponakan ku, kau jangan bersedih seperti itu karena kami akan mengirim mu kepada ayahmu di alam akhirat setelah kami merasakan nikmat tubuhmu yang indah. " Kata adik kesembilan belas Bai Min Ho yang menyeret putri dari Bai Min Ho dari jasad kakaknya sendiri.


Brettt!


"Lepaskan akuuuu..! Tidakkk.. Jangan....!! " Teriak putri dari Bai Min Ho yang pakaiannya di robek oleh para adik ayahnya sendiri yang ingin menyiksanya di depan jasad Bai Min Ho.


Zhang Xiao Long melemparkan benang ke arah leher tiap adik Bai Min Ho yang tertusuk jarum tipis di tenggorokan lalu tewas semuanya dalam keadaan melotot pada sepasang mata mereka.


"Siapa kau yang telah menolongku? " Tanya Bai Sin Yue yang meringkuk di lantai memeluk tubuh indahnya sendiri yang telah terkoyak-koyak oleh para pamannya sendiri namun untungnya dirinya terselamatkan dari musibah pemerkosaan yang keji itu.


Zhang Xiao Long membuka genteng kamar itu untuk memperlihatkan dirinya kepada Bai Sin Yue yang menengadahkan kepalanya melihat seorang pemuda berpakaian merah yang sangat tampan luarbiasa duduk anteng di atas genteng kamar itu.


"Kau siapakah, Tuan? , Ada maksud apakah kau menolong ku? "Tanya Bai Sin Yue yang cepat mengambil pakaian luar ayahnya untuk dilapisi dengan pakaiannya sendiri agar tubuhnya tak di lihat oleh pemuda asing itu.


" Aku Zhang Xiao Long, tujuan ku menolongmu untuk meminta bantuan mu bertemu dengan kakekmu, yakni Kaisar Bai di Istana Kekaisaran Bai. Itu saja. "Jawab Zhang Xiao Long dengan nada serius kepada Bai Sin Yue.


" Baik. Aku akan membantumu untuk bertemu dengan kakekku tapi sebelum itu maukah kau mempertemukan aku dengan ibuku?"Bai Sin Yue memohon bantuan kepada Zhang Xiao Long.


"Di bawah sini.. "Jawab Bai Sin Yue menunjuk ke lantai kamar itu yang diduduki oleh gadis cantik itu kepada Zhang Xiao Long.


"Baik.Mundurlah.. " Kata Zhang Xiao Long tegas.


Bai Sin Yue mundur dari lantai yang didudukinya untuk membiarkan Zhang Xiao Long memukul lantai itu dengan telapak tangan kanan pemuda ini mengeluarkan hawa mukjizat yang meluncur ke lantai hingga hancur.


Blaarrr!


"Hei di bawah lantai kamar penginapan angsa putih terdapat terowongan bawah tanah yang persis hutan pegunungan Bai sendiri yang telah aku lihat dari pintu masuk ke wilayah gunung Bai beberapa hari lalu."Kata Zhang Xiao Long yang melihat adanya jalan yang sangat berliku-liku di bawah sana dari lubang lantai kamar itu.


"Iya, Tuan. Di bawah sana adalah hutan bunga angsa putih yang merupakan salah satu dari pintu rahasia lain untuk masuk ke istana kakek ku." Kata Bai Sin Yue dengan sikap hormat pada Zhang Xiao Long.


"Benarkah? " Tanya Zhang Xiao Long menatap tajam kepada Bai Sin Yue.


"Benar.. Jika kamu tak percaya padaku, silakan kau bawalah teman untuk membantumu jika aku menyesatkan mu. " Jawab Bai Sin Yue melihat pemuda ini tampak meragukannya.


"Emmm, Aku tak perlu menyusahkan temanku untuk melakukan perjalanan yang mungkin akan membuatku sengsara dengan mengikuti mu." Kata Zhang Xiao Long tersenyum kecil kepada Bai Sin Yue.


"Kau akan ditemani oleh Ku, Kak Long." Suara merdu Tan Tan Ling Ming terdengar di sisi kanan Zhang Xiao Long sambil bersandar di punggung pemuda ini.


"Bocah nakal, aku menyuruh mu untuk menanti ku di tempat yang sudah ku janjikan kepadamu namun kamu tetap saja melanggar perintahku dengan datang ke tempat ini. " Kata Zhang Xiao Long mencubit pipi Tan Tan Ling Ming.


"Aku permaisuri mu, jadi wajar kalau Aku ikuti kamu selalu. " Kata Tan Tan Ling Ming dengan nada manja membalas cubit pipinya.


"Uuuhh, baiklah.. Kau ikuti aku untuk turun ke bawah sana bersama gadis cantik itu." Kata Zhang Xiao Long menyambar tangan Tan Tan Ling Ming lalu mengajak istrinya itu terjun dari genteng kamar itu ke lubang bawah lantai kamar itu seraya mengikuti langkah Bai Sin Yue yang telah lebih dahulu terjun ke bawah sana sebelum mereka.


Brrrr!


Tepp!


Zhang Xiao Long dan Tan Tan Ling Ming berdiri di atas tanah dengan pemandangan alam yang di sekitar mereka adalah pegunungan Bai yang penuh dengan pepohonan warna putih yang berselimut kabut tebal yang menutupi gunung Bai.


"Beberapa banyak tangga yang akan kita lalui untuk mencapai ke puncak gunung Ba? " Tanya Tan Tan Ling Ming sambil melangkahkan kaki nya untuk menaiki tangga batu gunung di sisi kanan Zhang Xiao Long.


"Seratus ribu tangga dengan sembilan pintu gunung untuk masuk ke istana Kekaisaran Bai dengan lebih efektif." Jawab Bai Sin Yue yang berjalan di depan Tan Tan Ling Ming dan Zhang Xiao Long.


Bersambung!